Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertemu


__ADS_3

Disebuah negara bagian barat seorang pria terduduk lemas mendengar kabar yang baru disampaikan orang tuanya.


Justin baru membuka ponsel saat tengah malam selesai pria itu bekerja,wajah lelah terlihat jelas diwajah tampan Justin.


Bahkan bulu2 halus sudah merambat ke kumis dan sekitarnya,Justin tak punya waktu untuk memperbaiki penampilan.


Setiap hari pekerjaan pria itu datang silih berganti,selama berbulan bulan Justin membangun sendiri perusahaan nya dibantu sang paman yang juga tinggal disana.


" Apa Laura akan menikah,tapi dengan siapa ?" Gumam Justin menyugar kasar rambutnya.


" Apa Laura berhenti nungguin gue ? bukankah dia sudah berjanji akan sama gue ?" Gumam Justin sedih.


Justin tak menyangka Laura akan nekad menemui orang tuanya dan menceritakan segalanya meski sang Mama menolak tegas gadis itu.


" Gue harus bagaimana sekarang,urusan perusahaan belum selesai,aaakhhh brengsek !" Kesal Justin mengacak kasar rambutnya.


Pria itu terlihat sangat frustasi,Justin bingung apa yang harus ia lakukan.


" Kapan Laura akan menikah ? aku harus mengetahuinya " Lanjut Justin menegak wine didepannya.


Lelaki itu berdiri menjulang,bahkan baju kemeja pria itu sudah terlihat acak acakan.


Justin melakukan berbagai pertemuan hari ini diberbagai tempat.


Lelah ? lelaki itu hampir menyerah saking lelahnya tapi Justin sudah bertekad.


Pria itu tak ingin lagi bergantung kepada orang tuanya,apalagi Justin sadar dirinya lah penurus keluarga besar.


Justin benar2 berhenti sejenak dari dunia hiburan yang selalu membuat dirinya terbang sesaat.


Bukan hal mudah bagi Justin menjaga hati untuk Laura,karna dinegara bebas seperti ini banyak godaan yang menghampiri bahkan perempuan2 disana tidak masalah dengan sex bebas.


" Aku harus menghubungi Daddy,aku yakin Daddy pasti akan membantu ku " Gumam Justin yakin.


Lelaki itu keluar dari ruangannya dan berjalan cepat untuk pulang keapartemen.


Pria itu berkendara cukup kencang,meski sudah sangat malam tapi suasana masih ramai,pria dan wanita baru keluar untuk menikmati suasana.


Ditempat lain,seorang gadis sedang fitting baju bersama kekasihnya.


Yap hari ini Laura diajak Vero untuk foto praweding distudio.


Lelaki itu terlihat sangat bersemangat untuk segera menghalalkan kakaknya.


" Yang ini sangat cantik " Puji Vero melihat Laura mengenakan dress pink yang mewah.


" Saya pakai yang ini saja " kata Laura kepada mba2 yang ada disana.


" Baiklah,silahkan berfose didepan " Kata Mba2 studio itu ramah.


Laura mengangguk,Vero menyambut gadis itu dengan senyum sumringah.


Mereka terlihat sangat bahagia..


" Oke,mari siap2 semuanya kita akan mulai sekarang " Titah kameramen kepada rekannya.


Semua orang mulai membidik dan memberi arahan.


Laura tidak tau bagaimana mendeskripsikan hatinya saat ini,gadis itu hanya bisa tersenyum.


Bahkan Laura tak bisa memaknai apakah itu senyum bahagia atau senyum kesedihan.

__ADS_1


Melihat Vero bahagia,Laura ikut bahagia karna gadis itu memang sangat menyayangi Vero yang dulu dia anggap sebagai adiknya.


" Aku mohon tetap seperti ini jika kamu memang jodoh ku,jangan pernah berubah " Batin Laura menatap lekat wajah tampan Vero.


Cekrek cekrek cekrek...


Bunyi kamera terdengar berulang ulang.


Banyak gaya yang mereka lakukan,Vero terlihat sangat mencintai Laura.


Dirumah Cila,keluarga wanita itu berkumpul disana,mereka sangat syok mendengar bahwa Vero dan Laura akan menikah.


" Apa kamu beneran yakin Cila,jangan menyakiti mereka nantinya !" Kata Sintia terdengar marah.


" Apa yang harus aku lakukan Bunda kalau Vero beneran cinta sama Laura,aku tidak bisa melarang " Kata Cila menangis.


" Kamu tau kan Vero hilang ingatan,jika nanti tiba2 dia ingat semuanya apa yang akan terjadi,kamu akan menyakiti hati anak angkat mu " Kesal Sintia.


" Udah Bun,ngak usah marah2 gitu " kata Beni menenangkan emosi istrinya yang meledak ledak.


" Aku hanya takut Mas,Laura gadis yang baik aku tidak ingin nanti dia tersakiti " Kata Sintia frustasi.


Cila dan Beni terdiam,mereka juga takut hal itu terjadi tapi apa daya Vero menginginkannya dan Laura menyetujui.


