
Flashback On.
Siang hari saat David mengendarai motor butut nya mengantar bahan kue ketempat customer, pria itu tak sengaja melihat seorang perempuan yang sangat dia kenali berdiri disebuah ruko sedikit tertutup.
David berhenti sejenak memperhatikan perempuan itu yang terlihat sedang menunggu seseorang.
" Cila " Gumam David lirih.
" Kenapa dia ada disana ?" Tanya David bingung.
Pria itu masih mengintai dari jarak jauh,tak lama datang sebuah mobil BMW hitam berdiri tepat di depan ruko,David terkejut bukan main.
Pria itu pikir itu Reno,tapi saat dilihat dari kaca,David menyadari bahwa itu bukan Reno pria bule yang dia tau.
Mereka terlihat bercakap cakap entah apa yang dibicarakan,terlihat Cila masuk lagi kedalam ruko mengambil tas dan masuk kedalam mobil mewah itu pergi dari sana.
David memalingkan wajahnya saat mobil itu melintas deras membelah jalan raya.
Deg...
Jantung lelaki itu terasa sangat nyeri melihat istrinya didalam sana tersenyum dengan hangat.
David mencoba tenang agar dirinya tak kalut saat ini.
" Huh,gue ngak boleh emosi,gue sedang kerja sekarang " Gumam David menepuk dadanya terasa sesak.
Pria itu melihat penampilan nya dari bawah sampai atas.
Tak ada yang menarik sama sekali.
David yang saat itu, hanya mengenakan celana bahan yang sudah usang ditambah tumpahan gandum dan sagu,kaos hitam yang sudah memudar dan sandal jepang biasa hampir tak pernah diganti,dan tak lupa motor butut nya yang sering mati mesin,tanpa diminta.
Lelaki itu tersenyum miris,membandingkan dirinya dengan pria didalam mobil tadi.
" Bahkan seujung kuku pun,gue ngak ada apa2nya sama pria itu " Gumam David pelan.
David mencoba tenang dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Meski tak tau pria itu siapa,tapi 1 yang David bisa ambil kesimpulan bahwa istrinya bahagia bersama pria itu.
Sore hari pun tiba,David meminta izin pulang dulu,dengan alasan tak enak badan.
Dan saat dirinya sampai rumah,Cila belum juga pulang,David kembali emosi,tapi dirinya harus tenang,David tak mau terburu2,dirinya pikir Cila akan menjelaskan sendiri kemana dirinya pergi tadi,mengingat istrinya itu selalu bercerita panjang lebar.
__ADS_1
David terus menunggu,tapi dirinya belum juga mendapat penjelasan apapun,bahkan Cila merasa tak bersalah sama sekali dengan tindakan nya,David yang mulai kehabisan stok sabar pun meluapkan semua kekecewaan nya kepada wanita yang baru saja ingin dia perjuangkan.
Tapi nasib berkata lain,David mendapatkan kesialannya lagi saat mulai mempercayai seorang perempuan,bahkan rasa trauma nya dulu pun belum hilang,kini Cila kembali menorehkan luka baru di hatinya.
Flashback Off
Didalam rumah Cila tak henti henti nya menangis memanggil nama suaminya.
" Kamu dimana Mas ?" Tanya Cila mondar mandir didepan pintu rumah.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,David belum juga pulang bahkan pria itu belum sempat makan apapun.
Cila kembali menyesal dengan tindakan nya yang memang salah.
" Maafkan aku Mas,aku akan jelaskan semua nya sama kamu Mas,aku mohon pulanglah sekarang " Gumam Cila sangat panik.
Jam terus berjalan,hingga Cila mulai lelah menunggu suaminya yang tak pulang2..
Cila menutup pintu karna udara semakin dingin dan jalanan sangat sepi.
" Kamu dimana Mas,pulang lah Mas hiks hiks " Gumam Cila menangis memeluk bantal yang biasa David pakai tidur.
" Aku ngak mau pisah sama kamu Mas,aku mencintai kamu Mas " lirih Cila mendekap bantal itu dengan erat,bahkan air matanya tumpah ruah disana.
