Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rs


__ADS_3

Hujan mengguyur bumi dengan deras,Hani yg tertidur di kuburan terbangun dengan rintikan yg membasahi baju.


Gadis itu terkejut dan langsung bangun.


Hani sedikit berlari keluar area pemakaman.


" Yahh gak bawa jas ujan " Ucap Hani tersadar.


Gadis itu berhenti berlari dan berjalan santai mendekati parkiran.


bajunya sudah basah,Hani langsung naik motor tanpa meneduh.


" Gak papa Han,sekalian mandi " Ucap Hani terkekeh.


Dengan perasaan yg sedikit berantakan wanita itu berkendara dengan tenang.


Hujan semakin lebat tak menyurut semangat wanita tersebut.


Hampir 45 menit perjalanan,akhirnya ia sampai dirumah.


Hani menarik nafas panjang dan duduk sejenak.


" Neng Hani " Sapa tetangga sebelah.


" Iya Bu " Jawab Hani tersenyum


" Neng dari mana aja,tadi ada yg nyariin "


" Siapa Bu ?" tanya Hani mengernyit.


" Pria Neng,belum pernah ibu lihat sih baru kali ini " Jawab si Ibu.


" Bearti bukan Reka,Daniel maupun Ridho " Batin Hani menerka.


" Dia pagi banget Neng kesini " Kata si ibu lagi.


" Oh iya itu teman kerja Bu " Balas Hani berbohong.


" hehe iya kali Neng,ya udah mending Neng mandi,nanti sakit kena ujan " Kata si Ibu perhatian.


Hani mengangguk kecil,gadis itu pun mulai mencari kunci rumahnya.


Bukan tanpa alasan Hani pergi pagi,,otaknya sudah tak bisa berpikir baik,ia seolah mencari sumber permasalahan yg pernah terjadi.


Bayangkan saja,seorang Ayah yg kata orang menjadi cinta pertama putrinya tapi bagi Hani tidak,seorang Ayahlah yg menjadi luka membekas bagi Hani untuk sulit percaya,dan saat ia merasa menemukan cinta kedua,ternyata tidak sama buruknya dengan cinta pertama,jadi Hani tidak tau lelaki seperti apa lagi yg harus ia percaya.


Hidup Hani terlihat sedikit miris,tapi gadis itu tak mau berkecil Hati karna bagi Hani,ada langit diatas langit begitupun di bumi.


Ditempat lain,seorang ayah terlihat sibuk mengurusi putrinya yg muntah2.


Ntah mengapa pagi ini Sofia tak enak badan,gadis itu mengaduh sakit kepala dan perut tak berkesudahan.


" Papaaa " rengek Sofia pucat.


" Iya sayang bentar,Papa lagi bersihin muntahan kamu " Jawab Vero dari kamar mandi.


" Papa,Via mau pooop " Rengek Sofia bangun.


Vero yg mendengar langsung terdiam dan melihat keluar.


" Kasihan sekali anak itu " Gumam Vero iba.


Sofia mendekat sambil memegang perutnya.


" Sakit lagi ?" tanya Vero lembut.


Sofia mengangguk kecil.


" Ya udah,sana keluarin dulu " Jawab Vero menghela nafas.


Sofia mengangguk dan mendekati kloset.


Belum keluar Vero dari sana,suara kejutan terdengar nyaring membuat lelaki itu melotot.


" Ihh jangan lihat " Kata Sofia melarang Vero berbalik badan.

__ADS_1


" Iya " Kata Vero menghela nafas.


Pria itu pun bergegas keluar dan menutup pintu.


Tak lama Sofia selesai,gadis itu terduduk lemas dilantai.


" Sofiaaa " Pekik Vero langsung berlari.


" Via capek Pa " Kata Sofia pucat.


" Kita kerumah sakit ya,Via gak usah sekolah hari ini " Kata Vero tegas.


" Via mau sekolah Pa,Via ada latihan nari " Kata Sofia mengkrucut.


" Gimana mau nari,berdiri aja gak bisa " Kata Vero gemas.


Sofia mengkrucut dan bangun dari duduknya.


" Ayo makan dulu,buburnya udah dingin nanti " kata Vero membantu.


Sofia mengangguk,gadis itu dibantu jalan oleh Vero.


Meski bukan anak kandungnya tapi Vero begitu perduli,ia tak bisa membiarkan Sofia sendirian apalagi dalam keadaan seperti sekarang.


Cila tak tau bahwa cucunya sedang sakit,biasanya Cila yg heboh tapi hari ini Vero belum mau menyusahkan sang Mama.


