
Reka menjelaskan kronologi yang ia alami malam ini,Vero dan Hani mendengar dengan seksama meski merasa risih dengan wajah Reka yang penuh luka.
" Jangan natap napa,malu nih gue " Kata Reka melihat pasangan itu menatapnya tanpa kedip.
" Siapa yang natap lo " Kata Vero merinding.
" Gr deh kamu " Kata Hani malas.
Reka terkekeh geli,ia pikir Vero lelaki yang sangat serius dan tegang tapi ternyata pacar Hani itu orang yang lumayan humoris dan tau cara bercanda.
" Jadi lo duel sama dia gara2 Hani ?" tanya Vero menyimpulkan.
" Gak juga sih Bang,lebih keharga diri gue sih,tapi ya Hani ada lah sedikit " Jawab Reka.
" Emang kamu sering dibuly sekolah ?" tanya Vero kepada Hani.
" Gak " jawab Hani menggeleng.
" Sering sih gak Bang karna ada gue " Jawab Reka bangga.
" Cih lo malah nambah masalah !" Hujat Vero menjitak kepala lelaki itu.
" Jangan pake kekerasan dong Bang " Kata Reka sudah berapa kali mendapat jitakan.
Vero mendengus menyenderkan tubuhnya.
" Kenapa kamu gak jujur sama aku sih ?" Tanya Vero pelan kepada Hani.
" Dia takut abang marahin " Jawab Reka lagi.
" Gue gak nanya sama lo pe'a " kata Vero gemas.
Hani mengulum senyum,Reka menunduk dan makan nasi goreng didepan matanya.
Hani kembali serius melihat Vero menatapnya tajam.
" Maaf sayang,aku gak mau nambah masalah " Ucap Hani menunduk.
" Kamu dibuly loh,itu gak baik " kata Vero gemas.
" Sekarang udah gak lagi,waktu awal2 aja " Kata Hani serius.
" bener gak Rek ?" tanya Vero kepada Reka.
" Hah " Kata Reka menelan kasar makanannya.
" haist nih bocah kek busung lapar aja " Hujat Vero lagi.
Reka mengkrucut kesal,malam ini ia habis dikatai Vero dengan istilah2 yang menyakiti telinga dan hati.
Vero bertanya banyak hal dan dijawab Hani dengan jujur,gadis itu tak bisa berbohong karna Reka tak bisa menjaga mulut karna lelaki itu juga takut kepada Vero yang seolah akan menelannya bulat2 jika berbohong.
Fakta2 pun terkuak ke permukaan,Vero kini paham kenapa Hani sering pulang sekolah dengan wajah lesu atau tak banyak bicara seperti biasanya.
Malam semakin larut,Vero mengantar Reka pulang kerumah lelaki itu.
" Motor gue gimana Bang ?" tanya Reka teringat.
" Udah dijalan " jawab Vero tenang.
" hah jalan sendiri ?" tanya Reka kaget.
Vero menatap lelaki itu datar,Reka menggaruk kepala bingung dan melirik Hani meminta jawaban.
" Dianterin orang " Jawab Hani menghela nafas.
" Oh ngomong dong " Kata Reka gemas.
" Nih obatin muka jelek lo itu,jangan nakut2in Hani besok " Kata Vero memberi uang 200 ribu kepada Reka.
__ADS_1
" Ini beneran ?" tanya Reka kaget.
" Gak mau gue ambil lagi nih " Kata Vero malas.
" eh jangan dong,ntar borokan loh " kata Reka menyembunyikan uang merah itu.
" Jaga Hani ya selama dia sekolah,awas aja kalo dia kenapa2 " Titah Vero.
" Ini ngancem apa gimana ?" Tanya Reka bingung.
" Sekalian " Jawab Vero.
" Gak lo suruh juga gue bakal jaga Hani " kata Reka tersenyum kepada gadis itu.
" Maksudnya ? lo suka Hani ?" Tanya Vero kaget.
" Kalo iya boleh gak ?" tanya Reka terkekeh.
" Sebelah mana yang belum kena tonjok ?" tanya Vero menyebu tangannya.
" Heheh ampun Bang,udah full " Jawab Reka mundur.
Hani terkekeh geli melihat Reka menciut.
" Ayo pulang " Ajak Vero berbalik badan.
" Hm " jawab Hani semangat.
" Kamu hati2 ya,lukanya diobatin " kata Hani cepat.
" Iya,makasih udah nolong aku " Kata Reka bersikap manis.
" Sama2,sampai jumpa besok " Balas Hani tersenyum.
" Sayang " Panggil Vero berdiri depan pintu mobil.
Pasangan itu pun masuk kedalm mobil dan menjauh dari rumah Reka.
