Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Makan malam


__ADS_3

Hari hari dilalui dengan tenang aman dan tentram.


Keluarga Salders terlihat enjoy menjalani kehidupan meski masalah kantor silih berganti datang.


Pria tua itu mengurungkan niatnya dulu untuk pergi ke kampung menghabiskan masa tua,karna urusan dengan perusahaan belum selesai.


Romi dan Yuni sudah pergi duluan karna mereka tak banyak tanggungan,Alexi dan Serkan bisa menghidupi keluarganya masing2 dan putri cantik mereka juga sudah dewasa dan sedang berkuliah diluar negeri.


" Mas " Panggil Nisa melihat Reno duduk sendirian dikursi.


" Hm " Jawab Reno menoleh


" Aku dapaf foto dari Mba Yuni,mereka mandi di air sawah " Kata Nisa menunjukkan hapenya.


Reno melihat dan mengernyit.


" Terus ?" Tanya Reno melihat lagi sang istri.


" Kita kapan ? Katanya mau disana " Rengek Nisa.


Reno menghela nafas dan kembali mengangkat buku bisnis yg ia baca.


" Mass " Rengek Nisa lagi.


" Kita keluar negeri aja ya " Kata Reno menggaruk kepala.


" isshhh ngapain,aku mau kedesa bukan ke kota " Kata Nisa mengkrucut.


" Disana kan juga punya desa " Balas Reno.


" Iya,tapi aku ga ngerti bahasa mereka " Balas Nisa ketus.


Reno terdiam,istrinya memang tidak pandai dalam bahasa inggris apalagi bahasa asing lainnya.


Bisa dibilang Nisa perempuan yg tak keren dan terkenal seperti istri pengusaha lainnya.


" Aku mau mandi disana Mas,liat tuh air nya jernih " Kata Nisa iri melihat foto bagus milik Yuni.


" Mandi dibathup aja udeh " Kata Reno terkekeh.


" Ga mau ah,bosen " Balas Nisa bersedekap dada.


Reno diam,makin tua keduanya menyadari bahwa menjadi kaya tidak selalu menyenangkan.


Jiwa sederhana Nisa tidak pernah hilang didalam diri wanita tersebut.


Reno yg hidup dari kecil sudah kaya juga merasa penasaran akan sensasi mandi sungai seperti kebanyakan orang kampung lakukan.


" Ya udah nanti kita kesana " Kata Reno mengalah.


" Kapan ?" Tanya Nisa merajuk.


" Ya nanti kalo semuanya udah beres " Jawab Reno tersenyum manis.


Nisa diam menyelisik wajah suaminya yg berusaha meyakinkan.


" Ck,,mending aku pergi sendiri " Balas Nisa menjauh.


" Ehhh jangan " Tahan Reno.


" Ga mau ah,lama nungguin kamu " Balas Nisa.


" Ngga,besok juga kelar eh maksudnya " Kata Reno kecoplosan


" Bener ya besok " Ucap Nisa sumringah.


" Ngga maksudnya nanti " Kata Reno kelabakan.


" Ga mau tau,pokoknya besok udah selesai dan lusa kita berangkat !" Kata Nisa tegas.

__ADS_1


Reno terdiam,pria itu menelan ludah kasar atas kecerobohannya yg salah bicara.


Nisa berlalu dengan wajah riang,wanita itu terlihat senang dengan janji sang suami.


" Waduhh gawat nih,gimana caranya bisa selesai besok sedangkan masalahnya kk lipatan baju " Gumam Reno menjambak rambut.


Lelaki itu tak yakin akan selesai,apalagi ini masalah serius tapi menolak keinginan sang istri tercinta pun bukan pilihan yg tepat.


Reno ngeri jika Nisa tak dituruti maka seluruh anak cucu akan meneror dirinya habis2an.


Walaupun Reno yg terkenal,tapi peran Nisa lebih terkenal dikeluarga dan kerabat terdekat.


Malam hari,semua orang berkumpul.


Aktam dan Arshad belum pulang,seperti biasa kedua lelaki itu memang pulang paling akhir.


" Hay hay " Sapa seorang wanita dengan sumringah.


Semua menoleh dan terkejut.


" Histi " ucap Ana syok.


" Hehe aku pulang " Ucap Histi dengan wajah senangnya.


" Wah2,sini sayang sama Onty " Kata Ana mengambil alih anak Histi dalam gendongan.


Bayi kecil itu menatap Ana dengan wajah mengernyit.


