Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Akhir


__ADS_3

Dirumah besar Reno kedatangan tamu yang membuat rumah semakin ramai.


" Hallooooo Assalamuaikuuummmm " Sapa seorang gadis masuk kedalam rumah.


Pintu2 kamar terbuka lebar dan para penghuninya keluar dari sana melihat siapa yang bertamu sore ini.


" Zaivaaaaaa " Pekik Ana heboh melihat bocah di lantai dasar itu celingak celinguk mencari penghuni rumah.


" Hehe " Kata Zaiva tersenyum melihat Ana yang berada di lantai 2.


" Ehhh ada tukang rusuh " Kata Cila terkejut melihat melihat anak Clara itu.


Zaiva yang awal nya tersenyum langsung mencebik kesal.


Clara dan Cila terkekeh pelan melihat wajah lucu gadis itu.


" Aku titip Zaiva ya,soal nya mau lihat kafe " Kata Clara menaruh tas anaknya disofa rumah itu.


" Iya,aku tadi udah pantau sekarang udah lumayan rame lagi " Kata Cila tersenyum.


Clara mengangguk dan ingin pamit kepada putri nya,tapi saat Clara menoleh anak itu sudah berlari mengejar anak kucing Ana yang sudah lumayan besar.


" Udah,kamu pergi aja anak kamu ngak butuh emak nya lagi " Kata Cila tertawa melihat bocah bermanis pink itu.


Clara mengkrucut kesal dan mengangguk pergi dari sana menyusul Nisa.


Memang setiap 1 minggu sekali,Clara sering ke kafe memantau bisnis mereka,apalagi Rendi juga sering bolak balik untuk memantau bisnis nya juga.


" Zaivaaaa lepasiiiiiiinnnn " Teriak Ana heboh berlari kencang mengejar Zaiva yang menangkap anak kucing nya.


Bocah kecil itu tergidik gidik berlari menjauh sambil tertawa girang,sedangkan anak kucing itu hanya pasrah saja karna Zaiva menaruh nya dibaju panjang gadis itu.


2 keponakan dan aunty itu berkejar kejaran.


Cila menggeleng pelan melihat 2 bocah itu,belum ada 5 menit disana Zaiva sudah membuat rusuh.


Ana menangis melihat kucing nya tergeletak dilantai saat pegangan Zaiva lepas.


" Huhuhu Zaiva nakal " Kata Ana marah.


" Hehe maaf ya Kak,kucing nya ngikutin Iva telus,maka nya Iva gendong,bial ngak cape jalan " Kata Zaiva memasang wajah sedih nya.


" Heleh,itu kamu yang mau gendong dia " Kata Ana tak percaya.


Zaiva cengengesan dan berlalu dari sana.


Ana mencebik kesal dan mengelus lembut bulu kucing nya.


Gadis kecil itu mendekati Cila yang duduk nyaman dengan mangkuk es krim ditangannya.


Zaiva menatap Cila dengan nanar seraya menelan ludah nya.


" Mau ??" Tawar Cila tak tega melihat gadis itu.


" Hehe iya Kak " Kata Zaiva semangat.


" Ngak boleh,kamu lagi demam " Kata Cila tajam.


Zaiva mengkrucut kesal karna kedok nya terbuka.


Sudah 2 hari ini gadis itu panas tinggi karna Rendi selalu menuruti keinginan bocah itu,hingga akhirnya Zaiva jatuh sakit terlalu banyak makan manis2 dan dingin2,ditambah cuaca sedang tak bersahabat.


Cila sudah mendapat info dari Clara tadi saat Clara menelpon nya.

__ADS_1


" Iva ngak sakit lagi Kak,benelan " Kata Zaiva meyakinkan.


" Ngak mau,nanti Mama kamu marah " Kata Cila berlalu dari sana.


Zaiva mengkrucut kesal menghentak2 kaki nya kelantai.


Ana yang mendengar percakapan mereka berdua pun berniat menjahili bocah itu.


" Aduh anget2 gini enaknya makan es krim ya Meng " Kata Ana mengobrol dengan anak kucing nya.


" Meou " Jawab kucing itu.


" Ya udah yuk,kita ambil es krim,coklat sama cemilan di kulkas " Kata Ana dengan gaya angkuh nya meninggalkan Zaiva yang melongo seraya menelan ludah nya.


" Aduhhhh Iva juga mau " Gumam Zaiva menatap nanar punggung Ana.


" Tapi kalo Iva bantah kata Mama,nanti Iva sakit lagi,telus dimalahin,telus ngak dikasih lagi jajan sama Papa " Kata Zaiva sedih.


Ana dengan jahil nya mendekati Zaiva dengan cup es krim di tangannya.