Keduanya makan bersama,Vero menerima telfon dari David yg sudah sepagi ini ingin mendapat kabar.


" Gak masuk kerja Pa " Kata Vero tenang.


" Kenapa ?" tanya David kaget.


" Mau kerumah sakit " jawab Vero.


" Siapa yg sakit ? kalo ngomong itu langsung ke inti aja gak usah nunggu orang bertanya !" Kata David kesal.


Vero melongo,pria itu malah mendapat semprotan dari sang Papa.


" Sofia sakit,kayaknya muntaber gitu " Balas Vero malas.


" Ini mau diobatin kerumah sakit " Jawab Vero sabar.


" Ya bawa cepetan " Kata David sensi.


" Astagfirullahhh " kata Vero ngucap.


Tut.


Panggilan terputus,Vero kembali melongo dan menggeletuk gigi kesal.


Bicara dengan David memang harus banyak menyetok sabar,selain Papanya suka ketegasan,David juga pria yg tak tau kata jeda,ia ingin semuanya cepat dikerjakan tanpa ditunda2.


" Kenapa Pa ?" Tanya Sofia heran dengan expresi Vero.


" Kakek kamu kebanyakan makan daging " Jawab Vero asal.


" Ha kenapa ?" tanya Sofia mengernyit.


" Darah tinggi " Jawab Vero gemas.


Sofia melongo bingung,gadis itu belum bisa berpikir keras saat ini.


Vero memilih diam,lelaki itu harus tetap waras menghadàpi masalah.


Setelah berberes keduanya langsung menuju rumah sakit.


Secara bersamaan,Vero juga bertemu Ridho disana sedang mengantri.


Vero diam sambil melirik Sofia yg juga diam melihat sekitar.


" Pa ayo duduk " Ajak Sofia menarik tangan Vero.


" Iya " Balas Vero mencari bangku.


Ridho selesai,lelaki itu melihat2 dan deg...

__ADS_1


Maniknya langsung gercep mencari target.


" Sofia " Ucap Ridho pelan.


Terlihat Sofia menyender dilengan Vero sambil menunggu.


Meski tergolong orang kaya tapi Vero selalu taat akan peraturan.


Ridho mendekat dan berdiri menjulang didepan bapak dan anak tersebut.


" Sofia " Tegur Ridho tersenyum.


Sofia yg mengantuk membuka matanya dan melihat Ridho.


" Om " Ucap Sofia mengenali.


" Kenapa kamu disini ?" tanya Ridho tanpa menghiraukan Vero yg melihat tajam ke arahnya.


" Via sakit Om,jadi mau berobat " Jawab Sofia lesu.


" Sakit ?" Ulang Ridho melotot.


" Lagi musim " Jawab Vero ketus.


" Iya Om,teman Via juga ada yg sakitnya sama " Balas Sofia.


Ridho mengangguk pelan dan duduk disebelah gadis itu.


Vero mulai merasa risih,lelaki itu terlihat kurang suka dengan sikap tak sopan Ridho.


" Sebentar Ver " kata Ridho melihat raut wajah Vero.


Vero tak menjawab.


" Dimana sakitnya sayang ?" tnya Ridho lembut.


" Disini " Jawab Sofia menunjuk kepalanya.


" Kasihannya anak Pa...cantik " Kata Ridho hampir kecoplosan.


Vero menoleh dengan mata melotot.


Ridho menghela nafas panjang dan bangun dari duduknya..


" Ya udah,kamu cepat sembuh ya " Kata Ridho tersenyum sedih.


" Om mau kemana ?" tanya Sofia menarik tangan Ridho.


Deg....


Ridho tersentak begitupun Vero.


" Em Om juga lagi sakit,mau berobat sama Dokter biar sembuh " Kata Ridho menggenggam tangan mungil itu.


" Wahh kita samaan dong Om " kata Sofia heboh.


" Hehe iya " Kata Ridho menggaruk kepala.


" Sofiaa Putri Praja " Panggil seorang suster.


" Ayo,udah giliran kita " Kata Vero menegur.


" Iya Pa " Balas Sofia tersenyum.


" Kita duluan ya Om " Kata Sofia ramah.


" Iya sayang " Jawab Ridho nanar.


Vero menggendong Sofia masuk ruangan,Ridho masih melihat dengan wajah lesunya.


" Praja,harusnya marga gue yg dipake buat gadis secantik itu " Gumam Ridho sedih.


Pria tersebut berjalan gontai keruangan khusus dewasa sambil memegang kepalanya yg semakin sakit.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2