
Jam menunjukkan pukul 9 malam,yg ditunggu pun sampai.
Keringat sudah membasahi baju Lulu yg dari tadi berusaha menyelamatkan nyawa kucing kecil tak berdosa ulah anaknya.
Bagaimana tidak kejang2,bayi kucing itu dibawa lari oleh anaknya hingga terjatuh,membuat induk kucing tersebut mengamuk dan menggigit kaki si bocah.
Lulu ketakutan saat tau karna hewan2 dirumah itu begitu dilindungi oleh mertuanya.
" Panggil Kakak kamu Jack,kenapa dokternya belum datang ?" tanya Lulu kepada Jack.
" Mungkin dokternya lagi nyiapin obat Bi " Jawab Jack asal.
" Issstttt,masa nyiapinnya lama banget,ini gawat darurat loh " Ucap Lulu kesal.
Jack menghela nafas,kepala bocah itu juga rusing karna dirinya harus mengisi Pr yg begitu banyak tapi tidak selesai2.
Tak lama Angel turun,seperti biasa gadis tersebut menggunakan piyama tidur ala kartun.
" Njel,udah ditelfon belum ?" tanya Lulu menyeka keringat.
" Udah Bi,katanya udah jalan " Jawab Angel.
" Huh baguslah,kamu tunggu ya,Bibi mau liat adek dulu " Balas Lulu.
Angel mengangguk paham,wanita dewasa itu pun tergopoh2 menaiki anak tangga menuju lantai 2.
Angel mengintip bayi kucing yg masih terkapar diranjang mungilnya.
" Kasihan sekali kamu meng " Ucap Angel mengusap lembut.
" aku juga dikasihani dong Kak " Sahut Jack.
" Kenapa ?" tanya Angel mengernyit.
" Pr aku banyakkkkk " Jawab Jack.
" Belum selesai juga ?" tanya Angel heran.
Jack menggeleng dengan wajah sedih.
" Haisssttt makanya kalo sekolah itu dengerin apa kata guru ! Jadi bego kan sekarang " Hujat Angel gemas.
Jack makin mengkrucut,memang ini salah dirinya yg banyak bermain daripada belajar.
Angel mengambil buku Pr Jack dan menghela nafas.
" Kalo Papa tau sekolah mu ga bener gini,bisa2 nanti kamu ditendang ke pesantren " Kata Angel ngeri.
" Jangan Kak,nanti aku ga bisa makan enak " Balas Jack sedih.
" Disana juga enak,lauknya ikan asin sama tempe " Balas Angel terkekeh.
" Waduhhhh,,,,jangaaannn ntar aku jadi kucing garong " Tolak Jack ngeri.
Angel tertawa geli,humor adiknya juga 11 12 dengan dirinya,maklum masih satu gen dengan si Ibu.
Untuk urusan belajar,biasanya Ana yg langsung turun tangan mengajari bocah tersebut,tapi beberapa minggu ini Ana sangat sibuk begitupun suaminya membuat Jack lontang lantung asal sekolah.
Angel mulai membantu sang adik,biar bagaimana pun Jack juga tanggung jawabnya.
Angel tidak mau sang adik tidak naik kelas,apalagi dicemooh orang2 disekolah.
Keduanya sibuk belajar hingga melupakan sejenak nyawa kucing kecil yg berusaha untuk tetap hidup.
Asik mengajari sang adik,Angel tidak menyadari bahwa orang yg ia tunggu ternyata sudah sampai dan saat ini memperhatikan keduanya.
Pria dengan kaos hitam serta celana lepis hitam tersebut tersenyum melihat moment yg begitu jarang.
" Dia lembut juga " Ucap Daniel tersenyum kecil.
" Salah ini Jack,coba hitung lagi !" Bentak Angel membuat Daniel kaget.
__ADS_1
" Dan galak juga " Lanjut Daniel menarik kata2nya barusan.
" Aduhhhh,ini salah Jack,4×2 itu 8,bukan 6 " Kata Angel frustasi
" Duhhh siapa sih yg naruh tambah2 disini " kata Jack menghapus jawabannya.
" Ohh ya Tuhannnn,,,,tenangkan hamba " Kata Angel mencoba sabar.
Jack menggaruk kepala dan terkekeh,Angel sangat garang tapi wanita itu masih bisa dimaklumi oleh sang adik.
" Ehemmm " Dehem Daniel membuat keduanya menoleh.
Angel yg tadinya berwajah ketus langsung berubah rai.
" Ehh Pak Dokter udah sampe " Kata Angel bangun.
Daniel tersenyum,pria itu berjalan mendekat.