" Uuh segerrrr " Kata Ana menggoda bocah itu.


Iva menghadap kelain agar iman nya tergoda.


" Uhh Iva,ndak boleh telgoda nanti dimalahin Mama " Gumam Zaiva tak mau melihat Ana yang menjilati es krim dengan gaya eksotis.


Gadis itu dengan kesal meninggalkan Ana yang terus menggoda nya,Zaiva memilih pergi ke playground untuk bermain loncat loncatan disana.


Ana tertawa terbahak bahak melihat Zaiva yang terus menelan ludahnya tergoda dengan es krim itu.


Sudah satu minggu berlalu,Cila sudah menyelesaikan urusannya,dirinya sudah bisa kuliah online dirumah saja.


Kini Cila sudah sampai dirumah nya,tak ada yang berbeda dengan rumah itu.


Cila masuk kedalam rumah menaruh koper nya di kamar.


Gadis itu mulai mengkuncir rambutnya untuk membereskan rumah yang sedikit kotor.


Saat Cila ingin membuang sampah di kamar,tiba2 manik nya melihat sesuatu yang ia kenali.


Deg...


Cila mematung melihat foto pernikahan nya tergeletak di tumpukan sampah itu.


Cila terduduk disana menatap bingkai foto itu sudah pecah tak karuan.


Jantung gadis itu berdegub kencang,dadanya mulai sesak,dan tanpa di minta air mata nya pun turun dengan sendiri nya.


" Kenapa ini ada disini ?? Gumam Cila merasa hati nya di remas2 saat ini.


" Apa Mas David yang membuang nya ?? Gumam Cila lirih.


Cila terus menangis membersihkan sisa kotor yang menempel dikaca itu.


" Auuuuuu." Ringis Cila saat kaca bingkai itu menusuk jari nya.


Cila terduduk lemas memeluk foto pernikahan dirinya dan David itu.


" Aku harus tanya sama Mas David " Kata Cila menghapus air mata nya.


Bahkan gadis itu tak perduli darah yang keluar dari jari manis nya itu.


Sore hari pun tiba,David baru saja pulang dari tempat nya bekerja.

__ADS_1


" Selamat Sore Mas " Sapa Cila hangat menunggu pria itu di ambang pintu.


David sedikit terkejut melihat kemunculan Cila yang tiba2.


" Sudah pulang ? Tanya David dingin masuk kedalam rumah.


Cila tersenyum dan mengangguk kecil.


" Mau mandi sekarang aku siapin baju nya " Kata Cila semangat.


David menghela nafas tanda tak suka.


" Em ya udah,aku em masak aja kalo gitu " Kata Cila paham akan kode suami nya.


David berlalu masuk kekamar nya mengambil handuk.


Malam harinya setelah makan malam,Cila duduk tak tenang,mulut nya sudah gatal ingin bertanya kepada pria itu.


David yang menyesap teh nya melihat aneh ke arah gadis itu.


" Kenapa ?? Tanya David


" Em em Mas,em ada yang mau aku tanyain " Kata Cila gugup.


" Apa ? "


" Em kenapa Foto pernikahan kita pecah ? Tanya Cila lirih.


" Jatuh " Kata David tenang.


" Kenapa dibuang ?"


" Kalo udah rusak buat apa disimpan,ngak guna juga kamu gantung disana " Kata David tajam.


Deg...


Cila terkejut dan langsung mematung di tempat.


" Ngak ada guna ? " Lirih Cila pelan.


" Iya,ngak ada gunanya menuhin dinding aja " Kata David dingin.


" Tapi itu foto pernikahan kita aja Mas,aku gantung nya cuma 1 " Kata Cila tak suka.


" Aku ngak suka liat nya Cila,aku benci melihat nya " Kata David kasar dan bangkit dari duduk nya.


" Jadi kamu juga membenci aku Mas ? Tanya Cila lirih.


David menoleh dan tersenyum miring kepada Cila.


" Kalo kamu sudah tau kenapa bertanya hmm ? Tanya David tenang.


Deg...


Cila kembali terkejut.


" Apa salah aku Mas ? Tanya Cila lirih menatap manik tajam pria itu.


" Salah mu,kamu bertanya apa salah Mu,kamu yang membuat hidup ku hancur Cila !! " Teriak David kasar.


Cila memejamkan matanya merasa sesak yang bertubi tubi menghancurkan pertahanan nya


" Maafkan aku Mas " Kata Cila lirih dengan air mata yang terus menetes.

__ADS_1


" Maaf tak akan mengembalikan semua nya " Kata David tajam dan meninggalkan perempuan itu sendirian.


Cila menangis tersedu sedu melihat punggung sang suami yang menjauhi nya.


__ADS_2