
Siang ini Hani datang membawa rantang makanan,gadis itu izin sekolah hanya untuk menghadiri rapat keputusan kekasih hatinya.
Hani sangat bersemangat untuk bertemu Vero,dirinya sudah siap mental memberi dukungan penuh kepada lelaki itu.
Dari kejauhan,seorang pria dengan kaos orange bertulis tahanan masuk ke kantor pengadilan.
Cila dan Hani sudah menunggu didalam menyambut lelaki itu.
" Vero " Ucap Cila mendekati anaknya.
Vero mendekat dan menatap Cila dengan manik berkaca kaca.
" Kamu akan bebas Nak,Mama tidak akan membiarkan kamu berada disini lebih lama lagi " Ucap Cila menangis memeluk anaknya.
" Jika harus mendekam disini aku ikhlas Ma,tolong jaga Hani " Balas Vero tegar.
" Sayang " Ucap Hani menitikkan air mata.
Gadis itu tak menyangka,Vero begitu berkorban untuknya,kini Hani tak memanggil Vero Om lagi,gadis itu mengganti panggilan mereka 'Sayang agar lebih manis terdengar.
" Iya sayang " Jawab Vero tersenyum.
Hani menghambur memeluk lelaki itu,baru kali ini Hani bertemu seorang pria yang luar biasa seperti Vero,hidupnya benar2 sudah berubah.
" Aku akan menunggu kamu,meski harus seumur hidup ku,aku tidak akan mengecewakan kamu sayang,aku janji " Ucap Hani sungguh2.
" Jika suatu saat kau bertemu pria lain yang bisa memberi mu bahagia dan kedamain,aku akan membiarkannya Hani,kau layak hidup dengan tenang " Jawab Vero.
Hani menggeleng cepat.
" Bahagia aku ada dikamu Vero,aku bahagia bersama kamu,tolong tetap lah bersama ku " Kata Hani memeluk lelaki itu erat.
Vero mengangguk berusaha mengusap air mata gadis itu tapi ia merasa kecewa karna tangannya dikunci oleh borgol..
" Maaf sayang,aku belum bisa menghapus air mata mu " Kata Vero merasa bersalah.
" Tidak apa,aku bisa melakukannya sendiri " Jawab Hani tersenyum.
Cila menghela nafas melihat pasangan itu begitu menyayat hati.
Sedìkit sesal dalam hati Cila harus melihat kedua anaknya harus sakit2 terlebih dahulu mengejar cinta sejati mereka.
Cila sangat ingat bagaimana ia mengejar David dulu,kini anaknya pun melakukan hal yang sama tapi beruntung kedua2nya saling berjuang hingga tak ada yang tersakiti dikedua belah pihak.
" Aku yakin cinta yang dilandasi keikhlasan dan perjungan tak akan pernah mati,jika kedua2ny melakukan hal yang sama " Batin Cila yakin.
Vero mengecup lama kening Hani sebelum lelaki itu disuruh masuk keruangan.
Hani pun harus rela melepaskan lelaki yang sangat ia cintai itu.
" Yang sabar ya,Vero akan kembali ke kita " Kata Cila mengusap bahu Hani.
" Gimana nanti Vero beneran dapat hukumannya Ma?" Tanya Hani takut.
" Itu tidak akan terjadi,Papa sangat bekerja keras untuk vero " jawab Cila tenang.
" Aku khawatir Ma,aku gak bisa lihat Vero terus2an disini " Kata Hani ingin menangis.
" Tenangkan diri mu,ayo masuk " Kata Cila tegas.
__ADS_1
Hani mengangguk pasrah,keduanya pun masuk kedalam ruangan.
Saat masuk,Hani langsung berhenti melangkah melihat beberapa orang yang ia kenali.
Cila yang melihat calon menantunya mematung terlihat heran.
" Kenapa ?" tanya Cila.
Tubuh Hani seketika gemeteran dengan wajah pucat,Cila langsung panik merasa tubuh menantunya dingin.
" Hani ada apa Nak ?" tanya Cila ikut panik.
" Mama,tolong aku Ma " Ucap Hani memeluk Cila erat.
" Ada apa Hani,astaga,ayo duduk " Ajak Cila menarik tangan Hani.
" Gak Ma,aku gak mau,Ma tolong jangan bawa aku kesana hiks hiks " Gadis itu mulai menangis ketakutan.
Rasa trauma gadis itu kambuh saat melihat lelaki yang membuangnya dulu hingga bertemu Vero.
