Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perintah


__ADS_3

Tak terasa kini sudah 1 minggu Laura hilang dari rumah,kondisi David cukup memburuk,lelaki itu jatuh sakit karna terus memikirkan anak angkatnya yang tak tau ada dimana.


Mereka semua sudah berusaha mencari bahkan Reno juga sudah turun tangan,tapi mereka tak menemukan hasilnya.


Seluruh kota sudah dicari hingga keplosok tapi belum ada tanda Laura ditemukan.


Reno bilang terakhir kali Laura terbang ke kota J dan hilang disana.


Bahkan dikota itu pun sudah dicari tapi tak menemukan adanya Laura.


Bara merasa menyesal karna tak sempat menahan Laura saat itu,karna penerbangannya juga sudah dekat,pria itu pikir Laura memang berangkat liburan dan kedua orang tuanya tau,tapi kenyataannya gadis itu berbohong dan kini hilang tak tentu arah.


David mengusap kepalanya pusing memikirkan nasib putrinya.


" Pa,ayo makan dulu " Tegur Cila masuk kekamar.


" Aku ngak laper Yank " kata David menoleh.


" Jangan gini dong Mas " Kata Cila sedih.


David diam dan menatap jendela kamarnya.


Bayang2 Laura kecil sedang bermain sepeda didepan rumah pun terngiang ngiang dikepala lelaki itu.


Sungguh David merindukan putrinya,apalagi saat sakit biasanya Laura yang akan sangat sibuk dan over posesif terhadapnya,tapi kini gadis itu seolah hanya tinggal bayangan.


" Semua orang sedang berusaha Mas,aku yakin Laura bakal kembali kerumah " Kata Cila memberi semangat.


" Ya aku juga berharap begitu,anak ku gadis yang baik " Kata David tersenyum.


Cila menahan air matanya,untuk pertama kalinya David begitu terpukul,bahkan saat Vero kecelakaan dulu pria itu masih kuat tapi mengapa sekarang lelaki ini terlihat sangat rapuh ?


" Ayo makan dulu,nanti kita cari Laura " kata Cila tegas.


" Apa kamu sudah telfon nomornya lagi ?" tanya David.


" Sudah dan tetap tidak aktif " kata Cila menghela nafas.


" Apa dia sangat membenci kita ?" Gumam David sedih.


Cila memejamkan matanya,wanita itu sudah lelah melihat kondisi rumahnya kian berantakan.


Bukan hanya David yang merasa bersalah,Vero juga melakukan hal yang sama bahkan pria itu selalu keluar rumah mencari Laura diluaran sana meski pun ia tau sang Kakak tak ada lagi di kota ini.


" Sudah lah Mas,Laura akan kembali jika dia masih sayang sama kita " kata Cila mulai jengah.


" Dia memang sayang sama kita Cila,tapi kita yang membuat dia menderita !" Kata David semakin sedih.


" Kita tak pernah memaksakan dia Mas,dia yang suka rela mau " Kata Cila meninggikan suaranya.


" Ya karna dia punya hati yang lembut " Kata David tersulut.

__ADS_1


" Ah sudah lah,pusing aku ngomong sama kamu " Kata Cila menaruh kasar piring di meja dan langsung keluar dari sana.


David menghela nafas untuk kedua kalinya mereka kembali berkelahi sejak Laura pergi.


" Kamu selalu mementingkan Laura,sedangkan aku dan Vero seolah tak mau anggap Mas " Teriak Cila dari luar.


" Aku seolah tak ada lagi artinya dimata kamu,dia yang meninggalkan kita Mas,aku tidak pernah mengusir Laura dari rumah huhuhu " Kata Cila langsung menangis.


David yang mendengar dikamar hanya bisa menghela nafas kesal dengan hidupnya yang kini mulai berantakan.


Tanpa mereka ketahui,Vero baru saja pulang dan ingin masuk kedalam rumah,tapi mendengar pekikan ibunya dan tangisan pilu Cila membuat langkah pria itu terhenti.


" Sampai kapan kamu pergi Kak,rumah kita sangat kacau " Gumam Vero sedih.


Lelaki itu kembali melangkah keluar untuk menenangkan hati dan pikirannya.


