
Disebuah rumah seorang gadis duduk sendirian melihat pria didepannya sedang menggiling pakaian dengan mesin cuci.
Sofia masih bersama Ridho,gadis itu enggan untuk pulang karna takut dimarahi Hani.
Saat ingin dibawa kerumah Neneknya pun Sofia tidak mau karna Cila lebih parah dari Hani.
Lelaki itu juga bingung harus bersikap bagaimana,ia takut Sofia dicari keluarga Vero mengingat gadis itu tinggal bersama mereka.
Ridho juga dilarang menelfon Hani dan kebetulan lelaki itu tak punya kontak keluarga Vero.
Mau tak mau,Ridho membawa gadis itu pulang,tak bisa ia pungkiri Ridho senang Sofia bersamanya karna ikatan batin mereka yg kini makin kuat.
Bunyi gilingan mesin cuci terus berirama,Ridho terlihat sibuk sendiri.
Sofia yg tak pernah mencuci hanya diam saja tanpa bisa membantu.
" Kamu bisa masak ?" Tanya Ridho kepada sang putri.
" Hah ?" Kata Sofia mendongak.
" Memasak " Ulang Ridho dengan gerakan tangan
" Gak bisa Om,pegang pisau aja gak boleh " Jawab Sofia terkekeh.
" Ya juga sih kamu masih kecil " kata Ridho menggaruk kepalanya.
" Om mau makan ya ?" tanya Sofia.
" Hm gak juga,kamu laper gak ?" tanya Ridho.
" Laper " Jawab Sofia jujur.
Ridho diam sejenak,diluar masih hujan.
Bahkan mereka pulang tadi pun dengan basah kuyup karna Ridho tak membawa mobil melainkan motor.
Beruntung Sofia gadis yg ceria dan tak rewel terkena air yg ada malah gadis itu kegirangan mandi hujan.
" Pesen online mau gak ?" tanya Ridho.
" Makan apa ?" tanya Sofia.
" terserah kamu aja " Jawab Ridho.
" Gak mau ah " Kata Sofia menggeleng.
" Terus apa ?" tanya Ridho lagi.
Sofia diam menggeleng tidak tau.
Ridho menghela nafas panjang,ia juga bingung mau makan apa.
" Terserah Om " kata Sofia pelan.
" Gak ada makanan terserah,adanya somai,spageti " kata Ridho malas.
Sofia mengulum senyum,wajah jutek lelaki itu terlihat begitu lucu.
" Duhh ternyata semua wanita sama aja kalo ditanya makan jawabnya terserah " Gumam Ridho memutar mata.
Sofia tertawa geli,gadis itu turun dari kursi dan melihat sekitar.
" Hm emang gak ada makanan ya Om dikulkas ?" tanya Sofia.
" Gak ada,Ibu Om lagi diluar negeri jadi gak masak " Jawab Ridho.
" Ohhhh " Ucap Sofia mangut2.
Dirumah itu hanya ada mereka berdua karna Daniel dan ibunya sedang mengobati Zini.
Ridho membuka kulkas dan melihat berbagai bahan makanan masih utuh dalam kulkas.
" Sepertinya Ibu udah belanja kemarin " Gumam Ridho membuka plastik satu persatu.
Disana sudah ada perbawangan cabe dan kawan2 serta sayur mayur ditambah daging mentah serta ikan di preezer.
__ADS_1
Ibunya sudah mempersiapkan segalanya untuk Ridho agar lelaki itu tak selalu membeli makanan diluar.
" Ya udah kita masak aja,kamu bantu kupasin bawang ya " Kata Ridho memutuskan.
" Emang bisa ?" tanyq Sofia ragu.
" Ya bisa dong,Ayah kan...eh " jawab Ridho kecoplosan.
" Ayah " Ulang Sofia.
Deg....
Ridho tersentak mendengar ucapan gadis kecil itu apalagi Sofia menyebutnya dengan wajah polos.
" Em maksudnya Om,aduhhh kamu bikin gagal fokus aja " Kata Ridho mengalihkan.
Sofia tersenyum kecil,Ridho menggaruk kepala gatal.
Rasa suka dan malu berbalut menjadi satu,ia ingin sekali gadis itu memanggilnya lagi dengan sebutan tersebut tapi untuk meminta rasanya bukan waktu yg tepat pikir Ridho.
" Om " Panggil Sofia lagi.
" Ah iya,ayo disana " Kata Ridho tersadar dari lamunan.
Anak dan bapak muda tersebut pun mulai mengambil bahan.
Ridho menyerahkan beberapa pelepah sayur kepada gadia itu untuk dicuci,meski tak yakin Sofia bisa tapi Ridho ingin anaknya nanti terbiasa dengan dunia dapur.
Sofia mengerjakan tugasnya dengan baik walau banyak air yg habis dan bajunya basah terkena jipratan.
