Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Seorang Ibu


__ADS_3

Hari semakin larut,Cila menunggu David tidur agar dia bisa mengerjakan pekerjaannya tapi sudah hampir 1 jam menunggu David masih saja melek dan itu membuat Cila kesal.


" Kenapa sih ?" Tanya David heran melihat Cila yang berkancak pinggang melihatnya.


" Mas,coba kamu tidur " Kata Cila dengan wajah kesal nya.


" Emang nya kenapa ?


Cila mengacak acak rambutnya kesal dan berlalu masuk kekamar melihat Bara.


David menggeleng pelan dan kembali bebaring,dirinya sulit tidur malam ini,David masih memikirkan perasaan nya kepada Cila.


" Huuuufffttt " pria itu menghela nafas gusar.


Didalam kamar Cila menatap wajah polos Bara yang tertidur,diwajah itu Cila melihat ada guratan sedih mendalam anak itu.


" Kasian sekali kamu Bara,Kakak yakin kamu 100 persen anak Kak Reno " Gumam Cila pelan mengusap rambut lebat Bara.


Cila celingak celinguk mencari hp nya yang entah dimana David menaruhnya tadi,rencananya Cila akan mengerjakan pekerjaan nya dikamar saja dari pada ketahuan David.


" Mas,hp aku mana ? " Tanya Cila kepada David yang berbaring di kasur lama mereka.


" Di atas lemari " Kata David pelan.


Cila mencari lagi keatas lemari dan benar saja hp nya berada disana.


Cila kaget saat membuka kunci ada 15 panggilan tak terjawab dari Nisa dan Reno.


Karna Hp Cila hanya nada getar jadi mereka tak tau ada panggilan masuk.


Cila bersimpuh didepan Bara dan mengusap wajah adik kecilnya itu.


" Maafkan Kakak Bara,Bunda dan Papa kamu harus tau kamu ada disini,karna mereka sangat mengkhawatirkan kamu,mereka sangat menyanyi kamu Dek " Kata Cila lirih.


Cila mengecup pelan kening Bara dan keluar dari kamar.


" Mau kemana ? " Tanya David heran melihat Cila membuka pintu luar.


" Telepon Kak Nisa kalo didalam takut Bara bangun " Kata Cila pelan.


" Ya udah " Kata David kembali berbaring.


Cila duduk di teras sambil memegang hp nya.


" Duh telepon ngak ya ?" Gumam Cila kembali galau.


" Aku ngak boleh tinggal diam,ini sangat berbahaya untuk tumbuh kembang Bara " Gumam Cila yakin.


Gadis itu pun menelpon Nisa meski jam sudah menunjukkan pukul 11.15 malam.


2x panggilan tak diangkat,Cila kembali menelpon ke nomor Hp Reno,dan langsung diangkat pria itu.


" Halo " Sapa Reno serak.


" Hallo,Assalamualaikum Kak " Sapa Cila hangat.


" Waalaikum salam,ada apa Cila ?" Tanya Reno dengan suara bergetar.


Cila terdiam,dirinya bisa merasakan bahwa lelaki itu saat ini sedang menahan tangis.


" Kak,Bara ada sama aku " Kata Cila cepat.


" Apa !!! " Pekik Reno diseberang.


" Iya Kak,tadi sore Mas David ketemu Bara dijalan terus bawa paksa dia kesini " Lapor Cila.


" Kamu serius,mana dia sekarang alihkan ke Vidio call " Kata Reno semangat.


" Iya,tapi Kakak jangan bersuara ya Bara lagi tidur,dan ngak mau Kakak tau bahwa dia ada dsini " Kata Cila memohon.


" Iya " Jawab Reno cepat.

__ADS_1


Cila pun kembali masuk kerumah dan mengalihkan ke vidio call.


Terlihat wajah sembab Reno disana,bahkan pria itu masih memakai baju kemeja kerja nya, tak seperti biasanya Reno selalu mengenakan piyama tidur saat malam hari.


" Ya Tuhan Bara " Kata Reno terkejut melihat Bara tertidur dengan nyenyak.


Kamera hp Reno bergerak seperti pria itu sedang berjalan.


" Nis,Nis,bangun sayang ini ada Bara " Kata Reno diseberang sana memanggil Nisa yang sudah tertidur.


Cila diam saja mendengar percakapan mereka,bahkan permintaan Cila tadi tak dipatuhi Reno sama sekali.


" Bangun sayang,ini Bara kamu mau lihat Bara kan,ini anak kamu " Kata Reno dengan suara seraknya.


" Hah Bara,mana Bara mana anak aku Mas " Kata Nisa panik langsung bangun.


Cila seketika membekap mulutnya sendiri melihat kondisi Nisa yang sangat memperhatinkan.


Wajah sembab dan mata bengkak tercetak jelas disana,apalagi Cila mendengar suara serak Nisa yang seketika mencari Bara.


" Cila tolong arahin kameranya " Pinta Reno mengusap air matanya.


Cila mengusap wajahnya dan kembali mengalihkan kamera kewajah Bara.


" Bara anak ku " Kata Nisa tersenyum penuh air mata.


Cila menangis tersedu sedu,tangannya sampai bergetar memvidio Bara yang tidur.


David langsung bangkit dan membekap lembut istrinya yang tak kuasa melihat Nisa.


" Sini biar aku yang pegang " Kata David lembut mengambil hp dari tangan Cila.


Gadis itu memberi hp nya dan langsung memeluk David dengan erat,Cila menangis dipelukan suami nya.


" Bara sayang,ini Bunda Nak,kenapa kamu ninggalin Bunda Nak,apa salah Bunda ? " Tanya Nisa lirih mengusap layar hp disana.


Reno tak kuasa menahan tangis nya,lelaki itu pun memeluk tubuh Nisa yang rapuh.


