
Juna dimarahi Zaiva habis2an,wanita itu tak menyangka putranya berani melakukan hal konyol yg bisa membuat repotasi Bara memburuk.
Juna yg tak tau dampak itu hanya bisa menunduk dalam.
Sania yg ikut merasa bersalah berlari keluar dari rumah,karna tak tahan dengan omelan Zaiva kepada Juna.
" Harusnya aku denger kata Om Serkan tadi " Gumam Sania memukul kepalanya sendiri.
Saat dirumah tadi,Serkan melarang gadis itu untuk memakai gaun yg diberikan,bukan tanpa alasan,pria itu merasa risih dengan anak angkatnya yg berpakaian cukup terbuka mengingat Sania gadis yg polos dan selalu tertutup meski tak berhijab.
Baru kali ini Sania berani tampil dewasa dan naasnya di suport Histy..
Selera Fashion Serkan dan Histy begitu berbeda bahkan untuk pakaian Sutar dan anak bungsunya pun tak sama jika salah satu dari kedua orang tua itu yg memakaikan baju.
Serkan lebih suka yg tertutup dan gelap,sedangkan Histy lebih berani dan terang.
Jadilah tadi Serkan mengalah karna tak mau debat dengan istri tercintanya tersebut apalagi mereka sudah terlambat.
Sania berjalan keluar mendekati pagar yg begitu tinggi.
Gadis itu ingin pulang,ia merasa tak pantas berada dirumah itu mengingat dirinya hanya anak kampung yg diangkat oleh orang baik karna kasihan.
" Huhhh gak papa San,kamu hanya salah tempat saja " gumam Sania menguatkan dirinya.
Riuh tepuk tangan terdengar nyaring,Sania berbalik badan dan menatap nanar rumah bercat putih tersebut.
" Apa yg aku harapkan ? " Gumam Sania pelan.
Gadis itu mencoba sadar diri dengan perasaan yg ada didadanya.
" Jikalau aku ingin pun rasanya masih tak pantas untuk maju,pagar rumah ini sangat tinggi sama seperti tahta mereka " gumam Sania pelan.
Gadis itu tak ingin banyak berharap,meski Juna sudah menganjak gadis itu berhubungan tapi hati Sania seolah menolak karna tau dan takut dirinya terlalu berharap nanti dan akan mengecewakan Serkan dan Histi.
" Neng mau kemana ?" tegur seseorang membuat Sania tersentak.
" Eh bapak " kata Sania kaget
" Kenapa diluar ? " tanya Satpam rumah heran.
" Gak papa Pak,saya gak enak badan " Jawab Sania.
" mau pulang ?" tanya Satpam lagi.
" Iya Pak " Jawab Sania.
" Udah izin sama Den Serkan dan Nona Histy ?" tanya Satpam serius.
Sania mengangguk pelan.
Diriny belum meminta izin sama sekali,ia pergi begitu saja saat Zaiva menarik paksa Juna untuk meninggalkan lokasi.
" Ya udah,mau saya pesenin ojek ?" tanya Satpam
" Boleh Pak " jawab Sania.
Satpam mengangguk,lelaki itu mengambil hapenya dan mengetikkan sesuatu.
Sania menunggu didepan dengan pikiran campur aduk..
Tak lama ojek pun sampai,gadis itu langsung naik setelah mengucapkan terima kasih.
" Mau kemana Neng ?" tanya Tukang ojek.
" Jalan N Pak " jawab Sania.
" Wah perumahan elit itu ?" tanya tukang ojek kaget
Sania diam sejenak,gadis itu mencoba berpikir apakah rumah Serkan termasuk elit atau tidak.
__ADS_1
" Neng ?" Panggil si tukang belum menerima jawaban.
" Iya Pak " jawab Sania.
Tukang ojek pun tancap gass,walaupun sedikit jauh tapi Sania tak banyak protes karna dirinya ingin segera sampai dirumah.
Beberapa menit kemudian sampai,Sania langsung turun dan membayar ongkos.
Tanpa tunggu lama wanita itu masuk kerumah dan mengunci pagar.
" Huuuftttt " Sania menghela nafas lega.
Gadis itu duduk disofa,kakinya terasa sakit memakai hils yg cukup tinggi.
Histi benar2 membuat gadis itu seperti gadis kota kebanyakan,dirinya yg terlahir dari kampung merasa tak elok memakai pakaian terbuka tersebut.
" mending aku ganti baju aja " Gumam Sania bangkit lagi.
Gadis itu langsung menuju kamarnya.
Ditempat acara,para pengunjung terlihat heboh saat pemotongan kue dan beberapa hiburan yg disediakan Reno.
Angel yg tadinya suntuk kini sedikit terhibur dengan kehebohan apalagi Aktam sempat2nya karoeke bersama Bara.