" Aku yakin Laura tidak begitu mencintai Vero,dia hanya terlalu sayang kepada Vero hingga mau mengorbankan hatinya !" Tebak Sintia yakin.


" Mama benar Cila " Sahut Clara baru masuk dapur.


Semua orang kaget melihat wanita hamil besar itu ada disana.


" Siapa menemani mu kesini ?" Tanya Sintia kaget.


" Bang Rendi hehe " Kata Clara cengengesan.


" Apa kabar Ayah ?" Sapa Rendi kepada Beni.


" Baik,bagaimana dengan kalian,mana Romeo ?" Tanya Beni ramah.


" Kami baik,Romeo sekolah dan ada tanding bola nanti sore " Kata Rendi tersenyum.


" Syukurlah " Kata Beni ikut tersenyum.


2 lelaki itu lalu diam mendengar pembicaraan istri mereka.


" Aku juga takut hal itu terjadi,ini sangat beresiko " Kata Clara melanjuti.


Cila menunduk dalam,dirinya sebagai orang tua juga takut tapi Cila dan David tak bisa mengekang.


" Pikirkan lagi " Kata Sinti serius.


" Meski Laura bukan anak kandung kamu,tapi gadis itu berusaha menjadi anak angkat yang baik selama ini,kasihan dia,dia sendirian " Kata Sintia mengehela nafas kasihan kepada Laura.


" Aku harus bagaimana Bunda huaaaaa " Kata Cila menangis kencang.


Clara dan Sintia terlihat sangat iba,mereka juga bingung harus bagaimana.


" Apa kamu sudah periksakan Vero kerumah sakit ?" Tanya Rendi menimpali.


" Udah Bang,dan dokter bilang Vero sudah melupakan kejadian masa lalunya karna Vero berusaha menciptakan kenangan yang baru " Jelas Cila sedih.


" Itu hanya Vero yang tau,dia bisa saja ingat masa lalunya " Kata Rendi ngeri.

__ADS_1


" Iya,Ayah juga takut jika Vero ingat masa lalunya,dia hanya akan ingat bahwa Laura sebagai Kakaknya bukan istri nanti " Celetuk Beni.


Cila semakin bimbang.


" Semoga saja itu tidak terjadi " Kata Sintia mengetuk meja dan kepalanya berulang.


Semua orang menghela nafas,mereka tak bisa berbuat apapun.


Hari pernikahan semakin dekat,semua keluarga sangat terkejut dengan kabar itu.


Ana dan Hanin sangat syok saat tau Laura akan menikahi adiknya sendiri.


" Gila La,kamu beneran mau nikah sama Vero ?" tanya Hanin melongo.


" Iya " Kata Laura tersenyum.


Saat ini keempat perempuan sedang berkumpul diCafe.


Hanin,Ana,Laura dan Zaiva,mereka semua janjian untuk membahas hal penting tersebut.


" Kamu ngak salah minum obat kan ?" Tanya Ana memutar kepala Laura ke kiri dan ke kanan.


" Ngak,aku beneran mau nikah sama Vero " Kata Laura menghela nafas.


" Kalo mau nikah kok helaan nafasnya panjang banget ?" Tanya Zaiva merasa ada sesuatu.


Laura kembali menghembur nafas lelah dan menatap para gadis itu satu persatu.


" Kamu gimana nikah sama Bang Bara,lancar ngak ?" Tanya Laura kepada Zaiva.


" Loh kok aku ?" tanya Zaiva kaget.


" Ya mau tau aja gimana rasanya enak ngak ?" Tanya Laura menyelisik.


Seketika Zaiva menjadi pusat perhatian ketiga perempuan cantik itu.


" Ya enak ngak enak sih,Bang Bara orang nya jahil kayak biasa " kata Zaiva gugup.


" Kamu nyaman ngak tidur sama dia ?" Tanya Hanin kepo.


" Loh kok nanya nya kesana ?" Tanya Zaiva kaget.


" Ya mau tau aja " kata Hanin santai.


" Em nyaman,dia meluk aku tiap malam " Kata Zaiva malu.


" Heleh,itu mah modusnya si Abang " Cibir Ana.


Laura dan Hanin tertawa ngakak,Zaiva menunduk malu.


" Kembali ke topik,jadi gimana nih La,kamu ngak takut nanti Vero kembali ingat terus manggil kamu Kakak ?" Tanya Hanin lagi.


" Masa iya nanti pas mau malam pertama eh dia inget terus bingung sendiri kenapa kamu telanjang depan dia hahahaa kan ngak lucu kamu bilang minta dikerokin hahaha " Kata Ana tertawa ngakak membayangkan hayalan gilanya.


Ketiga gadis itu langsung tertawa ngakak sepuasnya,sedangkan Laura terdiam memikirkan kata2 Ana yang ada benarnya juga.


" Huuuhhh aku harus bagaimana ini " Batin Laura semakin frustasi.


Bertemu dengan mereka semua bukannya memberi dukungan malah membuat Laura semakin pusing meratapi nasib hidupnya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys terus dukung author yuk dengan cara VOTE,LIKE,COMENT


__ADS_2