Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Setelah keluar dari toilet Sania membenarkan celananya,gadis itu terlihat asik sendiri menarik kancing celana yg tiba2 seret.


" Duh ini kenapa macet ?" Gumam Sania terus berusaha.


Gadis itu tidak sadar bahwa didepannya ada 2 orang pria saling melihat dengan wajah melongo.


Sreeettt....


Kancing pun berhasil ke tarik,Sania menghela nafas lega.


" Uh akhirnya...aaaaa " Pekik Sania kaget.


Arshad dan Juna yg berada didepannya juga ikut kaget.


" Astagaaa kenapa kalian disini ?" tanya Sania seketika panik.


" Kamu ngapain Dek ?" tanya Juna menelan ludah kasar.


" Ak aku aku " Jawab Sania kaku.


" Celana kamu kenapa ?" tanya Arshad dengan wajah tenangnya.


Blush.....


Wajah Sania langsung memerah mendengar pertanyaan lelaki itu.


" Eh kenapa ditanya ?" tanya Juna kaget dengan saudaranya tersebut.


" Udah bisa ?" tanya Arshad lagi.


Wajah Sania makin memerah,tanpa bicara gadis itu langsung berlari.


" Eeh Saniaaaa " Panggil Juna terkejut.


Sania terus berlari dengan rasa malu yg sudah memuncah.


" Ditanya malah kabur " Cibir Arshad heran.


Pria itu dengan santai masuk kekamar mandi karna sudah tak tahan lagi.


Juna yg masih disana melongo tak percaya dengan apa yg terjadi saat ini.


" Nih anak kenapa juga ditanyain Sanianya,kan udah lihat semua tadi " Gumam Juna gemas.


" Eh tapi hahahahahahqh " Juna langsung tertawa geli.


Pria itu ingat bagaimana paniknya wajah Sania apalagi gadis polos itu tidak menyadari kehadiran mereka.


" Untung aku sama Arshad yg lihat,coba cowok lain dah pasti diterkam tuh anak " Gumam Juna menggeleng pelan.


Lelaki itu pun berjalan menunggu didepan pintu untuk mengeluarkan rasa sesaknya.


Tak lama Arshad keluar,pria itu membenarkan celananya didepan Juna.


" Lampunya kelap kelip Bang " kata Arshad kepada Juna.


" Masa sih ?" tanya Juna.


Pria itu melihat kedalam dan benar saja lampu kamar mandinya kelap kelip antara hidup dan mati.


" Pantesan tadi Sania keluar benerin celananya " kata Juna teringat.


Arshad mengangguk,lelaki itu pun berjalan duluan.


Dimeja,Sania merengek meminta Angel untuk pulang duluan,gadis itu benar2 sangat malu dengan apa yg telah terjadi.


" Bentar lagi Arshad nya belum balik " Kata Angel tenang.


" Kita pulang duluan Kak " Rengek Sania.


" Mana bisa,nanti dimarahin orang dirumah " Kata Angel ngeri.


Sania diam,Arshad mendekat membuat gadis itu kembali mematung.


" Ada apa kamu sama Arshad ?" Tanya Angel mulai menggoda.


" Hah gak ada apa2 " Jawab Sania kaget.


Arshad duduk dibangkunya lagi dan melihat kearah 2 gadis itu.

__ADS_1


Angel mengulum senyum,gadis itu tak tau apa yg terjadi kepada Saudara dan teman barunya tersebut.


Juna menyusul,pria itu duduk ditempatnya seraya mengambil barang2.


" Mau kemana ?" Tanya teman Juna mengernyit.


" Balik,Mama aku nelfon " Jawab Juna.


" Wah2 panggilan darurat ya ?" tanya lelaki itu tersenyum.


" Iya,Adek gue pasti bikin ulah " Jawab Juna.


" Yg kembar ?" tanya Pria itu lagi.


" Iya,mereka mau balik kesini tapi belum diijinin sama Papa " Jawab Juna mengingat.


" Yg kuliah di turkey itu ya ?" tanya Gadis yg dibawa Juna.


Juna mengangguk tersenyum.


Gadis itu tersenyum manis dan mengambil tas yg ia bawa.


" Ya udah gue cabut dulu " Kata Juna bangkit.


Semua orang mengangguk pelan.


" Syad kamu belum balik ?" tanya Juna.


" Bentar lagi " Jawab Arshad tenang seraya menyuruput es.


Juna mengangguk mengerti dan mendekati Angel.


" Ayo barengan " Ajak Juna.


" Nah San,gih sana pulang sama Bang Juna " Kata Angel menyodor Sania.


" Hah " Ucap Sania dan gadis yg dibawa Juna.


" Ayo kalo mau,lagian searah juga " Kata Juna tersenyum.


" Kamu kan mau anter aku " Kata gadis bernama Enzi tersebut.


Enzi melihat Sania dengan tajam,gadis itu terlihat tak suka dengan gadis kecil tersebut.