" Jangan bilang kamu udah lupa sama aku ya,dulu pas kamu lahir,siapa yg susah payah cariin obat emak mu hah " Kata Ana mengomeli gadis itu


Bukannya berani,gadis itu makin bersembunyi didada Histi.


" Ck jangan galak2 napa,takut nih si adek " kata Histi gemas.


" hehe bercyandaaaaa " Balas Ana dengan wajah recehnya.


Semua orang tertawa begitupun Jack yg juga terlihat senang.


" Cup cup sayang,jangan nangis nanti Onty kasih uang segepok " kata Ana mencoba membujuk.


" huaaaa huaaaaa " Gadis kecil itu tetap menangis seolah tak perduli dengan iming2 muslihat.


" Ga mau dia sama kamu Na " Kata Lulu terkekeh.


" Dulu dia mau sama aku " Balas Ana kekeh.


" huaaaaa Mamaaaa " Ucap anak gadis Serkan tersebut.


" Udah2 jangan dipaksa " Tegur Prito tak enak hati.


Ana memberikan lagi bocah itu kepada ibunya dan seketika langsung diam.


" Cihhh sombong amat !" Cibir Ana kesal.


Histi tertawa geli,Ana memang terkenal bar2,bahkan Sutar dan Suci juga takut kepada wanita tersebut.


" Suami kamu mana ?" tanya Nisa tak melihat Serkan.


" Ga masuk,tadi cuma nganterin aja " Jawab Histi.


" Lah kenapa ga masuk ?" Tanya Nisa lagi.


" Mau bawa Sania berobat " Jawab Histi.


Semua orang diam,mereka tau bahwa kondisi Sania masih memperihatikan.


" Operasi aja " Kata Ana tenang.


" Ga mau dia Kak " Jawab Histi.

__ADS_1


" Kenapa ga mau ? Kasihan juga liat dia kayak gitu,ga bakalan pd " Balas Ana.


" Iya,aku juga kasihan,tapi mental dia belum kuat " Balas Histi.


" Jangan dipaksa His,nanti malah tambah parah "Sahut Lulu.


" Iya Kak,aku juga ga mau paksa,jadi kita periksa2 biasa buat mulihin semuanya " Balas Histi.


Lulu mengangguk setuju,memang tidak mudah membujuk Sania untuk operasi apalagi gadis itu masih terombang ambing akan traumanya.


" Si Angel kemana Kak ?" Tanya Histi.


" Ga tau,ga ada kabar tu bocah " Jawab Ana.


" Lah,ga izin emang ?" Tanya Histi lagi.


" Sama bapaknya kali " Jawab Ana melrik Prito.


Prito yg sedang makan seketika menelan makanannya dengan kasar.


" Ga izin juga sama aku " Balas Prito.


" Terus anak kita kemana dong ?" Tanya Ana bingung.


Heninggg tak ada yg menjawab.


Reno mendekati meja makan dan duduk dengan tenang


" Yank,anak kucing kamu mati ya ?" Tanya Reno kepada Nisa.


" Hah masa ?" Tanya Nisa kaget.


" Iya,ga ada 1 " Jawab Reno tenang.


" Waduh,,kamu beneran Mas ?" Tanya Nisa tak percaya.


" Nyelip kali " Jawab Reno asal.


Nisa bangun dari duduknya dan menuju ketempat kucing tersebut.


" kamu kenapa ?" Tanya Ana melihat Lulu pucat pasi.


" Hah ga papa " Jawab Lulu gemeteran


" Duh gimana nih? Apa bener anak kucingnya mati? Bisa gawat " Batin Lulu mengingat kejadian tempo lalu.


Semua orang mulai makan begitupun Histi dan putrinya.


Lulu terlihat tidak tenang,isi kepala wanita itu mulai berisik menerka2 apa yg akan terjadi kedepan.


Tak lama Nisa balik lagi dengan wajah tenang.


" Ketemu ?" Tanya Ana


" Kata Bibi dibawa Angel berobat " Jawab Nisa duduk kembali ketempatnya.


" Berobat kemana ?" Tanya Reno mengernyit


" Iya,bukannya Bang Prito bisa obatin kalo kucingnya sakit ?" Sahut Histi.


Prito diam,dirinya juga bingung sebagai seorang mantan dokter hewan.


" Mungkin ada yg lebih paten " ujar Ana menengahi.


" Ya bisa jadi " Balas Histi tak enak.


" Tapi dia bawa kedokter mana malam2 gini ?" Tanya Nisa heran.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2