
Seorang remaja berlari kesemak2 tak jauh dari rumah nya,para bodyguard berpencar mancari anak pertama Tuan nya itu.
" Maafin Bara Bunda hiks hiks " Bara menangis diam bersembunyi di balik semak belukar.
Teriakan terdengar memanggil nama Bara,pria itu masih bersembunyi memekap tubuhnya di rerumputan.
" Aku harus pergi dari sini " Gumam Bara yakin.
Hampir 1 jam menunggu,akhirnya Barra menghela nafas lega,melihat keadaan sudah aman.
2 mobil bodyguard papa nya sudah melintas.
Pria itu meninggalkan kopernya dan hanya mengenakan baju berlapis2 untuk dia berganti nanti,tak lupa Barra juga mengambil uang tabungannya untuk memulai hidup sendiri.
Ntah apa yang merasuki anak itu,tapi Bara bertekad akan meninggalkan Reno dan Nisa,karna Bara tak enak menanggung beban yang Siska tinggalkan dulu.
" Maafkan Bara Pa,Bara bukan anak yang baik,maafkan Bara Bunda,adik,Bara mengecewakan kalian hiks hiks " Bara menangis menatap rumah besar Papa nya.
Pria itu langsung berlari mencari jalan raya,Bara terpaksa mengambil jalan semak2,karna tak mau tertangkap satpam dan bodyguard Papa nya.
Hampir 2 jam berjalan kaki,kini Barra sudah tiba di jalan raya,bocah itu sedikit bingung bagaimana cara naik angkot karna selama dirinya hidup,anak itu tak pernah sekali pun menaiki angkutan umum.
" Duh angkot yang mana ya ? " Gumam Bara celingak celinguk mencari mobil bertulis angkot.
" Bapak mau kemana ? Tanya Bara melihat seorang lelaki dewasa menunggu sama dengannya.
" Tunggu angkot " Kata pria itu cuek.
Bara ber'oh ria dan mengangguk mengerti.
Tak lama angkot pun datang,Bara mengikuti lelaki itu.
" Bapak tujuan nya mau kemana ? Tanya Bara lagi kepada pria yang sama.
" Stasiun,kamu mau kemana ? " Tanya lelaki itu memasukkan hp nya kedalam kantong.
" Sama Pak,saya juga mau kesana " Kata Bara asal.
" Oh ya sudah " Balas lelaki itu tersenyum.
Bara ikut tersenyum kecil meski bingung dengan perkataannya sendiri.
Tak lama mereka pun sampai,Bara mengikuti lelaki itu naik kedalam bis,Bara tak perduli dirinya akan dibawa kemana oleh bis itu.
Bara diam dikursi memperhatikan orang2 yang sibuk sendiri.
" Aku harus kemana ? " Gumam Bara lirih.
Pria itu bingung harus kemana,Bara tak bisa kerumah Clara karna percuma saja,dirinya pasti dikembalikan lagi oleh kakaknya itu.
Sedangkan rumah Cila,Bara tak tau dimana Cila tinggal karna dirinya belum pernah mengunjungi Cila.
Bara 2 kali menaiki bis mengikuti lelaki itu.
Pria itu cuek saja karna Bara membayar dengan uang nya sendiri.
Beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya Bara sampai di kota yang belum pernah ia datangi seorang diri.
Bara berpisah dengan lelaki tadi saat lelaki itu bertemu dengan anak dan istrinya di stasiun.
" Aku harus kemana sekarang ?" Gumam Bara lelah.
Perutnya sudah keroncongan dan sangat haus.
" Uh,dimana aku harus beli minum ? " Gumam Bara menggaruk kepalanya pusing.
Dengan instingnya sendiri,Bara menyusuri jalan raya mencari warung pinggiran.
" Pak beli minum ada ngak ? " Tanya Bara sopan.
__ADS_1
" Ada Dek " Kata bapak itu ramah.
" 1 botol ya Pak " Kata Barra memberi uang 100 ribu.
Bara membeli roti untuk mengganjal perutnya.
Setelah puas minum dan makan,Bara kembali berjalan,ntah akan kemana kaki nya melangkah.
Hingga sore hari hampir magrib Bara berhenti di pinggiran toko kecil merenggangkan kakinya yang mulai keram.
" Uh capeknya " Gumam Bara duduk lemas disana.
Ditempat lain seorang pria sedang beres2 akan pulang,pria itu mengendarai motornya di jalan raya dengan santai,sambil menikmati matahari sore yang sudah kekuningan.
Saat David berhenti di lampu merah,pria itu tak sengaja melihat seorang pria yang dia kenali.
" Loh itu kan anaknya Bang Reno ?" Gumam David pelan.
Pria itu menajamkan lagi matanya melihat kearah objek yang dituju.
" Kenapa dia ada dsitu ya ? " Gumam David menatap Bara dengan serius.
