Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Denis berbincang dengan pemilik kost an dan wanita tua itu bilang kalau Rania memang menempati rumah tersebut.


" Apa dia sering membawa teman ?" tanya Denis hati2.


" Hm teman ? Saya kurang tau Pak,tapi terakhir saya lihat dia dengan seorang pria naik mobil " Jawab wanita itu.


" Pria ?" Ulang Miska kaget.


" Ya Bu,apa Rania anak kalian ?" tanya wanita tersebut.


Miska dan Denis mengangguk.


" Dia anak pertama saya dan ini kembarannya " Jawab Miska.


Tania diam disamping Reka yg juga sama diamnya.


" Hm apa boleh kami masuk,karna hubungan saya dan anak saya kurang baik saat ini dan kami ingin meluruskannya " Kata Denis.


" Oh,baik tidak masalah " Kata ibu kost mengizinkan.


Denis tersenyum,lelaki itu pun segera keluar tak sabar lagi ingin berjumpa dengan anak gadisnya.


Mereka semua berjalan kerumah,Reka merasa ada yg tidak beres.


Pria itu berpirasat kalau Rania tidak ada lagi didalam.


" duh semoga aja ngga " Batin Reka menepis pikirannya.


Beberapa kali Rania dipanggil tapi tidak ada sahutan.


" Buka aja Bu " Kata Miska tak sabaran.


Kunci pun dikeluarkan,dan pintu rumah dibuka tanpa izin.


Hening....


Tak ada apapun,kost itu terlihat sepi pengunjung.


Tania dan Miska langsung menuju ruang kamar dan alangkah terkejutnya kedua tersebut melihat Rania memang tak ada disana.


" Bagaimana ini Ma ?" Tanya Tania langsung pucat.


" Kamu yakin ada Rania ?" Tanya Miska mulai ragu.


" Iya Ma,semalam aku debat sama Kakak " Jawab Tania.


Denis berada diambar pintu dengan wajah kecewanya.


Yap,sang anak benar2 tidak ingin menemui dirinya lagi.


" Pa " Panggil Tania sedih.


" Kakak kamu beneran ga mau lihat Papa lagi " Ucap Denis lirih.


" Papa hiks hiks " Tania mulai menangis.


Sungguh hatinya tergores melihat raut wajah Denis yg tak bisa menyembunyikan kesedihan.


Miska berjalan kedapur bersama Reka,keduanya saling melihat saat pintu dapur tersebut tidak terkunci.


" Dia keluar dari sini " Ucap Reka pelan.


Miska melihat Reka dan wanita itu menunduk dalam.


" Semalam kami sudah berusaha bujuk Bu,tapi Rania masih kekeh tidak mau menerima Tania masuk "Ucap Reka.


" Iya ga papa Rek " Balas Miska berjalan lesu kedepan.


Reka menghela nafas,pria itu bisa merasakan kesedihan orang tua Rania dan Tania tersebut.


" Sepertinya dia sudah pindah tanpa pemberitahuan " Kata Ibu kost sambil menunjukkan uang 300.000 dan sepucuk surat kecil.


Denis mengambil surat itu dan tertulislah pesan singkat.


" Maaf Bu,Rania ga jadi perpanjang kost bulan ini,,maaf kalo telat bayar bulan lalu,makasih udah terima aku disini,wassalam " Tulis Rania dengan kertas seadanya.


Denis menyeka ujung matanya,pria itu terlihat ingin sekali menangis,tapi ia kalah malu dengan semua orang.


" Ayo Pa " Ajak Miska keluar.

__ADS_1


Denis mengangguk,mereka semua pun keluar dari kost tersebut.


Denis menuju mobil tanpa bicara,lelaki itu kehabisan kata2 menghadapi putrinya tersebut.


" Kak makasih ya udah mau tolong aku " Ucap Tania kepada Reka.


" Iya sama2 " Jawab Reka tersenyum


" aku pulang dulu Kak " Balas Tania lagi.


Reka mengangguk,mobil Denis pun melaju meninggalkan Reka sendirian dengan motornya.


" Ya ampun Rannn,sedalam ini luka kamu sampe harus berbuat nekad " Ucap Reka tak percaya.


Lelaki itu pun juga ikut pulang kerumahnya sendiri.


Ditempat lain,2 anak manusia tidur dengan lelap.


Terlihat keduanya begitu lelah hingga tak sadar sudah terang menderang.


Tring tring....


Bunyi ponsel terdengar sangat berisik meminta untuk diangkat.


" Duhhh " ucap Rania menutup telinganya


Tring tring....


Panggilan bercampur alarm terus berkumandang membuat Rania tak tahan lagi.


