Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kencan


__ADS_3

Gadis mungil itu mempersilahkan si lelaki masuk kedalam rumahnya.


Genggaman Sofia begitu erat seolah tak membiarkan pria dewasa itu pergi.


Didepan Tv,Rania masih menonton dengan serius.


Adegan film korea romantis pun membuat gadis itu tak perduli dengan keadaan sekitar.


" Siapa yg bertama Rania ?" Tanya Cila keluar dari kamar dengan mukena putih.


" Gak tau Bi " Jawab Rania tanpa menoleh.


" haissstt gadis ini " dumel Cila gemas.


Rania fokus lagi hingga tak menyadari sosok pria itu sudah ada dibelakangnya.


" Kak " Panggil Sofia menegur.


Rania tak berkutik.


" Kak " Panggil Sofia lagi.


" Apa sih " Jawab Rania berdecak.


" Ada Oom aku Kak " Balas Sofia


Lelaki itu diam memperhatikan wanita didepannya.


" Om silahkan duduk ya,Via ambil minum dulu " Ucap Sofia sopan mempersilahkan.


Lelaki tampan itu mengangguk.


Dengan tenang langkahnya mulai mendekati Sofa yg tak jauh dari tempat Rania berbaring dengan karpet bulunya.


Gadis itu tak menyadari sedikitpun hingga pekikan kagetnya pun terdengar.


" Aduh aduhhh jangan sosor dulu " Ucap Rania seraya menutup sedikit wajahnya.


Lelaki itu melihat ke Tv dan melotot seketika adegan film yg akan terjadi.


" Duh duh Run mbaa Ruuunnnn " Ucap Rania gemas sendiri.


Pria itu melihat sekitar dan menghela nafas lega tak ada siapapun diruangan tersebut.


" Astaga nih anak,bukannya siap2 malah nonton adegan film " Ucap pria yg bukan lain adalah Reka.


Cup....


Adegan film korea pun terjadi didepan mata keduanya,Rania menutup wajahnya seraya mengintip sedikit disela2 jari.


Reka yg memperhatikan gadis itu terlihat begitu gemas dengan tngkah lakunya.


" Ehemmm " Dehem Reka keras.


Rania seketika menoleh dan langsung terbelakak.


" Astagfirullahhhalazim " Pekik Rania terduduk.


Reka menggelengkan kepalanya dengan pelan tanpa suara.


" ka ka kamu " Ucap Rania terbata.


Sofia datang membuat gadis itu menutup mulut nya dengan wajah terkejut.


Reka mengambil remot dan memindahkan siaran.


" Hati hati sayang " Ucap Reka lembut mengambil alih gelas berisi air putih twrsebut dari tangan Sofia.


Gadis kecil itu tersenyum cerah dan duduk disamping Rania.


" Ka kapan dia datang ?" Tanya Rania pelan kepada Sofia.


" tadi " Jawab Sofia polos.


" Ta adi kapan ?" Tanya Rania melotot

__ADS_1


" Belum lama,aku udah panggil Kakak tadi,tapi kakak gak nyahut sibuk sama opa korea " Jawab Sofia mencibir.


Rania menggaruk kepalanya merasa kebingungan dan malu yg luar biasa.


" Kamu suka film gituan ?" Tanya Reka setelah meneguk setengah air.


" Hah " Pekik Rania syok.


" Suka ?" Ulang Reka dengan senyum tipis.


Glejkk....


Rania menelan ludah kasar menatap wajah pria yg sempat membuatnya uring2an tersebut.


" Jangan bilang kalo dia juga lihat adegan tadi ?" Batin Rania ngeri2 sedap.


" Eh Kkak " Ucap seseorang membuat lamunan Rania buyar.


Semuanya menoleh dan terdiam tak kala seorang gadis dengan jilbab abu berdiri tak jauh dari mereka semua.


" Masyaallahhh cantiknya " Ucap Sofia terpana.


Reka mengernyit dan terdiam dengan wajah bingung.


" Kakak udah lama ?" tanya Tania mendekat.


Rania diam memperhatikan adiknya yg persis seperti dirinya apalagi Tania juga memakai baju yg sering ia pakai.


" Kakak kenapa ?" tanya Tania bingung melihat Reka diam.


" Ehhh ada Rekaa " Ucap Hani tiba2 masuk keruangan itu.


Reka menoleh dan menatap Hani dalam.


" Kapan datang Rek ?" tanya Hani santai sambil membawa perut besarnya.


" Baru " Jawab Reka pelan.


