
Disebuah rumah seorang wanita terlihat sibuk dengan berbagai sayuran diatas meja.
Hari ini Cila ingin masak,ntah ada apa gerangan David sebagai suami pun bingung dengan mood istrinya.
" Ma " Panggil David masuk kedapur.
" Oh kebetulan kamu disini Yank,bantuin aku petikin pucuk ubi disebelah " kata Cila menatap David.
" Hah " Pekik David syok.
" Dah sana,aku mau masak " kata Cila sambil mengupas bawang.
" Kamu gak sakit kan Yank ?" tanya David ngeri.
" Ck ya engga lah,dah sana Yank,mau makan gak ?" tanya Cila gemas..
Glek...
David menelan ludah kasar,lelaki itu baru pulang bekerja dengan keadaan lelah dan lapar,tapi permintaan istrinya harus dituruti jika ingin damai aman dan tentram..
" Yankkk " panggil Cila dengan nada peringatan.
" I iya Yank,bentar aku ganti celana dulu " Kata David manut.
"Iya ambil yg banyak ya,sekalian buat Laura " Kata Cila tersenyum cerah.
" Iya sayang " Jawab David mengangguk.
Lelaki itu pun keluar dari dapur dan berpapasan dengan Hani yg keluar dari kamar Vero.
" Papa udah pulang ?" Sapa Hani sopan.
" Iya,mau ganti baju dulu " Jawab David.
" Iya Pa " Jawab Hani mengerti.
Gadis itu kembali berjalan dan masuk kedapur.
Glekk...
Hani menelan ludah kasar,gadis itu melihat punggung Cila didepan pintu.
Rasa takut dan canggung nya kembali terjadi.
Hani masih merasa tak enak menegur Cila meski ibu mertuanya mulai melunak.
Merasa ada yg memperhatikan,Cila berbalik badan dan kaget.
" Ishh kamu ngapain disana !" Kata Cila mengusap dadanya.
" Em maaf Ma " Kata Hani merasa bersalah.
" Sini " Ajak Cila melambaikan tangan.
Hani mengangguk,gadis itu berjalan dengan hati2 mendekati Cila.
" Kamu bisa masak kan ?" tanya Cila tenang.
" Sedikit Ma " jawab Hani canggung.
" Gak papa,malam ini Sofia bakal pulang,jadi kita masakin yg banyak buat dia " kata Cila tersenyum.
" Hah,Sofia udah ketemu Ma ?" tanya Hani syok.
__ADS_1
" Iya,dia gak kemana mana " Jawab Cila tenang.
" Sekarang dia dimana Ma ?" tanya Hani lagi.
Cila melihat respon semangat Hani,terenyuh pelan didadanya.
Hani yg merasa ditatap langsung diam menunduk.
" Maaf Ma,aku khawatir sama Sofia " kata Hani tak enak.
" Iya Han,dia baik2 saja " Balas Cila tenang.
" Sofia pikir kamu marah sama dia,makanya dia kabur dari rumah " jelas Cila.
" Hah,aku gak marah " kata Hani kaget.
" Ya,tapi dia berpikirnya begitu " Balas Cila.
" Maaf Ma,kemarin itu aku memang sempat marah karna dia gak mau lagi sekolah karna dibuly temannya " Kata Hani jujur.
" Dan dia gak mau bilang sama aku siapa pelakunya,maksud aku itu mau kesana biar laporin sama gurunya dan....
" Iya Mama tau " Potong Cila tenang.
Hani diam begitupun Cila.
" Sofia memang akhir2 ini sering dibuly temannya karna orang tuanya yg bermasalah,tapi Papa kamu sudah urus semuanya dan untuk sementara Sofia akan sekolah dirumah " Ucap Cila.
" Apa,Sofia bakal home schooling ?" tanya Hani syok.
" iya,Papa kamu gak mau Sofia trauma lagi " Jawab Cila menghela nafas.
Hani terdiam,home schooling memang bukan pilihan buruk tapi Hani juga harus memikirkan biaya sekolah yg bnyak orang bilang akan menguras kantong,apaalagi keadaan sekarang dirinya tidak bekerja dan Vero pun hanya mengandalkan uang tabungan.
" Apa yg kamu pikirin ?" Tanya Cila heran.
