Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kedatangan Onty


__ADS_3

Keluarga sudah berkumpul dirumah sakit,Sintia menangis melihat cucu lelakinya yang tidur di pelukannya.


" Aku punya cucu Yah " Kata Sintia pelan.


Beni mengangguk kecil mengusap lembut pipi bayi mungil itu.


" Kamu berhasil menjadi Ibu dan Nenek sayang " Bisik Beni lembut.


" Aku berharap alm.suami mu dulu bahagia melihat cucu pertamanya dari atas sana " Kata Beni paham.


" Hiks,maafkan aku Mas " Kata Sintia malah menangis.


" Aku memakluminya Sin,aku tau secinta apapun kamu sama aku,pasti kamu tidak akan pernah melupakan cinta pertamamu dulu apalagi dia meninggalkan kamu dan Cila dengan keadaan sakit "


" Aku merindukannya Mas,dulu dia berharap sekali bisa mempunyai cucu meski saat itu Cila belum lahir " Kata Sintia jujur.


Beni tersenyum lembut merangkul pinggang istrinya.


" Lihatlah cucu kita,meski Cila bukan anak ku tapi aku sangat menyayanginya,jadi biarkan aku menjadi pengganti Ayah dan Kakek untuk Cila serta anaknya " Pinta Beni.


" Mas hiks hiks " Kata Sintia menangis deras.


" Sudah jangan menangis,nanti dia bangun " Kata Beni mengusap punggung Sintia.


Denis hanya diam saja melihat kedua orang tuanya,Denis baru tau bahwa dia,Clara dan Cila berbeda orang tua,tapi melihat dari kasih sayang Sintia dan Beni,Denis tak pernah ambil pusing baginya Clara dan Cila merupakan Kakak terbaik untuknya.


Sintia menghapus air matanya dan mencium lembut pipi sang bayi.


David mendekat setelah keluar dari ruangan Cila.


" Gimana Cila Vid ?" tanya Beni khawatir.


" Sudah baikan Yah,tapi sekarang lagi tidur mungkin kecapean " Kata David tersenyum.


" Syukurlah,nanti bawa pulang saja " Kata Sintia seraya menimang2 cucunya.


" Iya Bun,tadi aku udah ngomong sama Dokter,besok Cila udah bisa pulang "


" Mba aku boleh gendong gak ?" Tanya Nisa malu2.


" Eh Boleh Nis,nih gendong aja " Kata Sintia tersenyum.


Nisa mengangguk dan mengambil alih bayi kecil itu.


Dari tadi Nisa dan David melihat keadaan Cila,perempuan itu terlihat lemah setelah berjuang habis2an..


Dengan lembut Nisa menggendong bayi itu,senyum kecil terbit diwajah nya yang manis.


" Uluh2 anak Bunda ganteng nya " Kata Nisa girang.


" Welcome to the word sayang,nanti kenalan ya sama Kak triplet " Kata Nisa tertawa sendiri.


Bayi itu sangat anteng ditangan perempuan itu,mungkin merasa nyaman.


" Maaf ya Papa Reno harus kekantor lagi ngak sempet liat kamu,tapi nanti balik lagi kok " Kata Nisa menganjak bayi itu bicara.


Tak lama datang seorang perawat meminta lagi bayi itu untuk disusui ibunya.


Nisa dengan hati2 menyerahkan bayi kecil itu kepada perawat.


" Oiya habis ini mau tinggal dimana ?" Tanya Nisa bergabung bersama David dan mertuanya.


" Dirumah kami aja Kak,aku mau rawat anak ku sendiri " Kata David yakin.


" Beneran,nanti siapa yang urus ?" Tanya Nisa khawatir.


" Aku juga bakal disana Nis sampe Cila baikan " Kata Nisa tersenyum.


" Beneran Mba,dirumah aku aja banyak yang jagain " Kata Nisa membujuk.


" Hehe ngak usah Mba,Cila takut sama Triplet " Kata David terkekeh pelan.

__ADS_1


" Ahaha aman,paling Ana yang usil " Kata Nisa malu.


" Biarlah Nis,dirumah mereka aja biar David dan Cila belajar sendiri ngurus anak " Kata Sintia tak enak.


" Iya Nis,biar mereka rasain ngurus anak sendiri gimana " Kata Beni menimpali.


" Hehe ya udah ngak papa,tapi kalo ada apa2 cepet kabarin ya " Pinta Nisa.


" Okey " Kata David mengangkat jempolnya.


Mereka pun tersenyum bersama seraya bercerita tentang proses lahiran Cila tadi.


Nisa tak henti tertawa saat David menceritakan Cila yang mengacak2 dirinya.


Ternyata Cila lebih bar2 dari Nisa yang dulu saat melahirkan triplet,mungkin karna Reno yang sudah berpengalaman dalam menenangkan istrinya,beda hal dengan David yang baru pemula dan panik luar biasa.


Kebesokan paginya pun tiba,kini Cila sudah pulang bersama bayinya.


Aroma bedak bayi mengguar ke segala ruangan rumah sederhana itu.


Seorang gadis kecil terlihat siaga dengan satu buah raket nyamuk ditangannya.


