
Disebuah ruangan,seorang gadis duduk dihadapan atasannya yg memiliki jabatan sangat tinggi.
Hani terlihat gugup karna baru kali ini diundang secara pribadi,karna staunya orang2 yg bisa berbicara dengan lelaki itu pasti punya urusan penting.
" Ada apa ya Pak ?" Tanya Hani tanpa mengulur waktu.
" Kamu tau kenapa saya meminta mu kesini ?" tanya lelaki tua tersebut.
Hani menggeleng tidak tau.
" Kau kenal Daniel ?" Tanya si pria serius.
Hani diam tak menjawab.
" Saya rasa kamu pasti kenal lelaki itu "Ucap si bapak.
Hani mengangguk jujur.
" Kau tau siapa dia ?" Tanya Si bapak.
" Dokter " Jawab Hani.
" Ya kau benar,dan dia suami anak saya " Jawab si bapak tersenyum.
Hani kembali diam.
" Tapi sayangnya mereka memilih berpisah " Lanjut si bapak.
Hani kembali diam.
" Daniel bilang dia menyukai seorang gadis cantik " Ucap si bapak memancing.
" Dan istrinya sangat terluka "
" Apa kau orangnya ?" Tanya pria itu dengan pertanyaan menyodong.
" Saya tidak tau " Jawab Hani.
" Bukankah kalian kenal ?" tanya bapak itu lagi mulai terpancing.
" Jikapun saya orangnya,saya tidak pernah meminta Kak Daniel untuk meninggalkan istrinya " Kata Hani tegas.
" Tapi dia melakukannya " Balas si bapak.
" Bearti mereka yg punya masalah,bukan saya " kata Hani geram.
Pria tua itu diam melihat anak didiknya yg mulai melancarkan serangan.
" Kau kekasih Daniel bukan ?" Tanya si pria itu berusaha tenang.
" Tidak,Kak Daniel memang sering bertemu dengan ku " Jawab Hani mengakui.
" Bearti kalian ada hubungan " Sahut pria itu cepat.
" Tidak juga,saya menganggap Kak Daniel sebagai Kakak ku dan dia yg banyak membantu " Kata Hani membela diri.
" Omong kosong " Balas lelaki itu tersenyum miring.
" Saya pikir saya kesini untuk membahas pekerjaan,tapi ternyata tidak " Ucap Hani bangkit dari duduknya.
" Mau kemana kau ?" tanya pria itu terkejut.
" Saya akan bekerja sebagaimana mestinya,jika membahas masalah pribadi,bisa diluar jam kerja " Jawab Hani tegas.
Dengan menunduk sopan,Hani berjalan keluar dengan elegant.
__ADS_1
Lelaki tua itu melongo melihat anak buahnya begitu berani.
" Gadis ini bukan sembarangan " Ucap pria dengan title tinggi tersebut.
Ia juga tak bisa memaksa Hani mengakui apalagi mendesak jawaban yg ia mau.
" Lihat saja gadis kecil,aku akan mencari tau sendiri " Ucap si pria tajam.
Hani keluar ruangan dengan jantung berdegub kencang.
Sungguh kaki nya merasa gemetaran berhadapan dengan atasan yg banyak menurut orang sangat berbahaya.
Tapi Hani tak mau memperlihatkan rasa takutnya,gadis itu berusaha bersikap dewasa.
" Han " Panggil seorang pria menegur.
Hani menoleh dan mendapati teman sekantornya menatap dengan wajah aneh.
" Ngapain disana ?" tanya pria itu mendekat.
" Abis ketemu sama pemilik ruangan Bang " Jawab Hani tersenyum.
" Oh ya udah,ikut abang yok kita ngeronda " Ajak lelaki itu terkekeh.
" Iya Bang " jawab Hani ikut terkekeh.
Keduanya pun berjalan keluar,baru ingin memasuki mobil,manik Hani melihat Laura turun dari taxi..
Wanita itu berjalan cepat masuk kearena lapor.
" Kak Laura ngapain ?" Gumam Hani mengernyit.
" Kenapa Han ?" tanya Pria bernama Tomo tersebut.
" Gak papa Bang,ayo " Jawab Hani mengalihkan.
Laura terus berjalan masuk dan disambut seorang penjaga.
" Saya mau buat laporan " Ucap Laura kepada pria tersebut.
Polisi mengangguk dan meminta Laura duduk dimeja..
Wanita itu mulai menjelaskan laporan apa yg ia mau.
