
Kini Vero sudah bangun,saat membuka mata bocah itu terlihat linglung melihat atap disana beda dengan atap rumahnya.
" Mama..." Panggil Vero mencari Cila.
Cila yang sedang bermain hape pun kaget dan tersenyum bahagia melihat sang putra kini sudah bangun.
" Wah anak Mama udah bangun ya ?" Goda Cila mengangkat Vero.
Bocah itu langsung memeluk erat leher Cila terkejut dengan suasana yang langsung ramai.
Cila sengaja tak membangunkan putranya tidur karna tak ingin membuat bocah itu kaget dan rasa lelahnya belum berkurang,Cila membiarkan putra nya bangun dengan sendiri.
" Ohoo tenang sayang,kita lagi di Mall " Kata Cila ingin tertawa melihat wajah panik bocah itu.
Vero persis seperti David jika baru bangun,wajah sembab bocah itu sangat menggemaskan.
" Adiknya ya Mba ?" tanya seorang wanita tua tersenyum melihat Vero manja.
" Anak saya Bu " kata Cila sopan.
" Oh,kirain adiknya Pasti Ayahnya ganteng ya,soalnya anak nya juga ganteng " Kata ibu itu tertawa.
Cila tersenyum malu dan mengangguk.
" Emaknya juga cantik kan Bu ?" Tanya Cila cengengesan.
" Hahaha kamu bisa aja " Kata Ibu itu tertawa.
Vero menatap wanita tua itu dengan menelisik seolah ingat perkataan David tadi,Vero memeluk leher Cila dengan erat bermaksud melindungi sang Mama.
" Ekk iya sayang,aduh meluk nya jangan kenceng2 dong,tekelek nanti leher Mama " Kata Cila melepas tangan Vero.
" Nonono " Kata Vero tajam.
" Iya,tapi lepasin dulu ini,nanti Mama mati disini Vero siapa yang jagain,ngasih mimik ?" Kata Cila membujuk.
Vero menatap tajam wanita tua yang sedang melihatnya,hingga wanita itu bergidik ngeri dan sedikit menjauh dari ibu dan anak itu.
Perlahan Vero melepaskan tangannya dan menarik baju Cila.
Perempuan itu terkekeh pelan paham dengan keinginan sang anak.
" Aduh mana tempat umum lagi " Gumam Cila ragu.
" Mimikk " Rengek Vero menarik membuka baju Cila.
" Iya sayang,tenang dulu ya Mama siapin mental dulu " Kata Cila melihat kiri kanan.
" Tutupin aja pake kain gendong nya Neng " Kata Ibu tadi paham dengan kegalauan Cila.
" Iya Bu " Kata Cila tersenyum.
Setelah memastikan keadaan aman baru lah Cila membuka bajunya,Vero yang melihat pun terpekik senang.
" Ayo " Ajak Cila tersenyum.
Vero tanpa ragu tanpa malu langsung menyesap milik Cila dengan semangat.
Manik Cila tak berhenti melihat kiri kanan,takut2 ada yang melihatnya.
__ADS_1
Bukan apa,David sangat melarang perempuan itu meneteki Vero didepan umum,dengan alasan menjaga aurat haha.
Hampir 10 menit menyusui akhirnya Cila bernafas lega melihat Vero sudah kenyang.
" Udah ?" Tanya Cila menelisik.
Vero tersenyum mengangguk.
" Pabriknya Mama tutup ya " Kata Cila menurunkan bajunya.
Vero bukan nya menjawab malah ingin turun dari sofa.
Dengan cepat Cila merapikan bajunya dan menahan bocah itu.
Setelah membayar pesanan makanan tadi,Cila keluar dari restoran dan mulai berkeliling.
Tak ada yang menyadari bahwa perempuan itu sudah memiliki anak,karna penampilan Cila layaknya orang gadis yang baru dewasa.
Cila mengenakan celana jeans kulot dipadukan dengan kemeja oversize milik David ia masukkan setengah dan tak lupa sepatu sneaker serta tas selempang.
Banyak yang mengira bahwa Cila dan Vero merupakan kakak beradik,apalagi Vero yang aktif sendiri.
" Pelan2 Vero " Kata Cila mempringati
Vero yang sudah bisa berjalan pun tak membuang kesempatan untuk berlari sana sini menghampiri apa yang menarik dimatanya.
Mereka memasuki salah satu butik baju,sudah lama sekali Cila tak berbelanja untuk dirinya sendiri,apalagi sejak menikah dengan David dulu yang selalu di liputi kekurangan.
" Vero sayang,liat ini cantik ngak buat Mama ?" Tanya Cila memamerkan baju butik kepada Vero.
Layaknya seorang penata busana,Vero terlihat serius melihat baju kerlap kerlip itu.
