Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Nekad


__ADS_3

Hampir 2 jam perjalanan pesawat akhirnya Angel dan temannya tiba.


" Njel lo beneran ?" Tanya Cici melihat Angel


" Iya " Jawab Angel yakin.


" Kamu gak takut ketahuan ?" Tanya Cici ngeri.


" Aman " Jawab Angel sedikit ragu.


" Hahaha,lo aja gak yakin Njel " Kata cici tertawa.


" Gue beneran kangen Ci,capek gue " Jawab Angel.


" Emang lo tau dia dimana ?" tanya Cici heran.


" Tau,nanti gue langsung kesana " jawab Angel.


" Ya udah,kita pisah disini ya,lo jaga diri baik2 " kata Cici serius.


" Iya,Ci makasih ya mau nemenin gue sampe sini " Balas Angel.


" Iya,ayo kita cari makan dulu " Ajak Cici.


Angel mengangguk,keduanya pun berjalan beriringan.


Angel memasan 2 tiket pesawat tanpa sepengetahuan orang tuanya.


Gadis itu akan keluar negeri untuk beberapa hari,meski begitu takut tapi Angel sudah bertekad.


Ia ingin menemui seseorang yg sudah dalam berapa minggu ini membuat ia tak bisa tidur nyenyak..


Angel tau konsekuensi yg harus ia terima jika sampai Reno ataupun yg lain tau tapi gadis itu seolah tak perduli,ia ingin mereleksasikan perasaan tak menentunya saat ini..


Keduanya makan bersama dikantin,Suci akan pulang kampung kerumah ayahnya,gadis itu tak bisa menemani Angel pergi karna ayahnya sedang sakit.


Setelah makan,pembitahuan pesawat kembali terdengar.


Jantung Angel mulai deg degan,baru kali ini ia berbohong besar kepada Keluarganya.


Drtt drt...


Hape gadis itu berdering,Angel merogoh sakuny dan menelan ludah kasar


" Siapa Njel ?" tanya Cici.


" Papa " Jawab Angel.


" Angkat " jawab Cici.


Angel mengangguk,gadis itu pun memencet tombol hijau dilayar.


" Iya Pa " sapa Angel.


" sudah sampai ?" tanya Prito diseberang.


" Ya baru saja " jawab Angel.


" Sekarang dimana ?" tanya Prito lagi.


" di bandara " Jawab Angel.


" Belum pergi ?" tanya Prito.


" Belum Pa,bentar lagi " Jawab Angel.


Prito berdehem pelan dan kembali bertanya.


" Ya udah Pa,aku pergi dulu " Kata Angel buru2.


" Ya hati2 " jawab Prito paham.


Tut


Panggilan terputus,Angel menaruh hapenya dan menarik nafas panjang.


" Njel lo gak merasa bersalah ?" tanya Cici.


" Udah terlanjur " Jawab Angel.


" ya udah,terserah lo " Balas Cici.


Angel mengangguk,keduanya pun berpisah.

__ADS_1


Angel masuk lagi kedalam untuk melakukan cek in.


Sebenarnya gadis itu bisa pergi langsung dari kotanya tapi karna tak ingin ketahuan jadilah Angel pura2 ke kota lain untuk mengelabui orang tuanya.


Gadis itu mulai sibuk,keyakinannya begitu besar membuat gadis itu terlihat sangat berani.


Tiba waktunya dirinya lepas landas,Angel menelan ludah kasar.


" semoga semuanya lancar " Gumam Angel pelan.


Pesawat pun membawa gadis itu pergi ketujuan.


Selama dijalan Angel banyak diam dan berdoa.


Gadis itu ingin selamat sampai ditujuan agar ia bisa pulang lagi dengan orang tuanya.


Beberapa jam kemudian,gadis itu tiba.


Angel dihadapkan dengan bandara internasional yg begitu luas.


Berbagai manusia dari mancanegara pun berkumpul disana.


" Duhh aku harus kemana nih ?" Gumam Angel mulai bingung..


Gadis itu tak tahu harus kemana dulu karna ini pertama baginya.


" Oh apa aku telfon dia langsung ya ?" Gumam Angel teringat.


Angel pun langsung mencari kontak yg ingin ia tuju.


Tak butuh waktu lama panggilan gadis itu pun tersambung.


" Assalamualaikum Bi " Sapa Angel hangat.


" Waalaikumsalam Angel,kenapa ?" tanya seorang wanita diseberang.


" Bibi dimana ? Aku dibandara " Jawab Angel.


" Hah ?? Bandara mana ?"


" Singapur Bi " Jawab Angel seraya menggigit jarinya.


" Apa ! kamu sama siapa ?" tanya Wanita itu terdengar syok.


