
Hani terdiam merenung didepan kontrakannya,Reka sudah pulang selesai mengantar gadis itu.
Reka tau saat ini Hani butuh waktu sendiri untuk menyembuhkan luka batinnya yg begitu menyakitkan.
Bukan tidak mau berada disamping Hani,tapi Reka sadar hadirnya akan menambah rasa sakit Hani karna gadis itu tidak terlalu terbuka dengan masalah pribadi.
" Aku gak boleh nangis,Hani kamu harus jadi gadis kuat,kamu gak boleh gini lagi " Ucap Hani mengusap air matanya yg terus keluar tanpa ia minta.
Setelah sekian lama tak berjumpa dengan Vero,pertemuan tadi sungguh mengejutkan untuknya.
Hani merasa belum siap jika ia harus melihat lelaki yg masih ia cintai tersebut bersama dengan orang lain.
" Huh,apa yg aku lakukan,dia bukan siapa2 ku lagi " Lanjut Hani mencoba menarik nafas panjang.
" Pantes dia meninggalkan aku,tak ada yg istimewa dalam diri ku,bahkan saat dia menemukan ku juga dalam keadaan hina " Gumam Hani tersenyum miring.
Perlahan lintasan masa lalu yg ia alami dulu berjejer rapi dikepalanya.
Hani masih sangat ingat bagaimana sosok Vero yg begitu ia banggakan,tapi saat lelaki itu meminta perjalanan yg mereka lalui bersama itu harus selesai,Hani merasa dunianya runtuh.
Ia kembali sendirian dan kesepian.
" Gak papa Hani,mungkin Vero memang bukan jodoh mu,jangan terlalu memikirkan dia,jangan membenci dia karna meninggalkan kamu,tapi bersyukurlah karna dia membuat kamu sadar diri sekarang " Putus Hani tegas.
Gadis malang itu terus menatap langit dan berbicara seorang diri.
Sampai detik ini,Hani tak punya teman selain Reka,ia tidak tau bagaimana caranya mendapat teman perempuan layaknya gadis lain yg mempunyai sahabat akrab.
Kadang Hani merasa tidak beruntung dalam hidup,tapi jika mengingat perjuangannya dulu gadis itu mengurungkan niat untuk mengakhiri hidupnya.
Drt drt...
Hape Hani berdering,gadis itu tersadar dan melihat nama dilayar.
" Kak Laura " gumam Hani terkejut.
Gadis itu dengan cepat menghapus air matanya dan menerima panggilan.
" Halo " sapa seseorang diseberang.
" Iya Kak Laura " Jawab Hani sopan.
" Kamu dimana ?" tanya Laura lembut.
" Aku dirumah Kak,ada apa ?" tanya Hani langsung ke inti.
" Hm kamu bisa gak kerumah Kakak,em Kak Justin lagi keluar kota,Kakak gak ada temennya nih sama adek " Jawab Laura memelas..
" Kakak sendirian ?" Tanya Hani mengernyit.
" Iya,Kak Justin bakal lama,gak tau deh ada masalah apa sama perusahaannya,tapi keliatannya ini serius " Jawab Laura lesu.
__ADS_1
" Hm gitu ya,tapi aku masih dirumah ini Kak,mandi aja belum " Kata Hani cengengesan.
" Kamu siap2 aja,nanti Kakak pesenin taxi buat jemput kamu " Balas Laura.
" Beneran Kak ?" tanya Hani terkejut.
" Iya kamu mau kan ?" Tanya Laura berharap.
" Iya Kak,ya udah aku siap2 dulu ya " Jawab Hani semangat.
" Oke " Jawab Laura tak kalah semangat.
Tut.
Panggilan terputus,Hani bergegas masuk dan menyiapkan perlengkapannya.
Hubungan keluarga Vero dengan Hani masih sangat baik,tak jarang Laura menghubungi Hani untuk sekedar menanyai kabar atau menganjak Hani menemaninya dirumah.
Laura tak bisa membuang Hani begitu saja,wanita beranak satu itu sangat tau bagaimana perasaan Hani saat putus dengan Vero.
Tapi Laura sama seperti Cila,mereka tak berhak ikut campur masalah Vero karna lelaki itu pasti sudah memikirkannya matang2.
