Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
About Barra


__ADS_3

Dirumah besar Nisa,Barra membongkar semua baju dan memasukkan kedalam koper.


Pria beranjak dewasa itu dengan kasar mengambil barang2 milik nya di dalam kamar besar bernuansa abu hitam.


" Abang mau kemana ? " Tanya Andrew heran melihat Barra bolak balik mengambil barang.


" Minggir !!! " Bentak Barra mengibas tangannya.


Andrew terdiam dan memberi jalan untuk Barra lewat.


" Abang ngak boleh pergi,nanti Bunda marah " Kata Andrew membujuk Barra.


" Kata aku minggir ya minggir !! " Bentak Barra marah.


" Ngak,aku ngak mau minggir,Abang ngak boleh pergi nanti Bunda sedih " Kata Andrew merentangkan kedua tangannya.


Barra menatap adiknya nyalang,dengan sekali dorongan kuat Andrew terjatuh kesamping.


Plak....


" Auuuuu " Ringis Andrew saat kepalanya menghantam pinggiran meja nakas.


Barra melotot dan sangat terkejut melihat Andrew terduduk disana.


" Darah " Gumam Andrew lirih saat melihat darah di tangannya.


" Ya Tuhan " Gumam Barra ketakutan melihat pelipis Andrew terluka.


Pria itu baru saja mau mengambil koper nya untuk kabur dari sana,tiba2 Ana masuk kedalam kamar membawa mobil mobilan Andrew.


" Bang ayo kit...Abaaaaanggggg " Pekik Ana kaget setengah mati melihat Andrew terduduk di lantai dengan darah bersimbah.


" Abaaaaanggg,Abang kenapa ?? Tanya Ana ikut duduk melihat pelipis Andrew berdarah.


Aktam masuk kedalam kamar mendengar teriakan adik nya.


" Ada ap... Abaaang " Pekik Aktam ikutan kaget melihat Andrew dan Ana terduduk.


Ana sudah menangis tersedu sedu menutup pelipis Andrew yang terus memancarkan darah segar.


" Bang Barra,Bang Andrew kenapa ? Tanya Aktam panik.


Barra diam saja melihat ketiga adiknya,dengan cepat Barra mengambil lagi kopernya dan sedikit berlari keluar dari sana.


" Jangan pergi Bang,kasihan Bunda huhu " Andrew menangis bangkit dari duduk nya.


Ana dan Aktam bingung dengan mereka berdua.


" Lepas,dia bukan ibu ku,Mama sudah meninggal,aku bukan Abang kalian " Bentak Barra marah.


Jeddeeeerrrr....


Ketiga bocah itu terdiam sesaat.


" Maksud Abang apa ? " Tanya Aktam bingung.


" Aku bukan Abang kalian,Bunda dan Ayah bukan orang tua aku !!! " Teriak Barra langsung melongos pergi.


" Bundaaaaaaaaaaaaa " Teriak Ana melengking langsur lari keluar dari kamar.


" Bunda,Bundaaa huhuhu " Ana menangis histeris mengetuk kamar Nisa.

__ADS_1


Ceklek...


Pintu terbuka,Nisa yang masih mengenakan handuk mandi pun dibuat bingung dengan bocah itu.


" Ada apa Nak ? Tanya Nisa heran.


" Bang Barra mau pergi dari rumah Bunda,Bang Andrew kepala nya berdarah hiks hiks " Adu Ana sesegukkan.


" Apaaaaa !!! " Teriak Nisa kaget.


" Huhuhu tolongin Bang Andrew Bunda huhu " Kata Ana ketakutan.


" Dimana Abang kamu ? Tanya Nisa panik.


" Dikamar Bang Barra huhuhu "


Nisa langsung berlari ke kamar putra sulung nya,terlihat Aktam menangis mengusap darah di pelipis Andrew dengan tisu dikamar itu.


" Ya Tuhan anak ku " Pekik Nisa kaget melihat Andrew terduduk diam menangis.


" Huhu Bunda,Bang Barra mau pergi Bunda " Kata Andrew menangis pilu.


" Kenapa luka gini sayang " Kata Nisa memeluk anak nya.


" Bang Barra dorong aku Bunda " Kata Andrew lirih.


" Ya Tuhan " Pekik Nisa kaget menutup mulutnya tak percaya.


" Non,Non !!!! " Teriak Art Nisa.


Mereka kembali terkejut dan langsung keluar dari kamar.


" Ada apa Bi ? tanya Nisa panik.


