Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertemu


__ADS_3

Hingga malam hari,Laura masih dirumah Nisa perempuan itu melarang Laura pulang karna Laura jarang main kerumahnya.


Laura pun lupa mengabari orang tuanya apalagi tadi dia sempat kecopetan dan tak ada barang apapun yang selamat.


Seorang gadis baru masuk kedalam rumah sambil bernyanyi riang.


Laura yang sedang menonton kartun bersama Nisa pun menoleh dan melotot sempurna.


" Kakak....." Pekik Laura histeris.


Gadis yang sedang asik bernyanyi sambil bergoyang pun menoleh dan mengernyit.


" Siapa tuh ?" Gumam gadis itu heran.


" Kakak " Pekik Laura berlari mendekati sang gadis yang masih diam mematung dengan earphone masing terpasang ditelinganya.


" Lauraaaaa " Pekik Ana heboh saat mengenali gadis itu.


" Yuhuuuuuu " Kata Laura langsung tertawa.


" Wahahahaha " Ana ikut tertawa ngakak.


2 gadis itu pun saling berpelukan..


" Ya ampunn,kamu cantik banget pake minyak jelantah ya " Tebak Ana menyelisik.


" Ih Kakak mah,mana ada cantik pake minyak jelantah " Gerutu Laura kesal.


Ana tertawa dan merangkul gadis itu mendekati Nisa yang menggeleng melihat mereka.


" Kok bisa disini,siapa yang jemput ?" Tanya Ana heran.


" Ketemu Bang Aktam di jalan pas aku kecopetan,terus dibawa kabur kesini deh " Cerita Laura mengkrucut.


" Hah di copet ?" Pekik Ana kaget.


" Iya,padahal isi dalam tas aku cuma 30 ribu loh sama buku2 dan hape jadul aku " Kata Laura sedih.


" Hahahahah nyesel dah tu copet " Kata Ana tertawa ngakak.


" Ish ni anak bukannya iba malah ngetawain " Kata Nisa mencubit lengan putrinya.


" Hehe habisnya tuh copet nanggung banget Bun,untung ngak ketahuan coba kalo iya ngak bisa bayar rumah sakit kan " Kata Ana masih tertawa.


" Iya juga sih hahahahah " Kata Nisa ikut tertawa.


Laura menggeleng tak percaya melihat ibu dan anak itu menertawai nasibnya.


" Oh iya Bun,Abang mana ?" Tanya Ana tak melihat batang hidung saudaranya.


" Aktam tadi keluar,katanya ada urusan bentar "


" Terus satunya lagi ?


" Belum pulang udah dari sore Bunda tungguin,udah Bunda telepon dia bilang masih ngerjain tugas kelompok " Cerita Nisa.


Ana ber Oh ria,Laura kembali bersemu tau siapa yang sedang Nisa ceritakan saat ini.


Laura sangat sensitif jika menyangkut Andrew,gadis itu bahkan tak tenang takut2 Andrew pulang,tapi Laura juga ingin melihat pria dingin itu.


" Hmm ya udah aku mandi dulu " Kata Ana mengendus keteknya.


" Ihhhh Kakak jorokkk " Pekik Laura saat Ana dengan santai mengelap keteknya dengan tangan lalu membius Laura.


" Bunda liat nih Kak Ana jorokkkkkk " Kata Laura sangat kesal.


" Wangi kan " Kata Ana cekikikan.


Cletakkkk....


Gadis yang sedang tertawa itu mendapat tabokan bantal dari Nisa.


" Kamu ih jahil banget sama adik kamu " Kata Nisa marah.

__ADS_1


" Becanda Bun,ya elah baper banget sih " Kata Ana mengusap kepalanya sakit.


" Mandi sana,jam segini baru pulang " Usir Nisa.


" Biasa Bun ABG,pacaran dulu lah mumpung masih muda " Kata Ana memainkan sebelah matanya.


" Apa kamu bilang !!!" Pekik Nisa seketika emosi.


Ana langsung kabur saat bantal kursi kembali ingin menghantamnya.


" Dasar anak kurang ajar !" Teriak Nisa ngos2an.


" Waduh2,sabar Bun sabar " Kata Laura menahan wanita itu.


" Huh,liat tuh tingkah Kakak kamu persis kayak Papa nya,suka bikin orang emosi" Kata Nisa masih kesal.


" Hehe kan bikinnya barengan sama Papa Reno Bun,jadi harus terima kenyataan " Kata Laura cengengesan.


" Haha oh iya ya " Kata Nisa teringat dan langsung tertawa ngakak.


Laura terkejut dan ikut tertawa..


Asik2 mereka tertawa langkah kaki seseorang terdengar sedikit nyaring.


2 perempuan itu berbalik..


" Oh suami ku dah pulang " Pekik Nisa girang.


