
Setelah Yuna pergi,Laura diam ditempat duduknya.
Wanita itu belum pergi dari sana,ia ingin mencerna kata2 yg keluar dari mulutnya tadi.
Beberapa aset Vero memang disimpan oleh dirinya dan Justin karna dari awal Vero menikah dengan Yuna,Laura sudah mewanti2 apalagi mendengar cerita Cila yg sering ia dengar bahwa Yuna sering meminta Vero membeli barang2 mewah yg sudah kelewatan.
" Vero begitu bodoh menikahi Ular berbisa seperti Yuna !" Ucap Laura kesal.
Wanita itu terpaksa bertindak sendiri,ia tau resiko besar akan menanti,tapi apa daya daripada Sofia jatuh ketangan yg salah mending hartanya saja yg hilang.
Bukan tanpa alasan Laura melakukan semua itu,ia pernah menjadi anak pungut Cila dan tau rasanya tak punya orang tua,Laura tak mau kejadian dirinya sampai menimpa gadis malang seperti Sofia walaupun beda cerita.
Ntah kebetulan atau memang sudah takdir jalan hidup mereka,Laura tak ambil pusing,jika nanti semua berakhir dengan perkelahian dan ia dimarahi Justin habis2an Laura tak perduli.
Lama diam akhirnya dering telfon berbunyi,Laura melihat nama dilayar dan menghela nafas panjang.
" Iya Pa " Ucap Laura pelan.
" Kerumah ya,Papa mau ngomong sama kamu " Ucap David diseberang.
" Iya Pa,aku kesana siang nanti " kata Laura paham.
Tut.
Panggilan terputus,Laura menarik nafas panjang.
Wanita itu tau gerak geriknya pasti sudah dibaca keluarga apalagi David kini mulai mengeluarkan sifat asli..
Dengan lesu Laura pulang.
Dirumah Cila,David diam melihat hapenya.
Laporan keuangan setiap hari selalu masuk.
Lelaki itu tau transaksi apa saja yg sudah dilakukan oleh anggota keluarga.
Meski terlihat tak perduli tapi David seperti singa dalam goa yg akan menerkam kapan saja..
" Kenapa Pa ?" tanya Cila melihat David.
" Gak papa " Jawab David tenang.
" Ada masalah ?" Tanya Cila lagi.
" Gak,kita liburan yuk " Ajak David.
" Kemana ?" tanya Cila mengernyit.
" Terserah,ajak Vero sama Justin juga " Jawab David.
" Wahh beneran nih ?" tanya Cila tak percaya.
David mengangguk.
Cila bersorak ria,wanita itu memang butuh refreshing karna otaknya dibuat kacau dengan perpisahan rumah tangga sang anak.
Secepat kilat Cila mengubungi Vero dan Justin meminta kedua lelaki itu mencari tempat yg bagus.
Siang harinya,rumah Cila ramai.
Semua anggota keluarga berkumpul disana.
" Jadi mau kemana nih ?" tanya Abraham ternyata ikut juga.
" Ke kampung Bunda aja " Kata Cila semangat.
" Wah kekampung ya ? mau " Kata Nita istri Abraham.
" Iya udah lama gak kesana " Jawab Cila terkekeh.
" Ketemu Eyang ya Nek ?" tanya Sofia girang.
__ADS_1
" Iya " jawab Cila tersenyum.
" Asikkk mau petik rambutan sama Opa " Kata Sofia happy.
David dan Cila tersenyum,Sofia memang senang pergi kekampung karna disana Beni akan memperlakukan dirinya begitu baik.
Vero melihat Boy,bocah lelaki itu terlihat lesu dduuk diayunan luar.
" Kamu kenapa ?" tanya Vero menegur.
" Males Paman " jawab Boy lesu.
" Kenapa ?" tanya Vero lagi.
" Boy mau nonton bola " Jawab Boy mengkrucut.
" Kan nanti bisa nntn di ytub " Kata Vero terkekeh.
" Mana dikasih sama Papa main hape " Kata Boy kesal.
" Ini siaran langsung,besok pasti temen2 Boy pada bahas itu dan Boy gak tau " Kata Boy sedih.
Vero menggeleng pelan,anak Justin memang sedikit berbeda.
Boy dilarang banyak bermain ponsel karna Justin tak mau anaknya kecanduan seperti anak yg lain,bahkan dihari libur pun Boy hanya diberi main ponsel saat waktu lenggang saja.
Dan hebatnya bocah itu tak bisa protes karna jika Boy protes uang jajannya ditahan.
