Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Awal


__ADS_3

Hani dan Reka masih berdebat,pria itu mengalah untuk gadis tersebut.


Reka takut Hani beneran pergi menjauh mengingat gadis itu bukan gadis yg lemah dengan keadaan.


" Oke2 baiklah " Ucap Reka mengangkat tangannya.


Hani diam dengan mata berkaca kaca,gadis itu terlihat terpukul bukan merasa senang dengan permintaan Reka barusan.


" Oke Han,aku tidak akan memaksa " ucap Reka lembut.


" Aku gak bisa Rek " ucap Hani ingin menangis.


Reka mengangguk dan mengangkat tubuh Hani yg berjongkok di rumput.


Beberapa orang melihat kearah mereka dengan wajah bingung,ada yg menyebut Reka kdrt ada juga yg menyebut Hani ketahuan selingkuh.


" Ayo kita pulang dan kau bisa lupakan semua yg aku ucapkan tadi " kata Reka lembut.


" Aku sayang sama kamu Rek,tapi aku belum bisa " Kata Hani sedih.


" Iya aku mengerti,kamu bisa pinta aku kapan saja jika kamu sudah siap " kata Reka tersenyum.


Hani mendongak,wajah pria itu terlihat menahan kecewa tapi Reka sebisa mungkin tetap tersenyum.


" Kita pulang ya besok mau nguli lagi " Kata Reka terkekeh.


Hani melihat lelaki itu dan tersenyum kecil.


" Kamu marah sama aku ya ?" tanya Hani mengkrucut.


" Gak kok,ya aku bisa ngerti perasaan kamu " Jawab Reka.


" Gak usah pikirin aku Han,aku bisa mengatasinya sendiri " kata Reka lembut.


" Tapi Han " Ucap Reka pelan.


Hani melihat pria tersebut dengan mata berbinar.


" Kamu bisa gak tidak usah berhubungan lagi sama Daniel,aku risih " kata Reka hati2.


" Kenapa ?" tanya Hani terkejut.


" Itu gak bener Han,kamu harus melihat istri Daniel " Jawab Reka.


" Dia akan meninggalkannya " Kata Hani pelan.


" Ya,aku tau Daniel lebih memilih mu daripada istrinya tapi kasihan anaknya Han,bayi itu tidak berdosa " Kata Reka lembut.


Hani diam sejenak,sekilas masa kecilnya terperanhkap dikepala gadis itu dimana dulu Ayahnya secara terang2an menyakiti hati sang ibu.


" Bolehkah aku balas dendam atas kejadian masa lalu yg gak aku suka ?" tanya Hani mendongak.


" aku tidak tau apa masa lalu mu dan bagaimana kamu tumbuh menjadi gadis kuat,tapi Han,posisikan dirimu menjadi ibu mu dulu saat ini " kata Reka serius.


" Ayo pulang " Kata Hani tak mengubris.


" Han " Panggil Reka menahan.


Hani mengibas tangannya dan berjalan menjauh.


Pikiran gadis itu kembali terombang ambing.


Kisah kelamnya tak ingin pergi,setiap masalah pasti Hani selalu teringat akan masa kecil yg tidak bahagia.


Reka menghela nafas panjang dan mengikuti langkah kaki gadis tersebut.


Hani memang sensitif jika berurusan dengan orang tua,ia seperti memendam kebencian yg lumayan parah dengan seorang lelaki.


Reka mencoba memahami,mungkin penolakan Hani terhadap dirinya juga merupakan salah satu cara agar hubungan pertemanan mereka tidak retak.

__ADS_1


Didalam mobil seorang pria berkendara dengan hati2.


2 orang gadis dalam mobilnya sudah tertidur,bahkan Angel yg awalnya sangat berisik kini diam tak sadarkan diri.


Gadis itu kelelahan,Vero mengantar Angel sampai kerumah besar karna takut Ana akan mengamuk jika ia tak membawa anak gadisnya pulang dengan selamat.


" Duh berat juga nih bocah " Ucap Vero saat akan menggendong Angel.


Pria itu menggulung lengan bajunya dan mencoba lagi.


Sofia masih dalam mobil,gadis itu meringkuk bersama boneka kucing kesayangannya.


" Ngapain Ver ?" tanya seseorang menepuk bahu Vero.


Pria itu menoleh kaget dan mendapati Prito berdiri dibelakangnya.


" Nih Bang si Angel ketiduran " kata Vero menunjuk.


" Kalian habis pergi main ?" Tanya Prito mengernyit.


" Iya nemenin Sofia tadi " jawab Vero jujur.


" Oh ya udah,biar aku aja yg bawa masuk " Kata Prito paham.


" Kuat gak Bang ? nih bocah berat banget " kata Vero ngeluh.