" Papa gak nyanyi ?" tanya Angel kepada Prito yg asik makan kue.
" Gak bisa " jawab Prito.
" Kenapa gak bisa,tinggal baca lirik aja " Balas Angel.
" Suara Papa jelek,gak enak didengar " Balas Prito santai.
" Ishh,Papa mah gaj pede,lihat tuh Om Aktam walaupun suaranya jelek tapi tetap nyanyi dengan girang " Cibir Angel.
" Papa gak sama Angel " Ucap Prito gemas.
Angel memutar mata dan mendekati Aktam.
" Oke " Jawab Angel tersenyum.
Gadis itu tanpa ragu naik keatas podium yg tak terlalu tinggi,Azura yg jadi objek perhatian kini dipaksa mundur oleh Papanya sendiri dan Angel.
" Duhh heboh deh kalian " kata Azura heran.
" Turun aja Dek,anak kamu nangis " tegur Romeo bersama Bara.
" Ya di diemin dong Bang " kata Azura gemas.
" Kamu aja sana,Abang ada bisnis baru " kata Romeo terkekeh.
" Hahaha " Bara langsung tertawa geli melihat Romeo yg tak mau menangani anaknya.
Azura berdecak kesal dan berjalan kearah sang anak yg dikerumuni keluarga.
" Cinta satu malam Om " Pekik Angel kepada Aktam.
" hah ? Gimana nyanyinya ?" tanya Aktam bingung.
" Duhhh usekk deh,sini biar aku yg pilih lagu " Kata Angel mendekati sound.
Aktam menyerahkan hapenya kepada gadis itu untuk memilih lagu yg akan dinyanyikan.
Drtt drt...
Hape Prito tiba2 bergetar,pria itu mengambil hapenya di saku dan membaca nama.
" Halo " Sapa Prito tenang.
" Halo kamu dimana ?" tanya seseorang diseberang.
__ADS_1
" Lagi dirumah rayain ulang tahun " Jawab Prito.
" astaga pantesan rame " Balas Daniel.
Yap lelaki itu adalah Daniel sang teman yg saat ini sedang berjuang bersama putrinya dirumah sakit luar negeri.
" Mau lihat gak ? si Angel mau nyanyi " kata Prito terkekeh
" Boleh " Jawab Daniel cepat.
Prito mulai mengalihkan ke panggilan vidio,Daniel begitu antusias hingga maniknya melotot saat melihat anak gadis Prito asik goyang ngebor.
" Dia sama siapa ?" tanya Daniel syok.
" sama Pamannya " jawab Prito tertawa geli.
" Ya Tuhan " gumam Daniel tak percaya
Angel yg tidak sadar,asik mengayahati laguannya meski tak sedikit orang yg menonton.
" Siapa Nak ?" Tanya Ibu Daniel mendengar suara berisik2.
" Si Angel lagi nyanyi " Jawab Daniel.
" Halo Bu " sapa Prito sopan.
" Eh Prito,halo apa kabar ?" Sapa Ibu Daniel ramah.
" Baik " Jawab Prito sopan.
" Anak kamu yg nyanyi ?" tanya Wanita itu tersenyum.
" Iya Bu,anak sulung aku " jawab Prito terkekeh.
" Duhh anak itu selalu ceria ya " kata Ibu Daniel bangga..
" Iya syukurlah,Angel memang ceria anaknya " Balas Prito.
" Maaaaa,sini Maaa " Teriak Angel dengan mic.
Ana yg sedang melihat aksi gadis itu langsung membuang muka dan berjalan seolah tak tau.
" Naaa dipanggil incees tu " Olok Miska.
" Pura2 gak tau aja " Kata Ana tak mau naik panggung.
" Wahaha dah tobat ya kamu " kata Miska tertawa ngakak.
Ana diam,kadang wanita itu juga menyesal kenapa dulu ia begitu aktif hingga kini menurun ke anak perempuannya.
" Paaa saweeer dongg " Kata Angel tak puas dengan Ana kini beralih ke Prito.
" Hah sawer ?" ucap Daniel terbelalak.
" Duhh nih anak " Kata Prito panik sendiri.
" Wahahaha,saweerrr tooo kasih goyangan Ngel " Kata Aktam tertawa ngakak.
Angel semakin heboh bergoyang meski dengan gaya abstrak membuat Reno dan Nisa geleng2 kepala.
" Yankk bagi duit " kata Bara kepada Zaiva.
" Buat apa ?" tanya Zaiva kaget.
" Mau nyawerin si Angel " Jawab Bara mengelum senyum.
" eeehhh " Pekik Zaiva terbelakak.
Semua orang langsung tertawa ngakak melihat tingkah konyol keluarga Salders tersebut.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.