Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rezt


__ADS_3

Hari pernikahan sudah didepan mata,Justin dan Laura terlihat benar2 sudah siap untuk berumah tangga.


Seperti hari ini Justin menganjak Laura kerumah orang tuanya untuk meminta restu terakhir.


" Kalo Mama Kakak ngak setuju gimana ?" Tanya Laura takut.


" Ngak papa,kalau pun mereka menolak aku akan tetap nikahin kamu " Kata Justin memegang tangan perempuan itu.


" Tapi aku takut " Kata Laura berkaca kaca"


" Laura tolong percaya sama aku,aku sudah dititik terakhir ini permintaan Papa kamu " Kata Justin lembut.


" Aku takut mereka ngak setuju Kak " kata Laura berkaca kaca.


Justin tersenyum dan memasangkan helm gadis itu dikepala.


" Nih pake mobil aja " Kata Vero tiba2 keluar dan memberi kunci David.


" Ngak usah Ver,naik motor aja " Tolak Justin sopan.


" Awas lo ntar Kakak gue di hujat sama Mama lo itu " Ancam Vero tajam.


Justin tersenyum.


" Jaga rumah ya Dek " Kata Laura sudah siap dengan jaketnya.


" Iya hati2 " Jawab Vero tenang.


Justin dan Laura pun pergi menjauh menuju rumah orang tua Justin..


Dirumah besar,semua orang berkumpul membahas pernikahan Justin dan Bela.


Daddy Justin banyak diam karna pria itu pun sedikit tak setuju Justin menikahi Bela yang hamil luar nikah.


" Kami sudah menyiapkan semuanya,tinggal Justin saja " kata Mama Bela tenang.


" Iya Jeng,Justin akan mau menikahi Bela " Kata Mama Justin semangat.


" Soal pekerjaan Justin nanti,dia akan memegang salah satu anak perusahaan saya yang ada di Sidney bersama Bela " Ucap Mama Bela tersenyum.


" Wahh " Gumam Mama Justin menyenggol kaki suaminya.


Daddy Justin hanya diam tak mengubris sedikit pun.


" Tapi aku lihat Justin punya pacar Tante " Kata Bela membuka suara.


" Pacar ?" Ulang Sandra agak terkejut karna Bela mengetahuinya.


" Iya,aku pernah melihat Justin bersama perempuan itu,uh seleranya sangat rendahan " Cibir Bela mengingat Laura.


Orang tua Justin terdiam saling melihat.


" Saya tidak mau nanti setelah menikah Justin masih berhubungan dengan gadis itu,kalian harus segera memisahkan mereka !" Kata calon bisan tegas.


" Gadis itu hanya anak pungut dari salah satu pengusaha pabrik kecil " Kata Sandra terkekeh.


" Ya,meski begitu tetap saja akan mengganggu,aku lihat Justin sangat senang saat bergoncengan dengan motor butut nya " Kata Bela kesal.


Papa Justin menghela nafas kasar,kesan Bela sedikit pun tidak masuk krateria calon menantu yang ia idamkan melihat dari sikap dan sifat Bela yang memandang orang rendah.


" Pa " Tegur Sandra.


" Aku tidak tau " Jawab Daddy Justin tidak mau ikut campur.


Jika harta pria itu masih ada,Daddy Justin pastikan Bela tidak akan menikah dengan putranya tapi saat ini mereka benar2 kejepit membuat pria itu hanya bisa pasrah dengan keadaan.


Asik mengobrol,kedatangan Justin membuat semua orang berdiri kecuali Papa Justin.


" Anak ku " Panggil Sandra sedikit berlari mendekati lelaki itu.


Mereka saling berpelukan.

__ADS_1


" Kenapa kamu bawa perempuan tak tau diri ini kerumah ?" Tanya Sandra tajam melihat Laura yang menunduk disamping anaknya.


" Dia calon istri ku Ma " Kata Justin tenang.


Bela menatap Laura tajam apalagi perempuan itu melihat tangan keduanya saling bergandengan.


" Jangan harap kamu bisa menikahi dia " Bisik Mama Justin tegas.


" Sudah lah Ma,aku kesini datang baik2 untuk meminta restu kalian " Kata Justin malas.


Laura mengeratkan tangannya membuat Justin tersadar bahwa Laura sedang takut.


Justin membawa Laura mendekati Daddynya yang duduk tenang melihat mereka.


" Dad " Panggil Justin pelan.


" Hm " Jawab Pria tua itu melihat anaknya.


" Aku akan menikah dengan Laura besok,aku datang kesini untuk meminta restu Daddy sebagai orang tua ku " kata Justin bersimpuh dihadapan lelaki itu.


Daddy Justin tersentak dan melirik Laura yang menunduk melihatnya.


" Apa apaan ini !" Bentak Mama Bela emosi mendengar ucapan Justin.


