Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Salju


__ADS_3

Dirumah David,suasana sangat ramai,Cila menangis tersedu sedu dikamar putrinya saat mengetahui Laura sudah keluar dari rumah mereka.


" Kenapa Laura bisa lari Ma ? kalian mengusirnya ?" tanya David murka.


Lelaki itu baru pulang bekerja dan langsung di suguhi masalah yang membuat kepala hampir meledak karna emosi yang menggebu gebu.


" Ngak Mas,aku ngak pernah ngusir Laura hiks hiks " kata Cila menangis terisak.


" Mana Vero ?" Tanya David garang.


" Vero lagi diluar Mas nyariin Laura huhu " Kata Cila terus menangis.


" Akhhh ada apa ini ?" Teriak David menjambak rambutnya kesal.


Pria itu sangat syok mendengar kabar putrinya hilang.


" Semua bajunya ngak ada Mas,Laura juga membawa kopernya " kata Cila terisak.


" Dia benar2 pergi " Gumam David terduduk di sofa mengusap wajahnya kasar.


Cila mengangguk lemah.


" Apa yang telah kita lakukan kepadanya Ma,kasihan anak itu dia sendirian " Kata David merasa bersalah


" Aku Papa yang tak becus " Kata David menitikkan air mata.


Cila mendekati suaminya dan memeluk lelaki yang sedang patah hati itu.


" Aku membuat anak ku menderita Yank " Kata David menangis memeluk istrinya.


Cila tak dapat bersuara lagi,hatinya terasa pilu kehilangan putri yang sangat mereka sayangi.


Meski Laura bukan anak kandung mereka,tapi ketulusan gadis itu membuat pasangan David dan Cila tak pernah membedakan Laura dan Vero,semua mereka anggap sama sebagai anak kandung.


Disebuah ruko,Vero terlihat frustasi karna sudah mencari sekeliling tapi belum juga menemukan Laura.


" Maafin aku Kak,ini semua salah aku hiks hiks " Kata Vero menangis ditengah ruko tertutup itu.


Laura tak ada dimana pun,sudah berkeliling kota Vero mencari dan menanyai Laura dengan bermodal selembar foto gadis imut itu,tapi semua orang tak melihatnya hari ini.


Vero bahkan mendapat tamparan di pipi karna pria itu memaksa wanita yang menjahati Laura dulu tidak mau memberitahu dimana Laura berada.


Walaupun sebenarnya wanita itu benar2 tak tau dimana Laura.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang,Papa pasti sangat marah kalau tau Kak Laura hilang " Gumam Vero semakin takut.


Pria itu terdiam sejenak,berfikir kemana lagi akan mencari Laura.


" Uncle " Gumam Vero teringat akan Denis.


Tak tunggu lama lagi,Vero langsung menghubungi Om nya yang kebetulan bekerja di kepolisian.


Saat panggilan dijawab,Vero langsung beraksi memberitahu Denis bahwa Laura hilang dan meminta bantuan.


Kabar pun menyebar sangat luas,kebesokan harinya Sintia dan Beni datang kerumah sang anak menanyakan kabar tersebut.


Cila dan David membenarkan,bahkan David tak bisa tidur karna memikirkan putrinya yang berkeliaran diluaran sana.


" Semuanya semakin kacau " kata Sintia tak kuasa menahan tangis.


" Aku ngak tau Laura akan pergi Bun,pagi kemarin kami masih makan bersama2 " kata Cila terisak.


David menunduk,bayang2 wajah putrinya yang menanyai ia kemarin membuat David merasa bersalah.

__ADS_1


Lelaki itu menyesal telah dingin kepada Laura dalam beberapa hari ini,makanya Laura merasa dirinya semakin menjadi beban dikeluarga.


" Apa kamu sudah lapor polisi ?" tanya Beni berusaha tenang.


" Vero bilang dia sudah kasih tau sama Denis semalam Yah " Jawab David


" Denis tak pulang malam tadi " kata Beni menghela nafas.


" Kita harus gimana Yah,Laura ngak ditemukan " kata Cila frustasi.


" Kita tunggu dulu kabar dari polisi,jika masih belum bisa kamu minta tolong sama Nisa " kata Beni serius.


" Kak Nisa ?" Ulang Cila terkejut


" Ya,Reno punya banyak relasi,Ayah yakin suami Kakak mu pasti mau membantu " Kata Beni yakin.


David dan Cila saling melihat.


" Iya Yah,aku akan hubungi Bang Reno " Kata David mengangguk paham.