" Apa,mana satpam dan bodyguard dirumah ini ? Tanya Nisa panik.


Triplet sudah menangis kencang,memeluk sesama mereka.


" Mereka semua mengejar Den Barra Non " Kata art itu menangis dan memeluk ketiga bocah yang sudah ketakutan itu.


" Ya Allah Barra,ada apa sama kamu Nak,kenapa kamu begini " Gumam Nisa menangis pilu.


" Bunda huhuhu,Bang Barra kenapa Bunda ?" Tanya Andrew terisak.


" Bunda ngak tau sayang " Kata Nisa memeluk anak2 nya.


" Bi,tolong obati luka Andrew ya dan jaga anak2,aku mau telepon Mas Reno dulu "


" Siap Non " Kata Art itu patuh.


" Kalian yang tenang ya,Bang Barra pasti pulang " Kata Nisa menenangkan triplet.


Mereka semua mengangguk kecil.


Nisa berlari ke arah telepon rumah,dan menelpon suami nya yang sedang diluar negeri.


Sudah 3 hari ini Reno berada di inggris untuk meninjau anak perusahaannya disana,Nisa tak ikut menemani karna triplet sedang ujian kenaikan kelas.


Hampir 5 kali Nisa menelpon,tapi tak juga diangkat suami nya.


" Mas,kamu dimana sih,angkat dong " Gumam Nisa panik.

__ADS_1


" Ya Tuhan,Mas,ini penting "


" Akkkhh Mas Reno mana sih " Kesal Nisa membanting telepon rumah itu dan naik ke atas.


Wanita itu menelpon Romi sang assisten yang kebetulan ikut Reno kesana.


" Hallo Nyonya sela..."


" Mas Reno mana ? " Tanya Nisa memotong pembicaraan.


" Pak Reno sedang makan malam bersama pemilik perusahaan otomotif,Nyonya " Kata Romi diseberang.


" Beritahu dia,Barra kabur dari rumah suruh Mas Reno pulang Rom " Kata Nisa sudah menangis.


" Apa !! " Pekik Romi kaget.


" Tolong Rom hiks hiks "


" Iya Nyonya,saya akan memberitahu sekarang " Kata Romi patuh.


Pria itu langsung memutuskan panggilan sepihak.


Romi mendekati Reno yang sedang berbincang bincang dengan aktor dan pemilik perusahaan besar disana.


" Ada apa Rom ?" Tanya Reno melihat Romi gelisah.


Pria itu menunduk hormat kepada para tamu dan membisiki Reno.


" Apaaa !!! " Pekik Reno kaget.


" Serius Rom ? "


" Iya Pak,Nyonya menyuruh anda pulang sekarang " Kata Romi pelan.


" Ya Tuhan,Barra " Kata Reno mengusap wajah nya kasar.


" What happened Mr.Reno ? " Tanya pemilik perusahaan otomotif.


" Sorry Sir,i have to go home now,my children dan wife need me at this time " Kata Reno menunduk hormat.


" How about our cooperation conctract ?" Tanya lelaki itu


" My side will call you back,sorry i have to come now.Good night " Kata Reno menunduk hormat dan melenggang pergi dari sana.


2 pria itu terdiam menggeleng lemah melihat Reno yang terlihat panik,begitu pun Romi yang bergerak cepat memberitahu pilot bahwa mereka akan pulang saat ini.


Beruntung Reno menggunakan pesawat pribadinya,sehingga mereka tak kesusahan mencari tiket penerbangan.


" Mr.Reno always puts his family first,that's what made me learn a lot from him"


" Yes,it can be seen from the way he treats his wife dan children,that man loves this family so much "


2 pria beda usia itu terus berbincang memuji kejentelan Reno yang mengutamakan keluarganya,itu menjadi nilai plus untuk mereka menerima kontrak yang Reno tawarkan,mereka yakin lelaki yang barusan meninggalkan mereka itu merupakan pria bertanggung jawab dan dapat percaya.


Kini Reno sudah masuk kedalam pesawat pribadi nya,beruntung cuaca sedang bersahabat hingga mereka melakukan penerbangan dengan aman.


Didalam rumah,Nisa terus menangis mencari apa penyebab Barra memutuskan lari dari rumah.


Triplet sudah mulai tenang dan di ajak bermain bersama Art nya.


kini kepala Andrew sudah di beri obat dan di perban agar tak kemasukan debu.

__ADS_1


❤❤❤


hay guysss jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA


__ADS_2