" Maaf Tante,aku tidak bisa menikahi Bela seharusnya kalian menyuruh lelaki yang menghamili Bela yang harus menikah dengannya bukan aku yang tak tau apa2 ini " kata Justin tenang.


Plakkkkk......


Justin tertoleh saat tangan perempuan itu melayang menghantam pipinya.


" Kak "


" Justin "


Pekik Laura dan orang tua Justin kaget.


" Jangan kurang ajar kamu !" Kata Mama Bela geram.


" Justin tutup mulut mu !" kata Sandra kaget.


" Cih,jika bukan saya yang membantu membayar separuh hutang orang tuamu,kalian mungkin sudah terlantar di jalanan !" Bentak Mama Bela berdecih.


Justin diam,dirinya tau Orang tua Bela sudah beraksi untuk mempengaruhi orang tuanya.


" Kalian benar2 licik " Kata Justin kesal.


" Ya,kau tau seorang pengusaha harus punya taktik melawan musuh " Aku Mama Bela terkekeh.


Laura menelan ludah kasar melihat orang tua Bela menantang calon suaminya.


" Baik,lakukan semau kalian " Kata Justin berdiri mendekati Laura.


" Justin !" Panggil Bela tajam.


Justin menoleh dan tersenyum miring melihat perut buncit perempuan itu.


" Jangan meremeh ku seperti itu,aku punya rekam jejak diri mu " Kata Bela santai.


Deg...


Laura terkejut menatap perempuan itu mendekati mereka.


Justin terlihat tenang.


" Apa aku harus memberitahukan semuanya kepada calon istri mu ini ?" Tanya Bela mengangkat dagu Laura.


" Jangan sentuh kekasih ku " Kata Justin menarik Laura dan memeluknya.


Laura hanya diam karna dirinya bingung apa yang dibicarakan Bela.


Bela menghela nafas dan mengusap perut buncitnya yang terasa sesak.

__ADS_1


" Kau gadis yang sangat polos,kau kira Justin benar2 tulus ?" Tanya Bela kepada Laura.


" Apa maksud mu ?" Tanya Laura mengernyit.


" Kita harus mengobrol banyak agar kau tau siapa calon suami mu ini " Kata Bela pelan.


Mama Bela tersenyum miring dan ikut mendekati mereka.


Mama Justin dan Daddy hanya diam melihat Laura dan Bela bergantian.


" Jangan sampai kau menyesalinya anak pungut " Kata Mama Bela menyentuh rambut Laura dengan jijik.


Laura menunduk dalam dengan mata berkaca kaca.


" Hentikan,jangan mengasut Laura !" Kata Justin membawa Laura menjauh.


" Hahah kau takut ?" Tanya Bela tertawa.


" Aku tidak takut dengan ancaman kalian,lakukan saja aku tidak perduli " Kata Justin terkekeh.


Justin meminta tas Laura dan mengambil sesuatu disana.


" Ini ùndangan pernikahan aku dan Laura,acaranya besok datanglah jika ingin melihat aku menikah " kata Justin tenang menaruh undangan di meja.


Daddy Justin melihatnya dan langsung berkaca kaca menatap wajah putranya yang tenang.


" Jadilah saksi ku Dad,aku akan mengabulkan keinginan Daddy dulu " Kata Justin dengan suara bergetar.


Pria tua itu mengangguk lemah dengan air mata yang hampir tumpah.


Mama Justin merebutnya dan langsung menyobek undangan itu didepan semua orang.


Laura sangat terkejut begitu pun calon mertua lelakinya yang berusaha menahan.


Sandra mendekati Laura dengan wajah memburu.


" Dasar gadis kampung !" Bentak Mama Justin menghambur kertas itu dihadapan Laura.


" Kau menghancurkan hidup anak ku,sialan !" Teriak Mama Justin mendorong Laura hingga terjatuh dan menarik rambut perempuan itu.


" Aaakhhh sakit " Ringis Laura kesakitan dengan jambakan kuat calon mertuanya.


" Laura !"


" Mama "


Teriak Justin dan Daddynya berlari menolong gadis itu.


" Lepasin Ma" Kata Daddy Justin menarik istrinya kuat.


" Akhhh tolong " Kata Laura benar2 tak berdaya.


" Mama lepasin " Teriak Justin mendorong wanita itu hingga hampir terjatuh.


" Ayo pulang " Ajak Mama Bela malas melihat perkelahian keluarga tersebut.


Bela mengangguk dan berjalan sambil menginjak tas selempang Laura yang berisi kartu undangan untuk teman2 Justin.


Laura sudah menangis memeluk Justin.


" Tenanglah sayang " Kata Justin merengkuh tubuh bergetar Laura."


Daddy Justin menarik istrinya menjauh dari sana dengan nafas memburu.


Mama Justin terus mengumpat Laura dengan kata2 yang sangat kasar karna benci dengan perempuan itu.


" Kakak hiks hiks " Laura terus menangis terisak.


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2