
Vero mendekati putrinya yg tidur dibalik selimut.
Terlihat dikening gadis itu terdapat kain basah yg menempel.
" Maafin Papa sayang " Ucap Vero lirih.
" Harusnya tadi Papa gak tinggalin kamu sendirian "
" Kamu sakit laģi ya Nak ? maaf ya Papa gak bisa jagain kamu dengan baik " kata Vero sedih.
Gadis kecil itu terus terpejam,tubuhnya memang terasa panas.
Vero melihat kesamping dan diatas nakas terdapat bungkusan obat dan sirup dari dokter kemarin.
Vero menghela nafas panjang.
" Sepertinya dia sudah minum obat " Gumam Vero pelan.
Gelas berisi air sudah setengah habis dan sendok sirup pun terlihat ada bekas disana.
Sofia bergerak perlahan dengan erangan pelan.
" Cup2 sayang " kata Vero lembut.
Sofia meraba2 sesuatu dan perlahan membuka mata.
" Tidur lah " Pinta Vero menepuk lembut tubuh gadis itu.
" Mama " Ucap Sofia lirih.
Deg...
Vero tersentak mendengar ucapan tersebut.
" Mama " Ulang Sofia lagi.
" Mama gak ada sayang " Kata Vero pelan.
" Mama hik hiks " Ucap Sofia merengek.
Vero memejamkan matanya sejenak,pria itu terlihat frustasi.
" Mama gak ada dsini sayang,Mama sedang menerima hukumannya karna menelantarkan kita ber2 " kata Vero memberi penjelasn.
Sofia diam dengan mata tertutup
" Kamu akan baik2 saja tanpa Mama,Papa akan berusaha untuk selalu buat kamu bahagia " Ucap Vero lirih.
Bunyi rintisan air terdengar,Vero menatap langit2 kamar dan jendela.
Hujan turun langsung lebat membuat jendela kaca berbunyi karna percikan air yg deras.
Pria itu menjatuhkan dirinya disamping Sofia dengan helaan nafas panjang.
Saat akan mengeluarkan hapenya pria itu seketika melotot.
" Astaga Hani " Ucap Vero teringat.
Dengan tergesa Vero langsung bangun membuat Sofia juga terbangun karna ranjang yg bergerak.
" Papa " Ucap Sofia serak.
Vero yg akan keluar langsung berbalik badan dan melihat anaknya membuka mata.
" iya Sayang,Papa gak kemana2,Sofia tunggu sebentar ya " kata Vero berusaha tenang.
" Via takut Pa,nanti mati lampu lagi gimana ?" tanya Sofia sedih.
" Emang tadi listriknya mati ?" tanya Vero mengernyit.
Sofia mengangguk pelan.
Vero menarik nafas dan mendekati gadis itu
" Papa gak akan ninggalin kamu,Papa harus kedepan buat kunci pintu rumah kita " kata Vero beralibi.
Sofia mengangguk pelan.
" Jangan lama2 ya Pa " Kata Sofia manja.
" Iya sayang " kata Vero mencium kening Sofia.
Lelaki itu bangun dan langsung berjalan cepat keluar.
" Semoga dia masih ada " Gumam Vero khawatir.
__ADS_1
Lelaki itu dengan cepat membuka pintu rumah dan....
" Haniii " Pekik Vero melihat Hani diluar rumah dengan hujan yg mengguyur sangat deras.
Hani yg sibuk mengobrak tasnya menoleh.
" Vero " Ucap Hani pelan.
Vero berlari mendekat dan membuka pagar agar lebih leluasa.
" Ayo masuk,kenapa hujan2an ?" tanya Vero menutup sebagian wajahnya dengan tangan.
" Kunci motor aku gak tau ada dimana " Jawab Hani bingung.
" Kamu taruh dimana tadi ?" tanya Vero mengrnyit.
" Aku lupa,soalnya tadi terlalu panik sama Sofia " Jawab Hani mengingat.
Tep....
Tiba2 lampu jalan mati dan rumah sekitarnya menjadi gelap.
" Astaga Sofia " ucap Vero terbelalak.
Rumah Vero ikutan mati,pria itu langsung berlari masuk begitupun Hani yg teringat bagaimana ketakutannya gadis kecil yg ia tolong beberapa saat lalu.
Hani ikut berlari dengan kondisi basah2an.
" Papa huhuhu " Didalam Kamar Sofia mulai menangis melihat ruangan menjadi gelap gulita.
Gadis itu tak bisa melihat dan berlari kemana mana.
" Papa hiks hiks Papa dimana " Kata Sofia terus menangis.
Hening...
Tak ada suara apappun..
" Sofiaaaa " teriak Vero sambil berlari masuk.
Pria itu membuka pintu kamar dan terdengarlah suara tangisan ketakutan.
