Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Serangan


__ADS_3

Hani menepati janjinya,hari ini gadis itu menunggu Vero di sebuah restoran.


Jam makan siangnya ia gunakan untuk menemui lelaki itu sesuai dengan permintaan Vero kemarin.


Beberapa saat menunggu,akhirnya Vero sampai.


Lelaki itu langsung menuju meja Hani dan duduk didepan wanita tersebut.


" Maaf menunggu " Ucap Vero merasa bersalah.


" Gak papa " Balas Hani tenang.


" Kita makan dulu ?" Tanya Vero.


" Iya " jawab Hani setuju.


Lelaki itu memanggil pelayan dan memesan makanan.


Hani diam memperhatikan gerak gerik Vero yg sedikit tenang dari biasanya.


Lelaki itu juga terlihat berwibawa dengan jas hitam yg ia pakai.


Selesai memesan Vero melihat gadis itu,Hani mengenakan jaket hitam.


" Kenapa kau tidak membuka jaket mu ?" tanya Vero basa basi.


" gak papa " Jawab Hani.


" Kau nyaman seperti itu ?" tanya Vero lagi.


" Hm " Jawab Hani mengangguk.


Hening....


Keduanya kembali diam.


" Tadi aku bertemu orang tua Daniel " Ucap Vero memberitahu.


" Untuk apa ?" tanya Hani mengernyit.


" Sofia " Balas Vero.


Hani makin mengernyit seolah tak tau apa yg akan Vero bahas.


" Setelah makan aku selesaikan " kata Vero tenang.


Hani menoleh dan mendapati pelayan membawa pesanan mereka.


Keduanya pun makan bersama.


Hampir setengah jam akhirnya mereka selesai.


Hani bersikap begitu tenang begitupun Vero yg juga tak banyak tingkah.


Memang Vero banyak berubah,sifatnya lebih dingin dari yg dulu.


Cepat2 Hani membuang pikirannya yg asik mengenang sifat asli lelaki yg pernah ia cintai tersebut.


" Apa kau masih nyaman bekerja ?" tanya Vero.


" Maksud mu ?" tanya Hani.


" Ini mungkin sedikit gila,tapi benar adanya " jawab Vero.


" Apa maksud mu Vero ?" tanya Hani makin tak mengerti.


" Atasan mu mungkin akan membuatmu sangat tak nyaman " jawab Vero.


Deg....


Hani tersentak,gadis itu melihat Vero dengan wajah terkejutnya.


" Aku tidak tau apa yg akan terjadi kedepannya,tapi kau sudah tau kan rumor mu sudah menyebar kemana mana " Kata Vero lagi.


" Darimana kau tau ?" tanya Hani mencoba tenang.

__ADS_1


Vero mmebalas dengan senyuman.


Bukan hal sulit mencari info seseorang apalagi Vero punya mata2 tersendiri dalam mencari tau.


" Aku sarankan sekali lagi untuk kau berhati2 dalam bertindak " kata Vero tegas.


Lelaki itu mengeluarkan sesuatu dan kembali membuat Hani terbelalak.


" Kau tau orang2 ini ?" tanya Vero.


Hani melihat dan mengangguk pelan.


" mereka sangat kuat " Jawab Hani jujur.


" Ya dan mereka berencana yg tidak baik " Kata Vero.


" Kau jangan memprovokasi ku Vero !" kata Hani tegas.


" Mau percaya atau tidak itu urusan mu,aku hanya menyampaikan apa yg aku tau " Balas Vero.


Hani diam melihat wajah serius lelaki tersebut.


" ini tidak ada urusannya dengan ku,tapi aku sebagai manusia merasa perduli terhadap sesama " kata Vero tegas.


Hani bangkit dari duduknya merasa jengah dengan omong kosong yg Vero katakan.


" Han " Tahan vero menarik tangan Hani.


" Aku tidak suka dengan ucapan mu yg sok tau " kata Hani mengibas tangannya.


" Terserah kau mau percaya atau tidak " kata Vero tenang.


" Jangan pikir kau bisa mengelabuhi ku lagi Vero " kata Hani kesal.


Vero diam,gadis itu pun pergi begitu saja.


" Semoga hari mu menyenangkan Han " ucap Vero lirih.


Lelaki itu mengambil foto yg ia berikan tadi dan menggepreknya menjadi halu.


Mereka semua datang dengan membawa beberapa senjata tumpul.


" Apa yg kalian inginkan ?" tanya Prito yg kebetulan berada diruangan pertama.


" Mana Daniel ?" tanya Preman itu dengan wajah sangarnya.


" Mau apa kalian ?" Tanya Prito menantang.


" Banyak bacot !" Ucap salah satu pria langsung mengayunkan kayu yg ia bawa.


