Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bocah


__ADS_3

Pagi ini Cila diantar David ke stasiun terdekat,karna jarak lokasi masih 1 kota beda daerah yang mamakan waktu lama.


" Mas,aku berangkat ya " Pamit Cila mencium tangan David.


" Hati2 " Kata David ramah.


Cila pun naik ke dalam bis,sebentar lagi mereka akan berangkat.


Cila masih melihat David dari dalam,sedangkan David melihat hp nya dan langsung pergi dari sana.


Cila menghela nafas berusaha sabar dengan tingkah suami nya.


" Aku bingung Mas sama kamu,aku ngak tau harus bersikap gimana,aku mau banget mempertahankan rumah tangga kita,tapi kecuekan kamu kadang bikin aku malu sendiri " Kata Cila lirih.


Bis itu pun berangkat meninggalkan tempat dia tinggal beberapa bulan ini.


David menaruh motor nya di tempat parkiran,pria itu juga akan berangkat bekerja ke kota Reno,hari ini David libur di toko roti.


David menjadi kenet dibus seperti biasa.


Sepasang suami istri itu berbeda arah tujuan.


Berjam jam perjalanan akhirnya Cila sudah sampai di rumah Ayah dan Bunda nya,terlihat dari kejauhan ada mobil yang ia kenali.


Dan benar saja ada 2 kembar lelaki yang sedang duduk di warung Bundanya sedang memakan gorengan.


" Kakak...." Pekik Aktam langsung berlari memeluk Cila.


" Hay ganteng,kok ada disini ? " Tanya Cila mengusap lembut kepala bocah itu.


Andre ikutan berlari memeluk Cila.


" Iya,ini kan hari libur,Paman ajakin kita kesini " Kata Aktam manja.


" Iya Kak,ada Zaiva juga " Kata Andrew menimpali.


" Oh,ya udah,kita masuk yuk " Ajak Cila.


Mereka mengangguk dan kembali berhenti diwarung.


" Ayo mau kemana,habiskan ini dulu " Titah Sintia yang baru keluar dari warung.


" Iya Bi " Kata Andrew dan Aktam serentak.


2 bocah itu kembali masuk meneruskan acara makan nya.


" Assalamualaikum Bunda " Sapa Cila hangat.


" Waalaikumsalam " Kata Sintia dingin.


Cila terkekeh pelan,dan memeluk Sintia.


" Maafin Cila ya Bunda,Cila jarang kasih kabar sama Bunda " Kata Cila manja.


" Kamu jahat sama Bunda,kamu ngak mau lagi perhatiin Bunda " Kata Sintia merajuk.


" Bukan gitu Bun,sekarang kan Cila udah jadi istri,banyak yang harus Cila lakukan sampe lupa deh telepon Bunda hehe " Kata Cila cengengesan.


" Heleh,alasan kamu sama Clara sama aja "


" Ya kok aku dibawa bawa lagi Bunda " Kata Clara tiba2 datang.


" Iya,kalian Kakak beradik sama aja,jahat sama Bunda " Kata Sintia sedih.


" Aaaa Bundaaaaa " Rengek Clara dan Cila sama2 memeluk Sintia.


2 bocah kembar itu terkekeh pelan melihat 2 Kakak nya sangat manja.

__ADS_1


" Nenek " Sapa Zaiva.


Mereka semua menoleh,gadis mungil berhijab itu tersenyum malu.


" Kenapa sayang,Zaiva mau apa ?" Tanya Sintia menggendong cucu pertama nya itu.


" Iva mau minum kayak Abang " Kata Zaiva menunjuk Aktam dan Andrew yang menyedot es digelas.


Glek...


2 bocah itu menelan ludahnya kasar melihat Clara yang melotot kepada mereka.


" Ehe habissss " Kata Aktam perlahan turun dari kursi.


" Ayo Bang,kita masuk " Ajak Aktam pelan.


" Nenek Iva mau itu " Kata Iva berontak.


" Ngak boleh,Zaiva ngak boleh minum es lagi " Kata Clara melarang.


2 bocah ingusan itu sudah kabur masuk kedalam.


Sebelumnya saat Clara dan Cila memeluk Sintia,Aktam yang melihat Zaiva masuk kedalam warung pun ingin menjahili bocah itu.


Aktam menyedot es dalam sedotan dengan cara erotis,Andrew pun ikut menjahili bocah itu.


Zaiva menelan ludahnya kasar tergoda dengan 2 paman nya..


Àktam dan Andrew langsung pura2 diam saat bocah itu memanggil nenek nya.


" Hehe Zaiva lucu ya Bang,gitu aja tergoda " Kata Aktam tertawa renyah.


