
Malam harinya mereka semua berkumpul diruang makan rumah besar milik Reno dan Nisa.
anak2 Nisa makan dengan sangat lahap bahkan Barra sudah 2 kali mengambil nasi.
" Kamu laper apa doyan sih ?? Tanya Cila terkejut.
" Laperl Kak aeoku habies maien boula " Jawab Barra sambil menguyah.
" Makan yang bener " Tegur Reno tegas.
Barra mengangguk dan kembali menyendokkan nasinya,Nisa dan Cila terkekeh pelan.
Mereka kembali makan dengan tenang.
" Aku dah selesai " Kata Ana mengelap mulutnya dengan tisu dan ingin bangkit dari sana.
" Udah ? Sedikit begitu ?? Tanya Nisa heran.
Ana mengangguk cengengesan.
" Makan lagi,makan sedikit kayak gitu mana kenyang " Tegur Reno tajam.
" Aku lagi diet Pa "
Byyyyyuuurrrrrr....
Cila menyembur makanan nya dan naas Andrew terkena semburan itu,karna bocah itu duduk pas di depannya.
" Apa !!! " Pekik Reno dan Nisa kaget.
" Kakkkaaaaaakk " Kata Andrew kesal membersihkan wajahnya terkena nasi Cila.
" Maafin Kakak sayang,Kakak ngak sengaja " Kata Cila panik dan langsung menghampiri bocah itu.
" Ayo ke kamar mandi,Kakak bantu " Kata Cila membujuk Andrew yang sudah memasang wajah garang nya.
Bocah itu mengangguk dan bangkit mengikuti Cila.
Dimeja makan,Ana menunduk takut melihat Reno menyudahi makannya.
Bocah itu ikut menelan ludahnya saat Reno meminum air putih.
" Siapa yang suruh kamu diet hah ? Tanya Reno marah.
Barra dan Aktam langsung tertunduk takut melihat perubahan Papa nya itu.
" Ana mau sendiri Pa,soal nya Ana terus dikatain gendut sama temen " Jawab Ana kesal.
Nisa yang tadi nya mau marah juga kini mengulum senyum geli melihat anak bungsu nya itu.
" Ehm siapa yang ngatain ?? Tanya Reno mencoba tenang meski dirinya ingin sekali tertawa.
Barra dan Aktam sudah cekikikan menertawai adiknya.
" Temen2 Ana Pa,masag Ana langsing gini dibilang gendut kayak gentong ! " Kata Ana merajuk.
Reno mengusap wajahnya hampir saja tertawa,sedangkan Nisa menghadap kebelakang tak sanggup menahan tawa nya.
" Kamu ngerasa gendut ngak ? Tanya Reno lagi.
Ana melihat dirinya dari kaki hingga berhenti diperut.
" Masalah nya ada disini Pa " Kata Ana menunjuk perutnya yang sedikit besar.
" Itu mah lemak wkwkwkw " Kata Barra langsung tertawa renyah.
" Iya itu lemak kamu ketulahan sama Abang karna ngak mau bagiin Abang coklat " Kata Aktam menjahili Ana.
__ADS_1
" Masag sih Bang ?? Tanya Ana dengan wajah polosnya.
" Iya,makanya nanti jangan pelit2 sama Abang " Kata Aktam serius.
Ana yang polos tak ketulungan pun mengangguk.
Nisa kembali tertawa dan langsung menutup mulutnya karna tak mau singa mungil itu mengamuk.
" Uh jadi gimana ini Pa ?? Tanya Ana kembali mengeluh.
" Kamu ngak gendut sayang,kamu itu cuma berisi terus lucu bingiiiiiittzzz " Kata Reno lebai.
Nisa mencubit pinggang suaminya gemas di puja Reno.
Ana tersipu malu,Aktam dan Barra memasang wajah ingin muntahnya melihat kenarsisan sang adik.
" Udah,kamu harus makan yang banyak,Papa ngak mau nanti kamu jadi kurus,terus jelek " Kata Reno bangkit dari duduknya.
Nisa mengangguk dan mengusap lembut rambut anak bungsu nya.
" Bener kata Papa,jangan diet2 sekarang bahaya,kamu harus banyak nutrisi biar sehat " Kata Nisa lembut.
" Hehe iya Bunda,tapi ini gimana ngilangin nya Bun ?? Tanya Ana menepuk perutnya.
Nisa terkekeh geli dan mencium pipi anak gadisnya.
" Rajin2 olahraga kayak Bang Barra " Kata Nisa serius.
" Sepak bola ? Tanya Ana polos.
" Wahahaha " Nisa tak sanggup lagi menahan tawa nya.
" Boleh juga tuh Dek,nanti Abang ajarin " Kata Barra semangat.
