Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Efek Mabuk


__ADS_3

Arshad dan Angel sampai dirumah,keduanya langsung bergegas menuju kamar masing2.


Arshad terlihat panik bedahal dengan Angel yg santai gelumay.


Hari ini gadis itu memutuskan untuk tidak masuk bekerja,ia tak akan mampu menghadapi situasi yg sedang dialami.


" Maaa " Panggil Angel mencari Ana.


Rumah besar itu terlihat kosong,memang jika melewati jam 7 pagi para punghuni sibuk masing2,apalagi para adiknya sudah berangkat sekolah.


" Biii " Panggil Angel melihat art sedang menyapu lantai 2.


" Iya Non " Jawab wanita parubaya itu mendekat.


" Orang2 pada kemana ?" Tanya Angel menggaruk kepalanya.


Wanita itu diam melihat penampilan Angel yg sedikit berantakan.


" Kenapa Bi ?" tanya Angel mengernyit.


" Non habis mabuk ya ?" Tanya wanita itu hati2.


" Kok Bibi tau ?" tanya Angel melotot.


" Ya ampun Neng,kenapa mabuk,kalo Nyonya tau gimana ?" Tanya wanita itu syok.


" Shuttttt,bibi jangan kasih tau makanya " Kata Angel pelan.


" Ck ck,Non2 " Ucap wanita itu menggeleng.


" Hehe Mama pergi sama Papa ya ?" tanya Angel lagi.


" Iya Non,tadi sekalian anter Adik Non "


" Oh ya udah,aku bisa tidur nyenyak " Balas Angel girang.


" Nenek mana ?" Tanya Angel lagi.


" Ikut Tuan besar Non,kayaknya keluar kota " Jawab Bibi mengingat.


" Yaahhhh,kok Nenek ikut sih " kata Angel lemas.


" Tuan yg ajak,tadi awalnya Nyonya juga gak mau " kata Bibi terkekeh.


" pasti dipaksa ya Bi ?" Tebak Angel.


" Hm,biasalah Tuan ngerengek gitu bikin Nyonya kesel " Jawab Bibi terkekeh.


" Ish si Kakek mah,ya udah Bi,aku mau mandi dulu " Kata Angel berpamitan.


" Mau sarapan nggak ?"


" Ya jelas mau dong Bi,hehe mau tolong anterin gak,nanti aku kasih tip " Kata Angel mengangkat alisnya.


" Boleh2 Non " Balas wanita itu semangat.


" Ya udah,nanti anterin ya kalo dah kelar " Balas Angel tersenyum.


Bibi mengangguk ikut tersenyum,gadis itu pun berlalu.


" Non2,ada2 aja tingkahnya " Gumam wanita parubaya itu menghela nafas.


Meski rumah Reno sangat ramai,tapi para Art tidak terlalu keberatan karna warganya sangat ramah meski manja.


Tapi walau begitu para cucu Reno tau diri,mereka tidak berlaku seenaknya dan selalu memberi semangat kerja dengan sesuatu yg membuat para Art senang,salah satu contohnya dengan Angel tadi,biasanya Nisa juga selalu memberi hiburan bahkan liburan meski hanya makan direstoran atau belanja dimall.


Rumah besar itu kembali sepi,dikamar Arshad terlihat sibuk dengan berbagai macam problema hidupnya.

__ADS_1


" Duh ini dimana ya ?" Gumam Arsyad mencari ikat pinggangnya.


Pria itu sudah terlambat bekerja,tapi karna statusnya yg tak perlu absen membuat lelaki itu bisa bernafas sedikit meski rasa panik masih menerpa.


Arshad mondar mandir mencari sesuatu,lelaki dengan bertelanjang dada tersebut begitu serius.


" Angel " ucap Arshad teringat.


Dengan gerakan cepat,lelaki itu berlari keluar dan menuju kamar sang saudari.


Tanpa babibu,Arshad membuka pintu dan melotot melihat Angel hanya mengenakan tangtop sejari.


" Aaaaaaaaaaa " Teriak Angel terbelakak.


" Astagfirullah " Ucap Arshad ikut kaget.


Angel mengambil bajunya dan langsung memakai kain tersebut.


" ish kamu apaan sih Syad !" Kata Angel kesal.


" Maaf Njel aku gak sengaja " Kata Arshad menutup mata.


" ck kenapa kamu masuk gak ketuk pintu,kalo aku telanjang gimana ?" Kata Angel marah.


" Iya2 aku minta maaf,aku langsung nyelonong tadi " kata Arshad masih dengan mata tertutupnya.


" Kamu mau apa ?" tanya Angel mencoba tenang.