Reno terkekeh pelan melihat istrinya yang sangat lebay.


" Duhhh kangen ya sama Mas mu yang tampan ini " Kata Reno menggoda.


" Hehe iya Mas,aku rindu banget " Rengek Nisa layaknya ABG alay.


" Ueeekkkkk " Kata Laura pura2 muntah.


" Ehhhh ada Laura,kok sendirian aja jomlo ya " Kata Reno menggoda Laura.


" ihhh Papa Renoooo " Pekik Laura kesal.


" Bunda mau urus Papa dulu ya,kamu yang anteng duduk disana sambil nungguin jodoh datang " Kata Nisa tersenyum mengejek.


" Uh,aku pulang aja " Kata Laura merajuk.


" Jangan dong,Papa kan baru pulang masa kamu mau balik juga " Kata Reno sedih.


" Ya udah deh " Kata Laura pasrah.


Reno tersenyum mengangguk dan menggandeng Nisa mesra..


" Ayo sayang layani Mas mu ini " Ajak Reno tersenyum mesum.


" Kuy " Kata Nisa semangat.


" Ihhhhhh gelay " Hujat Laura mencebik.


Nisa menjulurkan lidahnya mengolok Laura habis2an.


Pasangan gesrek itu pun berjalan ria menuju kamar mereka.


" Umur boleh tua tapi tingkahnya ngak mau kalah sama Abg " Gumam Laura pelan.


" Pantesan Mama Cila model begitu,eh Kakak nya lebih parah ternyata " Lanjut gadis itu kembali menghadap televisi.


Laura menonton seorang diri,seraya menunggu warga rumah kembali berkumpul..


" Bunda " Panggil seseorang dibelakang Laura.


Gadis itu menoleh dan terbelalak kaget melihat seorang pria berdiri dibelakangnya dengan sangat gagah.


" Laura " Gumam lelaki itu mengernyit.


" Abang " Gumam Laura mematung.

__ADS_1


Pria itu mendekat dan duduk disofa.


" Aku kira kamu Bunda tadi " Kata Andrew seraya membuka kaos kakinya.


" Em Bun nda sama Papa naik ke atas " Kata Laura terbata.


" Hm " Kata Andrew cuek.


Laura menelan ludah kasar,posisi duduk mereka sangat dekat,bahkan Laura bisa merasakan sisa parfum pria itu saat ini.


Mereka sama2 diam dengan Laura melihat Andrew tanpa kedip.


Pria itu menoleh dan mengernyit melihat Laura menganga.


" Kamu kenapa ?" Tanya Andrew heran.


" Hah,emn ngak ngak kenapa2 " Kata Laura kelabakan.


Andrew tersenyum kecil lalu berubah datar.


" Kapan kesini ?" Tanya Andrew seraya menyenderkan tubuhnya ke sofa.


" Siang tadi,sama abang " Jawab Laura malu.


" Abang mana ?" Tanya Andrew memejamkan mata.


" Aktam " Cicit Laura sudah tak tahan lagi.


Gadis itu hampir meleleh melihat Andrew yang sangat mempesona dan menggoda imannya saat ini.


Bagaimana tidak,postur tubuh Andrew benar2 proposional,ditambah wajah tampan pria itu ditumbuhi kumis tipis serta jambang2 halus.


" Ehmm " Dehem Andrew merasa serak memegang tenggorokannya.


" Abang mau minum ?" tanya Laura gugup.


" Em,bisa tolong ambilin,kaki aku sakit " Pinta Andrew tersenyum.


Deg...


Laura mematung.


" Ya Tuhan,tolong aku " Batin Laura ingin berteriak saat ini juga.


" Hei " Tegur Andrew melambaikan tangannya.


" Hah iya Bang,tunggu bentar " Kata Laura langsung bangun dan lari kedapur.


Pria itu terkekeh pelan melihat tingkah Laura yang malu2.


Laura menuangkan air sambil meloncat2 girang.


" Aduuuh please jantung jangan deg degan gini dong " Gumam Laura memegang dadanya yang berdegub kencang.


Wajah Laura memerah layaknya kepiting rebus,art mendekati gadis itu dan menepuk pundak Laura.


" Kenapa Non ?" tanya Art heran melihat Laura sangat girang.


" Eh bibi " Kata Laura kaget.


Art mengernyit heran.


" Ngak papa Bi,aku em kesana dulu " Kata Laura buru2 pamit.


" Eh Non,airnya ketinggalan " Tegur Bibi itu lagi.


" Oh iya " Kata Laura menepuk jidat.


Gadis itu berbalik dan mengambil lagi gelas yang sudah terisi air dingin.


" Huh bismillah " Gumam Laura semangat.


Dengan hati2 gadis itu membawa air untuk sang pria dingin yang sudah menunggu.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2