
Sudah satu minggu berlalu,pagi ini David bersiap untung datang ke pengadilan menyerahkan berkas.
Beni selalu menemani menantunya itu,karna takut David kembali lemah dan menarik lagi laporannya.
" Aku berangkat dulu Beb " Kata David mencium pucuk kepala Cila.
" Iya Mamas ku,kalian hati2 ya jangan genit sama cewek2 disana " Kata Cila lembut penuh peringatan.
Beni menatap malas anak itu,sedangkan David bersemu merah karna malu.
" Hehe biar semangat gitu,dari tadi lemes wae " Kata Cila santai.
" Dah Vid,ayo kita pergi lama2 bisa luntur kamu digombal Cila mulu " Kata Beni menarik tangan menantunya.
David mengangguk dan melambaikan tangannya kepada Cila yang memeluk tiang rumah.
Mereka pun bergonceng berdua dengan Beni duduk dibelakang.
" Hayooo baju2 kamu cuci sana udah menumpuk gitu,ngak malu apa sama David " Kata Sintia menarik kuping Cila.
" Aduh Bundaa,Mas David tetap cinta kok sama Cila meskipun Cila males nyuci " Kata Cila meringis kesakitan.
" Heh anak ini benar2 ya,lihat nih baju kamu menumpuk,kasian David ngak ada baju ganti " Kata Sintia menghambur baju kotor Cila dikamar.
" Hehe iya iya,ini mau aku cuci,aku kan sibuk Bunda " Kata Cila membela diri.
" Heleh,ngeles aja Bunda juga sibuk tapi rumah ngak pernah berantakan kayak gini,belum punya anak kamu udah kotor gini,gimana kalo punya anak nanti,,bisa2 anak kamu telanjang tiap hari karna bajunya ngak dicuci " Gerutu Sintia panjang lebar.
" Kan masih proses pembuatan Bunda " Kata Cila tersenyum malu.
Cletakkkkk...
Sintia menabok kepala anaknya yang mesum.
" Ck ck otak kamu ini makin hari makin mesum,Bunda yakin pasti nih kamu yang godain David duluan " Kata Sintia menelisik.
" Ngak kok Bunda,Mas David yang sering minta suer " Kata Cila polos.
" Bunda ngak percaya,melihat dari tampang kamu ini pasti kamu yang rayu dia duluan "
" Itu dulu Bunda,sekarang ngak lagi Mas David yang sering minta tiap malam sama aku " Kata Cila kesal.
Sintia mengulum senyum dan mendehem pelan.
" Awas aja kalo ngak jadi,Bunda suruh David nikah lagi nanti " Ancam Sintia pura2.
Deg..
Cila melotot kaget dan menggeleng tegas.
" Jangan dong Bunda,Cila ngak mau dimadu,Cila mau jadi satu2 nya buat Mas David,karna hanya Cila yang boleh berada dihati Mamas David " Kata Cila dramatis.
__ADS_1
" Makanya kamu harus rajin dong,biar David kelepek2 sama kamu " Kata Sintia mengajari anaknya.
" Iya Bunda,Cila akan rajin serajin2 nya,bahkan tiap malam juga Cila rajin bikin Mas David keringetan " Kata Cila tertawa.
Plakk..
Anak itu kembali mendapat tabokan lagi dikepalanya.
Cila mengkrucut kesal karna sudah 2 kali terkena tamparan gemas wanita itu.
" Huh otak kamu ini harus Bunda cuci biar bersih " Kata Sintia terkekeh.
" Jangan dong,Bunda kira otak aku ini kain lap apa! " Kata Cila tak terima..
" Cepetan cuci semua baju2 kamu,terus sapu rumah,pel pokoknya pas Ayah sama Mas ongek kamu itu pulang semua harus kinclong " Titah Sintia tegas.
" Ihh Bunda,bukan Mas Ongek " Kata Cila kesal seubun2.
Sintia cuek saja dan berjalan kedapur memakan masakan dia barusan.
" Huh Bunda mah,masag wajah tampan suami ku disebut Mas Ongek " Gerutu Cila kesal.
Perempuan itu pun masuk kekamarnya dan mengambil semua baju2 yang hampir 1 minggu belum dicuci,karna Cila sibuk kerja dan cari pengacara yang mau membantu mereka.
