Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Malam panjang


__ADS_3

Setelah David dan Laura pulang,kini tinggallah Hani dan Vero saja.


Hening....


Tak ada yg bersuara,pasangan baru itu terlihat canggung satu sama lain.


" Aku beres2 dulu " kata Hani ingin kabur.


" Han " Tahan Vero menarik tangan Hani.


Deg....


Hani tersentak kaget dengan mata melotot.


" Maafin aku " Kata Vero pelan.


" Iya gak papa " Balas Hani berbalik badan.


" Harusnya aku gak nyakitin kamu seperti sekarang " Ucap Vero bersalah.


" Gak kok biasa aja " Kata Hani tersenyum canggung.


" Kamu menyesal menikah dengan aku ?" Tanya Vero.


" Papaaaaa " Panggil seseorang membuyarkan pasangan tersebut.


Vero berbalik badan dan terdiam melihat Sofia diambang pintu kamar.


" Iya sayang " Jawab Vero mendekat.


" Papa,Via mimpi buruk " Kata Sofia dengan suara seraknya.


" Mimpi apa Nak ?" tanya Vero menggendong gadis itu.


" Temen2 Via bilang Papa bukan Papa Via " jawab Sofia sedih.


Jedeerrr....


Bagai tersambar gledek Vero terkejut bukan main.


" Emang bener ya Pa,Via bukan anak Papa ?" Tanya Sofia lagi.


Hani diam melihat keduanya,apalagi Vero yg memasang wajah sangat terkejut.


" Siapa bilang ? Via itu anak Papa " Jawab Vero berusaha tenang.


" Mereka jahatin Via Pa,mereka dorong Via " Kata Sofia sedih.


" Itu hanya mimpi sayang,gak akan jadi kenyataan " Kata Vero mengusap kepala putrinya.


" Jangan tinggalin Via ya Pa " Kata Sofia memeluk leher Vero.


" iya sayang,Papa gak akan ninggalin kamu " Kata Vero mengecup wajah gadis tersebut.


" Via boleh tidur sama Papa gak ?" Tanya Sofia lagi.


" Boleh " Sahut Hani cepat.


Vero menoleh kaget begitupun Sofia.


" Tante belum pulang ?" Tanya Sofia melihat Hani.


Deg...


Hani terkejut dan kebingungan mencari jawaban.


" Hm Tante gak pulang sayang " Jawab Vero.


" Kenapa ? Ini udah larut Pa " Balas Sofia heran.


" Hm karna sekarang...." Kata Vero menggantung.


" Tante bakal jadi temen kamu,jadi Tante akan disini buat jagain kamu " Potong Hani cepat.


Vero lagi2 terdiam mendengar jawaban gadis tersebut.


" Asikkk Via ada temennya " Pekik Sofia girang.


Vero melihat Hani,gadis itu membuang muka melihat kearah lain,Hani merasa belum siap untuk menatap Vero lagi,perasaannya sudah tak sama lagi dengan yg dulu.

__ADS_1


" Ya udah,ayo Te kita tidur " ajak Sofia semangat.


Vero menurunkan bocah itu dan Sofia langsung menarik Hani masuk kekamarnya.


" Papa gak usah temenin aku,aku sama Tante aja " Ucap Sofia beralih pikiran.


" Tapi.." Kata Vero kelabakan.


" Ayo Te " Ajak Sofia menarik tangan Hani.


Gadis itu mengangguk tersenyum dan melihat Vero sejenak.


Brakkkk....


Pintu kamar tertutup rapat,Vero menghela nafas panjang.


" Hadeeh nih anak gak tau apa bapaknya mau asek2 " Gumam Vero gemas.


Dengan langkah gontai lelaki itu pun masuk kedapur dan menatap rumah yg begitu beràntakan.


Dikamar,Sofia kembali berbaring diranjang yg sudah didesain kuda pink tersebut.


Ranjang yg cukup luas itu membuat Hani terperangah.


" Luas sekali " Gumam Hani pelan.


" Ayo Te,aku ngantuk " Kata Sofia sudah siap.


Hani mengangguk pelan.


Gadis itu duduk diranjang dan menepuk pelan tubuh Sofia.


" Tante gak ganti baju dulu ?" Tanya Sofia risih melihat Hani masih dengn baju pengantin.


" Koper Tante ada dikamar papa kamu " Jawab Hani teringat.


" Oh ya udah " Kata Sofia memejamkan mata.


" Eh " Pekik Hani tertahan.


Sofia tersenyum geli melihat respon Hani yg terkejut dengan jawabannya..


" Masa iya aku harus kesana,nanti apa kata Vero " Gumam Hani pelan.


