
Malam hari Hani masih berada dirumah Cila,gadis itu sebenarnya ingin pergi karna merasa tak enak merepotkan Cila semakin dalam,tapi David melarang dengan alasan diluar hujan lebat.
Hani yg dari dulu memang tak pernah membangkang David menurut saja,gadis itu tak mau sedikit pun melawan meski perasaannya makin tak karuan.
Vero juga tak pulang,tadi Cila sempat mengusir lelaki itu tapi Sofia dan Vero memasang wajah tebal seolah enggan untuk beranjak.
" Dah sana tidur " Ucap Cila kepada Sofia yg selesai mengisi pr tadi siang.
" Malam ini tidur sama Tante ya Nek " Kata Sofia tersenyum cerah.
" Gak bisa,tidur sama bapak mu " Jawab Cila ketus.
" Ih males deh sama Papa lagi,aku dipeluk2 terus " Kata Sofia bersedekap.
Vero yg sedang bermain ponsel melirik tajam anaknya yg mulai membuka rahasia.
" Ya enak dong dipeluk Papa " Kata Cila melirik Vero.
" Gak enak Nek,engap " Balas Sofia.
Cila diam begitupun David yg sibuk dengan laptopnya.
Laura sudah pulang dijemput Justin,wanita itu tak bisa menginap dirumah Mamanya karna Justin ingin tidur dirumah mereka sendiri.
" Kamu udah ngantuk ?" tanya Cila melihat Hani bermain ponsel.
" Hm iya Ma,aku mau nyetrika dulu " Jawab Hani mendongak.
" Oh ya udah,Mama siapin alatnya " Kata Cila bangun.
Hani mengangguk kecil.
Gadis itu juga bangun berjalan kearah kamar,Vero melirik sebentar dan fokus dengan hapenya lagi.
Tak lama Cila kembali,wanita itu segera menyiapkan tatakan untuk menyetrika pakaian.
Dikamar,Hani mengambil baju kerjanya dan menghela nafas panjang.
Beberapa saat tadi ia lupa bahwa dirinya seorang aparat negara,Hani merasa begitu lemah jika berhadapan dengan keluarga Vero.
Ia tak bisa menyembunyikan dirinya yg sok kuat selama ini,Cila n the genk sudah tau kelemahannya sejak awal.
" Uh aku harus tenang,besok akan berakhir Hani " Ucap Hani menguatkan dirinya.
Hani berencana besok ia akan pergi dari rumah Cila,gadis itu tak mau menyusahkan Cila seperti dulu apalagi ia sudah bisa membiayai hidup sendiri.
Hani keluar dan mendekati semua anggota keluarga.
David yg sibuk menoleh kearah gadis itu dan terdiam sejenak.
Hani yg tau tatapan David langsung menutup baju kerjanya kebelakang.
" Gak usah malu " Kata David tersenyum.
Vero ikut melihat dan salfok juga dengan seragam Hani.
" Maaf Pa " Kata Hani menunduk.
" Kenapa minta maaf ? kamu keren loh bisa jadi aparat " Kata David heran.
Hani diam tak membalas.
Gadis itu melirik Vero dan naas secara bersamaan Vero membuang muka kearah lain.
" Ayo Sofia kita tidur,ini sudah malam " Kata Vero bangun dari duduknya.
" Nanti Pa baru jam 9 " kata Sofia mengeles.
" Harus nunggu jam berapa mau tidur ? besok kamu sekolah " Kata Vero tegas.
Sofia menunduk dan melirik Cila.
Cila membuang muka tak mau membela gadis cilik tersebut.
__ADS_1
" Isst Nenek ih " Kata Sofia kesal.
Cila masih tak melihat,wanita itu tak mau ikut2an karna memang sudah waktunya sang Cucu terbang kealam mimpi.
" Ya udah ayok " kata Sofia pasrah.
Vero berjalan duluan tanpa melihat Hani yg sedang melihatnya.
" Oh iya Vero,baju kerja kamu sekalian " Kata David menegur.
" Hah apa ?" tanya Vero berbalik badan.
" Sekalian disetrika sama Hani " Jawab David tenang.
Deg...
Vero melotot kaget begitupun Hani yg juga tersentak.
" Gak papa Yank,nnti aku...
" Sekalian aja iya gak Han,orang cuma sebiji doang " Potong David.
Cila langsung terdiam dan melihat Hani yg mencoba untuk tenang.
" Iya gak papa " Balas Hani menunduk.
" Cepetan ambil sana,besok gak ada alasan lagi kamu terlambat kerja " Kata David tegas.
Vero melihat Cila dan memberi kode.
Cila menggeleng tanda ia tak bisa melawan titah suaminya.