Polisi mendengar dengan seksama,asik menjelaskan tak lama Laura melihat adik ibunya baru masuk keruangan.
" Om Denis " Gumam Laura pelan.
Denis yg sedang mengobrol dengan temannya melihat kearah Laura.
" Loh kamu disini ?" tanya Denis mendekat.
" Iya Om " Jawab Laura menggaruk kepala.
" Ngapain ?" tanya Denis duduk didepan wanita itu.
Pria itu melihat laporan yg ditulis rekannya dan melotot kaget
" Yuna ?" Tanya Denis terkejut.
" Iya Om,Yuna udah kelewatan " Jawab Laura.
" Mama kalian tau ?" tanya Denis lagi.
" Iya,aku udah konfirmasi sama Mama " Jawab Laura.
__ADS_1
Denis menghela nafas,sedikit banyak pria itu tau masalah yg dihadapi keponakannya.
" terus Sofia gimana ?" tanya Denis lagi.
" Aku udah kasih tau sama Yuna,kalo dia sayang sama Sofia dia bakal lepasin gadis itu ke Vero " Jawab Laura.
Denis menghela nafas panjang dan melihat wanita itu lagi.
" Kamu beneran kesal ya sama Yuna ?" Tanya Denis serius.
" Iya Om,kesel banget se ubun2,bisa2nya dia bohongin kita semua " jawab Laura.
" iya sih,Om juga menyayangkan sikapnya Yuna,tapi kasihan juga sama Sofia nya kalo gadis itu ikut masuk Bui " Kata Denis lembut.
" Dia aja gak kasihan loh Om sama hidupnya dan Sofia,Vero udah baik banget malah dikhianatin " Kata Laura tak habis pikir.
" Sekarang Sofia gimana udah ada kejelasan ?" tanya Denis tenang.
" Lagi di Tes Dna,aku kasihan sama Mama dan Papa Om,mereka sangat sedih tau Sofia bukan anak Vero " Jawab Laura ingin menangis.
" Ya udah,kita tunggu aja hasilnya,baru bertindak lagi " Kata Denis memutuskan.
Laura diam,rasa egoisnya begitu menggelora saat ini.
Laura mau Yuna langsung ditangkap biar wanita itu bisa merasakan akibat dari kelakuannya yg tak baik di tiru.
Denis menutup buku dan meminta Laura pulang.
Denis tidak mau wanita baik itu berubah menjadi wanita kejam meski yg Laura lakukan adalah bentuk pembelaan diri mereka yg meminta keadilan.
Dirumah sakit,Vero tak kuasa melihat Sofia yg begitu anteng saat darahnya diambil.
Gadis itu begitu penurut,Vero tak tau apa yg diucapkan Yuna hingga membuat gadis kecil tersebut tak banyak bertanya.
" Kalo mau ambil lagi,ambil aja Bu Dokter,stock darah Sofia masih banyak hehe " Ucap Sofia kepada perawat.
" Hehe udah segini aja cukup kok " Balas perawat terkekeh.
Vero tersenyum miris,gadis kecil itu sangatlah tak berdosa.
Ia belum tau apa2,mengenai masalah berat yg sedang dialami orang tuanya.
" Papa kenapa liatin Via begitu ?" Tegur Sofia melihat Vero bengong.
" Hah em gak papa sayang " Jawab Vero tersenyum lembut.
" Tadinya Via takut disuntik Pa,tapi karna Papa juga disuntik jadi Via gak takut lagi deh hehe " Ucap Sofia mencoba melawak.
" Sakit gak ?" Tanya Vero mencoba tegar.
" Sakit,Via takut liat darahnya berjalan,nanti Via mau olahraga yg banyak biar gak gampang sakit " jawab Sofia yakin.
" Hehe iya nanti Papa temanin " Balas Vero.
Suster dan Dokter yg menangani bapak dan anak itu saling melihat.
Keduanya tampak bingung kenapa Vero mau melakukan tes Dna padahal Vero dan Sofia begitu dekat bahkan obrolan mereka pun nyambung satu sama lainnya.
Setelah selesai,Via berjalan keluar duluan dan disambut ibuny.
" Tolong berikan hasil secepatnya " Ucap Vero kepada Dokter.
" Iya Pak,jika hasil sudah selesai kami akan segera menghubungi bapak " Balas Dokter mengerti.
Vero mengangguk,lelaki itu pun berjalan keluar.
__ADS_1
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.