Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Teman Lama


__ADS_3

Seorang pria berdiri sendirian melihat gedung pencakar langit yang sangat megah di depannya.


Cahaya kemerahan matahari sudah menerangi langit yang akan malam,para karyawan perusahaan itu satu persatu keluar dari area parkiran.


" Gila ini mah keren banget " Gumam Rehan takjub.


" Karyawan nya aja pake mobil bagus gini gimana bos nya ya " Lanjut Rehan lagi melihat salah satu karyawan memakai mobil sedan keluaran terbaru.


" David mana ya ?" Cari Rehan melihat kiri kanan.


Disana hanya ada orang memakai kemeja bagus dan keren beda dengan style David tadi siang yang hanya mengenakan baju khusus cleaning service.


Hampir magrib tiba,David belum juga nongol dari gedung tinggi itu,Rehan mulai kecil harapan.


" Apa David bohongin gue ya,ini udah mau magrib kok dia ngak keluar juga ?" Gumam Rehan mulai lelah menunggu.


Pria itu menghela nafas dan duduk di samping pagar pembatas.


Rehan tak berani masuk kedalam karna dirinya merasa tak ada kepentingan disana.


Magrib pun tiba,Rehan benar2 sudah lelah menunggu.


" Lo tega banget sih Vid boongin gue,gue kira lo beneran mau bantu gue eh ternyata hahahaa " Kata Rehan tertawa sumbang.


Karna lelah menunggu akhirnya pria itu berjalan kedepan mendekati masjid yang tak jauh dari sana.


Didalam ruangan,David sudah habis sabar menghadapi teman seprofesinya.


" Ini kan bukan daerah aku Bang,harusnya kan Abang yang kerjain " Kata David sudah sangat kesal.


" Eh Vid,kita ini kerja sama2 masag lo bersihin itu aja ngak mau " Kata pria itu marah.


" Kan Abang sendiri yang bilang dari awal jika kita punya bagian masing2,dan punya aku udah selesai semua " Kata David melawan.


" Berani lo ya sama gue " kata Pria itu marah menarik kerah baju David.


David hanya diam saja menatap nyalang pria itu.


" Lo tu baru disini,kalo lo kerja cuma mau di sanjung mending berenti aja lo sana "


" Brengsek Lo !!" Hujat David.


Bugh...


David pun langsung menghajar pria itu hingga tersungkur.


David menarik balik kerah baju pria itu dengan kasar.


" Denger ya,jangan mentang2 lo udah lama kerja disini lo mau seenaknya sama orang baru,gue kerja disini ikhlas buat menghidupi anak istri gue,jadi jangan pernah ngomongin gue yang aneh2 " Ancam David tajam..


" Bajingan lo "


Bugh.


Pria itu bangkit dan menghajar balik David.


Terjadilah adu bacok disana,seorang gadis yang juga ikut lembur dsana dan mendengar perbicaraan mereka langsung histeris meminta pertolongan.


Bugh bugh bugh..

__ADS_1


David menghajar pria itu dengan kesal,dirinya tak perduli lagi jika harus berurusan dengan hukum saat ini,karna bukan hanya sekali pria itu menjelek2annya didepan orang banyak.


Tak lama datang satpam memisahkan mereka.


" Sudah sudah ada apa ini ?" Kata Satpam itu menahan pria itu ingin membalas David.


Wajah mereka sudah sama2 terluka,David tersenyum miring dengan bibir berdarah.


" Tunggu lo gue pastiin lo keluar dari sini !" Kata pria itu garang.


" Serah,gue mau pulang males gue ladenin Anj*ng kayak lo " Kata David tersenyum miring mengambil tas nya.


Satpam disana hanya menggeleng melihat mereka berdua.


" Kalian harus saya laporkan ke Bos besok " Kata Satpam itu final.


David sudah tak perduli dan melenggang pergi dari sana.


Saat dikoridor,David teringat akan sahabatnya siang tadi.


" Astaga Rehan " Pekik David panik dan langsung berlari keluar.


Saat didepan gedung,tak ada siapapun disana.


" Dia nungguin ngak ya tadi,astaga kenapa gue bisa lupa sih " Gerutu David kesal.


Pria itu melihat kiri kanan,saat maniknya melihat masjid hati pria itu menghangat.


" Ya Allah aku lupa Cila sedang hamil " Kata David lemah.


Pria itu beristigfar meminta ampun atas kekhilafannya tadi.


" Aku kemasjid dulu lah " Kata David yakin.