Prito terkejut dan langsung menghindar.


Perkelahian pun tak bisa terelakkan,Prito dihajar orang2 tak dikenal tersebut tapi lelaki itu terus melawan.


" Prito !" Ucap seseorang dari belakang dengan wajah terkejutnya.


Semua orang menoleh dan nasi yg dibawa pria itu terhempas kelantai.


" Kurang ajar !" desis Daniel geram.


Pria itu maju dan langsung menendang perut 2 orang preman tersebut.


Preman2 yg berada diluar berjaga2 langsung masuk dan ikut menghajar Daniel dan Prito.


Keduanya tak mau menyerah,Prito mendapat bogeman dari preman satu dan langsung dihajar Daniel karna berani melukai temannya.


" Daniel awas " Pekik Prito kaget melihat pria dibelakang Daniel akan memukul Prito dari belakang.


Brugh.....


Pukulan tak bisa dihindari membuat Daniel jatuh seketika.


Tendangan pun didapati lelaki itu,Prito yg merasa kalah jumlah langsung mengambil ponselnya dan menelfon darurat.


Daniel terus dihajar masa,Prito yg sudah kesal setengah mati membuka laci kerjanya dan....

__ADS_1


Dooorrrrr.....


Pria itu menembaki atap ruangan hingga membuat semua orang berhenti.


" Pergi dari sini atau ku tembaki kalian !" Kata Prito tajam.


" Prit o " ucap Daniel dengan wajah terluka.


Dorrr.....


" aaaaa " Pekik seorang preman langsung terluka mendapat 1 tembakan dahsyat Prito.


" Kurang ajar !" Ucap Preman geram.


Satu diantaranya mengeluarkan senjata tajam,manik Prito yg tak kalah tajam langsung menghunus lawan dan melayangkan 1 tembakan tepat didadanya.


Pria bersenjata itu seketika terjatuh tengkurap tepat disamping Daniel yg masih meringkuk di lantai.


Saat semua preman itu akan menyerang Prito bersama,suara tembakan terdengar dari luar.


Prito masih memasang aba2 seraya mengambil hapenya.


" Masuk !" ucap Prito tegas.


Suara langkah kaki terdengar berlarian masuk kerumah singgah hewan tersebut.


Suara aungan kucing dan guguk bersautsautan seolah ikut meminta pertolongan malaikat mereka dalam bahaya.


" Angkat tangan atau kalian mati ditempat !" Ucap seseorang dengan wajah tertutup masker hitam.


Para preman itu berbalik badan dan terkejut melihat pria2 berbadan besar mengelilingi luar ruangan.


" Sial !" ucap kepala Preman merasa sangat bodoh dan terkurung.


Mereka tak membawa senjata tajam karna berpikir bahwa Daniel mudah ditangkap tapi para preman itu tak tau bahwa Daniel sedang bersama seseorang yg begitu berbahaya dari mereka.


" Tangkap mereka !" Titah Prito tegas.


" Siap Tuan " Jawab para bodyguard tersebut tegas.


Tanpa perlawanan yg bearti,para preman itu langsung diringkus dan dibawa keluar.


Beberapa Bodyguard lain membantu Daniel bangun.


" Apa anda terluka Tuan ?" tanya kepala Bodyguard tersebut memeriksa Prito.


" Gak papa cuma terkena bogeman aja " Jawab Prito sambil meraba wajahnya.


" Kamu gak papa Niel ?" Tanya Prito melihat Daniel cukup terluka parah.


" Ya,terima kasih sudah membantu " jawab Prito sedikit kesakitan.


" Ayo duduk disini,aku akan mengobati mu " Balas Prito tenang.


Daniel mengangguk kecil,pria itu tak bisa membayangkan bagaimana nasib mereka jika tak ada para Bodyguard Prito datang.


" Bagaimana para Pria tadi Tuan ?" tanya Kepala Bodyguard sopan.


" Introgasi mereka,tanyakan apa keperluannya,jika tak mau menjawab lempar saja seperti biasa " Jawab Prito tegas.


" Lempar ? lempar kemana ?" tanya Daniel terkejut.


Prito diam dengan senyum kecil membuat Daniel merinding.


" Baik Tuan,beberapa orang akan berjaga didepan untuk memastikan tidak ada serangan lanjutan " Kata pria berbadan besar tinggi tersebut tegas.


Prito mengangguk,para Bodyguard itu pun pulang.


" Kamu yakin gak papa ?" tanya Daniel melihat Prito.


" Sakit goblok !" Kata Prito melempar Daniel gemas dengan buku didepannya.


" Hahahahhaha tadi kamu bilang gak papa " Kata Daniel tertawa ngakak sambil meringis.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2