Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
5 juta


__ADS_3

Laura menangis sedih melihat Andrew dituduh oleh David.


" Udah dong sayang,Papa kan ngak sengaja " Kata Cila mengusap kepala gadis itu.


" Hiks hiks Bang Andrew ngak bersalah Mama " Kata Laura termisak.


" Iya,Papa ngak tau tadi itu Andrew,kalo tau kan ngak mungkin juga Papa gitu " Ujar Cila lembut.


Laura melihat David kesal,pria itu malah menampilkan wajah cengengesan nya.


" Coba kalo tadi kena pukul beneran,kan Bang Andrew jadi terluka " Gerutu Laura kesal.


Andrew tersenyum memberitahu bahwa dirinya baik2 saja.


" Udah,gak apa2 namanya juga khilaf " kata Andrew santai.


" Iya Papa juga ngak sengaja tadi iya ngak Ndrew " Kata David memberi kode.


" Hm iya " Kata Andrew sedikit ngeri.


" Hahaha " David tertawa canggung merangkul Andrew biar putrinya berhenti menangis.


Laura memang sangat cengeng,gadis itu sangat lembut hatinya makanya David selalu menjaga perasaan putri tersayang nya itu.


" Ya udah,kalo semua udah beres ceritain ke kami apa yang terjadi sama kamu " Pinta Cila serius.


Laura menunduk sedih.


" Aku kecopetan Pa,Ma " Kata Laura berkaca kaca.


" Apa !" Pekik David dan Cila kaget.


Laura mulai bercerita semua yang terjadi kepadanya.


Mereka mendengar dengan seksama beda hal dengan Andrew yang sudah tau cerita terlihat santai seraya menyesap susu hangat buatan Cila.


" Kurang ajar banget mereka " Kata Vero geram.


" Kamu sih,bikin masalah " Kata Cila menuduh Vero.


" Ya aku kan ngak tau Kakak bakal kecopetan " Kata Vero terlihat menyesal.


" Gak papa,yang penting Laura baik2 aja " Kata David berusaha tenang meski hatinya juga dongkol.


Andrew yang melihat situasi sudah aman pun berpamitan pulang.


" Ngak nginep dsini aja ?" Tanya Cila tak rela pria itu pulang.


" Tidur dimana sama Laura ?" Tanya Andrew santai.


Deg...


Laura mendongak kaget melihat pria berwajah dingin itu menatapnya datar.


" Ya ngak juga,kan ada Vero " Kata Cila mencubit lengan pria itu.


" Ah ngak seru Kak,kalo sama Laura baru aku nginep " Kata Andrew terkekeh pelan.


Wajah Laura bagaikan udang kecelup minyak panas saking merahnya.


David menyelisik melihat perubahan putrinya yang malu2.


" Enak aja,nih makan dulu bogem mentah Kakak " Kata Cila sewot menunjukkan kepalan tangannya.


" Haha ya udah kalo ngak mau " Kata Andrew mengangkat bahu acuh.


" Hahah ada2 aja kamu,bukan muhrim ngak boleh " Kata David menimpali.


" Ya dimuhrimin dong,iya ngak Kak " Goda Vero menyenggol lengan Laura.


" Ish apaan sih " Kata Laura mencubit perut adiknya.

__ADS_1


" Cieeee Kak Laura mauuuu wkwkwkwk " Olok Vero tertawa ngakak.


" ihhhh ngakkk " Kata Laura ingin mencubit lagi tapi naas Vero berlari masuk kedalam rumah.


" Ck ckck,anak2 itu selalu saja berkelahi " Kata David menggeleng melihat kakak beradik itu berlarian.


Andrew hanya tersenyum lembut.


" Ya udah,aku pulang dulu ya " kata Andrew menyalami mereka berdua.


" Salam sama Bunda dan Papa kamu ya " Kata Cila tersenyum hangat.


" Sama Ana ngak ?" Tanya Andrew menggoda.


" Ih ngak mau,pelakor itu " Kata Cila menggeleng tegas.


" Hahahah " Andrew tertawa renyah hingga menunjukkan lesung pipinya yang selama ini tersembunyi.


David menatap pria itu dengan senyuman.


Ntah apa yang dipikirkan pria parubaya itu saat ini.


Andrew pun pulang kerumahnya.


" Masuk yuk " Ajak Cila menggandeng tangan David.


" Hm " Jawab David tersenyum dan menutup rumah mereka.


Kebesokan harinya,mereka duduk nyaman di ruang makan.


" Nih beli hape baru " Kata Cila memberi uang cash 5 juta.


" Banyak banget Ma " Kata Laura tersedak melihat tumpukan uang dimeja makan.