" Njel,ikat pinggang aku hilang,kamu tau gk dimana ?" tanya Arshad mengkrucut.


" hah " kata Angel terkejut.


" Kalo kerja gak pake ikat pinggang nanti dimarahin Papa " Rengek Arshad lagi.


" Kamu taruh dimana sih ?" Tanya Angel heran.


Angel menarik nafas,wanita itu berjalan keluar dan diikuti Arshad dari belakang.


Keduanya persis seperti saudara kembar,jika dulu Azura yg sering memanjakan adiknya kini peran itu beralih ke Angel.


Keduanya masuk kamar Arshad dan Angel menggeleng melihat kamar lelaki itu begitu berantakan.


" Ini gara2 kamu Njel,coba kamu gak ajak aku semalam " Kata Arshad pelan.


" ck,kamu juga mau kok " Cibir Angel.


Arshad diam,memang awalnya ia menolak tapi lama kelamaan terikut juga.


Angel mulai bongkar,beberpa kali mencari tidak ketemu juga ikat pinggang yg Arshad mau.


" Apa ketinggalan dirumahnya Om Daniel ?" Tanya Angel.


" Gak tau,tadi sempet mikir gitu,tapi aku rasa gak ada buka ikat pinggang deh " Jawab Arshad.


" Nanti tanyain aja " Balas Angel.


" Terus aku gimana nih ?" Tanya Arshad lagi.


" Pake yg lain,kan banyak " Balas Angel gemas.


" Gak mau,aku mau yg itu " Kata Arshad mengkrucut.


" Ck,kayaknya kamu butuh istri deh Syad,aku gak kuat ngurusin kamu " Kata Angel ngeluh.


" Eh sialan !" Kata Arshad kesal.


Angel terkekeh,gadis itu pun berlari keluar dari kamar.

__ADS_1


Arshad terpaksa memakain miliknya yg lain dan bersiap berangkat.


Drt drt...


Hape Arshad berdering,pria itu melihat nama dilayar dan mengernyit.


" Halo Om " Sapa Arshad tenang.


" Dimana Syad ?" tanya pria diseberang.


" Aku dari rumah Om mau ke kantor " Jawab Arshad jujur


" Ke kantor Om dulu ya,ambil berkas " Balas lelaki itu lagi


" Iya Om " Jawab Arshad tanpa pikir panjang.


Lelaki itu pun tancap gas,Arshad tak tau berkas apa yg harus diambil tapi lelaki itu yakin itu penting dan tidak sembarangab orang boleh melihatnya.


Sesampainya dikantor yg berbeda dari kantor kakeknya,lelaki itu turun dan masuk kedalam.


Arshad terlihat tenang dan dingin,para receptionist menyambut dengan hangat pria tampan tersebut.


" Cari siapa Pak ?" Sapa wanita hangat.


" Pak Adelard " Jawab Arshad.


" Syadd " Panggil seseorang dari belakang.


Arshad berbalik badan dan melihat seorang kakek tua berjalan santai kearahnya.


" Kakek Ben " Ucap Arshad tersenyum.


" Wah2,penerusnya Aktam,ada apa kesini ?" Tanya Ben merangkul lelaki itu.


" Hehe Kakek bisa aja,aku ditelfon Om Ade buat ambil berkas " Jawab Arshad.


" Oh,langsung aja ke atas " Kata Ben mengerti.


" Boleh Kek ?" tanya Arshad terkejut.


" Ya boleh dong,tunggu ya " Kata Ben tersenyum.


Arshad mengangguk,Ben langsung mendekati receptionist dan berbicara pelan.


Wanita didepannya mangut2 meski begitu terkejut ternyata Arshad bukan orang asing.


Tak lama lelaki itu pun diantar menuju ruang bos.


Ditempat yg tak jauh,seorang gadis baru sampai dan menyerahkan berkas lowongan kerjanya.


" Mau jadi apa ?" Tanya lelaki yg menerima berkas tersebut.


" Hm sesuai yg saya tulis Pak dan saya dengar disini sedang membutuhkan posisi tersebut " Jawab sang gadis tersenyum.


" Hm ya sudah,kami terima dulu berkasnya nanti dipanggil " Balas lelaki itu berdiri.


" Iya Pak terima kasih,saya permisi " Balas gadis itu ramah.


Mereka pun berpisah,Sania keluar dari pintu samping.


Gadis itu berjalan menuju parkiran depan mengambil motornya.


" Sdr ?" Gumam Sania melihat flat mobil putih didepannya.


" Kayaknya aku ngak asing sama flat mobil ini ?" Gumam Sania mencoba mengingat.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2