Meski banyak orang2 aneh melihatnya,David cuek saja toh mereka juga tak kenal.


Pria itu mengambil wudhu dan bergegas solat.


Setelah selesai saat David mengucap salam pria itu melihat sahabatnya sedang duduk mengangkat tangannya berdoa kepada sang khalik.


" Alhamdulillah akhirnya ketemu juga " Kata David tersenyum.


Setelah selesai berdoa,David langsung keluar menyusul Rehan yang lebih dulu keluar dari sana.


" Han " Panggil David menepuk pundak pria itu.


Pria yang sedang duduk itu menoleh dan terkejut melihat David tersenyum kearahnya.


" Masih inget sama gue lo ?" Tanya Rehan tersenyum miring.


" Sorry Bro,tadi ada kendala dikit dikantor,liat nih muka gue bonyok " Kata David menunjuk wajahnya.


Rehan melihat David menelisik,meski tak terlalu parah tapi Rehan tau itu luka baru.


" Ayo pulang " Ajak David tersenyum.


" Ngak enak gue sama Cila " kata Rehan menolak.


" Tenang aja Cila baik kok,dari pada lo cari hotel atau penginapan ngeluarin duit banyak mending kerumah gue aja " Kata David tersenyum.

__ADS_1


Rehan terdiam,uang didompetnya masih 300 ribu jika dipakai sewa hotel pasti tak cukup.


" Oke " Kata Rehan menghela nafas.


" Ayo " Ajak David merangkul pria itu.


Mereka pun pulang kekontrakkan David dan Cila.


Didalam rumah,Cila sedang sibuk memasak,ntah ada angin apa perempuan hamil itu sedang hoby memasak saat ini.


" Ngak papa ya sayang kita makan ikan sama sayur toge tahu biar kamu sehat " Kata Cila menganjak calon anaknya mengobrol.


" Papa kamu pulangnya lama banget sih,jangan nanti jalan sama cewek lagi " Kata Cila suuzon.


Seolah tak terima Papa nya dituduh tiba2 Cila sakit perut.


" Eh eh iya iya,aduh sensitif banget sih ni bocah masih dalam perut udah bisa belain bapaknya " Kata Cila terkekeh pelan dan mengusap perut ratanya.


" Tapi kayaknya ini beneran sakit perut deh hahah" Kata Cila tertawa sendiri.


Tanpa Cila sadari Laura yang sedang memakan camilan diruang tamu pun mengintip perempuan itu dan merinding disko melihat Cila bicara sendiri.


" Ante kenapa ya kok sekalang seling ngomong sendili,jangan2.......ihhhhh antuuuuuuuu " Teriak Laura langsung berlari keluar rumah.


Cila yang mendengar kata hantu pun tak jadi masuk kekamar mandi dan berlari keluar.


" Huaaaa ada hantuuu " pekik Cila heboh.


Laura yang melihat Cila berlari pun,semakin berlari menemui ibunya dirumah.


Saat Cila ingin masuk kerumah Laura yang terbuka,perempuan itu langsung berhenti mendadak melihat David dan seorang pria menaiki motor memasuki pekarangan..


" Astaga " Pekik David kaget.


" Kenapa lari2 sih,kan udah aku bilangin jangan lari2 kalo kamu jatuh gimana !" Kata David masih diatas motor memarahi Cila.


" Kata Laura ada hantu dirumah kita Mas,makanya aku lari " Kata Cila menggaruk tengkuknya gatal.


" Mana ada sih,aiss kalo kamu kepeleset terus jatuh gimana,aduhh anak kuu lecet ntarr " Gerutu David kesal.


Cila menunduk antara takut dan malu apalagi dilihat langsung oleh teman David.


" Hehe lain kali ngak lari " kata Cila cengengesan.


" Huh serah " Kata David merajuk dan langsung masuk kedalam rumah.


Kini tinggal Cila dan Rehan yang terlihat canggung.


" Kamu hamil ?" Tanya Rehan takjub.


" Iya anaknya Mas David ini " Kata Cila bangga menunjuk perutnya.


Rehan terkekeh pelan dan mengangguk paham.


" Masuk Han,nanti hantunya nyamperin kamu disana " Pekik David dari dalam.


Cila terkejut dan langsung masuk dengan cepat kedalam rumah karna takut.


Rehan terkekeh pelan melihat Cila berjalan sangat lambat melewati suaminya yang sudah menatap nyalang melihat Cila kembali berlari tadi.

__ADS_1


❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2