" Syadddd " Panggil Rania serak.


Arshad masih tidur dengan posisi tengkurap.


" Angkat dulu napa Syaddd,brisik nihhh " Kata Rania mulai mengamuk.


Arshad bergerak dan melenguh pelan.


Pria itu meraba nakas dan mengambil ponselnya.


" halo " Sapa Arshad serak.


" Dikamar,kenapa Pa ?" tanya Arshad dengan mata terpejam.


" Kamar mana ?" Jawab Aktam gemas.


Arshad membuka matanya dan mengernyit.


" Aku dimana ?" Tanya Arshad linglung.


" Ck,kamu ngigo ya,cepetan pulang " Titah Aktam


Arshad mengusap matanya dan melihat sekeliling.


" Ran " Panggil Arshad.


Rania diam tak menjawab.


" Ran siapa Syad ?" Tanya Aktam kedengeran.


" hah em ya Pa aku pulang " Jawab Arshad mengalihkan.


" Syad kamu tidur sama cewek ya ? Kamu dimana Syad ?" Tanya Aktam beruntun.


" Aku pulang sekarang Pa " Jawab Arshad kelabakan.


" Papa aduin Mama kamu nih ya " Ancam Aktam.


Ck,decak Arshad kesal dengan keemberan mulut papanya tersebut.


Panggilan terputus,Arshad berdiri dan bersiap2 pergi.


" Mau kemana Syad ?" tanya Rania serak dengan mata menyimpit.


" Pulang,kenapa kamu ga bangunin aku ?" Tanya Arshad merenggangkan otot2 tubuhnya.


" Kan aku juga tidur sama kamu " Jawab Rania menguap lebar.


" ya udah aku pulang dulu " Balas Arshad.

__ADS_1


Rania mengangguk.


Pria itu berjalan keluar dan kembali dipanggil Rania.


" Apa ?" tanya Arshad berbalik badan


" Makasih banyak " Jawab Rania tersenyum


Arshad yg tadinya datar langsung tersenyum.


" Iya sama2,kamu disini aja nanti aku kembali " Jawab Arshad.


" Eh duit hotelnya gimana ? Aku tf ya " Kata Rania teringat.


" Beli cilok aja " Jawab Arshad.


" 500 ribu ?" Tanya Rania polos.


Arshad menggeleng pelan,pria itu pun langsung pergi menutup pintu dari luar.


" Meledak Syad makan cilok 500ribu " Kata Rania masih dengan wajah polosnya.


Karna masih mengantuk,gadis itu pun melanjutkan tidur panjangnya seharian.


Ia sudah minta izin tidak bekerja dulu hari ini.


Dirumah besar,Aktam menelan ludah kasar melihat istrinya yg baru selesai mandi.


" Habis nelfon siapa Pa ?" Tanya Lulu merapikan rambut.


" Hah,bukan siapa2 " Jawab Aktam


Lulu mengernyit melihat tingkah suaminya yg tak seperti biasa.


" Aku em mandi dulu " kata Aktam berjalan cepat.


Lulu mengangguk,wanita itu melihat hape suaminya dinakas dan merasa curiga.


" Jangan2 dia nelfon cwek " Gumam Lulu mulai sensi.


Dengan hati2,wanita itu mengambil hape Aktam dan mmebawanya keluar.


Dengan cepat Lulu mengecek chat dan panggilan.


" Arshad ?" Gumam Lulu mengetnyit.


" Kenapa dia nelfon Arshad sepagi ini ?" Lanjut wanita itu heran.


Stau Lulu anaknya berada dikamar karna terakhir kali bertemu semalam.


Tak ingin Aktam curiga dengan kelancangannya,wanita itu menaruh hape Aktam ditempat semula.


Diluar,Aktam baru sampai rumah.


Lelaki itu melihat sekitar dan langsung berlari saat dirasa aman.


" Syad " Panggil seseorang membuat langkah kaki Arshad terhenti.


Pria itu menoleh kesamping dan mendapati neneknya berdiri melihat dirinya.


" Iya Nek " Jawab Arshad tenang.


" Kamu dari mana ?" tanya Nisa mengernyit.


" Oh dari luar " Jawab Arshad tersenyum.


" Belum mandi ?" Tanya Nisa lagi tanpa rasa curiga.


" Ini mau mandi " jawab Arshad.


" Hm ya udah,nanti jangan lupa sarapan " Kata Nisa berjalan kearah lain.


Arshad mengangguk dan kembali melangkah menuju kamarnya.


" Huuftttt untung Nenek ga banyak tanya " Gumam Arshad menghela nafas lega.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2