" Huuufttt untung ada Hani sama Vero,kalo gak dah habis nih muka " Gumam Reka menghela nafas lega.
Pria itu pun masuk kedalam rumah hingga beberapa saat keluar lagi saat seseorang mengantarkan motor kesayangannya.
Pria malang itu mengambil obat merah dan mengompres sendiri tubuhnya yang dicecahi luka.
Meskipun merasa kesakitan tapi Reka merasa sedikit tenang dirinya bisa melawan Sandri dengan sekuat tenaga dan memperoleh bantuan dari Vero yang menyelamatkan dirinya dari tahanan polisi.
Dijalan Vero mengendarai mobilnya sedikit ngebut bagaimana tidak,lelaki itu lupa akan pesanan Mamanya yang pasti sudah menunggu.
" Awas motor " pekik Hani berpegang erat pada pegangan diatas tempat duduk.
" Haisst tuh orang,belok gak pake sen !" Gerutu Vero kesal mengklakson motor mio tersebut.
" Woi pelan2 " Teriak si pengendara kagetan.
" Haist dia yang salah kok kenapa marahin orang " Ucap Vero kesal.
" Sabar sayang itu emak2 berdaster " Kata Hani sudah pucat.
" Kebangetan deh emak2 di negara ini,sering banget uji nyali sama malaikat maut " Kata Vero gemas.
Hani ingin tertawa tapi gadis itu takut mati dijalan mengingat Vero kembali menambah kecepatan.
Pasangan itu pun melesat dengan cepat,hingga beberapa menit kemudian sampai dirumah.
Vero langsung turun membuka pintu belakang dan membawa kotak pizza pesanan ibunya.
Terlihat lampu luar sudah dimatikan satu.
" Waduhh gawat " Gumam Vero seketika menelan ludah kasar.
__ADS_1
Hani ikut berlari mengejar Vero seraya membawa jajanan mereka.
" Apa ini ?" Gumam Vero melihat sebuah kertas teronggok didekat keset kaki.
Lelaki itu pun mengambilnya lalu membaca.
" RUMAH INI SUDAH DIJUAL !" ucap Vero pelan.
" Hah !" pekik Hani terbelalak.
Glek...
Vero menelan ludah kasar dan mengetuk pintu rumah.
" Mama buka pintunyaaaaaaa " Teriak Vero menggendor pintu.
" Apa ini benar ?" tanya Hani dengan mata membulat.
" Maaaa,buka Maaaa maafin Vero Ma " Teriak Vero masih menggedor pintu.
" Kalo rumah ini dijual,kapan Mama sama Papa pindahnya ?" Tanya Hani polos.
" Haisttt " Vero merebut kertas itu dan menyobeknya kesal.
" Eeh " pekik Hani kaget.
" Ma,Paaaaaa buka pintuuuu " Teriak Vero melengking.
" Yank,Mama beneran jual rumah ?" tanya Hani dengan wajah bodohnya.
" Gak,ini Mama marah sama kita " Jawab Vero gemas.
" Hah beneran ?" tanya Hani kembali kaget.
" Iya,kita kelamaan bawa pulang pizza nya " Jawab Vero menggaruk kepala.
" Astaga,Mama pasti merajuk " Kata Hani berubah panik.
Kedua anak manusia itu pun menggedor pintu rumah dengan brutal berharap pintu kramat itu terbuka.
Vero sudah tau ibunya pasti merajuk jika melakukan aksi2 diluar nalar.
" Maa,maafin kita Ma " Pekik Hani memelas.
Vero sudah lelah mengetuk pintu,suaranya pun hampir kering meneriaki Cila dan David.
Lelaki itu duduk membelakangi pintu dan membuka satu kotak pizza yang hampir membeku.
" Huhhh gara2 si Reka nih kita dikunci dari dalam " Gerutu Vero kesal.
Hani melirik Vero dan menunduk merasa bersalah.
" Maaf sayang,aku gak tau bakal jadi gini " Kata Hani mengkrcut.
" Bakal tidur diluar kita Yank " kata Vero lesu.
Hani mengangguk kecil dan ikut duduk bersama kekasihnya.
Pasangan itu seperti anak kecil yang dikunci emaknya gara2 pulang larut malam.
Didalam rumah,David mendengus kesal tidurnya terganggu dengan teriakan anak2ny dari luar.
Lelaki itu tak bisa membuka pintu karna kunci dalam rumah dikantongi Cila dalam bra dan David tak berani menyentuh Cila yang dalam mode singa lapar.
" Beneran ngambek nih bini gue " Gumam David menghela nafas melihat Cila tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka setelah lelah ngomel2 semalaman menunggu pizza nya yang tak kunjung datang.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1