Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Lampu Merah


__ADS_3

Siang ini Hani kembali datang kerumah sakit,gadis itu berencana akan membawa Reka pulang karna kondisi Reka sudah lumayan baik.


Saat akan masuk kedalam,Hani dibuat terkejut dengan adanya seorang lelaki bersama sang sahabat.


" Kak Daniel " Ucap Hani pelan.


Lelaki itu berbalik badan melihat Hani berdiri diambang pintu.


" Kau sudah datang ?" Ucap Reka tenang.


Hani masuk kedalam sambil melihat Daniel yg juga melihatnya.


Lelaki itu terlihat sedikit kurus dan berkumis,biasanya Daniel sangat klimis dengan penampilan.


" Kau sendiri ?" tanya Reka lagi.


" Iya,Dokter bilang kau bisa pulang hari ini " Jawab Hani.


" Ya tadi dia sudah memeriksa ku " Balas Reka.


Hani diam dan duduk berseblahan dengan Daniel.


" Apa kabar Kak ?" tanya Hani sopan.


" Baik " Jawab Daniel tersenyum kecil.


" Ayo bersiap " ajak Hani kepada Reka.


" Aku punya baju kotor Han,bisa kau bawa ke londry ?" tanya Reka cengengesan.


" Iya nanti aku cucikan " Jawab Hani tersenyum.


Daniel diam saja melihat keakraban mereka berdua.


" Ayo Kak " Ajak Hani menegur.


" Iya " Balas Daniel mengangguk.


Hani mulai bergerak mengambil barang2 Reka.


Daniel membantu mengambilkan kursi roda meski sebenarnya Reka bisa berjalan sendiri.


Setelah selesai berbenah mereka langsung keluar,Hani melaporkan Reka kepada pihak rumah sakit dan menanyakan administrasi lelaki tersebut.


" Kak Justin menepati janjinya Rek " Ucap Hani tersenyum bahagia.


" Iya aku berhutang budi padanya Han,bantu aku cepat bekerja ya " Kata Reka terkekeh.


" Haha iya " Balas Hani tertawa geli.


Daniel diam tak ikut percakapan,lelaki itu merasa sedikit bersalah dengan keadaan Reka saat ini.


" Kita naik Taxi Kak,mau ikut bareng ?" tanya Hani melihat Daniel.


" Naik mobil saya aja " Jawab Daniel.


Deg...


Hani tersentak mendengar kata formal lelaki tersebut.


" Iya Kak " Balas Hani pelan.


Daniel mengambil tas Reka dan berjalan duluan.


Hani diam melihat pergerakan lelaki tersebut.


" Apa ada masalah ?" tanya Reka menoleh.


" Gak tau Rek " Jawab Hani lesu.


" Aku juga terkejut tadi dia datang pagi2 kesini " Kata Reka menghela nafas.


Hani diam tak membalas.


" Han " Panggil Reka.


" Ayo kita pergi dulu dari sini " Kata Hani mengalihkan.

__ADS_1


Reka mengangguk kecil,keduanya pun segera keluar dari area rumah sakit.


Saat menaiki mobil,Hani duduk disebelah lelaki itu dan Reka duduk dibelakang.


Sesekali Hani menoleh tapi Daniel terlihat sedang fokus dengan kemudinya.


" Bisa beli makanan dulu Kak ?" Tanya Hani hati2.


" Kau belum makan ?" tanya Daniel menoleh.


Hani menggeleng pelan.


Daniel mengangguk kecil dan mencari warung.


Hani membeli 3 bungkus nasi padang beserta air minum.


Bukan tanpa alasan Hani meminta membeli makanan,melihat wajah lesu Daniel membuat Hani mengerti bahwa lelaki itu mungkin belum menemui Nasi,sama sperti Ridho tempo lalu.


Sampai dirumah Reka,pria itu dibaringkan di kasur untuk beristirahat.


" Bisa makan sendiri Rek ?" tanya Hani.


" Kau pikir aku cacat ?" tanya Reka malas.


" Haha siapa tau kau butuh suapan " Balas Hani terkekeh.


Reka mendengus dan mengambil nasi padang untuknya.


Hani menyiapkan air untuk lelaki itu minum.


Setelah selesai mengurus Reka,Hani keluar kontrakan dan mendapati Daniel sedang merokok didekat mobil.


" Kak " Panggil Hani pelan.


Daniel menoleh dan mendapati gadis itu membawa bungkusan nasi dan piring.


" Ayo makan dulu " Ajak Hani tersenyum.


Daniel mendekat dan diam melihat Hani menatapnya.


" Ayo makan dulu " Ulang Hani ramah.


" Kaka bisa aja " Kata Hani mengulum senyum.