Beni menghela nafas meski masih tak tenang memikirkan nasib cucunya.


Dikantor polisi,Vero mulai menjelaskan bagaimana kronologi sang Kakak bisa hilang.


" Kami harus bertemu dengan keluarga mu " Kata Polisi itu tenang.


" Iya Pak,ayo kerumah saya " kata Vero bangkit.


Polisi tersebut mengangguk dan memanggil satu temannya.


" Om akan berusaha,kamu tenangin orang tua kamu ya " Kata Denis menghampiri keponakannya itu.


" Iya Om,tolong temukan Kak Laura " Kata Vero sedih.


Vero langsung berjalan menyusul 2 polisi yang berjalan didepan mereka.


Denis menghela nafas dan menggeleng pelan.


" Malangnya nasib mu Laura,padahal kamu gadis yang baik " Gumam Denis ikut sedih.


Disebuah kamar seorang gadis baru saja terbangun dari tidurnya.


Suasana masih gelap,Laura mengerjab ngerjabkan matanya merasa sesuatu yang berat menimpa perutnya.


" Kak Justin " Gumam Laura terbelalak melihat tangan Justin melingkar diperut datarnya.


Pria itu tertidur dengan sangat nyaman,Justin mengenakan kaos putih bersih,pria itu terlihat sangat tampan.


" Aduh aku ngak bisa gerak " Gumam Laura berusaha mengangkat kakinya.


Pria itu merengkuh Laura dengan erat,Justin benar2 membuktikan omongannya.


Pria itu memeluk Laura semalamam dan tak melakukan apapun.


" Kak,minggir aku mau pipis " Kata Laura membangunkan Justin.


" Hm " Lenguh Justin mengeratkan pelukannya.


" Minggir dulu aku udah ngak tahan " kata Laura mengangkat tangan pria itu.


" Mau kemana ?" Tanya Justin serak membuka sedikit matanya.


" Kamar mandi " Rengek Laura.

__ADS_1


" Aku temenin ya " Kata Justin mendongak.


" eh jangan,ngak usah aku bisa sendiri " kata Laura kaget.


" Ya udah,jangan lama2 " Kata Justin melepaskan Laura.


Gadis itu mengangguk lemah dan menghela nafas.


Laura turun dari ranjang dan langsung berlari kekamar mandi.


Justin membalik badan dan memeluk guling karna dirinya masih sangat mengantuk.


Tak lama Laura kembali dan diam melihat lelaki itu sudah tidur lagi.


" Akh perut ku sangat lapar " Gumam Laura mengusap perutnya.


Dari semalam mereka tak makan apapun karna kelelahan.


Laura melihat jam,sudah menunjukkan pukul 3 pagi.


Gadis itu memeriksa hapenya dan menghela nafas panjang,hape Laura mati dan sekali di cas ternyata tidak ada jaringan disana karna beda negara.


" Apakah aku harus menghubungi keluarga ku ?" Gumam Laura bimbang.


" Huh aku akan bertanya besok " Kata Laura memutuskan.


Gadis itu menyingkap gorden dan terkejut melihat salju benar2 turun dari langit Amerika.


" Waw ini sangat indah " Gumam Laura takjub.


Dengan hati2 Laura berjalan ke arah pintu balkon,gadis itu melihat kebelakang memantau Justin yang tidur membelakanginya.


Pintu geser itu terbuka saat Laura memutar anak kunci..


Baru saja Laura akan melangkah,suara seseorang mengagetkan dirinya.


" Mau kemana ?" Tanya Justin dingin.


Laura melotot kaget dan berbalik badan.


Terlihat Justin bertopang tangan melihatnya tajam.


" ak aku mau keluar liat salju " Kata Laura menunduk takut.


" Salju ?" Ulang Justin mengernyit.


" Iya,diluar turun salju dan aku ingin menyentuhnya " kata Laura menatap lelaki itu memelas.


" Baiklah,jangan keluar kemana pun " Kata Justin mengizinkan dan kembali berbaring.


" Terima kasih " Ucap Laura menghela nafas lega dan kembali melangkah.


" Waww sangat cantik,benar2 indah kalo Mama liat ini pasti bakalan girang kayak aku " Gumam Laura memegang gumpalan salju yang jatuh kebalkon kamar.


Dari dalam Justin tersenyum kecil melihat ke udikan gadis itu bermain salju.


" Gadis kampung " Cibir Justin terkekeh pelan.


Lelaki itu kembali memejamkan matanya dan menarik selimut karna udara luar cukup dingin masuk kedalam kamarnya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2