Pria itu mencoba melupakan apa yang terjadi di hidupnya barusan.
David mengangkat tangannya bekas menampar istrinya tadi.
" Maafkan aku Cila " Gumam David menyesal menampar pipi istrinya.
" Aku bukan pria yang baik,aku bukan pria yang pantas untuk kamu,aku sudah berusaha Cila,aku sudah berusaha menjadi suami yang bertanggung jawab untuk kamu,aku sudah berusaha membuat kamu hidup dengan layak,tapi aku masih kurang,aku tidak bisa seperti mereka,lekaki yang kamu inginkan,aku tak bisa memberikan apapun yang kamu mau,aku memang lelaki pengecut " Kata David menyalahkan dirinya sendiri.
Pria itu menangis dalam diam,meluapkan semua kekecewaan nya kepada istri yang baru dia perjuangkan itu.
Lama David terdiam disana,hingga lelaki itu tanpa sadar tertidur dibangku panjang itu hanya bermodalkan tangannya sebagai bantal tidur,tanpa sehelai selimut pun,bahkan perutnya pun hanya terisi angin,David tak membawa uang sepeser pun karna uang gajinya dia serahkan semuanya kepada Cila.
David tertidur dengan beban berat menimpa hati dan otaknya saat ini.
Pagi hari pun tiba,David terbangun saat suara azan subuh berkumandang.
Pria itu bangkit dari tidurannya dan mengusap wajahnya mengantuk.
" Aku tak punya tempat lain selain rumah itu " Kata David menghela nafas.
__ADS_1
Pria itu berjalan gontai pulang krumahnya,saat David sudah berada di depan rumah,pria itu tersenyum miris melihat rumah kontrakan nya yang jika dilihat dari luar,tak ada bagusnya sama sekali.
Bahkan rumah itu bagi sebagian orang menganggap tidak lah layak dihuni tapi berbeda dengan David yang hampir bertahun2 disana.
Pria itu menganggap rumah hampir roboh itu sebagai istana nya,tempatnya kembali.
David tak bisa menyewa rumah yang lebih baik,karna harga kontrakkan nya pasti lebih mahal,David takut uang gajinya tak cukup untuk membayar hutang.
Pria itu mencoba mengetuk pintu tapi tak jadi saat David melihat pintu itu tak tertutup rapat.
David masuk kedalam dengan pelan,mengintip Cila ada dirumah atau tidak.
David berjalan kekamar dan berhenti melihat Cila mengusap wajahnya baru bangun tidur.
" Mas,kamu dari mana aja " kata Cila kaget dan langsung berdiri mendekati David yang berdiri tegak melihatnya.
Pria itu hanya diam melihat wajah Cila sembab.
" Jangan sia2kan air mata mu untuk lelaki seperti ku " Kata David tenang.
Cila terkejut dan menatap suami nya dengan nanar.
" Mas,aku bisa jelasin semuanya Mas,dengarkan aku Mas " pinta Cila berkaca kaca.
David tersenyum hangat dan mengusap kepada istrinya.
" Aku cukup sadar diri Cila,berbahagialah dengan cara mu,aku sudah mengikhlaskan semuanya" Kata David pelan.
Deg..
Cila mematung mendengar ucapan suaminya yang syarat akan kekecewaan mendalam.
" Mas,aku mohon jangan tinggalin aku Mas hiks hiks " Cila kembali menangis.
David tersenyum manis melihat perempuan itu,Cila bukan nya senang dirinya kembali menangis pilu melihat wajah tersenyum suaminya,Cila tau dibalik senyuman itu tersimpan banyak sekali luka didalam nya.
" Maafkan aku Mas huhuhu "
" Tak apa,aku sudah biasa " Kata David mencoba santai.
" Aku akan mandi sekarang " Kata David tersenyum kecil memasuki kamar mengambil handuk.
" Mas hiks hiks " Cila terus menangis melihat suaminya berlalu begitu saja.
__ADS_1