" Iya,pasti dia sedang di omeli Mama nya " Kata Andrew ikut tertawa.


2 bocah jahil itu pun masuk kedalam rumah,melihat apa yang dilakukan adik perempuan nya.


Kedua orang tuanya tak ikut krumah Beni,karna Nisa dan Reno harus keluar kota menemani Reno bekerja.


Semakin tua Reno semakin manja kepada istrinya,bahkan tak jarang kini Nisa sering bolak balik ke perusahaan sang suami hanya untuk menemani Reno diruangannya bahkan bercinta disana.


Reno takut tergoda dengan perempuan lain,makanya lelaki itu selalu menganjak istrinya kemana pun agar selalu ada yang menegurnya jika salah.


Cila masuk kerumah dan kaget melihat Ana bersedekap dada menatap nyalang kearah gadis yang sedang duduk di depannya.


" Kenapa muka kamu begitu ? " Tanya Cila.


Ana mengkrucut kesal menunjuk Denis yang sedang mengajari gadis perempuan di samping nya.


" Dia siapa ? Tanya Cila pelan.


" Ngak tau " Jawab Ana kesal.


Cila terkekeh pelan dan mencubit pipi gadis itu.


" Kamu cemburu ya " Goda Cila.


" Heh,dah lah aku males sama Bang Denis " Kata Ana merajuk dan langsung masuk ke kamar Cila.


Jeddeeeerrr....


Pintu dibanting dengan kuat,Beni yang sedang menonton berita pun sontak kaget dan mengusap dadanya pelan.


" Kenapa Nak ? Tanya Beni heran.


" Cemburu Yah " Kata Cila tertawa terbahak.


Beni terkekeh dan menggeleng pelan.

__ADS_1


Cila menyalami Beni dengan hormat.


" Suami kamu mana ? Tanya Beni mengusap kepala anak nya.


" Dia ngak bisa datang Yah,Mas David kerja ke kota " Kata Cila lesu.


" Hmm padahal Ayah ngarep dia datang " Kata Beni mendesah.


" Maafin suami aku ya Yah,dia udah nitipin maaf dia buat ayah,ini ada oleh2 dari Mas David " Kata Cila kembali tersenyum,membuka koper dan memberi sarung dan makanan untuk Beni.


" Wahhh makasih ya " Kata Beni tersenyum lembut menerima sarung baru itu.


Cila mengangguk dan berjalan ke arah kamar.


Cila menggeleng pelan melihat Ana yang galau,gadis itu seperti hal nya gadis lain yang sedang patah hati.


" Udah,ngak usah sedih,mereka cuma temenan kok " Kata Cila mengusap rambut Ana.


" Aku kesel Kak,masak dia mengaku pacarnya Bang Denis " Kata Ana kesal.


" Hah,Denis pacaran ? Tanya Cila kaget.


" Kata Bang Denis ngak,cuma temen tapi cewek itu gatel deket2 Bang Denis,Ana tuh gemes mau cakar wajahnya " Gerutu Ana.


" Waduhhh gawat nih "


" Makanya Kakak bantuin aku dong,aku kan udah bantuin Kakak "


Glek...


Cila menelan ludahnya kasar,ternyata bocah ini tak mau rugi.


" Gimana Bang David kelepek2 ngak sama Kakak ? Tanya Ana menggit plastik kue yang dibawa Cila.


" Kelepek ngak malu iya " Kata Cila mengkrucut kesal.


" Waahahah Kakak ngak pro sih " Kata Ana tertawa renyah.


" Eh,kamu ada ide begituan dari mana sih ? " Tanya Cila penasaran.


Ana mengangkat bahu tak tau.


" Dari orok kata Papa " Kata Ana santai.


Cila tertawa terbahak bahak mendengar celetukan gadis itu.


" Kenapa Bang David ngak ikut,padalah aku dah siapin rencana loh Kak " Kata Ana serius.


" Hmm Mas David sibuk kerja " Kata Cila kembali lesu.


" Yaaaah ngak jadi dong rencana aku " Kata Ana ikutan lesu.


" Emang rencana kamu apa ? " Tanya Cila.


Ana menyeringai.


" Rencana aye aye " Kata Ana tertawa terpingkal pingkal.


" Hah !!! " pekik Cila kaget...


" Wahaahahaha " Ana langsung tertawa terpingkal pingkal melihat wajah terkejut Cila.


❤❤❤❤


Selamat pagi guysss.....


Jangan lupa bersyukur hari ini...

__ADS_1


Terus dukung author yuk dengan cara VOTE,LIKE,COMENT.


jangan lupa juga masukin karya autor ke FAVORIT kalian ya


__ADS_2