" Untuk biaya,semua kami yg tanggung,sampe bapaknya keluar dan lunasin semuanya " Kata Cila santai.
" Hah maksudnya ?" tanya Hani mengernyit.
" Ya Vero hutang lah sama Mama,enak aja dia asik2 dipenjara yg sekolahin anaknya malah Mama " kata Cila tak terima.
Glek...
Hani menelan ludah kasar,gadis itu pikir Cila akan berlapang dada tapi sifat kikir wanita itu kini terlihat dimata.
" Kenapa tertawa ?" tanya Cila melihat Hani menahan senyum bibirnya..
" Gak,aku merasa lucu aja " jawab Hani terkekeh.
" Lucu apa ? Mama lagi serius " balas Cila.
" Huh iya Ma,nanti aku bilang sama Vero kalo dia harus bayar biaya Sofia sekolah " Kata Hani tersenyum.
" Iya,bila perlu Mama tambahin 10 persen,buat biaya makan kamu dan sofia juga " Tambah Cila.
" Hahahaha " Hani tertawa lepas untuk pertama kalinya.
Cila diam melihat gigi Hani yg tersusun rapi didalam mulut.
Ini juga pertama untuk Cila melihat senyum lebar menantunya setelah perang dingin yg mereka lalui.
" Yankkkkkk " Teriak seseorang dari arah belakang.
__ADS_1
" Duh suami ku " kata Cila mengenali suara.
" Yaannnkkkk,Ayam kamu pada keluar kandang " Teriak David.
" Apa !" pekik Cila terbelalak.
Wanita itu melepas pisaunya dan langsung bangun keluar rumah.
" Astagaaaa " pekik Cila syok akut.
Terlihat beberapa ayamnya berlarin keluar bersama putra putri yg masih bocil2.
" Eehhh kenapa kalian keluar ? Masuk kandang !" Titah Cila berkacak pinggang.
Ayam jago Cila menatap wanita itu dengan wajah polos dan lugu.
" Cepetan Black ! Nanti kamu ditangkap orang " Kata Cila garang.
" Aku gak mau ya nangkapin mereka kayak dulu " Kata David sambil mengepit daun singkong yg sudah dipetik.
" Ck,Blackk masuk cepetan,ajak pasukan kamu !" kata Cila menunjuk ayam jago tersebut.
Hani melihat dari rumah dengan senyum gelinya.
Sudah lama sekali gadis itu tak mendengar suara gaduh Cila kepada para anak didik yg diasuh wanita itu dari Nol.
" Nih di cuci sana biar dimasakin Mama kamu " Kata David menyerahkan hasil jerihnya kepada Hani.
" Iya Pa " Jawab Hani mengangguk.
Gadis itu mengambil baskom dan menaruh hasil David ke wastafel.
Dengan telaten,Hani mencuci satu persatu daun singkong muda itu untuk dijadikan lauk pauk.
Suara kicauan Cila semakin menggelegar,suasana rumah yg tadinya sepi kini ramai tak terduga.
Ditempat lain,seorang lelaki diam melihat putrinya sudah siap untuk diantar pulang.
" Kenapa Om liatin aku kayak gitu ?" tanya Sofia mendongak.
" Gak papa " Jawab Ridho tersenyum.
" Aku takut pulang Om,nanti Tante makin marah sama aku " kata Sofia mengkrucut.
" Gak sayang,kalo Tante itu marah kamu bilang sama Ayah " kata Ridho mengusap pipi Sofia.
" Ayah ?" ulang Sofia mengernyit.
" Ya,ayah " jawab Ridho lagi.
" Tapi aku gak punya Ayah,aku punya Papa " Balas Sofia dengan wajah polosnya.
" Sekarang kamu punya Ayah dan orang itu adalah aku " Ucap Ridho terkekeh.
" Hahaha Om mau ya jadi Ayah Sofia ?" tanya Sofia ikut terkekeh.
" Pastinya,karna kamu memang anak Ayah sayang " Ucap Ridho dalam hati.
Sofia mengangguk dan tertawa geli.
Gadis itu merasa Ridho sedang melawak seperti yg mereka lakukan beberapa hari ini.
Ridho masih belum bisa jujur,pria itu belum siap karna masih banyak hal yg harus ia urus apalagi Ridho juga belum mendapat izin dari Vero untuk mengungkapkan yg sebenarnya.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.