Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Waktu


__ADS_3

" Bicara apa kau ini,cepat makan dan cuci piringnya " Ucap Reka bangkit dari duduknya menuju dapur.


Lelaki itu sudah menghabiskan 1 piring nasi beserta lauk yg ia buat sendiri.


Rania yg tak mendapat jawaban mencebik mulut kesal..


" Huh lelaki ini benar2 keterlaluan " Ucap Rania gemas.


Dengan cepat Rania makan dan menyusul Reka kedapur.


Beberapa saat kemudian,Rania menatap Reka yg asik mengeringkan ****** ******** di dekat ruang tengah.


Gadis itu terlihat malu dengan ulah Reka tersebut.


" Kenapa tertawa?" tanya Reka heran.


" Hah gak papa " Jawab Rania mengulum senyum.


" Aneh " Cibir Reka.


Rania diam tak membalas.


" Mana bisa kering jemur disana " Ucap Rania pelan.


" Bisa " Jawab Reka.


" Kenapa tidak dilaundry saja ?" Tanya Rania lagi.


Reka diam tak menjawab.


" Hei aku bertanya " Ucap Rania gemas.


" Apa kau tidak ingin pulang ? Nanti orang tua mu mencari " Jawab Reka berbalik badan.


Deg...


Rania terdiam dan menghela nafas.


" Kenapa ?" tanya Reka mengernyit.


" Bolehkah aku menginap disini ?" tanya Rania untuk kedua kalinya.


" Apa kau sudah gila ?" tanya Reka balik.


" Ya sepertinya begitu " jawab Rania santai.


" Aisshhhh,,,pulang aja sana aku gak mau kena masalah gara2 kamu " Usir Reka.


" Aku gak punya rumah " Jawab Rania duduk lesehan menatap Reka yg berdiri berkacak pinggang didepannya.


" Hah " Ulang Reka kaget.


" Eh rumah segene gaban itu apa kalo bukan rumah ?" tanya Reka gemas.


" Ngga,itu bukan rumah,itu hanya tempat berteduh " jawab Rania.


" Apa sih nih anak " Ucap Reka tak paham.


Rania tersenyum,berada didekat Reka membuat hatinya tenang dan tentram.


Untuk ucapan dirinya ingin menginap disana memang benar adanya karna Rania berencana tak ingin pulang.


Drt drt...


Hape Reka berdering,lelaki itu mendekati ponselnya dan terkejut.


" tuh kan,Tania nelfon nih " kata Reka melihat Rania kesal.


Deg...


Rania membulatkan matanya sejenak lalu menatap lelaki itu datar.


" Angkat saja " Balas Rania santai.


" Apa maksud mu,dia pasti menanyakan kamu !" Kata Reka emosi.


" Cihh,coba saja " Tantang Rania.


Melihat Gadis ingusan itu menantangnya membuat Reka kesal sendiri.


" Halo " Sapa Reka hangat.

__ADS_1


" Halo Kak,lagi dimana ?" tanya Tania diseberang.


Glejkkk...


Reka menelan ludah kasar dan melirik Rania yg ternyata bersedekap dada menatapnya.


" ak aku dirumah,kenapa Tan ?" tanya Reka mencoba tenang.


" Hm Kak mau temani aku gak ?" tanya Tania.


" Hm kemana ?" tanya Reka.


" Kakak aku belum pulang Kak,jadi aku mau cari dia diluar " Jawab Tania.


Reka membulatkan matanya dan melihat Rania tajam.


Gadis yg ditatap diam mengalihkan pandangan.


" Memangnya Kakak kamu kemana ?" tanya Reka pura2 tak tau.


" Tadi dia kerumah sakit sama Papa,tapi sampe sekarang belum pulang sedangkan Papa udah kerja " Jawab Tania.


Reka spontan melihat tangan Rania yg sempat ia obati tadi.


" Nih anak dari Dokter tapi kenapa tangannya penuh darah tadi ?" Batin Reka bingung.


" Kak " Panggil Tania.


" eh iya Tan,em ya udah bentar lagi Kakak otewe " Balas Reka.


" Beneran ?" tanya Tania heboh.


" iya,ya udah aku siap2 dulu ya " Jawab Reka.


" iya Ka,aku tunggu dirumah ya " Balas Tania girang.


Tut.


Panggilan terputus,Reka menatap Rania nyalang.


" apa ?" Tanya Rania bingung.


" Habis dari Dokter kau pergi kemana ?" tanya Reka mendekat.