Angel yg tau Sania ditatap nyalang membuat jiwa bar2nya naik ke permukaan.


" Kalo rumah deket naik angkot aja " Celetuk Angel tak berhati.


" Eeh enak aja,mana bisa " Kata Enzi kaget.


Angel tersenyum smirk,gadis itu terlihat kurang suka dengan gadis yg dibawa saudaranya.


" Ayo San " Ajak Juna lagi.


" Gak usah,Sania pulang sama aku aja " Sahut Angel.


" Loh tadi nyuruh ikut aku,sekarang gak dibolehin ?" Tanya Juna bingung.


" Gak jadi,dah sana pulang,ganggu pemandangan " Usir Angel.


Enzi terlihat makin geram dengan Angel,tapi Angel memasang wajah songongnya dan masa bodoh.


" Em aku sama Kak Angel aja Bang " Kata Sania takut.


" Beneran ?" Tanya Juna.


Sania mengangguk pelan.


Juna tersenyum dan mengusap kepala gadis itu.


" Ya udah nanti pulangnya gak usah malam2 ya " Kata Juna lembut.


Sania mengangguk pelan.


Enzi berjalan duluan dengan wajah kesalnya.


" Sana pergi,gak guna " Cibir Angel.


" Kak gak boleh gitu " Tegur Sania.

__ADS_1


" Gak suka aku sama cewek modelan gitu " Kata Angel kesal.


" Ya kan dia gak nyentuh kita juga " Kata Sania sabar.


" Eh San,kamu jangan mau ya ditindas,cewek modelan gitu biasanya sombong dan semaunya " Kata Angel tegas.


Sania menunduk,Angel sudah mengeluarkan sifat aslinya yg tak takut apapun.


" Kamu gak lihat tadi mata cewek itu mau keluar melototin kamu,pengen aku congkel rasanya " Kata Angel geram.


" Aku gak liat Kak " Kata Sania menunduk.


" Karna kamu gak peka " Balas Angel gemas.


Sania terkekeh pelan,ia tau gadis tadi menatapnya tak suka tapi Sania terpaksa berbohong agar Angel tak makin meledak.


Jam menunjukkan pukul 11 malam,Sania mulai mengantuk dan getir.


Gadis remaja itu takut dimarahi Histi dan Serkan jika pulang malam apalagi ia harus kuliah besok siang.


" Duhh kenapa Tante gak telfon aku ya ? Apa mereka sudah tidur ?" tanya Sania aneh.


Biasanya Serkan dan Histi pasti merusuhinya untuk pulang cepat,tapi malam ini berbeda karna dari tadi tak ada notif apapun.


Meja sebelah mulai rusuh,Arshad bangun dari duduknya dan memasukkan kunci mobil kedalam saku celana.


" Syad bayarin yg ini " Kata Angel memberi kode.


Arshad mengangguk pelan.


" Kak " Tegur Sania kaget.


" Udah kamu tenang aja,Arshad banyak duitnya " Kata Angel tersenyum.


" Aduhhh aku maluuu " kata Sania menutup sebagian wajahnya.


Gadis itu benar2 sudah kehilangan muka didepan Arshad apalagi kejadian tadi membuatnya tak percaya diri..


" Aku pulang duluan ya " kata Arshad pamit kepada teman2nya.


" Iya hati2 " jawab para gadis dan pria disana.


Arshad mendekati meja Angel yg sudah menunggu.


Semua orang pun pulang.


Sania tetap berada disisi Angel,gadis itu malu melihat wajah Arshad yg sangat tenang.


Selama diperjalanan,mereka kembali diam,kali ini Sania duduk dibelakang dan Angel duduk didepan.


Sesekali gadis itu melihat Arshad dari kaca spion,bulu alis yg tebal dan menukik dan mata yg tajam sangat kontras dengan warna kulit pria keturunan bule tersebut.


Tak lama mereka sampai dirumah Histi,Sania langsung turun setelah mengucapkan terima kasih.


Gadis itu berlari masuk dan ia bisa menghela nafas lega karna pintu rumah tak dikunci.


Sania berjalan mengendap masuk dan melihat sekitar.


Hening....


Tak ada suara,gadis itu mendekati kamar orang tua angkatnya dan menyandarkan telinga ke pintu.


" Hmmmmmptt ahh " Lenguhan terdengar ketelinga gadis remaja tersebut.


Sania langsung mundur dan menutup mulutnya.


" Astagaa apa yg mereka lakukan ?" Gumam Sania pelan.


Gadis itu menyenderkan lagi telinganya dan kembali mundur.


" Pantesan aku dicuekinnn,,ternyata mereka lagi sibuk " Gumam Sania menggeleng pelan.


Gadis itu bisa menebak apa yg terjadi didalam sana.


Dengan wajah geli menahan tawa Sania memeriksa pintu rumah dan mengunci semua akses keluar masuk.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2