
Sore mulai menjelang,Arjuna dan temannya berangkat dari air dengan keadaan basah kuyup.
Mereka mendekati Tenda dan terkejut melihat 2 anak manusia tertidur dengan saling berdekatan,bahkan Sania tidur dengan beralasakan lengan Arshad sebagai bantal.
" Juna,itu bukannya cewek lo ya,,kenapa tidur sama Arshad ?" Tanya seorang wanita melihat Juna.
" Hah bukan " Jawab Juna terkejut.
" Lah terus lo bawa siapa ?" tanya wanita itu bingung.
" Itu anak angkatnya Kakak gue " Jawab Juna tenang.
" Udah2 biarin dulu mereka tidur mending kita ganti baju dan beres2 " Ucap pria lain membubar barisan.
Juna mengangguk dan berjalan mendekati tenda.
Lelaki itu belum bisa berpikir jernih karna tubuhnya sudah kedinginan.
Matahari perlahan tenggelam,ditepi barat sinarnya begitu indah membuat siapa saja terpukau.
Perlahan Sania menggerakkan tubuhnya merasa silau.
Gadis itu membuka mata perlahan.
Jreng jreng...
Gadis itu seketika melotot saat ia mendapatkan sebuah wajah menyejukkan didepannya.
" Apa ini ?" batin Sania panik.
Arsyad yg merasa ada pergerakan perlahan membuka matanya,Sania yg melihat langsung pura2 tidur lagi..
" Ya Tuhan apa yg aku lakukan ?" Batin Sania takut.
Arsyad terbangun,lelaki itu menoleh kesamping dan terkejut.
" Kenapa dia bisa tidur dilengan ku ?" Batin Arsyad pelan.
Lelaki itu perlahan menarik tangannya dengan hati2,Sania makin kelabakan takut ktahuan pura2 tidur.
" Eummm " Lenguh Sania pelan mencob berakting.
Arshad yg ingin bangkit kembali berbaring dan menghela nafas panjang.
" Gimana cara banguninnya ?" Gumam Arshad bingung.
Pria itu tak tau mengapa ia bisa memberikan lengannya untuk gadis tersebut padahal tadi ia merasa cukup menjaga jarak.
" Syaaadd " Panggil seseorang dari belakang.
Arshad langsung memberi kode diam membuat wanita itu tak jadi mendekat.
" Kita nginep gak ?" tanya wanita tersebut pelan.
Arshad menggeleng pelan.
" Oke " Jawab si wanita dan kembali berlari ketenda.
Sania yg lelah berpura2 membuka matanya dengan hati2.
" Sudah bangun ?" tanya Arshad tenang.
Sania mendongak dan melotot sempurna.
" Maa maaf " Kata Sania menjauhkan kepalanya.
Keduanya bangun dan duduk sejenak.
" Maaf Kak aku tidak...
" Iya gak papa " Potong Arshad tenang.
__ADS_1
" Ayo berberes,orang mau pulang " Kata Arshad bangun.
Sania mengangguk pelan,gadis itu ikut bangun dan merenggangkan tubuhnya.
Gadis itu melihat sekeliling dan mendapati Juna keluar dari tenda.
" Ayo balik " Ajak Juna mendekat.
" Tante udah pulang belum Om ?" Tanya Sania mendekati Juna juga.
" Lagi djalan,tadi dia minta aku anter kamu pulang " Jawab Juna.
Sania mengangguk kecil,gadis itu melihat kebelakang dan mendapati Arshad membersihkan alas mereka tidur.
Gadis itu diam memperhatikan pria tampan itu memasang wajah super tenang.
" Udah biarin aja,kita balik dulu " Kata Juna menegur.
" Gak bantu beres2 ?" tanya Sania tak tega.
" Udah semua,tinggal tempat kalian tidur " Jawab Juna terkekeh.
Blushhhh....
Wajah Sania langsung bersemu mendengar sindirian halus pria dewasa tersebut.
" Arsyad gak ngapa ngapain kamu kan ?" tanya Juna menyelsik.
" Maksudnya ?" Tanya Sania mengernyit.
" Itu grepek2,tadi Abang gak tau kalian tidur bersama,mana sambil pelukan lagi " Jawab Juna malas.
" Hah mana ada " Kata Sania melotot.
" Udah ah,ayo cepetan abang udah kedinginan nih " kata Juna menarik tangan gadis itu.
Sania mengangguk kecil dan mengikuti langkah Juna.
