
David dan Rehan bergoncengan ke tempat usaha yang akan mereka rintis.
Tak ada pembicaraan apapun selama perjalanan mereka fokus berkendara ditengah macetnya jalanan ibukota.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah tempat yang masih direnovasi.
" Selamat pagi Pak " Sapa seorang tukang bangunan saat melihat David.
" Pagi " Jawab David hangat.
Rehan ikut menunduk hormat menghargai pria diatas mereka itu.
" Gimana udah mau selesai belum ?" Tanya David melihat2 ruangan.
" Sudah Pak,tinggal dibersihkan saja " Kata pria bertopi itu sopan.
" Oke,kalo semua udah beres tolong dikabari ya Pak,biar saya enak bayar jasanya " Kata David tersenyum.
" Siap Pak " Kata pria itu hormat.
David mengangguk dan berlalu dari sana.
Prok prok prok....
Rehan bertepuk tangan dibelakang David.
" Lo kenapa ?" Tanya David heran melihat pria itu.
" Gila Vid,lo keren banget tau mirip bos2 besar gitu " Kata Rehan takjub.
" Hahah bisa aja lo,Bos apanya mulai aja belum " Kata David merendah.
" Ya kan bentar lagi jadi Bos " Kata Rehan tertawa.
" Dah lah,yuk liat kebelakang " Ajak David.
Rehan mengangguk dan mengikuti langkah pria itu.
Saat mereka sampai disana,terlihat satu buah truck pengangkut sedang menurunkan satu persatu barang pesanan David.
" Wah sebanyak ini ?" Tanya Rehan kaget.
" Ya lumayan harganya murah jadi langsung beli aja " Kata David terlihat serius melihat atraksi pria yang menurunkan bahan2 kayu.
" Oh,terus nanti kita juga pasti butuh pengrajin ?" Tanya Rehan.
" Iya,Cila udah cari orang yang bisa bikinin beberapa furniture,gue ambil orang desa karna disana mereka jago bikin2 kayak gituan " Kata David menoleh ke Rehan.
" Terus gue kerjaan nya apa ?" Tanya Rehan cengengesan.
" Nanti lo dibagian marketing sama pengawasan " Jawab David santai.
" Tapi gue...
" Udah,lo nurut aja gue udah ngeluarin modal banyak nih,jangan kecohin gue " Potong David.
" Iya,gue bakal usahain yang terbaik " Kata Rehan menyerah.
David menggangguk dan melihat kayu2an yang akan mereka gunakan nanti.
David sudah berpikir matang akan bisnis nya kali ini,sebelumnya pria itu sudah bertanya ke Beni dan Reno akan niatnya itu dan bersyukur David mendapat dukungan penuh dari 2 pria itu.
Beni bersedia menjadi pemasok bahan2 untuk usaha menantunya begitu pun Reno yang juga akan membantu mepromosikan produk meski harus pakai tanda tangan kontrak.
David dan Rehan pun mulai melihat desain2 gambar yang sudah David gambar beberapa bulan yang lalu dan melihat target pasar yang akan mereka jajahi.
__ADS_1
Di rumah sederhana,terlihat seorang bocah asik bermain dengan spatula Mama nya.
" Adek jangan " Larang Zaiva menjauhkan spatula itu dari tangan Vero.
Cila sedang asik membersihkan rumah setelah selesai memberi Vero makan.
Kini Vero sudah memasuki umur 1 tahun,bocah itu pun sedang aktif2nya bermain.
Karna sudah bisa merangkak sendiri,bocah itu merelakan spatulanya diambil dan mendekati lemari perabotan rumah Cila.
Laura yang sedang belajar membaca tak menghiraukan bocah itu bermain sendiri.
" Ma ma de de made in c chi na ana china,made in china " Kata Laura belajar mengeja.
" Ja ja nga an di idi ba ban ti ng banting,jangan dibanting " Kata Laura masih berusaha membaca kardus perabot rumah yang baru Cila beli.
Praaaaaaaaankkkkkkk....
Tanpa bocah itu sadari Vero mengambil mangkuk beling Cila dilemari dan membanting nya.
Laura kaget bukan main,begitu si pelaku yang ikut kaget.
" Huaaaaahuaaaaaaa " Vero menangis kencang karna terkejut dengan suara mangkuk pecah menghantam lantai.
Diluar rumah,Cila yang sedang beristirahat di ayunan depan rumah pun kaget bukan main dan langsung berlari masuk kedalam.
" Ada apa ini ?" Tanya Cila dengan jantung berdebar.
" A ak u,eh Ve ro pecahin mangkuk Tante " Kata Laura ketakutan.