Terlihat Bara bangkit dari duduknya berjalan pelan ntah kemana.
David pun mulai panik dan melihat kiri kanan kendaraan yang lewat.
" Aduh cepetan dong lampu merahnya " Gumam David tak sabar.
Meski David tak tau itu Bara atau bukan tapi pria itu ingin memastikan bahwa penglihatannya baik baik saja.
Dengan kesal David menerobos lampu merah saat tak ada kendaraan yang lewat.
" Anuuu !! " Teriak David dari kejauhan.
" Shit "
Bara terus berjalan gontai tak mendengar teriakan David kepadanya.
David dengan cepat mengemudikan motornya.
" Aduh namanya siapa lagi tuh bocah " Kesal David tak bisa menyebrang banyak motor dan mobil lewat.
Pria itu menaruh motor nya di pinggiran jalan dan menyebrang dengan cepat kearah Barra.
David berlari dan menangkap tangan Bara.
" Eh " Pekik Bara kaget dan langsung berbalik.
Deg...
Bara kaget setengah hidup melihat siapa pria di depannya.
" Abang " Lirih Bara.
" Lo kenapa ada disini ? " Tanya David tajam.
" Aku lagi les Bang " Kata Bara berbohong.
" Les ? Les apaan ?" Tanya David bingung.
" Em Les em les anu Bang " Kata Bara kelabakan.
David menatap remaja itu dengan tajam,David mengernyit saat melihat Barra memakai baju berlapis lapis.
" Kenapa baju lo dipakein semua ?
" Em aku lagi masuk angin Bang,makanya pake baju tebel "
" Bokap sama Nyokap lo mana ? Tanya David lagi.
__ADS_1
Bara terdiam dan menunduk.
Drt drt drt...
Hp David bergetar di saku celana,pria itu mengambil hp nya dengan cepat.
" Cila " Gumam David lirih.
Bara terkejut dan langsung melepas cekalan tangan David di lengannya.
Bara langsung berlari kencang kearah depan meninggalkan David yang menerima telepon.
" Ada apa aku lagi dijalan " Kata David cepat.
" Hiks hiks Mas,adik aku hilang,Barra kabur dari rumah Mas,aku harus kerumah Kak Nisa sekarang huhuhu " Kata Cila diseberang menangis pilu.
" Apa !!! " Pekik David kaget.
Pria itu langsung mematikan sambungan teleponnya dan mengejar Bara yang sudah kabur ntah kemana.
" Sial kemana anak itu " Gumam David panik melihat sekitar.
" Pak ada liat anak remaja tinggi segini ngak barusan ? " Tanya David kepada pengguna jalan disana.
" Barusan lewat Mas,pake baju biru " Kata pria itu serius.
David mengangguk dan kembali berlari mencari Barra.
" Itu dia " Gumam David saat melihat Barra tak terlalu jauh dari nya.
" Barra....!!!! " Teriak David mengejar anak itu.
Barra terus berlari hingga kaki nya tersandung batu dan terjatuh.
" Oh Tuhan " Gumam David kaget melihat Bara tersungkur.
Pria itu dengan cepat mendekati Bara,Bara yang melihat David semakin dekat pun tak memperdulikan kaki nya yang sudah berdarah,pria itu bangkit dari jatuhnya dan berusaha lari kembali.
" Berentiiii " Teriak David dan
Hap..
Bara pun tertangkap.
" Mau kemana kamu,ikut Kakak pulang sekarang !! " Titah David mencengkram tangan bocah itu.
" Huhu Barra ngak mau pulang Kak,pleas Barra ngak mau " Kata Bara berontak seraya menangis takut.
" Jangan bikin masalah,Kakak kamu nangis2 dirumah !! " Bentak David kasar.
Bara terdiam takut melihat aura David yang akan memakannya bulat bulat.
David terus menyeret Bara meski mendapat perlawanan sengit dari bocah itu.
" Aku ngak mau,pleas Aku ngak mau Kak " Kata Bara takut melihat mereka sudah dekat dari jalan raya.
David tak perduli dan menyeret paksa pria itu,David bahkan tak perduli dengan luka yang ada di lutut Bara.
Karna takut Bara kabur lagi,David meminta pria itu duduk di depannya.
Bara terus berontak,tapi David terus memaksa,bahkan mengancam akan mengantarkan Bara pulang langsung kerumah Papa nya.
Setelah aksi tegang mulai mereda,Barra mau menuruti lelaki pemaksa itu.
Tanpa malu dan ragu David membonceng Barra di depan layaknya membonceng anak kecil,Bara hanya diam saja meski harus duduk kesusahan dari pada David benar2 mengantarnya pulang saat ini.
❤❤❤
Hay guysss jangan lupa Vote,Like,Coment ya 😊
__ADS_1