
Pagi ini sepasang suami istri masih tertidur pulas dibawah selimut,mereka masih sama2 polos karna kelelahan.
Suara ketukan pintu terdengar kencang dari luar.
David berdecak kesal seseorang memanggil nama nya dan sang istri berulang ulang.
" Massss ada orangg " Kata Cila serak dan membalik badan nya membelakangi David.
" Ck,siapa sih pagi2 ganggu aja " Kata David kesal meraba raba pakaiannya disamping kasur itu.
Pria itu masih sangat mengantuk,mereka tak sadar matahari sudah terang diluar sana.
" Mas,bukain gih pintunya aku ngantuk nih " Gerutu Cila kesal.
" Iya iya " Kata David mengusap wajahnya kasar dan bangkit dari tidurannya.
Pria itu berjalan sempoyongan kearah pintu.
Suara ketukan semakin terdengar nyaring,pria bertelanjang dada itu membuka pintu dengan kasar.
" Siapa sih pagi2 ganggu aj....a " Kata David kesal tapi jadi saat melihat siapa yang berdiri didepan rumah nya.
" Ayah !!! " Pekik David kaget dan langsung melotot sempurna.
Beni bersedekap dada,sedangkan Sintia menggeleng kaget melihat penampilan David.
" Ya Tuhan,kamu baru bangun ?" Tanya Sintia tak percaya.
David menelan ludahnya kasar dan mengangguk takut.
" Mana Cila ?" Tanya Beni tajam.
Deg..
David melotot sempurna teringat akan Cila yang masih polos dibawah selimut.
" Mati aku " Batin David ingin pingsan saat ini.
" Kamu ngak mau suruh mertua mu masuk ?" Tanya Sintia heran melihat keterkejutan David.
" Tunggu bentar Yah,Bun " Kata David masuk kerumah dan mengunci pintu.
Beni dan Sintia menganga lebar melihat menantunya yang panik sendiri.
" Kayak nya kita terlalu pagi datangnya Bun " Kata Beni terkekeh pelan.
" Tapi ini udah siang Yah " Kata Sintia tak mengerti.
Beni tersenyum penuh arti,sedangkan Sintia menggerutu kesal karna menganggap David tak sopan kepada mereka.
Sedangkan didalam rumah,David berlari masuk kekamar,menggendong Cila yang sedang memeluk guling..
" Aaaakkkkhhh apa ini ?" Pekik Cila kaget David tiba2 menggendong dirinya sedang tidur.
David membawa tubuh polos istrinya ke kamar mandi,Cila heran bukan main.
" Gawat Beb gawat " Kata David panik.
" Gawat kenapa ?" Tanya Cila bingung.
" Gawat didepan sana ada Ayah sama Bunda,bisa mati aku kalo mereka lihat kamu berantakan gini " Kata David mondar mandir.
Deg...
Cila melotot sempurna dan melihat penampilannya yang polos tanpa benang,bahkan didada dan perut nya penuh bekas cinta pria itu.
" Aduh gawat Mas gimana ini ?" Tanya Cila ikut panik.
Sepasang suami itu heboh sendiri seperti terciduk warga.
" Kamu mandi sekarang nanti aku ambilin baju kamu,aku akan keluar dulu " Kata David berusaha tenang.
" Handuk aku mana ?" Tanya Cila ingin menangis.
" Udah nanti aku cariin,yang penting sekarang kamu mandi dulu,dan tutupin itu merah2,aduuuhhh kenapa lagi aku bikin nya di dagu kamu " Kata David mengacak acak rambutnya frustasi.
__ADS_1
" Hayo loh Mas,kamu di cincang habis ini sama Ayah " Kata Cila sempat2 nya menakuti David.
" Biarin lah,paling kamu jadi janda habis ini " Kata David santai.
Deg.
Cila melotot dan menampar mulut pria itu.
" Daviddd,Cilaaa buka pintunya " Pekik Sintia dari luar.
Pasangan itu kembali panik,Cila mendorong David dengan kasar keluar hingga pria itu terjungkal kedepan dan terbaring di lantai.
" Beb,kamu KDRT !! " Pekik David meringis kesakitan.
" Maaf Beb,ngak sengaja " Kata Cila terkekeh pelan dan menutup pintu kamar mandi.
" Aduuhhhh,sial banget dah " Kata David kesal.
Pria itu berjalan terseok seok keluar membuka pintu.
" Kamu dari mana aja sih,lama banget buka pintunya " Gerutu Sintia.
Beni menggeleng pelan seraya menyesap rokok nya di teras rumah.
" Hehe em aku tadi em lagi anu aa em " Kata David kehabisan kata2.
Sintia menyenggol pria itu dan masuk kedalam rumah.
Perempuan parubaya itu meneliti kediaman anak nya,David menggaruk kepala tak enak.
" Astaga " Pekik Sintia kaget melihat kamar mereka berantakan.
