
Malam harinya David duduk sendirian diteras rumah ditemani secangkir kopi dan rokok sebatang yang saat ini ia hisap,pria itu terlihat sangat menikmati acara santainya apalagi bintang bersinar terang.
Seorang wanita mengintip dari celah pintu dan tersenyum mengembang.
" Aku kagetin aja kali ya " Gumam Cila cekikikan.
Wanita itu mengambil acang2 melipat dasternya yang memang sudah pendek agar bisa meloncat lebih tinggi biar sang suami kaget keleper2.
Vero keluar dari dapur dan mengernyit melihat tingkah ibunya seperti orang gila.
" Kenapa lagi tu orang tua ?" Gumam Vero heran.
Vero melangkah mengendap endap dengan senyum geli,terlihat Cila masih mengintai mangsanya saat wanita itu ingin mengkageti David.
" Baaaaaaa " Kata Vero memegang pundak Cila.
" 2 singget 2 singget " Pekik Cila meloncat kaget
" Hahahahahahah " Vero langsung tertawa ngakak melihat sang Mama kaget bukan main.
David yang mendengar suara berisik pun menoleh dan mengernyit melihat istrinya mengusap dada.
" ih kamu mah bikin kaget Mama aja,kalo Mama jantungan terus koit gimana,jadi anak yatim kamu !" Pekik Cila kesal.
" Wahahahahha " Vero kembali tertawa ngakak.
Laura membuka pintu kamarnya dengan cepat dan mengernyit melihat Vero sedang dihajar Cila.
" Ada apa Ma ?" Tanya Laura bingung.
" Nih si Vero nyumpahin Mama cepat mati !" Kata Cila kesal.
" Ngak kok,mana ada orang cuma ngagetin doang " Kata Vero menggeleng cepat.
" Kalo tadi Mama kejang2 gimana !" kata Cila menjewer telinga pria itu.
Kini giliran Vero yang mencat2 karna telinganya sakit ditarik wanita itu.
" Ampun Ma ampun Ma sakittt " Pekik Vero meringis.
" Rasakan hukuman Mama !" Pekik Cila semakin menambah cubitannya.
" Udahlah Ma,pada kenapa sih ?" tanya David menghela nafas melihat tingkah istri dan anaknya.
Cila melepas telinga lelaki itu dan menatap kesal kearah anaknya.
" Si Mama Pa,tadi dia mau kagetin Papa,jadi ya aku kagetin duluan " Adu Vero.
" Papa udah tau " Balas David malas.
" Hah gimana Mas bisa tau ?" tanya Cila melongo.
" Gimana ngak tau kamu grasak grusuk dari tadi samping pintu " Jawab David terkekeh.
" Yaaahhh gagal dong " kata Cila lesu.
Laura menggeleng pelan dan balik lagi kekamarnya.
" Kak tungguin " pekik Vero langsung mengejar gadis itu.
Cila menggaruk kepalanya melihat David menghela nafas panjang.
" Dah yuk duduk sini kita ngedate " Ajak David melambaikan tangan.
" Asikkk mau dong " Sahut Cila girang.
" Ambil kue gih " Suruh David.
__ADS_1
" Siap Bos,sama nasinya ngak ?" Tanya Cila menggoda.
" Penanaknya sekalian " Ucap David malas.
" Hahaha " Cila tertawa ngakak dan melesat masuk kedalam rumah.
David tersenyum kecil dan kembali duduk di kursi depan rumahnya.
Banyak yang sedang dipikirkan pria itu,David masih terngiang ngiang dengan permintaa orang tua Justin tadi pagi.
" Huuuffftttt aku harus bagaimana ?" Gumam David menyugar kepalanya.
" Jreng jrenggg pesanan datang " Ucap Cila membawa nampan berisi berbagai kue jajanan pasar.
" Dapat dari mana ?" tanya David mengernyit melihat kue2 itu.
" Dari langit,ya aku beli lah Mas masa minta sih,digebukin dong istri tercinta mu ini " Kata Cila memutar bola matanya.
" Hehe siapa tau kan kamu bikin " Kata David tesenyum malu.
" Mana ada waktu,aku sibuk ngurusin mesin pencetak uang aku " Kata Cila terkekeh.
" Hahahaha emang pada laku ?" tanya David penasaran.
" Hm lumayan lah,mulai banyak peminat,telurnya aja diminatin Vero tiap hari " Jawab Cila.
" Hahah pinter " Ucap David mengusap kepala istrinya.
" Iya dong siapa dulu,Cilaaaaaaaa " Kata Cila menepuk dadanya bangga.