" Hm iya em Tante keluar dulu " kata Hani bangun dari duduknya.


Sofia mengangguk dan kembali memejamkan mata lagi.


Hani membuka pintu kamar dan melihat sekitar.


Heningg....


Tak ada siapapun,rumah masih sangat kotor dan bekas makan masih berserakan.


Prangting....


Suara air didapur terdengar begitupun denting2 sendok bertabrakan.


Hani mengernyit pelan,ia rasa semua maid sudah pada pulang tadi selesai mengerjakan dekor mereka.


Perlahan Hani melangkah mengintip siapa yg sibuk didapur rumah itu.


Saat kakinya hampir mendekat,mata Hani seketika melotot sempurna.


" Apa yg Vero lakukan ?" Gumam Hani pelan.


Terlihat pria dengan bertelanjang dada itu sibuk membersihkan piring2 kotor para tamu tadi.


Gelas,piring memenuhi dapur bahkan kantong plastik pun terlihat menumpuk disana.


Vero yg merasa diperhatikan menoleh kesamping dan kaget bukan main.


" Kamu ngapain ?" tanya Vero syok.


Hani masuk kedalam dan melihat sskitar.


" Kenapa kamu bersihin ini ?" tanya Hani tak percaya.


" Risih aku lihatnya,besok aku harus kembali " Jawab Vero kembali melanjutkan acara cuci piring.

__ADS_1


" Aku bisa lakuinnya besok " Jawab Hani.


" Aku bantu biar besok gak terlalu capek " Balas Vero tersenyum.


Deg...


Hani tersentak mendengar ucapan pria itu.


" Ini masih banyak,kamu istirahat aja biar aku yg lanjutin " Kata Hani tak tega.


" Gak papa Han,lagian aku besok gak ngapai2n " Balas Vero santai.


" Apa Sofia udah tidur ?" tanya Vero teringat anaknya.


" Belum " Jawab Hani.


" kamu mau tidur pake baju gituan ?" tanya Vero lagi melihat costum Hani..


" Aku mau ganti baju tapi kopernya dikamar kamu " jawab Hani tak enak.


" Ya udah masuk aja " Balas Vero santai.


Hani mengangguk kecil,gadis itu pun melangkah keluar.


Vero memperhatikan Hani dengan wajah yg sulit dimengerti.


Gadis itu tak banyak berubah,Hani masih sepèrti gadis yg ia kenal beberapa tahun yg lalu.


" Huuhhh sabar Vero " Gumam Vero membuyarkan lamunannya.


Pria itu kembali melanjutkan pekerjaan yg tertunda.


Dikamar Hani mengganti bajunya dengan cepat.


Gadis itu terlihat was2 karna Takut Vero tiba2 masuk.


" Huh semoga aja Vero gak masuk " gumam Hani pelan.


Dengan gerakan cepat Hani membuka bajunya dan mengganti baju yg santai.


Beberapa menit berkutat akhirnya gadis itu bisa melepaskan gaun mahal tersebut dan menggantungnya di lemari.


" Besok aja aku balikin " Gumam Hani pelan.


Hani pun kembali keluar kamar dan masuk kekamar Sofia.


Gadis kecil itu terlihat sudah tidur dibawah selimut.


Hani duduk disebelahnya dan menghela nafas panjang.


" Cantik sekali anak ini " Gumam Hani pelan.


Sofia tidur dengan nyaman,ucapan tak bisa tidur dengan lampu menyala hanyalah mitos belaka karna faktanya gadis kecil itu tidur dengan sangat pulas.


" Tidurlah sayang " Ucap Hani lembut.


" Aku akan membantu Vero dulu baru balik kesini " Kata Hani pelan.


Gadis itu pun melangkah keluar dan mematikan lampu kamar.


Didapur,Vero masih sibuk sendiri,ruangan yg tadinya kotor dan berantak kini terlihat mulai rapi.


" Maaf lama " Kata Hani menegur.


Vero menoleh dan terdiam melihat sosok istri dibelakangnya.


" iya " jawab Vero kembali fokus.


" Yg mana belum selesai ?" tanya Hani lagi.


" Sudah selesai,tinggal menunggu kering saja " Jawab Vero.


" Kenapa tak memakai baju nanti masuk angin " Kata Hani melihat perut sixpack Vero yg menggoda iman.


" Males nanti baju ku basah " Jawab Vero santai.


Hani mengangguk pelan dan merapikan kursi2 yg berserakan.


Pasangan itu pun menghabiskan malam pertama mereka dengan membersihkan rumah baru.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.


__ADS_2