Cila terus menangis frustasi,begitu pun David yang tak bisa berfikir jernih saat ini,pria itu selalu menyalahi dirinya yang tak bisa memberi Laura kebahagiaan,karna memang Laura sudah banyak berkorban demi mereka.


Ditempat lain,seorang gadis terlihat berkeringat.


Pagi ini setelah Justin berangkat bekerja Laura langsung membersihkan apartemen.


Laura tak tahan melihat sampah bertumpuk didapur dan lantai sudah lengket.


Kata Justin pihak kebersihan akan datang seminggu sekali,jadi lelaki itu terlihat tenang2 saja,beda hal dengan Laura yang sudah terbiasa bersih2 tinggal bersama orang tuanya,bahkan saat dirumah Cila gadis itu menyapu pagi dan sore hari.


" Huh,sekarang aku bisa bernafas lega " Gumam Laura menyeka keringatnya melihat ruangan kembali bersih.


Suara deringan telepon rumah terdengar nyaring,Laura yang ingin mencuci kain pel pun terhenti sejenak dan melihat kearah suara.


" Siapa yang nelfon ?" Gumam Laura heran.


Selama tinggal bersama Justin gadis itu belum pernah sekali pun keluar rumah atau bersapa dengan tetangga,karna Justin sangat melarangnya apalagi jika gadis itu keluar sendiri.


Bukan apa Justin melakukan itu karna ia tau,Laura kurang paham bahasa yang digunakan dan juga tak tau arah jalan.


" Duh angkat ngak ya ?" Gumam Laura bingung.


Suara semakin nyaring,Laura yang kepusingan pun berjalan mendekat dan mengangkat telepon.


" Halo " Sapa Laura pelan.


" Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya ?" Tanya seseorang diseberang terdengar kesal.


" Aku aku sedang mengepel " Kata Laura gugup.


" Uh oke,sebentar lagi ada kiriman bahan2 makanan,kamu ambil dan berikan tips kepadanya " Titah Justin.


" Kamu sudah membayar tagihannya ?" tanya Laura mengernyit.


" Sudah,kamu tinggal kasih tips saja,ambil uang di dompet ku " Kata Justin tegas.

__ADS_1


" Dimana ?" tanya Laura bingung.


" Lihat dikantong celana yang aku pakai kemarin "


" Baiklah " Balas Laura mengerti.


" Dan satu lagi " Kata Justin menahan gadis itu menutup telepon.


" Apa ?" tanya Laura heran.


" Buatkan aku makan siang,nanti kamu turun kebawah orang ku akan menjemput "


" Makan siang ?" Tanya Laura bingung.


" Ya,bawa ke kantor "


" Bukankah aku tak boleh keluar ?" Tanya Laura bingung.


" Lakukan saja " Kata Justin tegas.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Laura yang ingin protes pun mengurungkan niatnya.


" Huh seenaknya aja " Kata Laura kesal.


Beberapa hari tinggal bersama Justin,Laura merasakan penuh duka cita,pria itu membuat Laura bingung.


Kadang Justin terlihat sangat manja dan manis,kadang juga pria itu berprilaku kasar dan posesif membuat kepala Laura pusing.


Apalagi jika lelaki itu baru pulang bekerja,Laura seperti babu yang harus siap siaga melayani nya.


Ting nong ting nong...


Bel rumah berbunyi,Laura yang sedang mencuci tangannya pun langsung berlari kekamar mencari dompet Justin karna ia yakin itu pasti orang suruhan Justin tadi.


Dan benar saja saat Laura membuka pintu,seorang pria bertopi membawa 2 plastik besar berisi bahan makanan.


Tanpa basa basi Laura langsung mengambil plastik itu dan memberi 2 lembar uang dolar kepada si petugas meski ia tak tau berapa jumlah uang itu jika di nominalkan menjadi rupiah.


" Thank you Madam " Ucap si pria terlihat melotot melihat uang tersebut.


" Sama sama,eh maksudnya em your Welcome " Kata Laura kecoplosan karna tak terbiasa.


" No problem " Ucap lelaki bule tersebut tersenyum paham.


Laura langsung menutup pintu dan menguncinya saat si pelayan sudah berbalik badan.


" Aku harus masak apa hari ini untuk menyenangkan lelaki gila itu ?" gumam Laura bingung melihat banyak bahan2 makanan di dalam plastik besar..


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2