
Sore harinya rumah Cila kedatangan seorang bocah laki2 membawa tas punggung.
Yap,anak Nita menyusul ibunya dikota lantaran besok hari libur.
Bocah kelas 6 dengan tas punggung itu celingak celinguk didepan rumah sambil memegang selembar kertas.
David yang baru pulang kerja mengernyit melihat bocah asing itu.
" Cari siapa Dek ?" Tanya David menegur.
" Cari Emak aku Om " jawab bocah itu sopan.
" Emak kamu ?" Ulang David.
" Iya,Emak ngasih alamat ini sama aku " Jawab Bocah itu polos memberikan kertas.
David membacanya dan mengernyit.
" Anatasya " Gumam David heran.
" Alamatnya emang bener tapi gak ada nama Anatasya disini " Kata David tenang.
" Masa sih Om ?" tanya Bocah itu ingin menangis.
" Iya " Kata David menggaruk kepala.
Tin tin...
Suara motor terdengar,2 lelaki itu berbalik badan dan kaget melihat 2 ibu2 mendekat kearah mereka.
" Emaaaaakkkkk " pekik bocah itu heboh.
" Amat " Panggil Nita menepuk bahu Cila untuk berenti.
Cila hampir menabrak David,lelaki itu langsung berpindah tempat.
" Bener2 dong Yank " Kata David kesal.
" Maaf Yank,ngeremnya kelamaan " kata Cila terkekeh.
" haist untung gak nabrak kaki aku " Kata David mendengus.
Cila cengengesan dan turun dari motor.
" Mak,Om ini bilang gak ada nama Anatasya disini " Lapor Amat.
" Emang gak ada,Bibi kamu nih pake nama samaran " kata Nita ingin menjitak kepala Cila.
" Jadi kamu Anatasya nya ?" tanya David melotot.
" Hehe iya Yank,bagus kan kayak difilm2 barat itu loh " Kata Cila tanpa dosa.
" Astagaaaaa " David menepuk jidat tak percaya.
Amat mendengus kesal di kibuli oleh perempuan itu.
" Pantesan aku cari keliling gak ada yang namanya gitu " kata Amat gemas.
" Ayo kita potong ayam buat gantiin nama kamu " Ajak David.
" Ehhh jangan dong " kata Cila kaget.
David menggeleng pelan dan masuk kedalam rumah.
" Ayo masuk " Ajak Cila kepada Nita dan Amat.
Ibu dan anak itu mengangguk masuk kedalam rumah.
Didapur,sepasang kekasih terlihat sangat sibuk.
Cila meminta keduanya memasak makan malam,Vero tak keberatan lelaki itu sangat bersemangat menemani Hani membuat beberapa menu.
__ADS_1
" Wah2 rajinnya " Ucap David saat masuk kedapur.
" Eh Papa udah pulang,mau kopi Pa ?" Tanya Vero ramah
" Boleh " Jawab David semangat.
" Yank " Panggil Vero kepada Hani.
David yang tadinya tersenyum langsung memasang wajah datar,ia pikir Vero yang akan membuatkan kopi tapi kenyataannya malah Hani yang disuruh.
" Bentar ya Pa aku nirisin ikan goreng dulu " Ucap Hani sopan.
" Iya " Jawab David menarik kursi.
Ada banyak gorengan diatas meja,lelaki itu dengan ceria mencomot satu dan mulai memakannya.
Tak ada makanan mahal seperti cake ibukota atau spageti,dirumah David selalu menyajikan menu sederhana meski punya uang banyak rumah besar dan mobil.
Bukan pelit hanya saja,David dan Cila sudah terbiasa hidup sederhana sejak mereka menikah bahkan untuk makan pun dulu hanya keduanya yang mengetahui bagaimana sulitnya mencari sesuap nasi.
Meskipun Cila wanita bar2 tapi Cila berani pasang badan untuk keluarga kecilnya.
Magrib menjelang,seperti biasa rumah itu akan sedikit ramai karna Cila akan memarahi Vero yang lama gerak.
" Cepetan Vero astaga kamu kayak orang habis lahiran aja jalannya lama bener " Gerutu Cila gemas.
" Iya Ma sabar ini mau pake sarung " Kata Vero kesal sambil mencari sarungnya di lemari.
" Ck,gak malu apa sama Amat yang udah siap dari tadi sama Papa kamu " Cibir Cila.
" Haistt Mama sana dulu napa,aku gak bisa mikir ini kalo Mama marah2 " Usir Vero.
" Kurang ajar kamu ya,orang tua bilangin malah melawan !" kata Cila garang.