Lelaki itu terlihat duduk tenang menatap Hani dengan senyum smirk nya.
" Hani " Gumam Vero terkejut melihat sang kekasih terus melihat pria yang tak jauh duduk darinya..
" Hani pasti kambuh " Gumam Vero yakin.
Lelaki itu pun langsung berlari,seketik ruangan menjadi ramai,polisi yang berjaga mengejar Vero dan menangkap tubuh pria itu.
" Kau mau kemana ?" tanya Polisi marah.
" Pak tolong beri waktu sebentar,Hani diserang panik " Jawab Vero memelas.
Cila terlihat bingung bagaimana menenangkan Hani yang menyakiti dirinya sendiri.
Vero melihat peluang langsung berlari mendekati Hani mendekap gadis itu dengan tangan terkunci.
" Hani sayang lihat aku,semuanya akan baik2 saja " kata Vero tegas.
" Tolong aku " ucap Hani menggeleng cepat.
" Iya,tarik nafas sayang,kamu akan selamat,tidak ada yang akan menyakiti kamu lagi " Kata Vero berkeringat dingin.
" Vero ada apa dengan Hani ?" tanya Cila sedikit berteriak.
Beruntung acara belum dimulai dan para hadirin tak banyak yang datang.
" Kamu bawa obat ?" tanya Vero berusaha membuat Hani tersadar.
Gadis itu membuka tas selempangnya dengan tangan bergetar.
" Ma tolong ambilkan Obatnya " Ucap Vero.
Cila yang melongo langsung tersadar dan membantu gadis itu mengobrak abrik isi tas.
" Ini ?" tanya Cila menemukan botol kecil.
" Ya,beri 2 butir " Jawab Vero cepat.
Cila mengangguk,Hani memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
__ADS_1
" Astaga aku mohon jangan pingsan sekarang Hani " ucap Vero memaksa gadis itu tetap sadar.
" ini minum lah " kata Cila berusaha memasukkan obat ke mulut Hani.
Gadis itu menerimanya dan terbatuk2.
Cila kelabakan sendiri,perempuan itu langsung berlari saat melihat seorang polisi baru membuka mineral botol.
" Minjem " Kata Cila merebut botol itu lalu berlari.
Polisi yang berjaga itu seketika mengambang melihat tangannya sudah kosong.
" ini minumlah " Ujar Cila memberi Hani minum.
Gadis itu menerimanya dan langsung terduduk.
" Tarik nafas Hani,tenanglah ini aku " Ucap Vero lembut.
" Kakak hiks hiks dia akan menangkap ku lagi " kata Hani masih setengah sadar.
" Mana orangnya ?" tanya Cila.
Hani tak berani melihat karna rasa traumanya akan terulang.
Beberapa menit menganjak Hani mengobrol,gadis itu pun perlahan bisa tenang.
Vero menghela nafas lega,sudah 2 kali Vero melihat Hani kambuh,hanya keduanya saja yang tau karna Hani selalu bersembunyi jika sedang berhadapan dengan keluarga lelaki itu.
" Habis ini kita kerumah sakit !" Kata Cila tegas.
" Aku gak papa Ma " Jawab Hani menelan ludah kasar melihat Vero.
" Jangan membantah !" Bentak Cila geram
Hani menunduk dalam,Vero menghela nafas mengangguk.
" mungkin ini saatnya Mama tau segala yang terjadi kepada gadis ini " Batin Vero pasrah.
Hani mengangguk patuh,gadis itu pun dibawa keluar untuk ditenangkan.
Tak lama acara sidang pun dimulai,Hani duduk bersama Cila,gadis itu berusaha menutupi wajahnya dari pandangan pria dengan kemeja hitam yang terus melihat kearahnya.
Hakim mulai berdatangan mengambil posisi.
" Papa kamu mana ya kenapa belum datang ?" gumam Cila terus melihat jam.
" Bang David gak datang Kak ?" tanya Denis yang ikut hadir disana.
" Gak tau,Mas David gak kasih kabar " jawab Cila takut.
Hakim mulai bertanya tanya kepada Vero,suasana pun mulai tegang.
" Ya Tuhan,kemana Mas David gak tau apa anaknya udah diujung tanduk gini " Gerutu Cila kesal.
Denis merasa kasihan melihat Kakaknya duduk tak tenang,tapi apa daya David tak bisa dihubungi.
Jaksa penuntut mulai menyerang Vero,tapi pengacara yang di titah Reno membela Vero habis2an selagi mengulur waktu.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.