Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mertua


__ADS_3

Pulang les,Sofia terlihat begitu senang dan girang.


Hari ini suasana hatinya sedikit naik turun,,Hani yg tau psikis gadis itu mencoba untuk membuat Sofia harus tetap tenang.


" Tanteee " Panggil Sofia mencari Hani.


Heningg....


Tak ada jawaban.


" tanteee " Panggil Sofia lagi mendekati kamar Papanya.


Cekrrjjkj...


Pintu kamar terbuka,nampaklah Hani sedang merapikan beberapa baju kedalam koper.


" Tante mau kemana ?" tanya Sofia mendekat.


Hani berbalik badan dan tersenyum kecil.


" Hm,kamu kan mau nginep dirumah Nenek dalam 1 minggu jadi Tante juga mau keluar dari rumah ini " Ucap Hani lembut..


" Hah kenapa ?" tanya Sofia kaget.


" Hm soalnya gak enak dirumah sendirian " Jawah Hani.


" terus Tante mau kemana ?" tanya Sofia polos.


Hani diam,dirinya juga tak tau mau pergi kemana,tapi untuk berada dirumah tersebut rasanya Hani tak enak hati.


" Nanti kalo Sofia udah balik kerumh ini,baru Tante balik juga " Ucap Hani mengalihkan.


" Kenapa gak ikut Sofia nginap dirumah Nenek ?" tanya Sofia polos.


Hani tersenyum kecil,dari lubuk hatinya ia pun ingin seperti itu menjalin silahturahmi yg baik kepada Cila dan David.


Tapi apa boleh buat,keadaan sekarang sangatlah berbeda dengan yg dulunya.


" Dirumah Nenek kamu udah rame,lagian Tante juga kan harus urus kerjaan " Kata Hani menjelaskan.


" Yaah gak seruuuu,padhal nenek baik loh Tee " Kata Sofia mengkrucut.


" Iya Nenek kamu emang baik " Balas Hani ramah.


" Terus ?" Tanya Sofia menunggu.


" Hm gak ada apa2,pokoknya kamu happy2 aja dirumah Nenek,kalo mau pulang nanti hubungi Tante aja biar Tante jemput " Jawab Hani mengusap kepala gadis itu.


Sofia mengkrucut,dirinya ingin menganjak Hani juga menginap dirumah Cila tapi Hani nya sudah ada janji dengan yg lain.


" Maafin Tante Sofia,Tante juga pengen ikut kamu tapi kalo Tante disana nanti bikin keadaan jadi gak enak " Batin Hani sedih.


Keduanya kembali melanjutkan aktifitas hingga selesai.


Malam harinya mereka sudah bersiap,Hani menaruh tas baju Sofia dimotornya.


" Tanteeeee " Pekik Sofia dari dalam kamar.


" Iyaaa " Jawab Hani didapur.


" Tante sini dulu " Pekik Sofia lagi.


" Kenapa lagi tuh anak " Gumam Hani heran.


Ia pun berjalan mendekati kamar dan mendapati anak tirinya sudah menghambur barang2.


" Tante ada lihat kalung Mama gak ?" tanya Hani.


" Kalung ?" tanya Hani mengernyit.


" Iya,kalung yg aku taruh disini " Jawab Sofia menunjuk tempat..


Hani mendekat dan menggeleng pelan.


" Gak ada Tante lihat " kata Hani pelan


" Masa gak ada,kemarin ada disini " Kata Sofia mulai menangis.


" Gak ada,Tante gak ada lihat kalung disini " Balas Hani.

__ADS_1


" Huaaaa kalungnya hilang Te " Ucap Sofia meraung.


Hani diam sejenak,ia memang tak melihat kalung apapun disana saat sampai dirumah itu.


" Kapan kamu taruh disana ?" tanya Hani mencoba menenangkan.


" Waktu aku datang kesini,aku taruh disini " Jawab Sofia.


Hani mengingat lagi,ia rasa tak melihat benda apapun.


" Ya udah nanti kamu cari lagi,Tante bantuin " Ucap Hani tenang.


Sofia mengangguk meski air matanya masih menetes.


" Itu kalung Mama Te,Mama suruh aku simpan,dulu aku lepas karna kesangkut handuk " Ucap Sofia disela tangisnya.


Hani mengangguk mengerti.


Keduanya pun berangkat.


Hani mengantar langsung meski jarak rumah cukup jauh.


Ia tak mungkin membiarkan Sofia naik taxi sendiri apalagi meminta keluarga Cila yg menjemput.


" Pegangan ya " ucap Hani kepada Sofia yg sudah siap dengan helm serta jaketnya.


Sofia mengangguk pelan dan memeluk pinggang Hani.


Ibu dan anak itu pun melaju kejalan.