" Mas,Bara dimana ? " Tanya Nisa serak.


" Hiks hiks,Anak aku sendirian kesana Mas,Bara tak kenal siapapun disana Mas huhuhu " Nisa terus menangis melihat wajah putra nya.


Bara tak bangun sama sekali,Cila dengan lembut mengusap rambut Bara agar adiknya itu tidur lelap.


" Mas,ayo kita kesana Mas " Kata Nisa menaruh hp itu dikasur.


David pun melepaskan hp dikasur dan memeluk Cila dengan erat.


Bahkan David sampai meneteskan air matanya tak tega melihat 2 perempuan itu.


" Kasihan Kak Nisa dan Bara Mas " Kata Cila menangis sesegukkan membekap mulutnya.


" Jangan nangis,nanti Bara bangun " Kata David berusaha menenangkan Cila.


" Aku ngak sanggup liat Kak Nisa sedih Mas,mereka malaikat kami Mas " Kata Cila tak sanggup.


David mengangkat tubuh istrinya dan mengambil hp Cila,panggilan mereka masih tersambung terdengar isakan tangis Nisa meminta Reno untuk bertemu dengan Barra sekarang juga.


" Mas,Bara tanggung jawab aku Mas,Kak Siska meminta aku untuk menjaga Bara Mas,aku mohon Mas,bawa aku kepada Bara sekarang hiks hiks " Kata Nisa diseberang sana.


Cila semakin menangis mendengar suara Nisa yang sangat pilu.


" Halo Bang " Panggil David.


" Iya Vid,abang masih disini " Jawab Reno mengambil lagi hp nya.


Terlihat wajah Reno sembab air mata,David sampai tak tega melihat nya.


" Bang,tadi Bara minta sama kami agar jangan bertemu kalian dulu,nanti aku jelaskan apa permasalahan Bara hingga dia nekad kabur dari rumah,tapi aku mohon sama Abang sekarang jangan paksa Bara pulang dulu,karna dia butuh waktu " Kata David serius.


" Apa masalah Bara Vid,kasih tau Abang,jika kami tak bertemu Bara bagaimana cara menyelesaikan masalah nya " Kata Reno sedikit tak terima.

__ADS_1


" Ini masalah masa lalu Abang bersama Mama nya dulu,1 hari ini biarkan Bara disini dulu Bang,ini untuk kebaikan Bara " Kata David memohon.


" Baiklah,Abang tak akan menemui nya tapi Abang akan lihat Bara dari kejauhan karna Nisa tak bisa hidup tanpa Bara,kamu lihat sendiri bagaimana menderitanya Nisa kehilangan Bara " Kata Reno sedih.


" Iya Bang,ya udah kalian istirahat lah " Kata David tersenyum kecil.


" Tolong jaga Bara untuk kami Vid " Kata Reno berkaca kaca.


" Iya Bang,pasti " Kata David serius.


" Makasih Vid,assalamualaikum "


" Waalaikum salam "


Tut.


Panggilan pun terputus.


David menghela nafas dan menaruh hp Cila lumayan jauh dari mereka.


" Sudah jangan menangis lagi " Kata David lembut memeluk Cila yang masih saja menangis.


" Hiks hiks mere ka orang b aik Mas,ak u nga k sanggup liat Kak Nisa men der ita " Kata Cila sesegukkan.


" Iya,tapi kamu nya tenang semua akan baik2 aja " Kata David mencium kening Cila dan memeluk gadisnya dengan erat.


" Ayo tidur,jangan sampai Bara liat kamu nangis nanti dia malah nuduh aku yang bikin Kakaknya cengeng " Kata David mencoba berguyon..


Cila memancungkan bibirnya kesal.


" Nanti aja minta cium nya,ingus tuh di lapin dulu " Kata David terkekeh pura2 jijik.


Cila menarik ingusnya dari hidung dan mengusap wajahnya di kaos lelaki itu..


" Iiihhhh jorok " Kata David menjauhkan kepala Cila dengan 2 jarinya.


Cila tersenyum dan kembali memeluk David mengusap wajahnya disana.


Mereka berbaring dengan saling berpelukan,Cila membedap David dengan manja,kali ini David membalas pelukan Cila bahkan berkali kali mencium pucuk kepala perempuan itu.


" Udah tidur jangan nangis lagi kek bocah SD aja " Hujat David menepuk2 bokong Cila pelan..


" Aku istri kamu loh Mas " Protes Cila.


" Iya kamu istri aku,istri yang sangat licik " Kata David malas.


" Biarin " Kata Cila cuek dan kembali memeluk David.


" Dah tidur,jangan lupa baca doa " Titah David tegas.


Cila mengangkat tangannya membaca doa tidur.


" Amin " Kata Cila seperti anak kecil.


David tersenyum dan menepuk2 pelan bokong Cila agar istri kecil nya itu tidur.


Tak lama Cila pun mulai tertidur di pelukan suami nya,berkat tepukan mantap David di bokong tempos nya.


" Seraya gue nidurin anak kecil " Gumam David geli sendiri.


Pria itu menghela nafas dan tersenyum hangat melihat wajah polos Cila yang masih sembab.


" Perlahan kamu selalu membuka hati aku Cila,meski dengan cara yang tak pernah aku duga " Batin David seraya mencium pucuk kepala Cila sekali lagi.


Pria itu pun mulai memejamkan matanya menikmati rasa hangat dan nyaman mulai menjalar keseluruh tubuhnya.


❤❤❤


Hay Guysss mana nih suaranya ??


Masih mau lanjut ngak ???

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung author dengan cara VOTE,LIKE,COMENT ya.


Semakin banyak dukungan semakin aktif juga author memberikan cerita mereka untuk kalian semuaaa


__ADS_2