David mengangguk tertawa.
" ya udah yuk kita ngedate " Ajak Cila semangat.
" ini udah ngedate " kata David tersenyum.
" Ya ada,kan udah tua jadi gini aja dah oke " Jawab David memainkan alisnya.
" Iya juga ya,duh rasanya aku menolak tua Mas " Kata Cila menunduk malu.
" Kamu tetep cantik kok " Ucap David lembut.
Wanita hampir setengah abad itu bersemu merah dan menyenggol lengan David manja.
David terkekeh geli dan mencolek dagu Cila.
" Habis ini service yuk,mesin aku harus ganti oli " Ajak Cila malu.
" Hm,udah lama juga ngak nyetel mesin " Balas David tersenyum.
Kedua pasangan itu pun tertawa ngakak menikmati hari menua mereka.
Meskipun sudah tua tapi soal goda menggoda mereka berdua tak pernah ada matinya,selalu saja ada bahan obrolan meski tak nyambung.
Dikamar Laura,Vero berbaring menatap laptop sambil menonton drakor,Laura bersilak kaki ikut menonton,awalnya semua berjalan dengan lancar hingga sebuah adegan ciuman antara pria dan wanita terpampang disana.
" Wah wah ngak bener nih " kata Vero mulai heboh.
" Jangan diliat ih " kata Laura menutup mata lelaki itu.
" Lepasin Kak,adegan yang ditunggu2 ini " kata Vero mengintip.
" Jangan,ini untuk orang dewasa !" kata Laura tajam.
" Lah kakak kira aku masih anak2 !" Kata Vero melongo.
" Udah gede loh ini Kak,udah bisa nyetak bayi loh " kata Vero tersenyum mesum.
__ADS_1
Laura menatap lelaki itu sesaat,lalu tertawa ngakak mengangguk.
" Maaf2 Kakak lupa kalo kamu dah dewasa " kata Laura disela tawanya.
" Heh emang cuma Kakak aja apa yang dewasa " Cibir Vero kesal.
" Maaf dong sayang,Kakak ngak sengaja soalnya Kakak anggap kamu bocah terus " kata Laura mendekap lelaki itu.
" Kita hampir jadi suami istri,ingat ngak ?" Goda Vero.
Laura terdiam dan mendorong lelaki itu.
Vero langsung tertawa ngakak bahkan guling2 di ranjang Laura.
" Ntah apa yang aku pikirin sampe mau nikahin Kakak ckck " Kata Vero tak percaya.
" Kamu ngebet banget tau mau nikah sama Kakak !" Kata Laura kesal.
" Ya akukan ngak tau,amnesia " Balas Vero menjulur lidahnya.
" Heh untung sadarnya cepet,coba kalo ngak dah jadi janda mungkin Kakak sekarang !" Kata Laura geram.
Vero kembali tertawa melihat wajah kesal gadis itu.
" Maaf ya Kak,aku sungguh khilaf ngak inget apa2 suer " Kata Vero mengangkat 2 jarinya.
" Iya " Jawab Laura malas.
Mereka diam dengan film drakor yang terus berbunyi.
" Kak " Panggil Vero pelan.
" Hm " Jawab Laura fokus menonton.
" Gimana ?" Tanya Vero.
" Apa nya ?" Tanya balik Laura.
" Tentang Justin tadi,Kakak cinta sama dia ?" tanya Vero tak enak.
Laura menoleh dan memasang wajah lesu.
" Kakak ngak tau Ver " Ucap Laura pelan.
" Kok ngak tau ?" tanya Vero heran.
" Ya kalo Kakak deket sama dia Kakak kesel tapi kalo dia jauh atau diamin aku,aku merasa sakit hati " Jawab Laura.
" Kenapa bisa gitu ? bukannya dulu Kakak suka sama dia ? aku denger dia juga nolongin Kakak waktu aku kecelakaan "
" Iya,sebenarnya dia baik sama aku,tapi rasa kecewa aku yang mendalam sama dia menghapus semuanya "
Vero mangut2 paham meski tak tau jalan pikiran gadis itu saat ini.
" Aku sebenarnya kurang srek sama dia,soalnya dia lancang bawa Kakak kabur " Kata Vero kesal.
" Sebenarnya kami ketemu ngak sengaja " Kata Laura pelan.
" Coba Kakak jelasin sama aku gimana awalnya " Pinta Vero.
Laura mengangguk dan mulai menceritakan awal pertemuan dan perlakuan Vero kepadanya selama ini.
Vero diam mendengarkan semua curhatan gadis itu.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1