Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pergi


__ADS_3

Dirumah besar kehebohan mulai mereda.


Para biduan dadakan terlihat sudah lelah menghibur para penonton yg begitu haus dengan dunia fana.


" Minum dulu Njel,capek " Ucap Aktam berselonjoran di lantai.


" Iya Om,ternyata joget nguras tenaga ya " Kata Angel ngos2an


" Iya,kameramen juga capek nih " Celetuk Bara.


Aktam dan Angel menoleh kesamping dan langsung tertawa.


Mereka tak menyadari bahwa dari tadi Bara asik memfoto dan vidio mereka saat tampil.


Lelaki itu ikut sengklek jika sudah bergabung dengan Aktam dan Angel.


Bara sangat kalem jika berada dirumahnya,dulu masih ada Histy yg menemani kegilaan lelaki itu tapi sejak Hìsti menikah dan punya anak,Bara kesepian dan melarikan diri kerumah orang tuanya untuk mendapat amunisi lain.


Zaiva sebenarnya kurang suka dengan hoby sang suami yg ntah menurun dari mana,tapi karna Angel keponakan dan mereka semua tau tingkah gadis itu jadilah Zaiva tak mempermasalahkan kegilaan suaminya tersebut.


" Kamu dapat saweran berapa Njel ?" tanya Aktam.


" Hm bentar aku hitung dulu " Jawab Angel mengeluarkan pundi2 dalam saku bajunya.


Belum sempat duit2 berharga tersebut menyentuh lantai,tiba2 sebuah tangan langsung meraup uang tersebut dengan begitu cepat


" Eeehe " Pekik Angel dan Aktam syok.


" Buat bayar cicilan kuliah " Kata Ana santai sambil menghitung lembaran merah biru tersebut.


" Apa !" Pekik Angel terbelalak


" Kuliah akhir kamu banyak pake duit,Mama gak mampu bayarnya jadi ini buat tambahan " Kata Ana menyelipkan uang tersebut di baju gamisnya yg mempunyai kantong ajaib.


" Hah ?" kata Aktam menganga.


" Gak usah ikut campur,ini kerja keras Angel " Jawab Ana tajam.


Glek...


Aktam menelan ludah kasar dan melirik Angel yg masih menganga tak percaya.


" Duh kamu ini,kasih aja uangnya sama Angel kasihan dia udah keringetan gitu " Tegur Prito kepada sang istri.


" Uang gak bener ini Yank,dia gak boleh pegang " Balas Ana.


" Ma,itu kan uang saweran aku " kata Angel mengeluarkan suara.


" Ya itu gak boleh,kamu joget2 dibayarin orang,gak sopan itu " kata Ana tegas


" Yank udah balikin ih " kata Prito kasihan kepada sang putri.


" Iya Na,kita2 kok yg nyawerin,iya gak Bang " kata Aktam melihat Bara.


" Aku kameramen " Jawab Bara sambil mundur.


" Sialan !" Umpat Angel kesal.


Gadis itu tau maksud Bara yg mengatakan dirinya kameramen,karna setau Angel kameramen selalu selamat dalam masalah yg masuk ke lensa kamera.


Bara tertawa ngakak di ikuti Zaiva yg menggeleng pelan melihat tingkah sang suami.


" Yank,Satria mana ?" tanya Bara teringat.


" Tadi diluar " Jawab Zaiva

__ADS_1


Bara mengangguk,lelaki itu pun berjalan keluar.


Ana dan Angel belum selesai,Nisa yg menonton pertandingan sengit melirik suaminya yg pura2 tak melihat.


" Mas " Tegur Nisa gemas.


" Aduhh iyaa " kata Reno malas.


" Kasihan sama Angel,dia udah bekerja keras " Kata Nisa iba.


Reno menghela nafas,lelaki tua itu pun bangun dari kursi tahtanya dan menghampiri sang keturunan.


" Ada apa sih ?" tanya Reno heran.


" Ini Kek,Mama ambil uang hasil saweran aku " Adu Angel.


" Pa,ini gak boleh kan ?" Kata Ana minta dukungan.


" Hadehh Na,ini cuma permainan doang kok,kasih aja uangnya sama Angel " Jawab Reno gemas.


" Gak ah,nanti dia jajan beli cimol " Balas Ana.


" Ya terserah aku dong mau beli apa !" kata Angel heran.


" Sudah2,kasih uangnya sama Angel " Kata Reno tegas.


" Pa !"