Perempuan itu sudah menduga bahwa sang anak akan menolak.karna Vero dan David risih melihat Cila memakai warna yang ngejreng2.
" Ngak jadi Mba " Kata Cila malu kepada pegawai butik.
" Hehe ngak papa Mba,anaknya pinter ya " Kata gadis itu gemas.
Vero sudah berlari dari sana malas mendengar obrolan orang dewasa.
Cila yang melihat anaknya sudah melesat pun,langsung mengejar bocah itu.
Mereka kembali berbelanja,Cila banyak membelikan baju baru untuk Vero dan juga David,untuk dirinya hanya 2 stel saja,karna kini Cila lebih memprioritaskan anak dan suaminya dari pada dirinya sendiri,meski David tak meminta dibelikan apapun kecuali bokser andalan pria itu dan juga Cd nya.
Saat Cila dan Vero berjalan ria dengan banyak tentengan,perempuan itu terdiam melihat patung yang memajang sebuah lingeri merah menyala.
" Waw " Gumam Cila takjub.
Vero bergidik ngeri melihat patung yang bergaya eksotis dibungkus baju tipis itu.
" Mantep nih kalo dipakein depan Mas David " Gumam Cila cekikikan.
Vero bersembunyi dibelakang Cila karna takut.
" Ayo sayang kita masuk " Ajak Cila semangat.
Vero mengintili dibelakang Cila saat mereka masuk kedalam.
" Wawwwww " Gumam Cila heboh melihat baju2 tipis itu digantung berjejer rapi disana.
__ADS_1
" Selamat datang,ada yang bisa saya bantu ?" Tanya seorang perempuan ber rok pendek menyapa Cila.
" Em boleh lihat barang yang didepan ?" Tanya Cila gugup.
" Boleh,mari ikut saya " Kata pegawai itu ramah.
Cila mengangguk dengan Vero yang masih mengintilinya layaknya buntut.
Para pelayan disana tertawa melihat bocah itu menyeret kakinya dilantai yang licin bersama Cila yang berjalan mengikut pelayan lain.
" Ini Bu,banyak beragam warna,dan ini juga sedang mengeluarkan harga promosi karna produk terbaru " Kata wanita itu ramah.
Cila mengangguk tersenyum.
Pelayan itu sedikit menjauh membiarkan Cila memilih.
" Gilak,kalo aku pake beginian tiap malam,paginya bisa ngesot aku " Gumam Cila bergidik ngeri mengingat keganasan suaminya di atas ranjang.
" Tapi aku ngak punya lagi yang beginian saat yang satu2nya di cuci mas David sampe sobek " Kata Cila terlihat kesal.
Dulu Cila punya 1 diberikan oleh bos David bekerja di toko kue,tapi kesialan menimpa perempuan itu saat David yang mencuci pakaian,karna terlalu kuat menyikat hingga akhirnya sobek terbagi dua.
" Hm kira2 harganya berapa ya ?" Gumam Cila penasaran.
Perempuan itu pun mengintip dan terbelalak kaget dengan nominal yang tertera disana.
" Ini beneran harga nya ?" Gumam Cila membolak balik merk itu.
" Ngak ada yang lain,apa ini beneran ?" Gumam Cila sangat syok.
Vero terlihat bermain cilukba dengan baju nerawang itu sambil tertawa.
" Ya Tuhan,jangan dimainin Nak " pekik Cila kaget menjauhkan Vero dari sana.
Vero mengernyit seolah bertanya kenapa ?
Cila menelan ludah kasar melihat kiri kanan.
" Gilak,harganya bisa beli harga diri ini mah " Kata Cila menggeleng tak percaya.
Meski banyak uang saat ini,tapi Cila tak ingin kalap sesaat,karna kebutuhan mereka banyak apapagi Vero yang mulai tumbuh aktif dan rajin memanggil orang jualan.
Perempuan itu melihat model lain dan harganya,lagi2 Cila terkaget kaget karna beda mereka hanya sedikit.
" Dah lah Mas,ngak pake beginian juga kamu sangean sama aku,kalo ntar aku beli ini bisa2 kamu ngak bekolor dirumah " Gumam Cila pasrah.
Vero ikut sedih melihat raut wajah Cila yang terlihat sayu.
" Ayo Nak kita pulang,jangan sering2 kita kesini,bisa mati muda Papa kamu nyariin duit nya demi kain laknat ini " Kata Cila menganjak Vero keluar dari sana.
Ibu dan anak itu pun berjalan gontai tanpa hasil.
" Ntar bikin adek kamu pake kain sarung aja ya Nak " Kata Cila tersenyum kepada Vero.
Bocah itu tertawa dan mengangguk semangat meski tak tau maksud sang Mama..
❤❤❤❤
Hay guys,jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA
__ADS_1