Ridho memasak dengan tenang meski emosinya diaduk2 seperti gorengannya dipanci.
Hampir 1 jam berkutat akhirnya 2 menu tersaji didepan meja.
Tak ada menu special hanya mie goreng sayur dengan ikan rica2 ala Ridho yg sering dibuat ibunya.
" Aaah aku lapar Om " kata Sofia tak tahan lagi.
" Iya ayo makan dulu " kata Ridho tenang.
Ridho diam melihat gadis itu bergerak tanpa disuruh.
" ini buat Om,biar gak keselek " kata Sofia terkekeh seraya memberi segelas air yg hampir penuh.
" Makasih " jawab Ridho terharu.
Sofia naik lagi ke kursinya,mereka pun mulai makan dengan tenang dan lahap.
Ditempat lain,seorang gadis termenung di balkon kamar.
Ntah mengapa Angel merasa tak bersemangat hidup.
Gadis itu bingung apa yg ia inginkan.
" kamu gak turun Njel ?" tanya Azura menegur.
" Bentar lagi " Jawab Angel tanpa menoleh.
" Apa yg kamu pikirin ?" tanya Azura mendekat.
" Ntah lah " Jawab Angel.
Azura diam,wanita beranak satu itu sedikit bingung dengan sepupunya yg kini banyak diam.
Angel tak seaktif dulu lagi,semakin dewasa gadis itu mulai banyak berubah.
" Arshad udah potong kue ?" Tanya Angel.
" Belum,aku aja masih disini " jawab Azura terkekeh.
Angel ikut terkekeh,hari ini memang hari ulang tahun si kembar.
Sebenarnya Arshad tidak mau merayakan tapi karna itu bertepatan dengan hari lahir keponakannya jadilah mereka bertiga harus merayakannya hari ini.
" Ayo keluar aja Njel,dibawah udah rame " Ajak Azura.
__ADS_1
Angel mengangguk,gadis itu pun berjalan keluar.
Dibawah sudah ramai,para keluarga terlihat berlalu lalang.
Kali ini dekorasi dilakukan sendiri oleh òrang dirumah dan yg paling berpartisipasi adalah Lulu dan Ana.
" Eeehhh Angell " Pekik Ana melihat putrinya turun.
" Tuh kan,belum apa2 aja udah dipanggil " Kata Angel malas.
" Hehe gak papa lah Njel sesekali " Kata Azura cengengesan.
" Angeeel " Pekik Ana lagi.
" Iya sabar " Jawab Angel malas.
Gadis itu berjalan gontai mendekati ibunya.
" Njel,kamu bawain kue yg didapur ya,langsung taruh dimeja semuanya " kata Ana memberi perintah.
" Ma kue itu gede loh,kalo jatuh gimana " Kata Angel ngeri.
" Kalo jatuh,Mama botakin kamu " Jawab Ana santai.
" Eeehhh " Pekik Angel terbelalak.
" Itu Jel,ajakin Satria didepan " Celetuk Zaiva yg kebetulan lewat membawa bunga hasil rangkaiannya.
" Satria siapa Bi ?" tanya Azura.
Zaiva diam dengan senyum smirk.
Angel mengernyit bingung,Azura yg ingin berjalan kedepan tak jadi lantaran ia melihat suaminya masuk dengan anaknya yg sedang menangis.
" Duh gak jadi Njel " kata Azura berubah haluan.
" Ckkk " Decak Angel malas.
" Sana cepetan,acaranya mau dimulai " Tegur Ana berkacak pinggang.
" Iyaa " Jawab Angel memutar mata.
Gadis itu pun berjalan malas sambil menyeret gaunnya yg cukup meribetkan.
Gadis itu ingin pake celana saja mengingat bukan dirinya yg punya acara,tapi karna paksaan Ibunya yg reog membuat Angel tak bisa melawan.
Angel terus berjalan hingga maniknya melihat seorang pria dengan kemeja hitam berdiri didepan teras bersama tukang kebun dan Satpam rumah.
Angel diam memperhatikan lelaki tinggi tersebut.
" Ini siapa lagi ?" Gumam Angel heran.
Tak mau pikir panjang,gadis itu langsung meneriaki si pemuda misterius.
" Woiiii " Panggil Angel ambigu.
Hening tak ada jawaban.
" Woii kamu,yg pake baju hitam " Pekik Angel sekali lagi.
Ketiga lelaki itu serentak menoleh dan terkejut melihat Angel bersedekap dada melihat mereka.
" Iya Non " Kata Pak Satpam merasa dirinya yg dipanggil.
" Who she's ?" Tanya lelaki misterius itu kepada tukang kebun.
" Women " Jawab tukang kebun polos.
Lelaki itu terkejut dan langsung mengulum senyum geli.
Angel yg merasa ditertawakan melototkan matanya tanda tak suka.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1