" Siapa yg sakit ?" tanya Daniel.
" Itu Dok,pasiennya ada dikeranjang " Jawab Jack menunjuk.
Daniel melihat keranjang dan mengernyit keranjang tersebut sangat lah kecil.
Dengan langkah pasti lelaki itu mengintip dan tersenyum.
" Anak kucing ini ?" Tanya Daniel.
" iya Dok,kucingnya mabuk kejang2 " Jawab Jack.
" Kenapa ?" tanya daniel lagi.
" Diperlakukan secara tidak baik " Jawab Jack.
" Ngga Dok,tadi anaknya Bibi main sama dia,mungkin mainnya kelebihan jadi anak kucingnya ga kuat " Ujar Angel..
" Gitu ya " Kata Daniel tersenyum.
Meski Daniel sudah dewasa dan Duda tapi aura ketampanan lelaki itu sangat sulit ditolak apalagi sikap dan prilakunya yg membuat Angel ingin memiliki.
" Njel " Tegur Daniel mengernyit.
Angel masih diam melihat Daniel tanpa kedip.
" Ish si Kakak mulai deh terpesona " Cibir Jack heran.
" Angel " Tegur Daniel lagi menyenggol lengan Angel.
Angel tersadar dari lamunannya dan kembali menunduk.
" Hehe maaf " ucap Angel malu.
Daniel menghela nafas,pria itu mengambil anak kucil tersebut dan mulai memeriksa.
Lulu sudah kabur,wanita itu harus mengurus anaknya juga jadilah Angel dan Jack yg harus bertanggung jawab.
15 menit pemeriksaan,kini anak kucing tersebut mulai sadarkan diri.
Daniel menaruhnya dengan hati2 disamping sang induk kucing yg sudah mengantuk.
" Udah belum ?" Tanya Jack polos.
" Sudah,tapi jangan diajak main dulu masih lemah " Jawab Daniel.
" Oke siap " Balas Jack paham.
" Aku balik kamar dulu ya,byee " Kata Jack berpamitan.
Daniel mengangguk begitupun Angel yg melihat sikap adiknya.
Kini hanya mereka berdua disana,Daniel kembali tersenyum.
__ADS_1
Wajah Angel sama lugunya dengan Ana,kadang Daniel tak percaya bahwa gadis itu merupakan anak temannya..
" Papa kamu belum pulang ?" tanya Daniel memecahkan keheningan.
" Belum " Jawab Angel.
" Hm ya udah,Om pulang dulu " Kata Daniel pamitan.
" Om " Tahan Angel.
" Ya ?" Jawab Daniel menoleh.
Diam,Angel tak bicara dan hanya menatap.
" Hm,apa Om sudah makan ?" tanya Angel sambil ketar ketir didalam dada.
" sudah " Jawab Daniel ramah.
Angel mengangguk paham.
" Mau kopi atau teh ?" tanya Angel lagi.
Daniel diam,pria itu menatap gadis didepannya dengan wajah curiga.
" Mak maksud aku em anu haus gitu mungkin " Kata Angel kelabakan.
" Mau bikinin kopi buat aku ?" tanya Daniel balik.
" Hah !" Kata Angel syok..
Daniel terkekeh dan mengusap lembut kepala gadis itu.
" Aku bercanda aja,udah larut Om pulang dulu " Ucap Daniel pamitan.
" Ko kopinya ?" Tanya Angel polos.
" Nanti kalo kamu dah siap " Jawab Daniel sambil tertawa geli.
Angel langsung terdiam mencoba mencerna ucapan Daniel barusan..
Pria itu bergegas keluar meninggalkan Angel yg masih melongo menerjemahkan kata2nya.
Daniel pun pulang.
Angel menampar pipinya yg masih tak sadarkan diri.
" Maksud Om Daniel apa ? Tunggu aku siap ? Masa mau bikin kopi aja pake aturan ?" Gumam Angel bingung
Hening,Angel diam kembali berpikir hingga salah satu anggota keluarga pulang.
" Njell " Tegur Arshad.
Angel menoleh dan memasang wajah lugunya membuat Arshad bingung.
" Kenapa ?" tanya pria itu heran.
" Syad,mau minum kopi ga ?" tanya Angel tiba2.
" hah " Kata Arshad kaget.
" Mau ga ?" Tanya Angel lagi.
" Tumbenan nawar,habis kesambet apaan ??" Tanya Arshad masih heran.
Angel menatap wajah saudaranya tersebut dengan wajah yg sulit dimengerti.
" Kambuh nih anak setresnya " Cibir Arshad berjalan menjauh.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1