" Hehe kuat lah,biasa juga Abang yg gendong kalo dia tidur dibawah " Balas Prito terkekeh.


" Huh bisa encok Bang,anak gadis dah gede " kata Vero geli.


Prito tertawa pelan,pria itu pun mulai mengambil tubuh anaknya.


" Hmmm " lenguh Angel merasa terganggu.


" Ayo pulang,tidur gak tau tempat " Kata Prito gemas.


" Ayo lagi tembak aaaaaaa " Kata Angel malah mengingau.


Prito menarik nafas panjang,jika sudah mengigau berarti Angel sudah terbang mimpi terlalu jauh.


Dengan semangat 45 dan otot yg hampir keluar dari tempatnya lelaki dewasa itu mmebawa tubuh gadis remaja itu masuk kedalam rumah.


Vero bertepuk tangan takjub,meski terlihat lelah tapi Prito masih bisa bersikap sangat baik kepada anak nya.


Vero pun pulang,pria itu masih harus mengurus Sofia yg tertidur dibelakang.


Sesampainya dirumah pria itu terbaring disamping sang putri.


Suasana rumah sangat sepi,hanya mereka berdua yg menempati rumah mewah tersbut.


" Huhhh melelahkan sekali " Ucap Vero lirih.


Pria itu merasa lelah,bagaimana tidak dari pagi hingga sore ia bekerja sangat giat dan malamnya dilanjutkan menemani anaknya bermain karna Sofia merasa suntuk.


Lama berbaring akhirnya pria itu bangun dari tidurannya dan berjalan menuju kamar mandi.


Vero butuh penyegaran,semua tubuh ia guyur dengan air dingin.


Sensasi menyegarkan langsung menerpa otaknya yg sempat memanas.


Setelah semua selesai,lelaki itu keluar dari kamar dan bisa beristirahat dengan tenang.


Vero sejenak melupakan pertemuannya dengan Hani tadi karna pria itu sedang tak ingin memikirkan banyak hal.


Ditempat lain,seorang pria datang kerumah seorang gadis.


Hani yg diantar Reka langsung terkejut melihat pria yg ia kenal tersebut.


" Ridho " Ucap Hani pelan.

__ADS_1


Lelaki yg sedang merokok sambil berjongkok tersebut menoleh dan diam.


" Kamu disini ?" tanya Hani turun dari motor.


Reka diam saja melihat pria tersebut.


" Iya kamu dari mana ?" tanya Ridho sambil melirik Reka.


" Aku em habis pergi main " Jawab Hani menelan ludah kasar.


Ridho bangkit dari duduknya dan berdiri menjulang didepan Hani.


" Kamu kenapa disini ?" tanya Hani mencoba tenang.


" Aku merindukan mu " jawab Ridho.


" Hah " pekik Hani kaget.


Reka masih diam melihat lelaki tersebut.


" Sudah lama kita tak bertemu Han " kata Ridho memegang wajah Hani.


" Lepaskan tangan mu !" kata Reka mulai tersulut.


Ridho terkejut dan melihat Reka dengan senyum miringnya.


" Mundur Hani " kata Reka turun dari motor.


" Pulang lah " kata Hani kepada Ridho.


" Dia kekasih mu ?" tanya Ridho terkekeh.


Hani diam tak menjawab..


" Aku pikir kau gadis yg polos ternyata cabang mu banyak juga " kata Ridho tersenyum smirk.


" Apa maksud mu ?" tanya Hani mengernyit.


" Kau pura2 tidak tau atau memang begitu trick menarik pria kaya ?" tanya Ridho lagi.


Hani semakin bingung dengan lanturan pria tersebut.


Ridho mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah gambar.


" Kau kenal pria ini bukan ?" tanya Ridho.


Hani melihat gambar dan terkejut.


" Kau tau pertengkaran hebat sedang terjadi saat ini dan kau malah berasik pacaran dengan pria lain ?" Kata Ridho maju.


Bugh.....


Pria itu langsung mendapat bogeman mentah dari Reka yg dari tadi sudah geram setengah mati.


" Tutup mulutmu dan pergi dari sini !" Usir Reka menarik kerah baju Ridho.


" Rek sudah Rek " Ucap Hani menahan Reka.


Reka yg sudah sangat emosi mengibas tangannya dan kembali menghajar Ridho.


" Kakak mu yg memulai semuanya dan dia juga yg harus bertanggung jawab !" Bentak Reka berdesis.


Bugh.....


Reka mendapat balasan yg cukup menyakitkan wajah membuat Hani terkejut bukan main.


" Aku tidak masalah siapa yg dicintai Kakak ku,tapi jangan Hani karna aku juga menyukainya !" Bentak Ridho mendorong Reka hingga terjatuh.


Hani semakin melototkan matanya dengan wajah terkejut yg luar biasa.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2