Vero mencat2 kesal,lelaki itu sakit kepala dengan Cila yang tak mengerti kata sabar dan lebih parahnya Vero malu kepada Amat yang pasti akan menertawainya nanti.
Cila mendengus berjalan keluar sambil ngomel2.
" Hani " Panggil Cila melihat Hani baru ingin berlari.
Cila menggeleng pelan dan berjalan kesana.
Terlihat David melihat Amat yang sedang mengumandangkan azan.
Ternyata bocah kecil itu mempunyai suara yang bagus hingga membuat David terpana.
Cila berdiri disamping Nita yang baru selesai wudhu.
Semua orang diam tanpa suara.
" Allahuakbar Allahuakbar,Lailahaillallah " Ucap Amat selesai.
" Udah Om " Kata Amat malu kepada David yang melihat dirinya.
David mengangguk pelan dengan senyum kecil.
Mereka pun mulai memenuhi shaf solat.
" Vero mana ?" tanya David menoleh kebelakang.
Grbkgrbukkk...
Suara berisik terdengar,muncullah kepala Vero dari dinding sambil cengengesan.
" Udah mulai ya ?" tanya Vero masuk menggaruk kepala.
" Haissst nih anak !" Gerutu Cila ingin menendang bokong lelaki itu.
Nita terkekeh geli begitu pun Hani yang menutup mulutnya ingin tertawa.
" Cepet jadi imam " Pinta David tegas.
__ADS_1
" Hah " Pekik Vero terbelalak.
Amat melihat Vero datar membuat Vero salah tingkah.
" Masa iya kamu kalah sama Amat " Kata David mengejek.
" heh mana bisa gitu " kata Vero tak terima.
" Ya udah cepet " Kata David santai.
Vero menoleh kebelakang dan kaget melihat manik Cila hampir keluar melihat kearahnya.
" I iya " kata Vero pasrah.
Lelaki dengan sarung biru itu pun berdiri paling depan.
Hani yang melihat Vero akan menjadi imam merasa menghangat.
Vero menarik nafas panjang dan mulai melakukan ikomat.
Tak lama solat pun dimulai,semua terlihat sangat kusyu,Vero pun tak main2 lagi jika sudah menghadap Tuhannya..
Beberapa menit kemudian,solat berakhir Vero menghela nafas lega karna tak ada kesalahan dalam membaca ayat2.
" Untung aja dulu diajarin Mama ngaji,coba kalo gak,bisa mati aku dikeleknya hari ini " batin Vero tersenyum.
Pria itu melihat David dan Cila saling bersalaman dengan mesra,Hani hanya melihat dengan senyum kecil.
Nita dan Amat langsung berlalu membiarkan keluarga itu bersama.
David memegang kepala Cila dan membaca sesuatu,Cila hanya diam memejamkan mata.
Setelah selesai,Cila tersenyum mengejek melihat Hani.
" Jangan iri ya " Kata Cila sombong.
" Hm " Jawab Hani malas.
" Sabar ya sayang,habis ini kita gak kalah romantis sama mereka " Kata Vero membesarkan hati Hani.
" Iya " Jawab Hani mengkrucut.
David mengusap kepala Hani dan keluar bersama istri sengkleknya..
Mereka pun makan malam bersama.
Disebuah rumah seorang wanita hamil terlihat sibuk didapur setelah solat.
Yap malam ini Laura sibuk mempersiapkan beberapa makanan untuk menyambut calon istri ayah mertuanya.
Justin dan Abraham ikut membantu wanita itu karna tak tega melihat Laura bekerja sendirian.
" Mana yang belum ?" tanya Abraham.
" Daddy siap2 aja,ini udah selesai kok tinggal bikin es buah " jawab Laura.
" Emang sekarang Daddy gak siap ?" tanya Abraham.
" Hm siap sih cuma ya masa iya nyambut cewek pake sarung hehe " Jawab Laura terkekeh.
" Iya Dad,nyetil lah biar keren " Celetuk Justin yang sedang mengerok isi melon.
" Haha Daddy ini sudah tua,gak perlu gitu2an lagi " Kata Abraham tertawa geli.
" Jangan sampe menyesal Dad,ntar Mama lihat penampilan Daddy gini yang ada malah dia batalin tuh temannya " Kata Justin menakuti.
" Ehh jangan dong,kan Mama kamu udah janji sama Daddy bakal cariin Daddy cewek " Kata Abraham takut.
Laura dan Justin langsung tertawa ngakak,pasangan itu juga merasa sangat geli dengan perjodohan ala2 orang tua yang diselenggarakan oleh Cila.
Dengan cepat Abraham berjalan keluar menuju kamarnya untuk berdandan.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.