" Ya udah nanti nnton nya bareng Om aja,tapi diem2 biar gak dimarahin Papa kamu " Bisik Vero pelan.
" Beneran Om ?" tanya Boy semangat.
" Iya,nanti kita yg jadi pemainnya " Kata Vero lagi.
" Boleh2 Boy suka tuh " Kata Boy happy.
Kedua lelaki itu bertos ria hingga si pengacau Sofia ikut nimpuk diayunan.
Tak ada yg memberitahu Sintia bahwa mereka semua akan datang.
Cila rencananya akan memberi supries kepada sang Bunda karna mereka memang sudah lama tidak pergi bermain kesana..
Ditempat lain,seorang gadis disibukkan dengan banyak cucian menumpuk.
Hari libur dimanfaat kan Hani untuk membersihkan rumah.
Gadis itu tak ada niatan untuk pergi bermain karna dirinya memang tak punya orang yg bisa diajak.
Asik mencuci,ponsel Hani berdering.
Gadis itu bangun dari duduknya dan melihat nama dilayar.
" Reka " Ucap Hani membaca nama.
Tanpa tunggu lama,Hani langsung mengangkat panggilan.
" Iya Rek " Kata Hani semangat.
" Ini sudah diangkat " Ucap seorang gadis diseberang.
Hani mengernyit kaget mendengar suara asing tersebut.
" Halo Han " sapa seorang pria.
" Kamu sama siapa ?" tanya Hani mengernyit.
" hehe aku sama pacar " Jawab Reka terkekeh.
" Hah sudah punya pacar ?" tanya Hani terkejut.
" Hehe iya Han " jawab Reka malu.
__ADS_1
" Astaga,kenapa kamu telfon aku ?" tanya Hani ketus.
" Hm kamu kemana hari ini,main yuk ?" Ajak Reka semangat
" Gak ah,gak mood " jawab Hani pura2 merajuk.
" Yaahh harus mood dong " Kata Reka mengkrucut.
" Gak mood gara2 kamu punya Ayank baru " kata Hani asal.
" Eh ahhahahaaha " Reka langsung tertawa ngakak.
Hani ikut terkekeh geli,ia memang kesal Reka punya pacar tak memberitahu sebelumnya.
" Ya udah Rek,kamu jalan aja aku mau bersihin rumah " kata Hani tenang.
" Beneran gak mau keluar ?" tanya Reka memastikan.
" Iya dah sana " kata Hani mematikan ponsel.
Tut.
Panggilan terputus,Hani menaruh lagi hapenya dinakas dan melanjutkan pekerjaan.
Hani tak masalah Reka punya pacar karna memang mereka hanya sebatas sahabat saja.
Gadis itu kembali mencuci,Ridho maupun Daniel tak pernah lagi muncul.
Memang kedua lelaki itu anget2 tahi ayam,datang dan pergi semaunya.
Diapartemen,seorang wanita terlihat merenung depan amplop didepan matanya.
" Apa yg harus aku lakukan ?" Ucap Yuna bingung.
Perasaan campur aduk kian membuat wanita itu gelisah,bisa dibilang Yuna bagai buah simalakama,dimakan ibu mati gak dimakan bapak yg mati..
Pilihan sulit menghantam pikiran lelaki itu.
" Kamu kenapa ?" tanya seorang pria tiba2 masuk apartemen.
Yuna langsung kelabakan dan menyembunyikan amplop.
" Apa ini ?" Tanya Ridho duduk didepan wanita itu.
" Aku gak tau harus gimana " Jawab Yuna kesal.
" Apa nya ?" tanya Ridho heran.
" Kakak Vero memberi beberapa aset berharga untuk aku,tapi dengan syarat aku melepaskan Sofia untuk mereka " Jawab Yuna lesu.
" Apa !" pekik Ridho terkejut.
" Aku harus gimana Rid,Sofia juga berharga buat aku " kata Yuna bingung.
" Kenapa mereka menyerahkan begitu saja ?" tanya Ridho heran.
" Jika gak gitu,aku bakal dilaporin mereka ke polisi dan Sofia gak bakal dapet apa2 dan ikut dipenjara " Jawab Yuna lesu.
" Apa !" Pekik Ridho terbelakak.
" Merek sangat licik Rid,gimana nasib anak kita kalo Sofia ikut aku " kata Yuna ingin menangis.
Ridho diam sejenak dengan wajah bingung.
" Kalo kamu dipenjara dan dia ikut aku,aku belum bisa " kata Ridho pelan.
Yuna semakin menggila,wanita itu setres dengan pilihan hidupnya apalagi karier Yuna sedang naik daun..
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1