Hampir 1 jam perjalanan,akhirnya Hani sampai dirumah Laura.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,kondisi jalan juga sudah sangat sepi.
Ceklek...
" Ayo masuk " Ajak Laura hangat.
"Maaf telat Kak " Balas Hani tak enak.
" Gak papa,kamu bawa baju ganti kan buat besok ?" tanya Laura.
Hani mengangguk kecil,keduanya pun masuk kedalam dan disambut anak Laura yg masih anteng didepan Tv..
" Loh adek belum tidur Kak ?" tanya Hani kaget.
" Belum,makanya Kakak nelfon kamu,cape banget dia gak mau tidur " Jawab Laura berbaring dikarpet.
" Heyy you,kenapa belum bobo ?" Tanya Hani mendekati anak Laura.
" Lm antuk Oty " Jawab Bocah lelaki itu tersenyum.
" Belum ngantuk ? ini udah malam nanti di datangin hantu mau ?" Kata Hani menakuti.
" Atu ?" Tanya Bocah bersama Afdhal Pratama tersebut.
" Iya,kamu dak takut ? Oty aja takut loh " Kata Hani pura2 merinding.
Bocah itu diam dan melirik ibunya yg sudah sangat mengantuk.
__ADS_1
" Iya " Jawab Laura lesu.
" Cucu Ma " Ucap Afdhal mendekati Laura.
Hani tersenyum kecil,sepertinya bualan ia barusan akan berhasil menidurkan bocah tersebut.
" Mau susu ?" Tanya Laura semangat.
Afdhal mengangguk kecil dan mulai berbaring.
" Oke,kamu langsung ke kamar ya " Kata Laura semangat kepada putranya.
" Ote " Jawab Afdhal paham.
Bocah itu pun mulai berjalan menuju kamar ibunya.
Meski masih berumur kurang lebih 1 tahun,tapi Afdhal anak yg cepat tanggap.
Laura dan Justin begitu memperhatikan buah hati mereka,tak tanggung2 Justin mengabulkan apapun yg diminta istrinya demi kesehatan sang anak walaupun terkadang sakit tak bisa dielakkan meski sudah sangat terjaga.
Hani masih diam ditempatnya menonton sereal kartun di tv.
" Oh iya Ni,kalo mau makan,makan aja ya lauknya Kakak isi dikulkas nanti kamu panasin aja " Ucap Laura dengan sebotol susu tinggi.
" Iya Kak " Jawab Hani mengerti.
" Terus kamu tidur dikamar yg biasa ya,jangan disini nanti digigitin nyamuk " Lanjut Laura lagi.
Hani kembali mengangguk kecil,wanita satu anak itu pun berlalu memasuki kamarnya.
" Huhhh rumah Kak Laura nyaman banget ya,aku bakal betah kalo tinggal disini " Gumam Hani terkekeh.
Bukan tanpa alasan Hani tidak bisa menolak Laura,wanita itu sudah ia anggap Kakak sendiri begitupun Cila.
Ia sungguh tak bisa melupakan jasa orang2 yg pernah baik kepadanya tersebut.
Jam terus berputar,ditempat lain seorang pria terlihat asik menyesap minumannya dibawah lampu kerlap kerlip.
Yap Vero berada di club malam bersama cewek yg ia kenal beberapa waktu lalu.
Meski Vero sangat takut dengan ibunya tapi lelaki itu masih bisa menikmati kebebasan yg ia mau,apalagi kini Cila tak terlalu memperhatikan dirinya lagi lantaran Cila rasa anaknya bisa memilih sendiri jalan yg benar.
Vero yg dulu dengan Vero yg sekarang sangatlah berbeda.
Dulu Vero masih cupu tapi tidak untuk sekarang,bahkan lelaki itu dicap pria badboy oleh iparnya sendiri yaitu Justin,yg pernah melihat Vero ganti2 pasangan.
Sebenarnya Justin bisa saja mengadu hal itu kepada sang istri,tapi melihat Laura yg percaya kepada adiknya membuat Justin tak tega,jadi Justin membiarkan saja sampai mana Vero bertahan hidup dengan penuh kebebasan.
Sempat dulu Vero dan Justin hampir berkelahi gara2 Justin meminta Vero pulang,tapi jawaban Vero membuat Justin tertampar bolak balik,karna ia pun pernah merasakan di posisi Vero saat ini.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.