Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mencari Bukti


__ADS_3

Rasa penasaran David kepada calon menantunya membuat lelaki itu mendalami kisah percintaan putra semata wayangnya.


Meski David terlihat tak menghiraukan tapi lelaki itu sebenarnya perduli dan ingin yang terbaik untuk Putranya tersebut.


Seperti pagi ini Vero keluar dari rumah sedikit pagi,lelaki itu juga sudah jarang sarapan dirumah membuat Cila kecewa karna tak bisa makan bersama seperti biasa.


" Aku berangkat dulu " Kata David melihat motor anaknya sudah menjauh.


" Hm " Jawab Cila lesu.


" Semangat dong Yank,aku ikutan lesu nih cari duit " kata David mengkrucut.


" Lemes aku Mas " Kata Cila berlalu.


David menghela nafas panjang,lelaki itu kasihan kepada istri bohaynya yang sudah semingguan ini galau akut.


Bahkan David kini setiap hari berusaha seperti badut yang harus membuat wanita itu tertawa atau seperti romeo kepada juliet meski harus di hujat masa oleh anak dan istrinya karna geli.


" Aku harus ikutin Vero " Gumam David yakin.


Lelaki itu pun langsung berlari mendekati mobilnya dan mengintili Vero.


Dijalan Vero terlihat ceria,lelaki itu mengendarai sepeda motornya menemui sang pujaan hati.


Walaupun Vero tak tau jelas dengan perasaannya,tetapi lelaki itu merasa nyaman berada didekat Hani.


Tak butuh waktu lama Vero pun sampai,lelaki itu dengan riang gembira memasuki rumah sederhana tersebut.


Diarah kejauhan,David menyelisik dengan dalam setiap pergerakan anaknya,Vero terlihat sangat ceria layaknya pria yang sedang pubertas mengenal cinta.


" Mana perempuannya ?" Gumam David menunggu.


Pria itu turun dari mobil dan berjalan mengendap kearah depan.


David terus mengintai hingga tepukan dibahunya membuat lelaki itu terkaget kaget.


" Astagfirullah " kata David menoleh kebelakang dan mendapati seorang gadis mengenakan baju tidur pikacu dengan kantung kresek.


" Lagi ngapain Pak ?" tanya gadis itu ikut kaget.


" Hah em aa em itu rumah siapa ya ?" tanya David menunjuk rumah kontrakan yang dimasuki anaknya.


Gadis itu melihat kearah telunjuk David dan terkejut.


" Kenapa ?" Tanya gadis itu tenang


" Apa yang tinggal disana seorang perempuan ?" tanya David serius.


Gadis itu mengangguk lemah.


" Kamu kenal orang nya ?" tanya David semangat.


Gadis itu kembali mengangguk.


" Dia seperti apa ?" Tanya David girang.


Gadis itu diam menyelisik lelaki yang sedang mengintrogasi saat ini.


" Apa dia cantik ? baik ?" Tanya David.


Gadis itu mengangguk dengan senyum malu.


" Hm dia tinggal bersama siapa disana ?" tanya David lagi.


" Sendiri " Jawab gadis itu.


" Benarkah ?orang tuanya mana ?" Tanya David kaget.


" Tidak ada "

__ADS_1


" Kemana ? apa mereka sudah meninggal atau pergi atau bagaimana ?" tanya David kepo.


" Ada urusan apa Bapak sama dia ?" Tanya gadis itu tenang


" Sebenarnya saya tidak kenal gadis itu,cuma dia pacar anak saya dan istri saya galau dirumah karna anak saya sudah jarang makan dirumah " Curhat David.


" Benarkah ?" tanya gadis itu syok.


" Iya,anak saya bucin banget,makanya saya takut pacarnya itu orang tidak baik " Jawab David.


Gadis itu diam,hingga seorang keluar dari kontrakan.


" Mana Hani ?" gumam Vero kesal karna menunggu lama tapi gadis itu belum juga pulang.


" Apa jangan2 dia mulung lagi ? tapi gak mungkin Hani kan udah janji sama aku " Lanjut Vero menggelengkan kepala.


Lelaki itu yakin Hani gadis penurut dan tak berani melanggar perintahnya apalgi gadis itu sudah berjanji.


" Huh aku sudah lapar,mana jam kerja bentar lagi masuk " Gumam Vero lesu.


Pria itu pun melangkah kedepan melihat kejalan setapak.


Terlihat dari kejauhan kekasih hatinya sedang mengobrol dengan seorang pria didekat pintu mobil.