" Astaga Njell,yg bener aja ? "


" Hehe udah mau sore Bi,aku gak tau mau pulang kemana " Jawab Angel cengengesan.


" Duh gimana ini,Bibi lagi jagain Zini " Ucap wanita itu.


" Hmm ya udah deh Bi,aku naik taxi aja " Balas Angel.


" Eeh jangan,nanti kamu gak tau lokasi disini " Larang wanita itu.


" Em oke2 kamu tunggu disana nanti Ibu suruh Daniel jemput kamu " kata wanita tua itu tenang.


" Beneran Bi ?" tanya Angel tak enak.


" Iyaa,ya udah Bibi telfon dia dulu " Jawab Ibu Daniel cepat.


" Hehe iya Bi,makasih " Balas Angel terkekeh.


Tut.


Panggilan terputus,Angel menghela nafas panjang.


Gadis itu begitu berani dalam bertindak,ia tak memikirkan efek samping yg akan terjadi jika orang tuanya tau.


" Aku nunggu dimana ya ?" gumam Angel melihat kiri kanan


Bandara masih ramai,orang2 berlalu lalang dengan kesibukan masing2.


Ditempat lain seorang pria terlihat serius dengan berkas2 didepannya.


Daniel berada dirumah sakit untuk mengurus obat jalan Zini,pria itu tak pantang menyerah.


Daniel tak ingin putrinya kehilangan harapan.


Semua sudah dilakukan dengan sebaik mungkin,bahkan lahannya sudah berapa petak ia jual hanya untuk biaya sang anak.


" Besok dia kemo lagi Dok ?" tanya Daniel serius.


" Iya,jangan berhenti kemo dulu " Jawab Dokter.

__ADS_1


" Tapi pertahanan tubuhnya sangat lemah,apa dia sanggup ?" Tanya Daniel khwatir.


" Doakan saja Niel ,dia anak yg kuat " Jawab dokter itu tersenyum.


Daniel menghela nafas panjang,kadang ia begitu takut anaknya lemah,sudah 1 bulan mereka berjuang,kondisi Zini masih naik turun.


Asik menanyakan perkembangan tiba2 suara ponsel Daniel terdengar.


Dokter Zini yg juga merupakan teman sekolah kedokteran Daniel pamit undur diri dan membiarkan Daniel berada diruangannya karna sudah percaya


" Iya Bu " Jawab Daniel sopan.


" ...."


" Apa !" pekik Daniel syok.


"......"


" Kapan dia kesini Bu ?" tanya Daniel melototkan matanya.


"......."


" Astaga yg benar saja,apa orang tuanya tau ?" tanya Daniel menggeleng tak percaya.


"......"


" Oke,aku kesana sekarang " Balas Daniel paham.


Tut.


Panggilan terputus,Daniel bergegas mengambil berkasnya dan keluar dari ruangan.


" Eh Niell mau kemana ?" tanya Dokter tadi terkejut berpapasan dipintu.


" Aku keluar dulu mendadak " Jawab Daniel.


" Zini ?" Tanya si Dokter.


" Bukan,yg lain " Jawab Daniel langsung berlari.


Pria itu terlihat buru2,untuk keluar dari rumah sakit.


Tanpa tunggu lama lelaki itu langsung tancap gas menuju lokasi.


" Apa yg dia lakukan ?" Gumam Daniel heran.


Lelaki itu terlihat serius dan fokus dalam berkendara.


Setengah jam kemudian,Daniel sampai.


Lelaki itu melihat kiri kanan mencari orang yg membuat kehebohan.


" Mana anak itu ?" Gumam Daniel tak menemukan.


Pria dewasa itu kembali berjalan melihat satu persatu orang hingga maniknya melihat seorang gadis sedang makan dipojok halte.


" Apa itu dia ?" gumam Daniel pelan.


Perlahan langkah kakinya menuju si gadis yg sibuk makan tersebut hingga helaan nafas terjadi.


" Ya Tuhan,itu memang Angel " Ucap Daniel tak percaya.


Pria itu diam memperhatikan dari jauh.


Angel sibuk sendiri,gadis itu makan dengan lahap sesekali minum dan mengecek hapenya.


Daniel masih diam melihat,pria itu sengaja menunggu sampai selesai.


" Alhamdulillah " Ucap Angel saat sudah kenyang.


Gadis sengklek itu membungkus lagi sisa makanannya dan deg...


Maniknya terbelalak saat melihat seorang pria berdiri cukup jauh dihadapan mata.


" Hehe Om " Sapa Angel cengengesan.


Daniel menggeleng pelan dengan wajah tak percaya.


" Makan Om " Kata Angel malu.


" Ya Tuhaannnn " Desis Daniel sakit kepala.


❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa vote,Like,Coment ya.


__ADS_2