" Tak akan ku biarkan nyamuk2 menggit tubuh mu adik sayang,Kakak akan melindungi mu " Kata Laura tegas.


" Hiya hiyaa pergi nyamuk jangan ganggu adik kecil ku " Kata Laura mengibas2 raket.


Cila baru selesai mandi dibantu sang Bunda,sedangkan David sibuk menjemur pakaian di luar rumah.


" Dedek bayi jangan nangis ya,Kak Lala bakal jagain kamu " Kata Laura kepada bayi Cila yang membuka matanya perlahan.


Terlihat bayi itu bergerak pelan merenggangkan otot2nya.


" Jangan tidul telus dong,ayo ngoblol baleng aku " Kata Laura mentoel pelan pipi bayi itu.


Hari ini bagaikan libur nasional bagi Laura dan Ibunya,karna Cila melahirkan.


Siti masih dipasar membeli bahan masakan untuk keluarga kecil itu.


" Oekk..." Bayi Cila mulai risih bergerak tak tentu.


Tapi sayang sang bayi tak perduli dan tetap menangis kencang.


David yang mendengar tangisan anaknya pun langsung meleparkan ember dan berlari masuk kedalam rumah..


" Ada apa Laura ?" Tanya David terlihat panik.


Melihat aura David,Laura langsung ketakutan mundur.


" Maaf Om,adik bayi nangis aku ngak tau kenapa " Kata Laura menunduk takut.


" Kenapa ?" Tanya Sintia membantu Cila berjalan.


" Nangis Bun,mungkin lapar " Kata David seraya menggendong bayinya.


" Ya udah tunggu bentar " Kata Cila berjalan cepat.


Plakkkkk....


Tangan perempuan itu langsung mendapat tamparan dari Sintia.


" Pelan2 ih " Kata Sintia kesal.


" Hehe iya Bunda maaf " kata Cila cengengesan.


Perempuan itu pun berjalan pelan meski kaki nya sudah gatal ingin berjalan cepat.


David mengulum senyum melihat nyali istrinya menciut.


" Seneng kamu liat aku dimarahi Bunda " Kata Cila kesal melihat suaminya.


" Emang enak,makanya jangan ngeyel " Kata David tertawa renyah.

__ADS_1


Baru saja Cila ingin membalas ucapan suaminya,sang anak kembali menangis seolah tak terima sang Ayah di marahi.


" Uekkk " David menjulurkan lidahnya mengoloki Cila.


Sintia menggeleng tak percaya melihat anak dan menantunya masih terlihat kekanakan.


" Udah2 ayo ganti dulu " Kata Sintia menarik Cila masuk kamar.


" David Bundaaaa " Rengek Cila kesal.


Sintia tak mengubris dan berjalan duluan.


" Hahaha liat tuh Mama kamu ngak berani balas Papa haha " kata David kepada anaknya.


Bayi itu menatap datar sang Papa yang masih menertawakan Mama nya.


" Hehe maaf sayang,becanda " Kata David tak enak hati.


Kini giliran Laura yang tertawa renyah melihat David menciut didepan bayi mungil itu.


" Kamu udah makan belum ?" tanya David kepada Laura.


" Belum Om " Kata Luara jujur.


" Tuh ada roti Kak Cila ambil aja selai nya di dapur" Kata David ramah.


" Beneran Om,emang boleh ?" Tanya Laura malu.


" Boleh,sekalian bikin untuk Om ya laper nih " Kata David tersenyum.


" Oke Om " Kata Laura semangat.


Gadis itu pun masuk kedapur dan membuat roti isi.


Siang harinya rumah Cila kembali kedatangan tamu.


Dari luar saja sudah terdengar suara berlarian anak kecil,Cila yang sedang menyusui anaknya sudah tau siapa yang akan datang kerumah mereka.


" Hay hay hayyyy....." Sapa seseorang di ambang pintu.


" Ck jangan berisik " Tegur Cila tajam.


" Hehe iya2,sombong amat mentang2 punya bayi" Kata Ana merajuk.


" Biarin " Kata Cila tertawa.


Ana berjalan cepat kearah Cila dan bayinya,disusul kedua kembaran yang langsung berselonjor di lantai karna lelah.


" Waah ganteng banget Kak,mirip Mas David " Kata Ana tertawa.


" Mas2 pala mu,hanya aku yang boleh panggil dia Mas "Gerutu Cila.


" Kan sekarang udah beda status nya " Kata Ana datar.


" Maksud nya ?" tanya Cila bingung.


" Kan sekarang Mas David udah jadi orang tua,jadi manggil nya Papa dong biar mesra " Kata Ana malas.


Cila terlihat berpikir sejenak dan senyum merekah pun mampir dibibir perempuan itu.


" Iya juga ya,kenapa aku ngak kepikiran " Kata Cila ngelag.


" Ck ck gitu aja ngak tau,jadi sekarang biar aku aja panggil Bang David Mas,Kakak manggilnya Papa aja biar romance " Usul Ana semangat.


" Oke2 " Kata Cila masih tak paham.


Ana tersenyum penuh muslihat.


" Oeeeeeeekkk oeeeeekkkkk " Bayi Cila tiba2 menangis kencang seolah tau sang Ounty memiliki rencana jahat kepada Ibunya.


Hahaha

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2