" Hani ngomong sama siapa ?" Gumam Vero melangkah pelan.


Pria itu menyelisik hingga maniknya terbelalak mengenali lelaki dengan kemeja dongker tersebut.


" Papa !" Pekik Vero melototkan matanya.


Hani yang mendengar suara Vero menoleh kearah lelaki itu.


Vero berlari mendekat,David ikut menoleh dan terbelalak.


" Aduh gawat " Kata David kelabakan.


Vero dengan cepat sampai mendekati mereka berdua.


" Hah Papa !" Pekik Hani terbelalak.


" Iya ini Papa aku " Jawab Vero.


" Apa ! jadi ini pacar kamu ?" Tanya David hampir mengeluarkan biji matanya.


" Iya Pa,ini Hani pacar aku " Jawab Vero menarik tangan Hani.


Glek...


David menelan ludah kasar menatap kedua insan itu bergantian.


" Jadi Bapak Papanya Om Vero ?" Tanya Hani polos.


" Hah Om ?" Pekik David kembali kaget.


" Aduhh udah aku bilangin jangan panggil Om dong,panggilnya sayang aja " Gerutu Vero kesal.


" Astaga " Kata David menepuk jidatnya tak percaya..


Hani menunduk malu kepada kedua lelaki itu.


" Jadi tadi saya nanyain kamu sendiri ?" Tanya David masih tak menyangka.


" Iya " Jawab Hani mengangguk.


" Aduhhh " Kata David sakit kepala.


" Pa pa jangan mati sekarang Pa " Kata Vero memegang bahu lelaki itu.


Pltaaaakkk...

__ADS_1


Vero mendapat jitakan kuat dari David.


" Siapa yang mau mati !" Kata David kesal


" Tadi Papa mundur memegang dada,kan aku jadi ingin siaran di tv Pa,biasanya kalo dah gitu gak panjang lagi umurnya " Kata Vero mengkrucut.


" Aduhhhh " Kata David makin sakit kepala dengan kebodohan anaknya.


Hani yang tak tau merasa bingung sendiri dengan percekcokan Bapak dan anak itu.


" Ayo Pak ke kontrakan biar saya obati " kata Hani sopan.


" Saya ngak sakitttt " Pekik David tak terima.


Vero tertawa ngakak,melihat wajah frustasi David.


Hani kembali menunduk takut dengan pekikan David.


" Ya ampunnn,kenapa jadi begini " Kata David merasa malu.


" Gak papa Pa,mumpung udah ketemu disini aku kenalin ya " Kata Vero cengengesan.


David mengangguk pasrah.


Vero pun mulai mengenali Hani dengan semangat,terlihat gadis itu sangat malu apalagi David menatapnya nanar.


" Baju tidur nya lucu kan Pa,aku yang beliin hehe " Kata Vero menunjuk baju tidur yang Hani pakai.


" Iya lucu ada kuning2nya " Jawab David pasrah.


Vero cengengesan,Hani terlihat sangat malu dengan pertanyaan Vero tersebut.


" Ya udah,nanti bawa krumah aja " Kata David memutuskan.


" Nanti diusir Mama lagi " Kata Vero mengkrucut.


" Ngak,daripada kayak gini kasihan Mama mu juga " kata David tegas.


" Ya udah,tapi Papa yang tanggung ya " Kata Vero serius.


" Iya " Jawab David malas.


Vero tersenyum penuh semangat seraya menyenggol lengan Hani.


Pria itu benar2 seperti pria yang baru tau cinta membuat David merinding.


" Hati hati dijalan Pak "Ucap Hani sopan seraya menyalami David.


" Hah iya " Jawab David sungkan.


" Aduhh berasa punya anak gadis " Batin David terkekeh.


" Cepetan ke kantor,Papa pecat kamu kalo telat !" Ancam David kepada putranya.


" Iya,mau sarapan dulu sama bebeb " Jawab Vero menepuk pelan kepala Hani.


" Hm " Jawab David memutar mata malas.


Lelaki tua itu pun menaiki mobilnya dan berlalu dari sana.


Setelah David pergi,Hani menatap Vero dengan tatapan dalalm..


" Kenapa ?" Tanya Vero bingung.


" Kok gak mirip sama Papa Om ?" Tanya Hani polos.


" Iya,soalnya mirip sama Nyonya dirumah " Jawab Vero tersenyum malu.


Hani tertawa renyah,keduanya pun saling bergandeng tangan menuju rumah kontrakan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2