" Gimana keadaan kamu ?" tanya Reka menyentuh perut sahabatnya tersebut.


" Ah iya " Jawab Reka menggaruk kepala.


Denis juga masuk kesana bersama Cila membuat Reka makin tak karuan.


" Hm Han " Ucap Reka memberi kode.


" Iya,kenapa ?" Tanya Hani.


" Bisa bicara ssbsntar ?"


" Iya,ayo keluar " Jawab Hani.


" Gak usah jauh2 Han,ntar cape " Sorak Cila khwatir.


" Iya Ma bsntar." Balas Hani.


Reka dan Hani berjalan menjauh,Tania mendekati Cila yg terlihat ngeri dengan perut besar Hani.


" Mau kemana kamu ? Tumben bejilbab ?" Tanya Cila kepda Tania.


Tania menoleh dan langsung cengengesan.


Rania diam melihat adiknya yg sudah rapi dan cantik,gadis itu benar2 sangat mirip dengannya.


" Kak Hani sama Kak Reka kenapa Bi ?" Tanya Tania kepo.


" Gak tau " Jawab Cila mengangkat bahu.


" Kakak gak tau juga ?" Tanya Tania kepada Rania


Rania diam,gadis itu menatap kejauhan sekilas dan kembali menghadap tv dengan jantung berdebar.


" Pleasee Ran jangan sekarang " Batin Rania mengepalkan tangannya.


Ntah mengapa perasaan gadis itu langsung berubah padahal sejak tadi mood Rania baik2 saja.

__ADS_1


Didepan,Hani menghela nafas melihat Reka terus menyeretnya keluar.


" apa sih Rek,udah kejauhan ini " Ucap Hani jengah.


" Han " Panggil Reka dengan mimik serius.


" Apa ?" Jawab Hani ketus.


" Itu siapa ?" Tanya Reka tegas


" Apanya ?" Tanya Hani lagi.


" Itu kedua gadis itu,mereka kembar ?" tanya Reka bingung.


" kamu gak tau ?" tanya Hani balik.


" maksud kamu ?" tanya Reka mengernyit.


" ishh,itu Tania sama Rania anaknya Om Denis " Jawab Hani gemas.


" apa ! Jadi mereka ada 2 ?" Tanya Reka terbelalak.


" Iya,haduh kamu kemana aja sih " Jawab Hani heran.


" Astga " Gumam Reka tak percaya


" Oh iya,kamu mau jalan sama salah satu dari mereka ya ? Siapa " Tanya Hani menggoda.


Glek...


Reka menelan ludah kasar,wajah sahabatnya kali ini terlihat jahil.


" Mereka masih muda Rek baru lulus kuliah,jangan diapa2ain " Kata Hani waspada.


" Eeeh enak aja,gak lah " Kata Reka sewot.


" Haha ya kali,tau kan bapak sama Om nya galak kayak gimana " Goda Hani lagi.


Reka mengangguk ngeri.


Lelaki itu sudah kenal Denis,bahkan sempat hampir dihajar Denis karna mengira Reka yg menyakiti hati putrinya.


" Kak " Panggil salah satu gadis tiba2 membuat obrolan orang dewasa itu terhenti.


Reka berbalik badan dan melihat Tania sudah siap dengan senyum cerahnya.


" Oh mau jalan sekarang ya " kata Hani mencairkan suasana.


" Aku udah siap " Balas Tania penuh semangat.


Hani menegur Reka membuat lelaki itu tertegun dari lamunan.


" ahh iya " balas Reka cengengesan.


" Ya udah sana keburu malam " Kata Hani mempersilahkan


" Iya Kak hehe " Balas Tania menggaruk kepala malu.


Reka menatap jauh dan maniknya terdiam saat gadis satu lagi berjalan keluar dari ruangan menuju dapur.


Reka menatap lama gadis itu begitupun Rania yg tak bisa mengalihkan pandangannya


Beberapa saat keduanya saling tatap tatapan hingga Tania berbalik badan membuat Rania tersadar dan langsung masuk kedapur.


Reka menghela nafas panjang,ia merasa ada yg aneh dengan gadis misterius tersebut.


Reka dan Tania pun keluar dari rumah.


Hani menghela nafas panjang,ntah mengapa wanita hamil itu merasa bahagia melihat Reka jalan dengan seorang wanita apalagi Hani tau gadis yg dikencani Reka merupakan gadis baik2.


" Hmm semoga berjodoh ya Rekk,pengen banget liat kamu nikah " ucap Hani tulus.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote Like Coment ya

__ADS_1


__ADS_2