Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Hari ini Hani bisa pulang dari rumah sakit karna kondisinya yg sudah lumayan baik.


Gadis itu terdiam melihat Reka yg sedang mandi dibantu perawat lelaki.


" Sana pulang,aku malu diliatin " Ucap Reka kesal kepada Hani.


" Aku gak bisa tanpa kamu " Balas Hani mengkrucut.


" Nanti aku nyusul kok " Balas Reka lagi.


Perawat yg sedang mengelap badan Reka terkekeh mendengar percakapan kedua sahabat tersebut.


Awalnya perawat mengira Hani adalah kekasih Reka,tapi penjelasan Reka tadi membuat perawat merasa aneh sendiri karna keduanya tampak dekat.


" Kamu janji ya bakal nyusul " kata Hani serius.


" Iya,dah sana aurot aku berdosa dilihatin kamu " kata Reka gemas.


Hani mendengus dan mendekati lelaki itu.


" Eh mau ngapain ?" Tanya Reka melotot.


Hani melihat wajah Reka dan menghela nafas panjang..


Masih ada luka disana,bahkan bahu Reka juga masih diperban.


" Maafin aku ya Rek,karna aku kamu jadi gini " Ucap Hani lirih.


" Iya gak papa " Balas Reka tersenyum kecil.


" Sakit banget ya ?" tanya Hani menyentuh luka tersebut.


" Mas,tlong seret wanita ini keluar,saya bosan dengan pertanyaannya " Ucap Reka kepada perawat.


Lelaki muda itu terkekeh geli dan melirik Hani yg ingin menampol wajah Reka.


" ya udah aku pulang ya,nanti aku kesini lagi " kata Hani mundur.


" pake apa pulangnya ?" tanya Reka teringat.


" Hm dijemput " Jawab Hani hati2.


" Siapa ?" tanya Reka mengernyit.


" Kak Daniel " jawab Hani menunduk.


Reka tersentak mendengar nama yg sudah jarang ia dengar.


" Aku duluan ya,dia udah didepan nungguin " Kata Hani tak enak hati.


" Iya hati2 " Jawab Reka mencoba tenang.


Hani mengangguk,gadis itu pun keluar dari ruangan.


Terlihat seorang pria bertopi hitam menunggu dirinya sambil membawa 2 tas yg cukup besar.


" Udah ?" Tanya Daniel melihat Hani.


" Udah Kak " jawab Hani pelan.


" Ya udah ayok " Balas Daniel tersenyum.


Hani mengangguk,keduanya berjalan menyusuri lorong.


Semalam Daniel datang dengan luka dibibirnya,Hani tak tau apa yg terjadi kepada lelaki itu dan Daniel pun terlihat tak mau bercerita.


" Kamu pindah rumah aja ya " Ucap Daniel pelan.


" Hah kenapa ?" tanya Hani terkejut.


" Disana gak aman lagi " Jawab Daniel.

__ADS_1


" Gak aman gimana Kak ?" tanya Hani makin penasaran.


Daniel tak menjawab,keduanya terus berjalan hingga ke belokan rumah sakit kaki Hani berhenti tiba2.


Gadis itu terkejut melihat seorang lelaki dengan pakaian kerjanya menenteng plastik berisi sesuatu.


" Han " tegur Daniel ikut diam.


" Vero " Gumam Hani lirih.


Vero juga berhenti melangkah,pria itu menatap kedua manusia didepannya dengan tatapan yg sulit dimengerti.


" Bukankah itu Vero ?" tanya Daniel pelan.


Hani tak menjawab,gadis itu tetap diam melihat Vero yg juga melihatnya.


Suara dering telepon Daniel berbunyi,Hani tersentak sadar begitupun Hani.


" Ayo Han,aku harus buru2 pulang " Ucap Daniel menarik tangan Hani.


" I ya Kak " jawab Hani melangkah lagi.


keduanya melewati Vero begitu saja tanpa adanya teguran.


Hani semakin menjauh,Vero berbalik badan dan melihat genggaman tangan Daniel yg tak melepas mantan kekasihnya tersebut.


" Huh aku kenapa ?" Gumam Vero pelan.


Ntah mengapa,lelaki itu merasa tak nyaman dengan perasaannya sendiri melihat kebersamaan Hani dengan orang lain.


" Yahhh sarapannya sia2,kenapa tadi aku gak langsung kasih aja ya ke Hani,duhh goblok banget " Gumam Vero menekok kepalanya.


Pria itu terus melihat hingga Hani hilang ditelan pintu rumah sakit.