" Ana " Tegur Reno.


" Ihh Papa mahhh,nanti kebiasaan !" kata Ana mencat2.


Prito diam tak mengubris,lelaki itu menyerahkan semuanya kepada sang mertua.


Kadang Prito juga bingung harus memihak kemana,Ana dan Angel kadang seperti tikus dan kucing yg tak pernah akur.


" Huh awas kamu ya !" kata Ana tajam


" Apa sih,iri banget " Cibir Angel.


" Sudah2 ayo kita makan dulu Njel,Om udah laper " Kata Aktam menyeret tangan Angel.


" Ayo Om " Ajak Angel sombong.


Paman dan ponaan tersebut pun berjalan anggun menuju dapur.


Prito melirik Ana dan perlahan mundur.


Pria itu tak mau jadi bahan plampiasan istrinya.


" Ihh masa aku ditinggal sih !" Gerutu Ana kesal.


Wanita itu melihat kiri kanan,suasana masih ramai.


Arshad sudah tidak tau lagi berada dimana begitupun Azura,sang pemilik acara menghilang semuanya.


Ditempat lain,seorang wanita bersiap untuk pergi.


Sania bangun dari tidurnya yg hanya berselang 1 jam.


Gadis itu ingin jalan2 karna merasa sumpek terus berada dirumah sendirian.


Histi dan Serkan belum pulang dan Sania pikir pasangan itu akan pulang malam bahkan tak pulang.


" semua udah terkunci kan ?" Gumam Sania melihat2.

__ADS_1


Ia harus keluar dengan keadaan rumah aman,meski bukan rumahnya sendiri tapi pemilik rumah itu sudah mempercayai dirinya untuk berlalu lalang disana bahkan Serkan menyiapkan kamar khusus untuk gadis itu takut Sania risih jika tidur bersama Sutar.


Setelah terkunci semua Sania berjalan keluar,terlihat taxi onlinenya sudah menunggu didepan..


" kok mobilnya warna hitam sih ? Bukannya warna biru ya sesuai namanya bluebird ?" Gumam Sania heran.


Wanita itu diam sejenak memperhatikan mobil sedan tersebut.


" Ah mungkin ada yg warna hitam,bodo lah yg penting aku jalan " kata Sania tak mau ambil pusing.


Gadis itu mengangkat tas selempangnya dan buru2 masuk ke mobil.


" Ke jalan X ya Pak " ucap Sania kepada supir.


Sang supir mengangguk pelan.


Mobil pun mulai berjalan,Sania mengeluarkan hapenya dan memberikan lokasi terkini untuk Serkan.


" Setidaknya kalau aku diculik,Om Serkan tau aku dimana " Gumam Sania pelan.


Memang terakhir2 ini Serkan selalu minta lokasi jika Sania pergi keluar,bukan tanpa alasan,lelaki itu cukup trauma dengan kejadian Angel dulu yg diculik orang tak kenal.


Serkan merasa punya tanggung jawab untuk melindungi gadis remaja itu apalagi ibu Sania sudah sangat percaya kepada Serkan dan Histi.


Tring....


Pesan masuk,Sania langsung membuka pesan dan mendapat balasan dari Serkan.


Tak lama hape gadis itu berdering,Sania tersenyum kecil dan mengangkatnya.


" Sama siapa ?" tanya Serkan tanpa basa basi.


" Sendiri Om,aku lagi di taxi " jawab Sania sopan.


" Hati2,nanti kalo dah sampe lokasinya jangan dimatiin " kata Serkan tenang.


" Iya Om " jawab Sania paham.


" Bawa powerbank Kan ?" tanya Serkan.


" Bawa Om,hapenya udah aku cas penuh " Jawab Sania.


" Oke,Om tutup dulu " Balas Serkan.


" Iya Om,assalamualaikum " Ucap Sania.


" Waalaikumsalam "


Tut.


Panggilan terputus,Sania menaruh lagi hapenya di tas dan tersenyum kecil.


Mobil terus melaju hingga sampai dilokasi.


Terlihat para pengunjung memadati pekarangan yg luas tersebut,para penjual pun parkir dengan rapi diseberang jalan.


" Ini Pak " Ucap Sania menyerahkan uang ongkos.


Lelaki itu diam tak menerima uang.


" Pak " Tegur Sania mengernyit.


Supir membuka maskernya dan menoleh.


" Astagfirullah " ucap Sania terbelalak.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,like,coment ya.


__ADS_2