" Iya Pa " Kata Vero menghela nafas.
" Bener tuh Kek,baju sekolah aku aja gak rapi Papa setrika,mana bau lagi " Sahut Sofia memanasi.
" Ck itu Papa lupa ngasih ke londry " Kata Vero malas.
" Salah Papa sendiri berarti " Cibir Sofia.
Dengan gontai lelaki itu masuk kamarnya dan mengambil pakaian yg akan dikenakan besok.
Cila tak berkutik,wanita itu memilih diam saja karna David jarang memberi perintah khusus.
Hani mulai menyetrika,David memperhatikan gadis itu dengan seksama.
Meski terkesan cuek tapi David sebenarnya sangat perduli kepada sesama.
Vero datang lagi dan membawa setelan baju kerjanya.
" Maaf ya Han " Kata Vero tak enak hati.
Hani mengangguk pelan tanpa melihat.
" Tungguin sampe selesai Ver " Kata David bangkit.
" Kalian mau kemana ?" tanya Vero melihat Ibunya juga bangun.
" Mengarungi malam panjang " Jawab Cila asal.
" Apa !" Pekik Vero terbelalak.
Cila terkekeh dan merangkul David menuju kamar mereka.
Glek....
Vero menelan ludah kasar dan mengumpat lirih.
Sungguh lelaki itu merasa sangat malu dengan ucapan Cila barusan.
" Maaf Han,maksud Mama pergi tidur " kata Vero mencoba meluruskan.
Hani mengangguk kecil dan kembali sibuk.
__ADS_1
" Huh Mama kebangetan banget,urat malunya sebelah mana sih yg putus,heran deh " Batin Vero gemas.
Heningg....
Tak ada suara apapun selain bunyi kain yg dibalik.
Vero melihat Hani yg sibuk sendiri,pria itu menyender dikursi dan mengeluarkan hapenya lagi.
" Kamu gak papa ditinggal sendiri ?" Tanya Vero membuka suara.
" Gak papa " Jawab Hani tenang.
Hening....
Vero lagi2 diam,ia merasa canggung kepada gadis kecil yg ia pernah tolong dulu.
Lama terdiam,Hani bangun dari duduknya dan menyerahkan baju yg sudah disetrika.
" Udah selesai ?" tanya Vero mendongak.
" Hm " Jawab Hani mengangguk.
Manik keduanya bertemu,lelaki itu menatap Hani dengan tatapan yg sulit dimengerti,tapi naas Hani menatapnya dengan datar seolah tak ada lagi rasa disana.
" Ambilah,nanti gosong celana mu " Tegur Hani tenang.
" Hah iya " jawab Vero mengambil kemejanya yg sudah rapi.
Hani kembali sibuk,Vero yg melihat Respon Hani merasa sedikit aneh.
" Dia sekarang kenapa ya ? bukannya dulu dia ngebet banget sama aku,tapi kenapa sekarang aku merasa berbeda ?" Batin Vero mulai serius.
Satu persatu baju selesai,Hani merapikan alat setrika dan mulai melangkah.
" Han " Panggil Vero menahan tangan Hani.
Gadis itu berbalik badan dan mendongak melihat Vero yg menjulang tinggi.
" Kamu berubah ?" tanya Vero pelan.
" Berubah ?" Ulang Hani.
" Iya,tatapan mu gak sehangat dulu lagi " Jawab Vero melihat manik Hani.
Gadis itu tersenyum kecil dan menarik tangannya.
" Iya,waktu membuat aku menyadarinya " Kata Hani tenang.
" maksud kamu ?" Tanya Vero mengernyit.
" Memang benar,terlalu cinta itu tidak baik,aku saat itu masih kekanakan memaksa kamu untuk tetap sama aku,tapi sekarang gak lagi Ver " kata Hani pelan.
" Kenapa ? sudah hilang perasaan itu ?" tanya Vero serius.
" Untuk apa bertanya ? bukankah kamu sudah bahagia sama keluarga kecil mu,dan ya Sofia sangat lucu dan manis,aku pikir kau sangat beruntung punya anak sepertinya " Jawab Hani tersenyum.
Deg....
Vero tersentak mendengar kata bahagia dari mulut gadis tersebut.
" Kau berpikir seperti itu ?" tanya Vero menarik nafas.
" Hm,aku juga akan bahagia kan ?" Tanya Hani terkekeh.
Vero diam dan mundur perlahan.
Hani menggenggam tangannya dengan erat seolah menguatkan diri saat ini.
" Tidurlah,ini sudah larut,selamat malam " Ucap Vero berlalu.
Hani diam tak menjawab,lelaki itu pergi begitu saja meninggalkan gadis tersebut yg sedang berusaha kuat.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.