" Ya udah lah gak papa,temuin Reka aja " Gumam Vero memutuskan.


Pagi tadi pria itu sudah sibuk sendiri,Vero bangun pagi karna tau Hani akan pulang dari rumah sakit.


Kreekkkk...


pintu kamar terbuka,nampaklah seorang pria sedang memasang baju rumah sakit yg ia pakai.


" Vero " Ucap Reka terkejut.


Vero melangkah masuk dengan wajah tenang.


" Kak Justin nitipin ini buat lo " Ucap Vero menaruh kresek makanan di meja Vero.


" Hah buat apa ?" tanya Reka kembali terkejut.


" Biar lo cepat sembuh dan kerja lagi,gawean lo numpuk diperusahaan dia " jawab Vero asal.


Reka mengernyit lalu mangut2 mencoba memahami.


" Kenapa ada dua ?" tanya Reka melihat bungkusan.


" Itu punya gue satu " Jawab Vero duduk tenang didepan lelaki itu.


Reka makin merasa aneh,sungguh keajaiban Vero berbuat baik kepadanya sekarang.


Kedua lelaki itu diam sejenak dengan isi pikiran masing2.


" Kenapa dia gak nanya Hani ya ? Vero tau gak ya Hani kecelakaan juga ?" Batin Vero menebak.


Sejak ia masuk rumah sakit,Vero tidak tau bahwa yg mengantar ia dan Hani adalah lelaki itu karna Hani juga tak bercerita bagaimana mereka mendarat disana.


" Ya udah gue balik dulu " Kata Vero memutuskan.


" Pak " panggil Reka menahan.


" Gak usah Pak2,gue masih muda " Kata Vero tak terima.

__ADS_1


Reka diam lagi dengan ucapan ketus lelaki tersebut.


" Hm makasih Bang " Kata Reka tak enak.


" Sama2 " Balas Vero tenang.


Lelaki itu pun keluar dari ruangan,Vero merasa enggan untuk bertanya soal Hani,meski hatinya begitu gatal ingin tau keadaan gadis itu sekarang.


" Huhh ternyata Vero gak seburuk yg gue pikir " Gumam Reka pelan.


Vero berjalan sendirian di koridor dengan isi kepala yg mulai ramai.


" Apa yg aku harapkan ?" gumam Vero heran.


Lelaki itu merasa kecewa tapi ia juga tak tau apa yg harus dikecewakan.


Dimobil,Hani dan Daniel sama2 diam..


Hani merasa ada yg aneh dari sikap Daniel hari ini,lelaki yg biasanya semangat bercerita sekarang menjadi diam seribu bahasa.


" Kak " Panggil Hani menegur.


" Iya " Jawab Daniel menoleh.


" Kakak kenapa ? ada masalah ?" tanya Hani hati2.


" Hm sedikit " Jawab Daniel tersenyum.


" Apa ?" tanya Hani lagi.


" Gak papa,kamu udah merasa baikan ?" tanya Daniel mengusap kepala gadis itu.


" Hm ya aku ingin bekerja besok " Jawab Hani tersenyum.


" Iya " Jawab Daniel tersenyum kecil.


Keduanya kembali diam,hingga Daniel sampai mengantar gadis itu kerumahnya.


" Loh ada yg punya rumah " Gumam Hani melihat seorang pria yg ia kenali.


Daniel kembali diam melihat sosok tersebut.


Hani turun dari mobil sedangkan Daniel masih menunggu didalam.


" Mba Hani " tegur seorang pria menyambut Hani.


" Iya Pak ada apa ya ?" tanya Hani sopan.


" Saya mau bicara sama Mba Hani boleh ?" tanya pria itu tanpa basa basi.


Hani mengangguk meski merasa aneh.


" Hm gini Mba,saya mau beli lagi rumah ini " Jawab si pria tenang.


" Hah " Pekik Hani melotot.


" Iya Mba,saya mau beli lagi,anak saya mau rumah ini kembali " Jawab si pria mulai serius.


" Tapi Pak rumahnya kan udah saya beli " Kata Hani kurang suka.


" Iya Mba,tapi saya mau beli lagi,gak papa ya Mba,mba bisa cari rumah lain,nanti saya bayar cash dan lebih " kata pria itu ngotot.


" Lah gimana ceritanya Pak,saya sudah beli rumah ini " kata Hani heran.


Dari dalam mobil,Daniel melihat raut wajah kekasihnya yg mulai kesal,pria itu sudah bisa menebak apa yg akan terjadi..


" Ini sangat keterlaluan " ucap Daniel mengepal tangan geram.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2