Cila melotot kaget dan melihat kearah anaknya.
Terlihat Vero masih menangis ketakutan disamping pecahan.
Vero berusaha mengambil pecahan gelas dan menunjukkanya ke Cila.
" Huahuaaaa huaaaaa " Vero kembali menangis kencang.
Cila langsung menggendong anak itu menjauh dari pecahan beling.
" Jangan dekat2 disana " Pekik Cila kembali kaget saat Laura dengan berani menyentuh pecahan.
" Aku mau bersihin Tante,ini bahaya buat Vero " Kata Laura polos.
" Aduh jangan,itu juga bahaya buat kamu " Kata Cila seraya menenangkan Vero yang masih menangis.
Laura langsung mundur takut.
" Cup cup sayang jangan nangis nanti Mama kasih es cream mau ?" Rayu Cila kepada bocah kecil itu.
Vero terdiam sejenak melihat raut wajah ibunya.
" Suer,tapi nanti ya kalo Mama udah selesai beresin rumah " Kata Cila serius.
Vero menyelesik seolah memastikan omongan Cila bisa dipegang atau tidak.
" Ya elah ni bocah kagak percaya banget sama emaknya " Gerutu Cila gemas melihat wajah serius Vero.
" Iya Vero,nanti Mama kamu beliin es cream " Kata Laura ikut membujuk.
Vero kembali melihat Laura menyelisik dan detik berikutnya senyum bocah itu pun tampak disana,seolah percaya dengan perkataan Laura.
Vero pun mengacungkan tangannya untuk digendong Laura.
" Iya2 sabar " Kata Cila malas.
__ADS_1
" Sebenarnya aku apa Laura sih Mama nya kenapa Vero lebih percaya Laura dari pada aku " Gerutu Cila kesal.
Kini Vero sudah beralih ke Laura,dan yang membuat Cila makin kesal Vero langsung tertawa girang saat Laura bermain cilub ba bersamanya.
" Hehe yang sabar ya Te " Kata Laura tertawa melihat wajah mengkrucut Cila.
" Huh,awas aja ya kamu nanti minta mimik sama Mama,hari ini Mama segel " Kata Cila menutup dadanya dengan tangan.
Vero terlihat tak perduli dan malah tertawa melihat wajah Cila.
" Dah sana dulu,biar Tante urus pecahan ini " Usir Cila.
Laura mengangguk dan berjalan miring sambil menggendong Vero yang lumayan berat.
Malam harinya setelah selesai makan malam,Cila,David dan Vero sudah berada dikamar.
Rehan sudah mengontrak tak jauh dari pabrik,dia tak ingin berlama lama menyusahkan sahabatnya.
" Mas,gimana hari ini ?" Tanya Cila seraya menyusui Vero yang akan terlelap.
" Ya gitu lah,masih aman2 aja " Kata David memainkan kaki bocah itu.
Vero yang ingin tidur pun tak jadi saat kakinya di gelitiki David.
" Sayang tidur dongg " Rengek David kepada Vero.
" Gimana mau tidur kalo kakinya kamu klitikin " Hujat Cila menampar lengan pria itu.
David terkekeh pelan dan berbaring telentang.
Angin malam memasuki kamar itu ditambah putaran kipas angin yang ikut mendinginkan kamar.
" Cil " Panggil David pelan.
" Hm " Jawab Cila memejamkan mata.
" Hm masih sakit ngak ?" Tanya David ambigu.
" Apa nya ?" Tanya Cila membuka mata.
David mengusap wajahnya dan menggeleng cepat.
Cila yang melihat tanda2 aneh dari suaminya pun menelan ludah kasar.
" Hehe " Kata David cengengesan sambil menunjuk dada terbuka Cila dengan bibirnya.
" Gawat " Gumam Cila mulai deg degan.
" Hehe " David masih cengengesan memainkan 2 jari telunjuknya saling bertabrakan.
" Deeeekkk tolongiiin Mama donggg,jangan tidur duluuuuu,Mama capekkkk " Batin Cila berteriak kepada anaknya.
Vero terlihat santai masih asik meminum asinya.
" Yaaaaaaankkkkk " Rengekk David semakin menjadi jadi.
" Astagfirullah itu apa gede banget " Kata Cila pura2 kaget.
David yang sedang pengen pun ikut kaget dan melihat kearah telunjuk Cila.
" Apa nya yang gede,cicak emang sgitu ukurannya " Gerutu David kesal saat tau yang Cila tunjuk hanya seekor cicak kecil didinding kamar.
" Hehehe " Kata Cila cengengesan.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment yaa