
Kini tiba lah saat nya mereka sungkeman kepada orang tua,karna David yang harus memulai duluan pria itu seketika takut,sedih dan tak berdaya,ini yang tidak ingin David lakukan karna dia tak bisa melihat orang tua nya,David benar2 merasa sendiri tak ada satu pun sanak keluarga nya disana,semua hanyalah orang asing yang dia kenal baik.
David menghampiri ibu Rehan dan berdiam menatap wanita yang sudah berkaca kaca itu.
" Ibu " Panggil David lirih.
Ibu Rehan langsung menangis dan memeluk pria itu.
" David sendirian Bu " Kata David lirih.
" Kamu masih punya ibu Nak,ibu sudah menganggap mu anak sendiri " Kata Ibu Rehan memeluk pria tinggi itu.
" Apa salah David Bu hiks " David sungguh tak kuasa hatinya sangat hancur.
Dimoment seperti ini David sangat membutuhkan dukungan dari orang tua nya,tapi apa adaya dirinya tak seberuntung orang lain.
" Berbahagialah Nak,ibu yakin wanita yang kamu nikahi sekarang pasti akan membuat kamu bahagia "
David mengangguk tersenyum dan mengusap air matanya.
Cila hanya diam saja menatap nanar punggung suami nya yang bergetar,bahkan Cila tak tau siapa perempuan itu,Cila tak tau apapun tentang suami nya ini.
David beralih ke Rehan,mereka saling merangkul.
" Selamat Bro,semoga pernikahan loe langgeng " Kata Rehan berkaca kaca.
David mengangguk dan tersenyum getir.
Cila menyalami tangan ibu Rehan secara takzim.
" Tolong restui kami Bu " Pinta Cila menunduk hormat.
Ibu Rehan mengusap punggung Cila dan tersenyum disana.
" Ibu merestui kalian,berbahagialah dan tolong beri kehangatan keluarga kepada David jadi lah istri dan cahaya bagi David,dia sudah cukup menderita selama ini " Kata Ibu Rehan kembali menangis.
Cila mengangguk kecil dan tersenyum manis.
" Cila janji Bu,Cila akan memberi kebahagiaan untuk suami Cila " Kata Cila yakin.
Ibu Rehan tersenyum lembut,setelah menyalami 2 pendamping David.
Kini mereka beralih ke keluarga besar Cila.
David sudah menegang melihat Beni yang menatapnya tajam.
" Tidak apa2 " Kata Reno menenangkan.
David mengangguk dan duduk bersimpuh di depan Beni.
" Restui kami Aa ayah " Kata David terbata saat mencium punggung tangan Beni.
Beni tak kuasa menahan tangis nya,pria itu memeluk menantu nya dengan erat.
" Iya Nak,ayah merestui kalian bahagiakan putri ayah,dia segalanya bagi ayah jangan sakiti putri ku " Pinta Beni sambil menangis.
Pria yang biasa tegas itu kini memohon kepada menantunya agar memberi kebahagiaan untuk anak tirinya itu.
David menegang,dan berusaha santai.
" Iya Ayah,David akan berusaha " Kata David yakin.
Beni mengangguk dan menggenggam tangan David.
__ADS_1
" Ayah akan mempercayaimu "
David mengangguk kecil.
Kini giliran Cila yang menyalami Beni,gadis itu langsung menangis dan menghambur memeluk sang Ayah tiri yang sudah seperti ayah kandung baginya,pria yang selama ini memberi arti Cinta tanpa pamrih dan kebahagiaan tiada tara.
" Ayah " Lirih Cila menangis seperti anak kecil.
" Iya anak ayah yang menggemaskan " Kata Beni lembut mengusap air mata putrinya.
" Ayah,terima kasih " Kata Cila bergetar.
Beni mengangguk masih dengan senyum manis nya,Beni berusaha mati matian agar tak menangis di depan putrinya itu.
" Terima kasih sudah memberi Cila kehidupan " Lirih Cila.
Sintia ,Denis dan Clara langsung menghambur memeluk mereka berdua.
Cila semakin terisak menangis begitupun sang Bunda dan Clara,serta Denis.
Mereka tak malu menunjukkan kasih sayang mereka.
Nisa mengusap air mata nya,triplet dan Barra langsung memeluk Reno dan Nisa,begitu pun Hanin dan Barra memeluk Ben dan Prily.