" Hehe maaf Bunda,belum sempat diberesin " Kata David tak enak.
" Maaaasss handuuuukkk " Teriak Cila dari kamar mandi.
Sintia menggeleng tak percaya,Beni terlihat biasa saja,pria itu menatap 1 persatu medali David yang sudah mereka pindah ke ruang tamu.
David kalang kabut mencari handuk untuk istrinya itu.
" Tutupin itu nya " Titah David pelan.
Sintia menghela nafas dan memasuki dapur anaknya.
Perempuan itu mengangguk anggukan kepala nya saat melihat kulkas kecil Cila dipenuhi bahan mentah.
" Untung masih ada " Batin David mengusap dadanya tenang.
" Cila ngak perhatiin kamu ya ?" Tanya Sintia iba melihat pria itu..
" Hah maksudnya Bun ?" Tanya David bingung.
" Nanti Bunda beliin kamu bokser baru "
Deg..
David kaget dan melihat kebawah,pria itu melotot melihat bokser sobeknya semalam.
" Ah ini ya Bund hehe ngak sempet jahit " Kata David malu dan berlari masuk kedalam kamar.
Sintia menggeleng pelan dan menaruh yang dia bawa tadi ke meja makan kecil Cila.
Ceklek..
pintu kamar mandi terbuka dan tampil lah Cila dengan wajah tertutup.
" Kamu kenapa ?" Tanya Sintia heran melihat Cila celingak celinguk.
Deg...
Cila melotot sempurna melihat Sintia duduk santai memperhatikannya.
" Eh Bunda hehe,aku baru selesai mandi Bun " Kata Cila cengengesan.
" Kenapa wajah kamu ditutup gitu ?"
__ADS_1
" Oh em ini,aku lagi em anu gatal2 " Kata Cila pura2 menggaruk tangan dan wajahnya.
" Coba Bunda lihat " Kata Sintia maju.
" Jangaaaannn " Teriak David dan Cila barengan.
Beni kaget dan ikut berkumpul disana.
" Astaga " Kata Beni kaget dan langsung memalingkan wajahnya melihat sebagian tubuh Cila di penuhi bekas merah..
" Astaga Cilaaaa " Kata Sintia kaget.
David menepuk wajahnya pasrah.
Beni menggeleng pelan melihat David.
" Hehe anu Bun,ini em gatal " kata Cila beralih.
" Gatal pala mu,ini bekas suami mu,Bunda tau " Kata Sintia menjitak kepala anak itu.
" Masuk kamar,ganti baju sekarang " Titah Beni tegas.
Cila langsung ngacir masuk kamar,David berdiri mematung tak enak.
" Jangan selalu ninggalin bekas,kasian Cila nanti di olok orang " Kata Beni menepuk pundak pria itu.
David mengangguk kecil,memberi senyum canggung nya.
" Awas aja kalo ngak jadi " Ancam Sintia.
Deg..
David menelan ludahnya kasar dan mengangguk cepat.
" On progres Bun,tunggu ya " Kata David cengengesan.
Beni tertawa dan merangkul Sintia keruang tamu.
Sintia menatap David dengan tatapan tajam nya.
" Dah lah Vid,terima nasib lo punya mertua galak " Gumam David mendesah lesu..
Kini mereka sudah duduk diruang tamu,David dan Cila terus menunduk takut melihat Beni dan Sintia yang terus menatap mereka.
" Wahahahahah " Beni dan Sintia tiba2 tertawa terpingkal pingkal.
Pasangan baru itu melongo saling tatapan bingung.
" Ayah kamu kenapa ?" Tanya David pelan.
Cila mengangkat bahu nya tak tau.
" Kalian ini ya bener2 dah " Kata Beni berusaha tenang.
" Kenapa Yah ?" Tanya Cila heran.
" Kenapa wajah kalian tegang gitu,takut ayah marahi karna kalian habis ena2 ?" Tanya Beni tertawa geli.
David dan Cila mengangguk polos..
Beni kembali tertawa bersama istrinya.
" Ya ngak papa lah kalo kalian habis begituan toh kalian juga udah halal,jadi wajar saja " Kata Beni lucu.
" Hehe tapi tadi muka Bunda kayak marah gitu,aku jadi ngak enak udah apa apain Cila " Kata David jujur.
Sintia tertawa terpingkal pingkal melihat kepolosan menantu nya itu.
" Jadi kalian beneran abis bikinin Bunda Cucu?" Tanya Sintia lagi.
" Iya Bunda,subuh tadi berhenti nya " Kata Cila polos.
Deg..
David melotot melihat perempuan itu,Cila tanpa sadar kembali membuka aib mereka di depan orang tuanya.
__ADS_1
" Hehe maaf Mas,aku keceplosan lagi " Kata Cila menggaruk kepala nya gatal.
David sudah pasrah akan hidup nya saat ini.