" Ya Tuhan anak ku " Ucap Vero langsung berlari kearah ranjang.
" Sofiaaa " Pekik Hani juga berlari sambil meraba2 takut menabrak sesuatu.
Saat akan masuk kamar suara tabrakan terdengar cukup keras...
" Aakhhhh " Pekik Hani langsung terjatuh.
" Tanteee " Pekik Sofia mengenali suara.
" Bentar sayang,Papa cari lampu dulu " kata Vero mencoba menenangkan anaknya.
" Tante Paa,Tante dimana Pa " Kata Sofia begitu panik.
" Aku gak papa " Kata Hani terdengar meski tak nampak dimana ia berada.
Vero meraba nakal dan mendapati hapenya.
Dengan tangan bergetar pria itu langsung menyalakan senter.
" Ya ampun Hani " Kata Vero terkejut melihat Hani terduduk dilantai.
Vero menggendong Sofia sambil mendekati Hani yg butuh bantuan.
" Ayo bangun " kata Vero mengulurkan tangan.
Hani menjabat tangan itu dan berusaha bangun.
" Bisa jalan keluar ?" tanya Vero.
Hani mengangguk..
Ketiganya langsung keluar meski Hani harus tertatih2.
Suara petir terdengar nyaring,Sofia kembali memeluk Vero merasa ketakutan.
" Kalian berdua duduk disini,Papa ambilin lilin dulu " kata Vero mendudukkan Sofia disamping Hani.
" Papa mau kemana ?" tanya Sofia takut.
" Cuma kedapur doang sayang,tunggu ya " Jawab Vero lembut.
" Tante gak kemana mana kan ?" tanya Sofia melihat Hani.
__ADS_1
" Iya Tante gak kemana mana " Jawab Hani mengusap kepala gadis itu.
Sofia duduk tenang dan melepaskan tangan Vero.
Vero langsung bergegas kedapur dengan bermodalkan senter hapenya.
" Baju Tante basah ya ?" tanya Sofia merasa Hani dingin.
" Iya tadi hujan diluar " Jawab Hani.
" Aduhh Tante harus ganti baju,nanti sakit " kata Sofia khwatir.
Hani tersenyum kecil tanpa menjawab.
Beberapa saat kemudian,bayangan cahaya kuning mulai terlihat.
Vero datang dengan 2 batang lilin menyala dan senter hapenya.
Nampaklah wajah tenang Sofia dan Hani masih duduk disofa.
" Kalian gak papa ?" tanya Vero khawatir.
" Tante bajunya basah Pa " Jawab Sofia.
" Eh gak kok,aman " Balas Hani terkejut.
Vero melihat seragam Hani dan benar ada bercakan air disana.
" Ganti aja Han " kata Vero canggung.
" Gak usah,bentar lagi aku pulang " Jawab Hani menolak.
" Gak boleh gitu Tante,nanti Tante sakit kayak aku " Kata Sofia serius.
" Iya Han,ganti aja " Kata Vero tersenyum.
Hani diam memperhatikan 2 wajah didepannya
Vero langsung bangun dan berjalan kearah kamarnya.
" Nanti Mama mu marah kalo Tante pake baju dia " kata Hani tak enak hati.
" Hehe gak kok,Mama gak ada dirumah " Balas Sofia terkekeh
" Emang kamu tau Mama kemana ?" tanya Hani mencoba memancing.
" Kata Nenek lagi liburan lama,jadi belum bisa pulang " Jawab Sofia polos.
" Liburan ?" Ulang Hani terkejut.
Sofia mengangguk kecil..
" Ya ampun,Sofia bearti gak tau ibunya berada dipenjara " Batin Hani kasihan.
" ini Han " Kata Vero datang lagi dengan sesuatu ditangannya.
" Kemeja ?" tanya Hani terkejut.
" Iya,adanya cuma ini yg gede,baju kaos aku lagi diloundry semua " Jawab Vero menggaruk kepala.
Deg....
Jantung Hani berdegub,kemeja marun itu terlihat besar untuk ia pakai.
" Oh iya apa tadi Kaki mu terluka ?" tanya Vero teringat.
" Mana lukanya Te ?" tanya Sofia terkejut.
" Ha iya,bentar " kata Hani mengangkat celananya menjadi tinggi.
" Astaga itu memar " kata Vero melihat tulang betis Hani kebiruan.
" iya kepentok tadi " jawab Hani merasa konyol.
" Ya udah,celananya buka aja biar aku obatin " kata Vero santai.
" Apa !" pekik Hani terbelakak.
" Iya Te,harus diobatin biar gak sakit " Kata Sofia mendukung Papanya.
Glek....
" Maksudnya aku harus pake ini aja gak usah pake celana gitu ?" Batin Hani mulai menujukkan sisi dewasanya.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.