Mereka semua ikut terhayut dengan keluarga sederhana Beni itu.
" Maafkan Cila ayah " Kata Cila terus menangis sesegukkan.
Beni menangis tak sanggup lagi menahan sesak didada nya.
" Iya Nak,ayah memaafkan kalian " Kata Beni memeluk anak2 dan istrinya.
" Bundaa maafkan Cila Bunda Hiks hiks "
Beni memberi kecupan sayang di kening kdua putri dan putra nya.
" Kakek " Panggil Zaiva pelan.
" Eh Cucu Kakek sini sayang " Kata Beni lembut.
Cila dan Clara langsung menyingkir.
Zaiva duduk di pangkuan Beni dan menatap Beni dengan wajah polos nya.
" Iva mau juga di cium kayak Bunda dan onty,sama paman " Kata Zaiva bersedekap dada merajuk.
Mereka terkejut dan langsung tertawa lucu.
" Uluh,cucu kakek mau dicium juga ya " Goda Beni.
Zaiva mengangguk cepat.
" Sini kakek kasih kiss yang banyak buat cucu kakek yang ucul ini " Kata Beni memeluk dan mencium bocah itu.
Zaiva tertawa girang karna geli.
Semua orang tertawa dengan kelucuan Zaiva.
Kini Cila beralih ke Reno dan Nisa.
Tangis haru pun kembali mereka rasakan saat Cila memeluk Reno dan Nisa bersamaan..
" Terima kasih Kak,terima kasih sudah memberi kebahagiaan kalian kepada Cila " Kata Cila lirih.
__ADS_1
Nisa dan Reno mengangguk dan mengusap punggung Cila yang bergetar.
" Sambut kebahagiaan kamu,dan berbahagialah " Kata Reno lembut.
Cila mengangguk kecil.
David dan Cila pun menyalami semua tamu undangan mereka hari ini.
Setelah semua selesai,David disuruh Beni untuk beristirahat di kamar Cila.
Pria itu menangis di pojokan mengingat kembali orang tuanya.
" Ibuuuuu hiks hiksss David butuh kalian Bu " Kata David menangis pilu.
Cila membuka pintu dan terkejut melihat suami nya menangis.
" Em Em Mas " Kata Cila terbata dan mendekati David.
Pria itu mengusap wajahnya kasar dan menatap Cila dengan tajam.
" Mmas mau makan ngak ? Ditanyain Bunda " Kata Cila menunduk takut.
David menghampiri Cila dan berdiri menjulang di depan gadis itu.
David menatap Cila dengan tajam dan berlalu begitu saja.
Deg...
Cila langsung menunduk takut melihat suami yang baru saja menikahi nya itu.
" Uh aku harus kuat menghadapi pria dingin itu " Gumam Cila menyemangati dirinya.
Cila menghadap ke kaca dan melihat penampilannya sekali lagi.
" Ternyata aku cantik juga hihih " Kata Cila cekikikan memutar badannya di depan kaca.
" Mas David,iam comiiingg....... " Pekik Cila semangat 45 menyusul suami nya.
Cila tak perduli David menyukai dirinya atau tidak,karna Cila yakin saat berjalannya waktu nanti,David bisa menerima diri nya.
Cila pun tak tau dengan perasaan nya saat ini,yang jelas Cila tau bahwa status nya kini sudah berubah menjadi istri orang,dan Cila akan berjuang merebut hati suami nya bagaimana pun caranya nanti.
Mereka sudah berkumpul diruang tamu rumah sederhanan Beni.
Cila menampilkan wajah ceria nya,sedangkan David lebih banyak diam dan hanya sesekali menyahuti obrolan orang.
Manik pria itu selalu menatap Clara yang sedang menyuapi Zaiva makan disana juga ada Rendi yang membantu membujuk Zaiva yang terus merengek tidak mau makan nasi.
" Kenapa hati ku sakit " Batin David kesal melihat kemesraan mereka.
" Cila,ambilkan makanan untuk suami mu " Titah Sintia.
" Iya Bunda " Kata Cila tersenyum dan mengambil makanan untuk David.
" Ini Mas " Kata Cila menyerahkan piring yang sudah di penuhi makanan.
" Hmm " Jawab David cuek.
Cila tersenyum manis,David menghargai usaha nya.
❤❤❤
Halloooo guysss jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YAA,buar author semangat Up
__ADS_1