" Pergi kemana sampai kau terluka parah seperti tadi ?" Tanya Reka membuat gadis itu terpojok.


Glekkk....


Rania menelan ludah kasar.


" Katakan !" Ucap Reka tegas.


" Gak kemana mana " Jawab Rania mencoba santai.


Reka mengernyit menatap gadis itu penuh selidik.


" Baiklah,sekarang cepat pulang sebelum Tania tau kau disini " Kata Reka mundur selangkah.


" Cih kau takut Tania melihat kita disini ?" tanya Rania terkekeh.


Reka diam melihat gadis itu nyalang.


" Baik2,aku akan pulang " Kata Rania tak mau ambil pusing..


Gadis itu berjalan kearah pintu yg terttutup.


Reka diam melihat Rania dari belakang.


Gadis itu pun membuka pintu dan keluar dari rumah.


Reka masih diam melihat,ia ingin tau sampai mana rasa berani gadis ingusan tersebut.


Beberapa menit,Rania benar2 pergi.


Reka berjalan cepat keluar dan melotot.


" Astaga anak itu benar2 pergi " Ucap Reka sedikit panik.


Yg membuat Reka takut adalah gadis itu tak membawa apapun,ia hanya membawa dirinya sendiri tanpa ponsel atau tas.


" Gak bisa dibiarin " Ucap Reka beberapa saat berpikir.

__ADS_1


Tanpa babibu,Reka berlari keluar rumah tanpa menggunakan sndalnya.


" Raniaaaaa " Pekik Reka mengejar.


Rania terus berjalan menyusuri tapak demi tapak meski ia bingung bagaimana cara sampai kerumah.


" Raniaaa berhenti !" Pekik Reka terus berlari.


Merasa ada yg memanggil,Rania berbalik badan dan terkejut melihat Reka mendekat kearahnya


" Gadis ceroboh !" Ucap Reka menjitak kepala gadis itu kesal.


" Auuu " Pekik Rania kesakitan.


" Kenapa kau memukulku ?" tanya Rania meringis


" Bagaimana caranya kau pulang bodoh!" Kata Reka kesal.


" Apa ?" Tanya Rania bingung.


" Apa kau punya uang untuk ongkos,kalau kau diculik dan dibunuh bagaimana hah !' Bentak Reka emosi.


Rania terbelalak dan syok dengan ucapan Reka yg berapi2.


" Aku akan berlari " Jawab Rania polos.


" Yg terluka hanya tangan ku saja,kaki ku kuat untuk maraton malam ini " Balas Rania sambil terkekeh.


" Kau !" Ucap Reka kembali menjitak.


" Ihhh sakiittt !" Kata Rania ingin membalas.


Greb...


Tangan gadis itu ditangkap Reka dengan cepat,seketika keduanya menjadi pusat perhatian orang2 disekitar.


" Jangan kasar2 Mas,bawa pulang dulu cweknya " Ucap salah satu bapak2.


" Iyaa,ngambekannya dirumah aja seru " sahut bapak lain terkekeh.


" hah " ucap Rania dan Reka terkejut.


Reka langsung menarik tangan Rania menjauh dari jalan tersebut menuju rumahnya.


" Eehhg mau kemana ?" Tanya Rania bingung.


" Ambil sandal " Jawab Reka ketus


Rania menunduk dan seketika ingin tertawa.


Lelaki itu tidak mengenakan alas kaki sama sekali.


" Ampun daah ngurusin anak orang mulu heran !" Batin Reka kesal sendiri.


Setelah mengambil sandalnya,Reka mengeluarkan motor dan meminta Rania naik...


" Mau kemana ?" tanya Rania tak mengerti.


" Naik aja cepat !" Jawab Reka.


" Aku mau diculik ya ?" tanya Rania polos.


" Hah ! Mana ada yg mau nyulik cewek aneh,kolot kayak kamu !" Hujat Reka..


Rania mengkrucut,mulut lelaki yg ia sukai tersebut cukup membuat telinga panas..


Rania pun naik dan memegang ujung baju Reka.


Pria tersebut tersenyum,Rania terlihat takut untuk menyentuh tubuhnya.


" Pegangan " Sindir Reka.


" Iya jangan ngebut " Jawab Rania ketus.


Motor melaju,Rania tidak tau dirinya akan dibawa kemana.


Tapi disisi lain,gadis itu merasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Reka meski dirinya harus berkorban banyak..


" Nih anak mau aku bawa kemana ?" Batin Reka bingung..


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2