Di pengadilan,David menyerahkan bukti2 yang bisa menjatuhkan saudara Ayahnya itu.
Pria itu sedikit gugup saat tak sengaja bertemu pamannya yang juga menjadi pengacara disana.
" Saya harap bapak bersedia membantu kami " Kata Beni serius.
" Baik Pak,siapkan semuanya dan jangan lupa jika kalian menang kasus ini maka seperapat dari harta itu akan menjadi milik saya " Kata pria berjas itu membisiki Beni.
Deg...
Beni kaget bukan main,Beni menatap aneh lelaki berpakaian rapi itu.
" Maksudnya gimana ya ?" Tanya Beni bingung.
" Saya sudah bicarakan semuanya sama pria ini dan istrinya,kalian bisa pikirkan baik2 tawaran saya jika kalian mau menang " Kata lelaki itu santai.
Beni menatap David dengan penuh pertanyaan diotaknya.
" Baiklah,nanti saya kabari " Kata pria itu melenggang pergi.
Beni hanya mengangguk kecil.
" Ayah mau bicara sama kamu,kita cari tempat " Kata Beni tegas.
David mengangguk takut dan mengikuti lelaki itu.
Kini mereka sudah berada di taman depan gedung.
__ADS_1
" Maksud nya apa ini Vid,kamu sewa dia buat jadi pembela kalian tapi bagi hasil ?" Tanya Beni tajam.
David menunduk takut.
" Jawab Ayah !" Kata Beni tegas.
" Iya Yah " Kata David pelan.
" Kenapa begitu,kamu tau kan konsekuensinya gimana,seperapat itu banyak Vid !" Kata Beni mulai emosi.
" Maafkan David Yah,aku dan Cila udah berusaha cari pembela yang murah bisa nolong kami,tapi semua yang kami datangi meminta bayaran mahal,bahkan ada yang lebih parah dari yang tadi " Kata David jujur.
" Kenapa kamu ngak tanya Ayah dulu,kenapa langsung mengambil keputusan seperti itu ?"
" Aku tadinya mau usaha sendiri Yah,tapi ya begini lah hasilnya,aku ngak punya uang buat bayar mereka,makanya aku kasih seperapat harta aku jika menang,sama dia "
" Ini ngak bener,Ayah ngak mau kayak gini " Kata Beni tegas.
" Aku harus gimana Yah,buat makan aja kami susah apalagi mau bayar pembela,David dapat uang dari mana Yah,bahkan aku juga sudah dipecat kerja !" Kata David menunduk.
Deg...
Beni melotot kaget,dirinya tak tau jika menantu nya itu sedang tak bekerja.
" Maafkan aku Yah,aku memang menantu buruk " Kata David berkaca kaca.
Beni menghela nafas berusaha sabar.
" Kenapa kamu di pecat,bukan kah minggu kemarin kamu masih bekerja ?" Tanya Beni pelan.
" Iya Yah,gara2 aku sering keluar izin buat ngurusin ini,Bos aku ngak mau lagi nerima alasan apapun,dan juga teman2 yang bekerja disana ngak suka sama aku " Kata David jujur.
" Astaga " Gumam Beni menyugar rambutnya.
" Apa kita lupakan aja ini Yah,biarin mereka makan harta itu,aku ngak mau perduli lagi,aku mau cari kerjaan baru buat menghidupi Cila " Kata David pelan.
" Tidak !" Kata Beni tajam.
" Kamu ngak boleh nyerah,kita udah sampai sini,kamu harus berjuang Vid,untuk urusan kerjaan kamu tenang aja,nanti Ayah bantu cari,dan untuk sementara kalian tinggal dirumah Ayah saja habis bulan ini,agar kalian bisa nyimpan uang untuk bertahan hidup dari pada bayar kontrakkan " Lanjut Beni tegas.
" Tapi Yah aku..."
" Sudah,tak ada tapi2an,kamu harus nurut kali ini sama Ayah !"
" Iya Yah " Kata David pasrah.
" Ayo kita masuk dan batalkan rencana gila kalian itu,sebelum sidang dimulai " Ajak Beni yakin.
David hanya menunduk pasrah dan mengikuti langkah tegas mertuanya.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys minta Vote,Like,Comentnya dong🤧