" Papa yang kasih,sisanya tabung " kata Cila tersenyum.


David terlihat cuek,pria itu menikmati kopi panasnya dengan sepotong roti tawar.


" Hmm,belajar yang bener ya " Pinta David tenang.


" Iya Pa,aku janji ngak bakalan kecewain Mama dan Papa " Kata Laura serius.


" Hm,cepet simpen ada adik kamu " Kata Cila cepat saat melihat Vero berjalan kearah mereka.


Laura mengangguk dan menyimpan gepokan uang itu dalam tas.


" Hayyy epribadeeehhh " Kata Vero dengan gaya khasnya.


" Hay " Sambut mereka hangat.


" Apaan tuh Kak?" Tanya Vero kepo melihat Laura memegang tas dengan erat.


" Hah,ngak ini mau jatuh makanya aku pegang gini " kata Laura tersenyum canggung.


Vero ber Oh ria dan meminta Cila mengambilkannya makanan.


David tersenyum melihat Kakak beradik itu akur.


David tak pernah perhitungan kepada Laura begitu pun Cila,jika mendapat perintah dari suaminya harus memberi Laura sesuatu maka Cila akan melakukan seperti perintah tersebut.


Pasangan itu tak mau membuat Laura merasa dikucilkan,karna bagi mereka sudah cukup penderitaan Laura selama ini,apalagi gadis itu memang tak pernah menuntut banyak.


" Oh iya Ma,hari ini aku kerja kelompok sampe malam mungkin " Kata Laura teringat akan


tugasnya.


" Dimana ngerjain nya ?" Tanya Cila.


" Kerumah temen Ma,di jalan M " Kata Laura tersenyum.


" Papa jemput ya nanti " Kata David serius.

__ADS_1


" Hah,em ngak usah Pa ak..


" Papa jemput !" Potong David tegas.


" Tapi Mas,aku liat jadwal kamu semalam hari ini kamu ada klain " Kata Cila hati2.


David berpikir sejenak.


" Oh iya juga ya " Kata David menggaruk kepalanya.


" Aku aja Pa yang jemput Kakak " Kata Vero tegas.


" Hah,bukannya kamu ada kerja kelompok juga " Sahut Laura.


" Iya sih,tapi bisa diatur lah " Kata Vero memainkan alisnya.


" Ngak usa...


" Iya,nanti jemput Kakak mu pulang " Potong David tegas.


Laura menghela nafas lelah,percuma dirinya menolak jika sang raja sudah berkehendak.


" Siap " Kata Vero tersenyum.


Cila tersenyum geli melihat wajah pasrah Laura,kadang Cila juga kasihan melihat putrinya tak bebas.


Vero dan David benar2 menjaga ketat gadis itu.


" Yang sabar ya Nak,nanti kamu jalan sama Mama " Kata Cila mengusap lembut kepala Laura.


" Iya Ma " Kata Laura tersenyum memeluk wanita itu.


Laura sangat bahagia bisa tinggal bersama orang tua seperti David dan Cila,mereka benar2 membuat Laura sangat berarti.


Setelah acara sarapan selesai,mereka pun bubar menjalankan aktifitas masing2.


David mengantar Laura sampai digerbang kampus,takut2 anak gadis itu kembali diganggu orang.


" Papa hati2 ya " Kata Laura mencium punggung tangan David.


" Hm,kamu juga ya,kalo ada apa2 cepat telpon Papa " Pinta David tersenyum.


" Iya Papa ku sayang " Kata Laura hangat.


Gadis itu pun turun dari mobil sang Papa dan berjalan menjauh.


David melaju lagi menuju tempat kerjanya.


Jam pelajaran sudah dimulai,seperti yang Laura janjikan pagi tadi gadis itu belajar dengan sangat giat.


" Laura, habis ini kita kantin yuk " Ajak seorang gadis lugu berkaca mata tersenyum kepadanya.


" Iya,selesai ini ya " Kata Laura tersenyum.


" Hm " Jawab gadis itu kembali duduk tegak mengikuti pelajaran.


Saat enak2an duduk,seorang pria duduk didepan mereka.


" Kenapa ?" tanya Laura heran.


" Ngak papa " Jawab pria tampan itu berdiri dan berlalu begitu saja.


" Dasar aneh " Kata Laura geram.


" Eh bukannya dia kapten basket disini ya ?" Tanya gadis berkaca mata melihat punggung pria itu menyelisik.


" Ngak tau " Kata Laura cuek dan kembali memakan baksonya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa terus dukung author ya kalo mau ceritanya jalan teruss.

__ADS_1


__ADS_2