Daniel terus menampakkan wajah manisnya dihadapan lelaki itu..


Keduanya duduk diteras menikmati angin siang yg menyejukkan.


" Apa ada masalah ?" tanya Hani membuka topik.


" Ntah lah " Jawab Daniel pelan.


" Kemarin Ridho datang kerumah " kata Hani jujur.


" Apa !" pekik Daniel kaget.


" hm dia menceritakan masalah kalian " Balas Hani lagi.


" Dia sering menemui mu ?" Tanya Daniel tak percaya.


" Gak juga,kebetulan " Jawab Hani tersenyum.


" Astaga anak itu !" Kata Daniel menggeleng pelan


" Aku sudah tau apa yg terjadi " Ucap Hani tenang.


" Beruntung Reka selamat " Lanjut Hani lagi.


" Maafkan kesalahan keluarga ku Han,kami memang menyebabkan ini terjadi " Kata Daniel menunduk.


" Awalnya aku ingin memproses ini karna tak adil untuk Reka " Kata Hani serius.


" Tapi setelah tau aku tidak melakukannya " Lanjut Hani lagi.


" Ayah ku melakukannya " Jawab Daniel.


" Dan itu terjadi karna kita " Balas Hani.

__ADS_1


" Sebenarnya tidak masalah,hanya saja Nial membenci ku " kata Daniel menghela nafas.


" Dia masih berharap kau kembali " Balas Hani.


" iya tapi aku tidak bisa bersamanya lagi,aku selamanya akan menjadi orang asing ditubuh sendiri Han " kata Daniel sedih.


Hani terlihat iba dengan lelaki itu,Daniel pria yg baik dan menyayangi keluarganya tapi nasib tak enak menimpa lelaki tersebut.


" Sudah bicara dengan Nial ?" tanya Hani.


" Sudah,tapi dia menjadikan dirinya korban " Jawab Daniel lesu.


" Kita harus bertemu dengannya Kak " Kata Hani serius.


" Dia bukan wanita sembarangan Han,dia sangat berbahaya " Kata Daniel tegas.


" Aku tidak perduli,,dia juga sudah menganggap ku jelek bukan,maka ayo tunjukkan kejelekan yg sebenarnya !" Kata Hani kepalang.


Daniel diam melihat keseriusan gadis tersebut.


" Kakak takut kamu terluka " kata Daniel sedih.


" Aku bisa menjaga diri sendiri " Balas Hani tersenyum.


" Aku sangat menyayangi mu Han,ntah lah ini perasaan kasihan atau beneran cinta " kata Daniel jujur.


Hani mengambil tangan Daniel dan menggenggamnya erat.


" Jika pun tak bersama,tidak masalah yg penting Kakak bisa mendapati jati diri yg sebenarnya " Balas Hani lembut.


" Kau gadis yg baik " Kata Daniel terharu.


Hani tersenyum,gadis itu pun meminta Daniel untuk makan dan memperbaiki penampilan.


Bukan hanya itu,Hani juga meminta Reka untuk menampung Daniel sementara agar Daniel punya teman curhat dan tak memendam masalahnya sendirian.


Malam hari Hani pulang,gadis itu terlihat tenang mengendarai sepeda motornya.


Tas besar sudah menetap di depan untuk ia bawa pulang,semua baju kotor Reka rencananya akan Hani bawa ke londry.


" Uhhh aku mengantuk sekali " Gumam Hani menguap.


Beberapa kendaraan mulai memadati persimpangan,hingga sebuah mobil terparkir disampingnya.


Gadis itu menoleh dan terkejut melihat seorang gadis sedang bermain ponsel didalam mobil.


" Bukannya itu Sofia ?" Gumam Hani pelan.


Hani terus melihat hingga gadis kecil itu pun menoleh.


" Hah Tanteee " Pekik gadis bernama Sofia tersebut heboh.


Pria disampingnya yg akan menguap langsung tak jadi karna pekikan sang putri.


" Paaa,itu Tanteee " Pekik Sofia menarik lengan Vero.


" Mana ?" tanya Vero melihat2.


" Itu Pa disamping kita " Jawab Sofia menunjuk Hani.


Hani yg melihat kehebohan gadis cilik tersebut tersenyum kecil.


" Hani " Ucap Vero pelan.


" Paaaa aduhh udah lampu hijau " kata Sofia berubah panik.


Hani mulai mengegas motornya membuat Sofia makin panik.


" Paaa minta Tantee berhenti Paaa " Kata Sofia menarik2 baju Vero.


" I ya iya nanti Sofia " kata Vero kelabakan.


" Paa cepetan Paaa nanti Tante hilang " Teriak Sofia tak sabaran.


Sejenak gadis kecil itu melupakan hape Vero yg dari tadi ia rengek2.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2