Tak ada pembicaraan,Hani sibuk dengan pikirannya begitupun Sofia.


Hampir 30 menit akhirnya mereka sampai.


Hani berhenti didepan gang secara tiba2 membuat Sofia heran.


" Kenapa Te,rumah Nenek masih disana " Ucap Sofia mengangkat kaca helmnya.


" Hm iya bentar " Jawab Hani sedikit gemetar.


Tangannya tiba2 tremor dan dadanya berdegub kencang.


" Apa aku antar Sofia disini aja ya ?" gumam Hani pelan.


" Tapi apa nanti kata Mama ninggalin cucunya depan Gang ?" Lanjut Hani lagi.


" Te " Panggil Sofia.


" Duhh gimana nih,kalo masuk nnti Mama marah gimana ?" Gumam Hani takut


Perasaannya makin tak karuan,Hani begitu khwatir dengan respon Cila.


" Tee ayoo " Tegur Sofia tak sabaran.


" Hm iya " Jawab Hani menarik nafas panjang.


Wanita itu kembali mengegas motornya mendekati rumah besar tersebut.


Karna rumah Cila tak punya pintu gerbang jadi mereka langsung menuju masuk kedepan halaman.


" Alhamdulillah sampe " Ucap Sofia membuka helmnya.


Hani diam dengan wajah pucat.


Rasa bersalahnya kembali menghantam wanita tersebut apalagi rumah itu pernah memberinya rasa aman dan nyaman


" Ayo Te " Kata Sofia kembali menegur.


" Ya kamu masuk aja duluan " Kata Hani tersenyum getir


" Tante gak masuk ?" Tanya Sofia kaget.


" Tante ada urusan jadi harus buru2 " Jawab Hani ngeles.


Wanita itu sangat takut tiba2 ada orang rumah yg keluar memergoki mereka.


Dan benar saja,lintasan pikiran Hani benar adanya.


Seorang wanita keluar dari rumah dengan daster andalan.

__ADS_1


" Mama " Ucap Hani terbelalak.


Nama yg dipanggil pun ikut kaget dan langsung memasang wajah tenang.


" Kamu udah sampe ?" tanya Cila kepada Sofia.


" Iya Nekk,aku kangen sama Nenek " Jawab Sofia menghambur memeluk Cila.


Keduanya berpelukan melepas rindu berat.


" Kamu gimana kabarnya ?" tanya Cila pelan menatap wajah sang Cucu.


" Baik Nek,aku sekolah lagi " Jawab Sofia tersenyum.


" Kamu habis nangis ya ?" Tanya Cila menyelisik.


" Hah em iya Nek " jawab Sofia mengkrucut.


" kenapa ?" tanya Cila terkejut.


" kalung Mama hilang Nek " Jawab Sofia sedih.


" Hilang ?" Ulang Cila mengernyit.


" Iya,hilang dikamar aku,gak tau kemana ?" Ucap Sofia berkCa kaca.


Cila diam sejenak dan melirik Hani yg melihat kearah mereka.


" Tapi Nanti aku cari lagi sama Tante " Ucap Sofia tersenyum kecil.


Deg.....


Cila tersentak mendengar ucapan Sofia memanggil Hani Tante.


Hani diam menunduk,wanita itu tak berani menatap wajah mertuanya apalagi Cila memasang tampang sangar.


" Hm ya udah,nanti Nenek cari juga " Ucap Cila tenanf.


Sofia mengangguk,keduanya pun berjalan masuk.


" Tante " Panggil Sofia tiba2 berbalik badan


Hani mendongak melihat bocah tersebut.


" Tante hati2 ya,nanti Sofia telfon " Ucap Sofia tersenyum manis.


" Iya " Jawab Hani menyunggingkan senyum tipis.


Cila diam melihat Hani sekilas.


" Hm kalo gitu aku permisi dulu " Kata Hani sopan.


Sofia mengangguk melambaikan tangannya.


Hani tersenyum kecil dan menghidupkan motornya.


David keluar dari rumah dan mengernyit melihat keadaan.


" Hani " Panggil David.


Hani yg akan berbelok berhenti sejenak.


" Kenapa gak masuk ?" tanya David turun dari tangga teras.


" Hm aku ada kerjaan Pa " Jawab Hani turun dari motor dan menyalami David.


" ayo masuk dulu " Kata David tegas.


Hani melirik Cila,wanita parubaya itu tak mmeberi muka dan melangkah masuk duluan.


" Gak usah Pa,aku langsung pulang aja " Ucap Hani lapang dada.


" Maafin Mama mu ya,nanti dia akan terbiasa " Ucap David mengusap helm Hani.


" Iya Pa " Jawab Hani tersenyum kecil


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2