" Ada cowok ganteng nya ngak ? Tanya Ana mengangkat alis nya sebelah..
" Buat apa cari pria genteng diluar,nih Abang udah ganteng,macho lagi iyakan Bun ?? Tanya Barra meminta pendapat Nisa.
" Iya " Kata Nisa kembali tertawa.
Barra menepuk nepuk dadanya pelan.
Aktam hanya melongo saja melihat Barra yang kepedean.
Nisa pun mengambil nasi untuk Ana dan menyuruh anak itu makan.
Nisa pamit duluan menyusul Papa mereka.
Tak lama Cila datang bersama Andrew yang sudah berganti baju.
" Kakak ambil yang baru ya ?? " Tanya Cila lembut.
" Iya Kak " Kata Andrew mengangguk.
Cila kembali mengambil makanan yang baru untuk Andrew,karna makanan yang tadi sudah kotor terkena semburan nya.
" Loh kok makan lagi ?? Tanya Cila baru sadar Ana kembali mengambil lauk dimeja.
" Ngak jadi diet nya ?? Tanya Cila mengulum senyum.
Ana diam saja dengan memasukkan mulutnya dengan ayam goreng.
" Ngak jadi diet nya Kak,ngak dibolehin Papa " Kata Aktam tertawa.
Ana mengkrucut kesal dan menyendokkan nasinya kedalam mulut.
Cila langsung tertawa menggeleng melihat bocah itu.
__ADS_1
" Ngak usah ketawa2,aku lagi kesel ini,nanti Kakak aku telen " Kata Ana marah.
Cila terdiam mengangguk lalu kembali tertawa semakin kencang.
Ana mendengus kesal dan memasukkan lalapan kedalam mulutnya.
" Bukannya kamu ngak suka makan sayur Dek ? Tanya Andrew heran melihat Ana mengunyah sayuran rebus itu.
Deg.
Ana terdiam dan berhenti mengunyah sebentar.
Mereka semua terdiam menunggu reaksi Ana.
" Oh iya ya,aku lupa hehe " Kata Ana cengengesan dengan mulut penuh.
Mereka kembali tertawa dan menggeleng tak percaya dengan tingkah bocah itu.
Ana yang tersulut emosi pun tak ingat bahwa dirinya tak menyukai sayur.
" Gak papa lah,udah cape ngunyah juga,sayang mubazir hehe " Kata Ana pelan dan menelan semua sayuran dimulutnya dan langsung mengambil air putih.
Semua orang kembali tertawa terpingkal pingkal.
Ditempat lain,seorang pria termenung di ruang tamu.
David menghela nafas untuk kesekian kali nya.
Rumahnya terasa sepi,tak ada yang menyambut nya tak ada yang berbasa basi dengannya,bahkan saat dia pulang tadi pun rumah keadaan terkunci rapat dengan secarik kertas menempel disana,yang bertuliskan.
" Jangan lupa makan,nasi dan lauk udah aku siapin di kulkas,tinggal di panasin aja lagi,selama aku pergi,aku harap Mas baik2 saja ya,jangan terlalu memaksakan diri dan jangan rindu sama aku ya,berat, biar Cila aja hehe,i miss you Mas ku ❤
Istri cantik mu
Cila
Begitu isi kerta itu,David meremas nya dengan kasar dan membuang kertas itu dengan wajah kesal.
" Akhhhhhh brengs*k " Umpat David kesal.
Ntah apa yang terjadi kepada dirinya,saat menikah dengan Cila,David merasa kehilangan arah hidup nya.
Cila seperti beban baginya,sangat sulit bagi pria itu menerima Cila sebagai istrinya.
Kata menyesal pun sering dia ucapkan saat dirinya bener2 setres akan perasaan nya yang tak menentu.
David marah kepada dirinya,David kesal karna tak bisa menerima kehadiran Cila dalam hidup nya.
" Apa aku harus akhiri saja semua ini agar tak ada yang tersakiti ? Gumam David lirih.
Pria itu melihat foto pernikahannya yang sengaja Cila gantung diruang tamu,untuk jaga2 takut orang tua Cila berkunjung tiba2.
" Aaaakkkhhhhh " Teriak David melempar foto pernikahan itu hingga kacanya terpecah belah.
David menyugar rambutnya kasar.
Disebuah kamar saat Cila ingin bangkit menemui Reno,tiba2 dadanya terasa sesak.
" Ada apa ini ?? " Gumam Cila memegang dada nya.
Gadis itu memejamkan matanya saat rasa sesak itu semakin menyakiti nya.
" Mas,semoga kamu baik2 aja disana " Gumam Cila teringat akan suami nya yang dia tinggal.
❤❤❤❤
Hay guysss jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1