Manik keduanya saling bertatapan sejenak sebelum Sania menunduk memberikan hormat.
Arshad diam dengan wajah datar.
" Syad,ayo balik " Tegur teman lelaki itu kedinginan.
" Hm " Jawab Arshad mengangguk.
Mereka pun bergotong royong membawa barang2.
Tak ada yg special,Arshad merasa tidak berdebar ataupun kegirangan.
Lelaki itu menganggap Sania seperti gadis kecil yg harus dilindungi apalagi ia tau Sania dibawah naungan Histi yg terkenal bar2.
Dijalan,Sania banyak diam gadis itu terus memikirkan sosok lelaki yg tidur disampingnya tadi.
" Kenapa ?" tanya Juna menoleh.
" Gak papa Bang " Jawab Sania pelan.
" Gak usah galau,nanti abang bawa jalan2 lagi " Kata Juna mengusap kepala Sania.
Sania mengangguk kecil.
" Apa aku tanya aja ya sama Om Juna,tapi kalo nanti aku di hujat gimana ? duh pasti malu apalagi kalo sampe Om Juna ngadu sama Tante Histi,bisa berabe " Batin Sania berperang.
Rasa penasarannya kepada Arshad benar2 membara,ia ingin tau lelaki asing tersebut tapi aksesnya tak bisa terlalu jauh karna Sania tau dirinya bukanlah gadis special.
Lama diam akhirnya mereka sampai dirumah Histi.
Gadis itu turun dan langsung disambut seorang bocah lelaki didepan pintu masuk.
" Kak Sania kemana aja kenapa lama ?" Tanya Sutar bersedekap dada.
__ADS_1
" Kalian udah lama pulang ?" Tanya Sania tersenyum.
" Udah dari tadi,ini mau magrib tau nanti diikutin setan gimana !" Kata Sutar tajam sambil melirik Juna.
" Setan siapa ? kenapa matanya lihat ke arah Om ?" Tanya Juna ikut bersedekap.
" Siapa tau Om bawa Kakak aku kemana mana " Kata Sutar berburuk sangka.
" Heh anak kecil ! Om mu ini punya iman yg kuat,gak main sama bocah ingusan kayak gini " Kata Juna mengacak2 rambut Sania.
" Ihhh Om Junaaa " Pekik Sania kesal.
" Ayo2 udah magrib malah berantem " tegur Histi diambang pintu.
" Anak mu nih nakal,mau jadi pahlawan kemalaman!" Kata Juna gemas.
" Apa Om bilang !" pekik Sutar tak terima.
Histi menggeleng pelan dan berjalan masuk kedalam.
" Ayo Om masuk dulu " Ajak Sania.
" Gak ah,mau pulang aja " Tolak Junaa.
" Tuh lihat Kak,emang modelan setan " kata Sutar menggeleng.
" Nih anak ya mulutnya !" kata Juna ingin menggepok bocah lelaki itu.
Sutar langsung berlari sambil tertawa ngakak.
Sania terkekeh geli dan menahan tangan Juna yg ingin mengejar.
" Om hati2 ya " kata Sania tersenyum.
" Gih sana masuk " Titah Juna lembut.
Sania mengangguk kecil,gadis remaja itu pun masuk kedalam rumah dan melambaikan tangan.
Juna keluar dan mendekati mobilnya.
" Huh kek berasa nganterin Ayank pulang " Gumam Juna terkekeh sendiri.
Karna sudah magrib,Juna pun pergi dari sana.
masuk kedalam rumah,Sania berpapasan dengan Serkan.
Tapi tatapan Sania kali ini sedikit berbeda saat Serkan membawa laptop yang ia lihat siang tadi.
" Udah mandi San ?" Tegur Serkan.
" Iya Om mau mandi " Jawab Sania..
Serkan mengangguk dengan senyum kecilnya.
Serkan pun berlalu,Sania terus melihat membuat Serkan tersadar tatapan gadis itu berbeda.
" Sania kenapa ?" Gumam Serkan heran.
Pria itu masuk kekamar dan menghilang dibalik pintu.
" Saniiiaaaa " Panggil Histi.
" Iya Te bentar " Jawab Sania langsung berlari kedapur.
" Kamu jaga adek ya,Tante mau masak dulu " Kata Histi sibuk sendiri.
" Iya Te " Balas Sania patuh.
Gadis itu berjalan lagi keluar dan mendekati kamar Sutar karna disana anak bayi itu berada.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.